Soul Caster

Soul Caster
Episode 83


__ADS_3

Di keluarkan dari Guild.


Mantikei membawa mereka berdua kesebuah tempat suci yang bernama "MargaSari"


Ditempat itu terdapat sebuah kolam besar dengan Altar ditengahnya.


Dia menyuruh wanita itu untuk merebahkan tubuhnya di atas Altar.


Kemudian Nchex menyalakan Apinya untuk membangkitkan roh Spiritual yang ada di dalam Altar itu.


"Aku akan mengunci tempat ini dari luar,Jika tidak Kekuatan api mu akan membakar habis tempat ini.


Selanjutnya itu tergantung pada keberuntungan mu." Ucap Mantikei yang mulai memasang Segel formasi dari luar.


Api Borealis langsung dikeluarkan membakar seluruh tempat area itu.


Seketika itu Kartika mulai berubah kepribadian, Kutukan Es Abadi didalam tubuhnya mulai mengambil kesadarannya.


Dia juga mengeluarkan kekuatan es hingga terjadilah bentrokan kedua Atribut yang saling berlawanan itu.



Pemuda itu berjalan mendekati sambil mengeluarkan Api Borealis yang semakin besar.


Dia mencoba menyalurkan Soul Power api kedalam tubuhnya.


Alam jiwanya mulai berfluktuasi dengan api Borealis yang mulai memasuki soul powernya.


Sementara pemuda itu mencoba memeluknya,untuk menenangkan Kutukan Es Abadi yang mencoba mengendalikan tubuh wanita itu.



Api Borealis disalurkan secara terus menerus kedalam tubuhnya.


Soul Power Api dan Es merembes keluar dari kedua orang itu.


Membakar seluruh pakaian yang mereka miliki,kini kedua sosok itu hanya terlihat seperti 2 Atribut yang berbeda saling berpelukan.


Sementara itu juga Api Borealis sudah mulai merubah warna kulitnya.


Perlahan warna putih pucat itu mulai dapat merasakan suhu hangat yang mengalir kepadanya.


Api Borealis terus memasuki Darah,sendi hingga Meridian. Dia juga mencoba melemahkan kutukan es yang tersimpan didalam hatinya.



Symbol Api itu mulai memasuki ke Alam Jiwanya.


Membakar rasa sakit yang pernah dia derita, kenangan demi kenangan mulai terungkap.


Pemuda itu mencoba membatunya keluar dari sana,untuk membawa jiwa wanita yang dikenalnya itu kembali menjadi sosok Kartika seperti sebelumnya.


Setelah 5 hari proses penyembuhan yang sangat intens itu selesai.


Namun tetap saja rambutnya masih berwarna putih dan Expresinya juga tidak berubah sama sekali.


"Apakah aku gagal...?" Gumamnya.


Namun betapa terkejutnya pemuda itu ternyata Kartika bisa mendengar apa yang dia katakan didalam pikirannya.


Mungkin saja Batin kedua orang itu telah menyatu selama proses pembakaran tadi.


"Tidak akulah yang menginginkan ini terjadi." Ucap Kartika.


Tiba-tiba Cahaya terang mulai menampakkan sesosok wanita, perubahan dari Hantu Es menjadi Seorang wanita mulai terjadi.


Kulit yang awalnya putih pucat kini terlihat sangat putih dan mulus.


Dengan bibir yang merah cerah,tentu saja itu terlihat sangat menggoda.

__ADS_1


Ditambah dengan lekukan tubuhnya yang sekarang menjadi semakin berisi,dan kelihatan semakin dewasa.


Hanya saja Rambut dan ekspresi di wajahnya masih tetap sedingin es.



"Masihkah kamu menyukai ku,dengan diriku yang sekarang...?" Tanya Kartika.


"Haha kamu terlihat lebih cantik sekarang." Jawab Nchex menggodanya.


Wanita itu tidak mau melepaskan dekapannya.


Dia ingin berlama-lama berada ditempat itu,seolah wanita itu tidak ingin kehilangannya lagi.


Bibir merahnya itu mulai merasakan sensasi hangat yang menggigitnya.


Matanya perlahan terpejam, mengantungkan tangannya dipundak pemuda itu.


Wanita itu mulai mengeluarkan beberapa suara yang tidak jelas.


Sambil berbisik "Sayang ... pelan-pelan."


Namun pemuda itu menjadi semakin liar,tidak peduli dengan apa yang dia katakan.


Sampai pada akhirnya tubuh wanita itu bergetar hebat,pemuda itu terus saja menciumnya.


Hingga akhirnya dia terlelap dalam pelukannya.


"Kamu sudah membuat Istri mu ini menjadi kotor."


"Bukankah itu bagus,aku akan membantumu membersihkannya." Ucap Nchex menggendongnya memasuki kolam.


Dengan sangat manja dia menciumi Istrinya itu, sekali tangannya meremas gundukan yang sangat sensitif itu.


Sambil berpetualang menikmati setiap lekukan yang sangat menggoda itu.


Dan pada akhirnya wanita itu dapat merasakan sesuatu yang hangat mengalir kedalam tubuhnya.


"Aku sangat mengantuk,kamu bisa memintanya lagi nanti." Ucap Kartika yang terkulai lemas dipeluknya.


Setelah beberapa saat berlalu mereka berdua memutuskan untuk keluar dari sana.


Meskipun wanita itu sudah berubah menjadi cantik, namun ekspresinya masih saja sedingin es.


Terlihat dia tidak mau berbicara meskipun temannya sudah menyapa.


Wanita itu lebih memilih berdiri didekat pemuda itu, dengan menarik tangannya untuk merangkul pinggangnya yang ramping.


"Apakah dia baik-baik saja" Tanya Chester.


"Yah.. itu tidak masalah selama dia berada didekat ku." Jawab Nchex.


Setelah kematian Penatua Mulan dan anaknya yang telah dilukai oleh Kartika. Kayra menjadi sangat marah dan ingin membunuhnya,dengan Alasan bahwa pemuda itu telah bekerjasama dengan hantu Es untuk membunuh Mulan dan Sneder.


Tentu hal itu menjadi sorotan publik yang ada didalam Guild. Akibat hal itu reputasi mereka berdua menjadi tercemar dan akan dikeluarkan dari Guild Defender of Light.


Sidang penghakiman pun dimulai tempat itu di hadari oleh semua penatua dari berbagai Divisi.


Acara itu juga dihadiri oleh Kedua Guild yang bernama Stedman, Yaitu pemimpin tertinggi di Guild ini.


"Pemuda ini telah membunuh Penatua Mulan dan melukai anak ku." Ucap Kayra sambil memprovokasi Penatua lainnya.


Hal itu membuat Penatua yang lain menjadi sangat geram, Apalagi Divisi Militer dan Tombak tentu mereka sangat senang melihat anak ini di bunuh.


Untuknya ada 3 Penatua yang membantunya disana.


Urnia dari Divisi Pengobatan, Tuhata dari Divisi Pandai Besi serta Tei dari Divisi Pembunuh.


Ketiga orang ini meyakinkan mereka bahwa jika ingin menghukumnya harus mendapatkan bukti yang jelas.

__ADS_1


Selain itu juga Urnia mengatakan bahwa pemuda inilah yang pernah menolong Mulan ketika dia diserang oleh seseorang.


"Apakah yang menyerang itu kamu...?" Tanya Urnia kepada Kayra.


Pertanyaan itu merubah Ekspresi yang ada di wajah Kayra. Namun dia masih berusaha untuk tetap menyembunyikan hal itu.


Kayra yang semakin terdesak berniat ingin menyerang pemuda itu langsung, Jelas Ketua Guild tidak akan membiarkan hal itu terjadi tepat di depan matanya.


Kayra pun langsung tertekan oleh sekali serangannya.


"Apakah Kalian semua ingin menantang ku...!" Ucap Stedman yang membuat orang-orang menundukkan kepalanya.


"Mereka yang melanggar peraturan akan diberikan sangsi keluar dari Guild ini,Namun untuk kasus pembunuhan Penatua dia harus di hukum mati.


Apakah kamu punya pembelaan ...?" Tanya Stedman kepada Kartika dan Nchex.


"Baiklah aku ingin bertanya kepada kalian semua, Apakah kalian hanya diam saja saat melihat istri kalian semua ingin dinodai...?


Apakah hanya karena Sneder anak dari ketua Divisi maka dia boleh berlaku sesuka hati kepada murid lainnya...?" Tanya Nchex.


Kata-kata itu jelas merubah pemikiran ketua Guild, kemungkinan yang dikatakan oleh pemuda ini memang benar.


Namun dia juga berpikir harus ada yang bertanggung jawab atas meninggalnya penatua Mulan.


"Ecensi sejati dari Penatua Mulan telah di ambil oleh Hantu Es itu, Selain itu juga dia telah membunuh beberapa orang murid tanpa alasan." Sahut Kayra.


Tetapi Nchex yang licik tentu saja tidak kehilangan akalnya.


Dia juga membalas perkataan yang menyudutkannya itu.


"Hahaha Bukankah Ecensi Sejati hanya bisa dikeluarkan ketika seseorang ingin memberikannya secara sukarela.


Lalu mengapa kamu mengetahui hal itu,Apakah kalian berkerja sama dengan Ras iblis untuk membunuh Penatua Mulan.


Selain itu juga aku yakin kalian ingin mengambil Ecensi sejati yang ada didalam tubuh Kartika aku benar bukan.


Hahaha sayangnya dia telah memberikannya kepada ku terlebih dahulu.


Jadi berhentilah untuk bertindak seperti orang suci yang tidak bersalah." Balas Nchex.


Ucapannya itu merubah semua orang yang curiga terhadapnya menjadi berbalik.


Semua tatapan mata tertuju pada Kayra, Sampai pada akhirnya datanglah Maya yang menerobos masuk bersama teman-temannya.


Maya mejelaskan semua pembicaraan yang dia dengar, Bahwa Penatua Kayra telah mengancam Mulan untuk menikahkan Kartika dengan anaknya.


Jika tidak maka Penatua Mulan akan dibunuh olehnya.


Semakin lama dugaan terhadapnya pun semakin mendalam.


Sampai akhirnya Stedman mengambil keputusan.


"Baiklah karena tidak adanya bukti yang cukup untuk kasus ini.


Aku membebaskan kalian berdua dari Hukuman.


Akan tetapi kalian berdua juga harus meninggalkan Guild ini." Ucap Stedman dengan tegas.


Setelah Dekrit dan Talisman muridnya dicabut.


Kedua orang itu pun berjalan meninggalkan tempat itu, Diiringi dengan linangan air mata dari teman-temannya.


Meskipun keputusan ini berat sebelah, Namun itu jauh lebih baik dari pada harus dihukum mati.


Pemuda itu bertekad dalam hatinya bahwa ia akan kembali dan membalas dendam kepada mereka semua.


Kepergian yang sangat dramatis itu di akhiri dengan ucapan dari mereka semua.


"Kakak senior terimakasih telah membantu kami selama ini,Semoga kita bisa bertemu kembali."

__ADS_1


__ADS_2