
Nchex Si Pengacau
Didepan Pintu masuk Divisi Militer 2 penjaga langsung mereka kalahkan dengan mudah.
Murid-murid yang mencoba menghentikan mereka,juga telah dibantai tanpa ampun.
Alarm suara bahaya dari Divisi Militer segera berbunyi,beberapa murid senior dari Divisi Militer juga ikut menyerang mereka.
Namun ada Henry dan Chester yang menghentikan mereka.
Nchex juga menyuruh Doyok dan yang lainnya untuk mengamuk disana.
Seorang Penatua mencoba menghentikan keributan ini.
Dia juga merupakan salah satu wakil Aula Divisi Militer namanya adalah Eric.
"Aku akan memberikan kalian semua hukuman karena telah berani menerobos masuk dan melanggar aturan Guild."
"Melanggar aturan kata mu...? Lalu bagaimana dengan Divisi Militer yang menyerang beberapa murid dari Divisi Pedang ku." Jawab Nchex.
Eric yang merasa tersudut dengan perkataannya,segera mencari alasan.
"Kesalahan mu karena tidak memberikan hormat kepada ku,selain itu juga kamu telah berani melukai murid dari Divisi Militer ku."
Namun sebelum Eric menyerang mereka Penatua Danang juga berada disana.
"Apakah kamu tidak malu,ikut campur dalam urusan para murid." Ucap Danang meremehkan.
Tiba-tiba 3 sosok yang membuat ulah itu datang.Joko berbisik kepada Nchex bahwa salah satu dari merekalah yang menyerangnya.
Mereka tidak lain adalah Ken, Shadow dan Gerald.
"Kami hanya melakukan sedikit latihan.
Namun sayangnya mereka terlalu lemah oleh karena itu kami tidak sengaja melakukan itu."
Ucap Shadow mencari alasan kepada Penatua.
"Sekarang semua sudah jelas bukan.
Bahwa dalam aturan pertandingan jika ada seorang murid yang terluka itu adalah hal yang wajar.
Untuk memberikan mereka pengalaman bertarung.
Apakah kalian semua ingin melanggar aturan...?" Ucap Eric Matanya menyapu tajam kepada para murid Divisi Pedang.
"Hemm mau membodohi ku dengan aturan ya."Gumam Nchex.
Dia yang tidak bisa menerima perlakuan mereka begitu saja.
Juga memikirkan cara untuk menghadapinya dengan aturan.
"Baiklah Terima kasih penjelasannya Penatua.
Namun aku ingin menantang salah satu dari mereka di Arena hidup dan mati." Ucap Nchex.
"Aku tidak akan memberikan izin untuk itu." Jawab Eric.
"Aturan juga menjelaskan jika ada murid inti yang menolak Tantang Duel maka Dekritnya akan dicabut dan dianggap sebagai murid biasa.
Selain itu juga Penatua yang ikut campur didalam Arena Hidup dan Mati jabatannya akan dicabut dan di asing." Ucap Nchex menjelaskan.
Seketika Eric menjadi terdiam mendengar ucapan dari pemuda itu,namun lagi-lagi dia berkata.
"Sepertinya Divisi Militer ini memang sangat lemah,ayo kita pergi." Ucap Nchex dengan lantang.
"Bocah sombong,Dengan senang hati aku akan melawan mu di Arena Utama." Ucap Shadow yang sudah terprovokasi.
Kedua sosok itu saling berhadapan di arena.
Ditonton oleh murid dari 12 divisi lainya.
Pertarungan 2 murid berbakat dari Divisi ini saling beradu serangan.
Api hitam dan Ungu membagi 2 arena pertandingan.
Domain Gravitasi dan Ilusi juga sudah dikeluarkan,menentukan individu manakah yang terbaik untuk memiliki warisan Dewa Kematian.
Dragon Void melawan Dragon Diaster kedua sosok Naga ini saling menyerang.
Menampilkan pertarungan yang intens dari tiap pasang mata yang menonton.
Divisi kedua belah pihak bersorak untuk menyemangati kedua murid ini.
__ADS_1
Shadow mengeluarkan jurus Ular racun ungunya untuk menghentikan kecepatan Nchex.
Namun dia juga mengeluarkan Rantai Amarah Jiwa untuk menghadapi serangan itu.
yang membuat keduanya berakhir imbang.
"Rush Horses"
Energi Spiritual berbentuk kuda berwarna ungu segera tercipta.
melesat dengan cepat menyerang kearah Nchex.
"Tinju Lahar Gunung."
Energi Spiritual berbentuk Tinju lahar yang tidak kalah besarnya segera dilesatkan.
Untuk menghadapi serangan kuda berwana ungu itu.
Kali ini Api Racun Ungu yang mematikan,beradu serangan dengan Api Merah yang berkobar.
Benturan kedua energi ini menimbulkan riak energi yang sangat kuat, hampir memecahkan Array pelindung arena.
Kedua Sosok itu harus dipaksa mundur beberapa langkah.
sampai akhirnya kedua energi spiritual itu menghilang.
"Akan ku perlihatkan kekutan Dewa Kematian kepada mu...?" Ucap Shadow sambil memanggil Armor perannya.
"Hahaha mau jadi dewa apapun itu terserah dirimu.Satu hal yang pasti,Hanya ada 1 Dewa Kematian di dunia ini."
Nchex juga memakai Crimson Armor ditubuhnya.
Banyak tatapan mata berdecak kagum melihat kedua sosok di udara ini,mereka bertarung saling jual beli serangan.
Hal itu juga memunculkan beberapa pendapat dari Divisi lain,Bahwa pemuda ini akan menjadi ancaman untuk murid lainnya.
Merasa pertarungan yang tidak membuahkan hasil apapun,Shadow mengeluarkan jurus Terkuatnya.
"Summoned He is Cursed"
Avatar Spiritual ini berbentuk Seorang wanita yang menyeramkan,dengan suara yang memecik gendang telinga.
Murid-murid yang menonton pertandingan ini langsung menutup telinga mereka dengan rapat.
"Gerbang Kematian"
Kali ini sosok Avatar Dewa kematian seluruh bagiannya telah sempurna,dilapisi oleh Armor Crimson yang menyala.
Akhirnya pertarungan kedua murid berbakat ini sampai pada puncaknya,benturan 2 kekuatan dahsyat membuat ruang terdistorsi.
Sampai pada akhirnya,mereka berdua terjatuh dan terluka parah.
"Apakah ini akan berakhir Seri...?" Ucap para murid yang menonton.
Tentu saja Nchex yang sudah lama menyimpan dendam pada pemuda ini tidak akan membiarkannya begitu saja.
"Pure Self" dengan seketika lukanya dapat pulih dengan instan.
Meskipun itu bukanlah pemulihan total,tetapi sudah cukup untuk menyerang Shadow.
Dengan kakinya dia menginjak Shadow,dan berteriak "Arrrgh."
"Ini untuk Mordox yang sudah kau lukai."
Satu pukulan mendarat kepadanya.
Shadow yang ingin mengucapkan beberapa kata tidak dia biarkan membuka mulutnya.
"Untuk Azura dan untuk kerajaan kegelapan."
Pemuda itu terus menghantam Shadow sampai tulang meridian remuk.
__ADS_1
Dengan hal itu seorang SangCaster tidak akan bisa berkultivasi lagi.
Eric yang ingin menghentikan murid berbakatnya akan dibunuh dihalangi oleh Danang.
Begitu juga dengan Gerald dan yang lainnya,mereka hanya bisa menonton temannya itu dibantai dengan kejam.
"Ini yang terakhir karena kau telah merebut token Heroes War yang harusnya menjadi milik ku."
Pedang Dewa Kematian "Hell of Darkness" Segera menghabisi Shadow dengan mengenaskan.
Bahkan pemuda itu memasukkan mayat Shadow kedalam Soulbagnya.
Tentu saja dia ingin mengambil beberapa Artefak suci didalam tubuhnya.
Ketua Divisi Militer yang bernama Kasim juga berada disana. Jelas dia juga menginginkan beberapa Benda Surgawi yang ada didalam tubuh Shadow.
"Anak muda bukankah sudah menang,mengapa kamu tidak meninggalkan mayatnya.
Meskipun dia salah,Dia masih bagian dari Divisi Militer." Ucap Kasim membujuknya.
"Tentu saja aku akan mengembalikan mayatnya,Setelah aku mengambil beberapa barang yang aku perlukan.
Bukankah kamu juga mengetahui hal itu."
Ucapan Nchex terdengar oleh semua orang,yang membuat banyak tatapan mata tertuju pada Kasim.
Tentu saja hal itu memunculkan kecurigaan terhadapnya,Apalagi Kasim ini juga memiliki beberapa Teknik terlarang dari Klan Iblis.
"Jika kamu menyerahkannya kepada ku,Aku akan melupakan masalah yang terjadi hari ini." Ucap Kasim dengan sedikit memaksa.
Nchex yang telah melewati banyak sekali masalah dalam perjalanannya. Tentu saja dia dapat menilai karakter seseorang.
Meskipun dia menyerahkan apa yang diminta olehnya, Nantinya murid-murid dari Divisi Militer pasti akan mencarinya.
"Haha aku sudah bosan untuk berlari dari masalah. Jika kalian semua ingin mencari ku, Temui aku di dalam divisi pedang." Ucap Nchex menantang mereka semua.
"Bocah kamu tidak tahu batasan mu,hari ini aku akan mengambil nyawa mu."
Kasim menjadi marah dan langsung mengeluarkan Aura Soul Powernya.
Karena Kasim ini sudah berada di level 60,tentu saja Danang tidak berani untuk melawannya.
Namun tiba-tiba terdengar suara.
"Didalam dunia ini tidak ada aturan yang pasti.
Yang lemah akan ditindas,Yang kuat akan dikalahkan.
Siklus itu akan terus berlanjut,Membuat dendam tanpa batas." Ucap Mantikei.
Kedua sosok Penatua yang saling berhadapan ini,membuat tekanan energi yang sangat kuat pada semua murid.
Mereka hanya bisa menerka sejauh mana tingkat Kultivasi kedua penatua ini.
Tanpa ada yang tahu angka yang pasti.
Seorang penjaga keamanan Guild
"Guardian Angel" langsung datang menghampiri mereka.
Dia di utus untuk menegakan aturan didalam Guild ini.
Kasim mengatakan bahwa dialah yang telah membuat keributan didalam Divisinya.
Namun Mantikei membelanya jika ini hanyalah pertarungan antara sesama murid.
Tetapi akibat hal itu Nchex tetap harus mendapatkan hukuman.
Dimana 10 level kultivasi dan Semua Magic Powernya akan disegel selama 3 bulan.
Selain itu juga pedangnya juga akan disita sementara oleh Mantikei.
Guardian Angel menyetujui keputusan Mantikei itu,hingga akhirnya mereka semua dibubarkan.
Amulet Stone mulai menyebarkan berita.
"Nchex Si Pengacau telah mengalahkan seorang murid inti dari Divisi Militer."
Secara bertahap berita ini menyebar keseluruhan Divisi Guild.
Dalam seketika namanya menjadi terkenal dan diperhitungkan oleh beberapa Individu kuat.
"Mungkin saja dia akan menjadi kandidat yang sangat sulit untuk di kalahkan."
__ADS_1