Soul Caster

Soul Caster
Episode 104


__ADS_3

Air Suci Tirta Amerta


Selama 7 hari pemuda itu terbaring tak sadarkan diri.


Ketika dia bangun pemuda itu telah berada didalam kamar yang sangat mewah dan luas.


Olivia dan Airin menjaganya secara bergantian selama ini.


Nchex mencoba bangun dari tempatnya namun tubuhnya terasa di tusuk oleh ribuan jarum dari punggungnya.


"Arrrgh" Teriak Nchex yang tidak kuasa menahan pedihnya luka dalam itu.


Dia bertanya dalam hatinya apa yang sebenarnya terjadi pada ku.


Olivia dan Airin yang mendengar suara teriakan itu bergegas mendatanginya.


Mereka menghampirinya dan duduk di samping pemuda itu.


"Kamu sudah menyerap Energi di dalam kolam itu secara berlebihan, Untung saja kami dapat menyelamatkan nyawa mu." Ucap Airin.


"Apakah kalian punya beberapa pil obat...?" Tanya Nchex.


"Baiklah aku akan mengambilnya untuk mu, Kamu tidak boleh berkultivasi dulu untuk beberapa hari ke depan." Sahut Olivia.


Selain rasa sakit yang dia dapatkan, Pemuda itu juga menyadari bahwa level Kultivasinya juga telah sangat jauh meningkat.


Yang saat ini dia sudah mencapai level 55.


Benar- benar penerobosan yang sangat luar biasa sampai saat ini.


Setelah diberikan obat oleh Olivia dia kembali berbaring untuk beristirahat.


Airin menyuruh semua pelayannya itu untuk pergi dari tempat itu.


Namun Airin dan Olivia tetap tinggal disana bersama pemuda itu.


"Uhukk ... uhukk mengapa kalian berdua juga tidak pergi dari sini." Tanya Nchex batuk kering.


"Kamu juga ingin mengusir kedua istri mu." Sahut Olivia.


Sentak hal itu membuatnya terkejut mengapa mereka berdua bisa akur dalam waktu sesingkat itu.


Nampaknya pemuda itu tidak menyadari dengan apa yang telah dia ucapkan sebelumnya.


Itu karena sebagian dirinya dirasuki oleh Shinki ketika dia terdesak berhadapan dengan Ratih.


Melihat kedua wanita itu ingin pergi dia menariknya kembali.


"Sepertinya kalian harus menjelaskan tentang sesuatu yang telah terjadi sebelumnya." Ucap Nchex.


Namun sebelum mereka menjelaskan kepadanya.


Pemuda itu sudah terlelap tidur, Sepertinya pil obat yang dia konsumsi sudah mulai bereaksi.


Keesokan paginya ketika pemuda itu mulai membuka matanya.


Dadanya menjadi sesak dan agak berat, Ternyata kedua wanita itu tidur Sambil menindih tubuhnya.


Nchex bergegas bangun dari sana dan mulai bertanya kepada mereka berdua.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan disini...?" Tanya Nchex.


"Kami hanya membantu agar kamu cepat sembuh." Jawab Olivia tersenyum.


"Cepatlah hari ini kamu harus menyelesaikan masalah yang kamu buat sebelumnya." Sahut Airin.


Proses upacara pernikahan pun di mulai,Di puncak sebuah pangggoda tertinggi yang ada dipusat Divinity Origins.


Disana ada sebuah Cawan yang berisi cairan Emas "Tirta Amerta" untuk tradisi mereka semua pasangan yang baru saja menikah diharuskan untuk meminum air itu.


Dengan sangat terpaksa pemuda itu ikut meminumnya, Cairan emas itu langsung memasuki tubuhnya.


Menyatu dengan tulang-tulang milik pemuda itu, Yang awalnya berwarna putih kini berubah menjadi warna emas.


Seakan cairan itu menyimpan sebuah energi anti korosi dan membuat tubuhnya menjadi semakin kuat.


Tentu saja berkat bantuan dari cairan ini tubuh fisiknya akan sama kuatnya dengan Ras Dewa.


Pemuda itu merasakan bahwa saat ini kekuatannya sangat jauh meningkat.


Oleh karena itu dia berniat untuk berlatih ditempat ini selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanannya.


Ditengah lapangan pemuda itu berlatih sendirian menyempurnakan teknik "Thunder Blitz."


Dia juga memeriksa beberapa gulungan teknik yang ia dapatkan dari Airin.


Disana terdapat sebuah teknik "Bulan Memecah Tsunami." Ini adalah sebuah teknik pedang yang dapat membelah air.


Jelas ini akan sangat berguna saat dia berpetualang di benua Nen nantinya.


Airin juga mengatakan bahwa teknik itu dapat memanipulasi bulan seakan menjadi gerhana.


"Apakah kamu akan pergi sekarang...?" Tanya Airin sambil membawa makanan untuknya.


"Ya ... aku harus mencari teman-temanku yang kamu keluar dari tempat ini." Jawab Nchex.


Airin terlihat sedih setelah mendengar ucapannya, Seolah dirinya tidak ingin berpisah dengan pemuda itu.


Mengetahui akal hal itu, Nchex menariknya duduk dipangkuan sambil memeluknya.


Dia menjadi sangat malu dan mulai memerah.


"Kamu ingin melakukannya ditempat seperti ini...?" Tanya Airin berbisik.


"Kamu perlu memanggil adik mu terlebih dahulu." Jawab Nchex.


"Kalian akan pergi berdua, Sedangkan aku hanya akan terus berada disini itu sangat tidak adil untuk ku." Airin menjadi kesal dan sedih sambil meneteskan air mata.


Perasaannya juga menjadi sangat kacau dia masih bingung, Hubungan seperti apakah mereka ini.


Nchex membawanya ke dalam dimensi kekosongan miliknya.


Melihat wanita itu yang terus saja menggerutu dia langsung ******* bibir merahnya itu.


Airin memeluknya dengan erat yang tidak bisa menghadapi desakan dari pemuda itu.


"Bukankah aku sudah mengatakan bahwa kamu miliki ku, Jadi katakan apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari ku." Tanya Nchex.


"Aku takut Belial akan datang kesini dan menculik ku, Sedangkan kamu juga akan pergi meninggalkan aku sendirian.

__ADS_1


Aku akan merasa sangat kesepian di bulan-bulan kedepannya." Jawab Airin.


"Mengapa kamu tidak pergi saja bersama ku."


"Itu tidak mungkin,jika aku keluar dari sini maka wilayah ini akan di kuasai oleh roh kejahatan.


Selain itu juga ada aturan yang harus aku Ikuti." Jawab Airin yang tidak mempunyai pilihan.


Pemuda itu bergumam dalam hatinya.


"Apakah Ras Dewa selalu terikat dengan aturan, Bukankah hal itu sangat bodoh."


Namun pemuda itu tidak dapat menemukan jalan keluar dari masalah ini.


Satu-satunya cara dia harus menjadi semakin kuat.


"Aku tidak akan melarang mu jika kamu ingin pergi, Tapi biarkan aku terus berada di dekat mu selama kamu masih berada disini."


Ucap Airin dengan berat.


Matanya berkaca-kaca penuh dengan kesedihan.


Pemuda itu merangkulnya membuat Airin menangis sejadi-jadinya.


"Apakah Hogan itu ayah kalian...?" Tanya Nchex yang penasaran.


"Bukankah Suku Unicorn sudah menjelaskan kepada mu, Bahwa mereka hamil dengan meminum air kehidupan.


Begitu juga dengan kami, yang melakukannya sama seperti itu.


Hogan dulunya adalah pelayanan ibu ku yang disuruh turun ke dunia, Dia menitipkan Olivia kepadanya untuk menyembunyikan salah satu dari kami.


Sampai pada akhirnya aku menemukan mu yang memiliki kekuatan Shinki.


Karena hanya Dewa Kematian yang sanggup untuk mengalahkan Belial." Jawab Airin Sambil terus menggodanya.


Wanita itu mendorong Nchex jatuh ke lantai, Hingga tubuhnya menindih pemuda itu.


Dia terlihat sangat senang bisa berada diposisi itu.


"Aku akan membalas mu hehehe." Ucap Airin tertawa pelan.


Seketika itu dia berubah menjadi sangat liar,Bibir lembutnya terus menciumi pemuda itu.


Airin dapat merasakan sebuah tonjolan telah menyentuh tubuhnya secara tiba-tiba.


Perlahan dia mulai melonggarkan pakaian pemuda itu hingga terlepas.


"Kamu terlihat sangat bersemangat hari ini." Ucap Airin tersenyum.


"Tentu saja itu karena ulah mu." Jawab Nchex yang mulai membalikkan tubuhnya.


Tangan kirinya meraih kedua tangan Airin, sedangkan yang kanan mulai meremas gundukan yang sangat lembut itu.


Tangannya terus berselancar dari atas ke bawah.


"Kamu terlihat sangat basah sekarang." Ucap Nchex dan mulai melepaskan pakaian Airin.


"Kita tidak akan berhenti disini bukan...?" Tanya Airin.

__ADS_1


Mereka berdua terus melakukan hal itu, sampai keduanya menjadi sangat lelah dan tertidur.


__ADS_2