
4 jam lebih perjalanan udara dari Manila ke Indonesia. Akhirnya pesawat mendarat dengan mulus di bandara Soekarno Hatta.
Saat ini Zee hanya membawa jaketnya tanpa dikenakan. Dia sudah berganti pakaian dengan pakaian santai, kaos dan celana jins simpel. Tidak mungkin kan Zee memakai piyama terus seperti waktu berangkat tadi.
Bandara sangat dijaga ketat, setiap perjalanan menuju mobil yang akan digunakan menuju hotel. Para keamanan memasang badan dengan cara berjalan mengelilingi Zee didalamnya menuju mobil.
Hal itu sering dilakukan di beberapa bandara untuk menjaga artis dari para fans yang bar bar.
Sampai di hotel pas makan siang, Zee dan yang lain makan di salah satu restoran setelah mengantarkan barang ke hotel.
Mereka tidak bisa langsung pergi karena pihak hotel menunggu kedatangan Zee di Indonesia.
Zee disambut dengan ramah. Ikat bunga dan gift diberikan manager hotel untuk dia.
Awalnya Zee tidak menyangka dengan sambutan ini tapi dia sangat terharu. Ada juga artis terkenal yang datang ke hotel itu untuk bertemu Zee.
Tentu saja Zee menerimanya dan berbicara sebentar sebelum masuk ke dalam lift untuk menuju lantai tempat kamarnya menginap.
......
"Mau pesan apa??". Tanya citra kepada Zee asik bermain ponsel.
"Bistik sapi, Fred chicken sama sup buntut dah itu aja". Jawab Zee melihat menu dengan cepat.
Sedangkan untuk jenie, citra sendiri yang harus menjadi translator. Tentu saja dengan Zee yang lulus di bidang komunikasi beberapa jenis bahasa asing membuatnya tidak perlu menyiapkan translator saat pergi ke luar negri.
Bahasa Inggris yang lancar memindahkan dia untuk berkomunikasi. Sedangkan untuk citra hanya kursus bahasa Inggris dan Thai karena menolak untuk kuliah bersama Zee.
"Chicken terus emangnya gak bosan". Ledek jenie.
"Nggak sama sekali". Ucap Zee enteng.
Menurutnya chicken nugget adalah makanan yang paling simpel dimanapun iya berada. Bahkan Zee sering makan itu tanpa nasi.
" Zee, , zeefanya kan". Panggil seseorang yang mendekat ke arah meja tempat mereka duduk.
Hal membuat Zee yang sedang bermain ponsel menengadahkan pandangan untuk mengetahui siapa yang menyapa dia.
Zee tersenyum manis menatap orang itu. Dia salah satu artis Indonesia bersama keluarganya yang kebetulan ingin makan siang juga di restoran itu.
Restoran ini sedikit privat jadi dia berani untuk menyapa Zee. Tapi sayangnya karyawannya yang ada dibelakang membawa kamera untuk merekam semuanya.
"Apa saya boleh rekam??". Tanya orang itu setelah sekian lama mereka basa basi.
"Oh boleh". Jawab Zee sopan.
Jenie dan citra sedikit mundur, mereka berdua memang jarang masuk ke dalam video karena alasan pribadi. Apalagi jenie dia jarang ada di klip video yang selalu Zee ambil. Jenie akan memilih untuk memegang kamera di belakang layar atau mengedit videonya.
"Ah mba tidak ada jangan pergi, santai saja". Ucap orang itu saat melihat jenie mundur.
Jenie hanya merespon dengan senyum merekah tanpa menjauh lagi. Mereka sedikit berbincang berphoto sebelum makanan datang.
Zee tahu mereka tapi gak terlalu kenal dekat. Dia hanya tahu mereka keluarga artis terkenal di negara kelahirannya.
Selesai makan siang, mereka kenali ke hotel untuk istirahat. Untuk gedung acara seperti biasanya akan di cek besok pagi.
Bisanya citra yang akan mengeceknya sendiri tapi untuk sekarang, Zee akan mengeceknya langsung sambil melakukan soundchek.
.......
Sore hari Zee duduk di balkon kamar menatap kota Jakarta yang indah dari ketinggian.
Dia sudah lama gak datang ke sana. Dulu dia hanya disibukan dengan berkerja dan jarang jalan jalan. Apalagi sekarang, karena pekerjaannya di luar negri membuat dirinya tidak tahu sepeti apa tempat indah yang ada di sana.
Ting, , !!
Ceklek.
Pintu dibuka, Zee hanya acuh saja. Dia tahu siapa yang masuk tanpa harus menatap orangnya terlebih dahulu.
"Zee, orang tua lo telpon gue katanya ponsel lo gak bisa dihubungi". Ucap citra berjalan mendekati Zee.
"Ponsel gue". Seru Zee heran. Dia mengambil ponselnya yang diletakan di atas nakas. "Oh ponsel gue habis daya".
__ADS_1
"Mereka hanya mau ngabarin katanya berangkatnya nanti malam. Mereka hanya mastiin lu udah sampai apa belom".
"Iya gue lupa ngabarin mereka".
"Ya udah gue ke kamar dulu, nanti malam lo mah makan diluar apa di sini???". Tanya citra.
"Di sini aja males gue turun kebawah".
"Nanti gue pesenin makanan".
"Hm".
Sepeninggalan citra, Zee duduk di sopa single dengan laptop di pangkuan. Dia membuka live streaming di aplikasi ** untuk mengisi waktu luang. Beberapa sahabat dia ngeDM untuk meminta oleh oleh khas negara kelahiran Zee.
Dia bingung kenapa dari sekian negara, mereka hanya meminta oleh oleh dari sana. Apalagi phi sea, dia meminta dibawakan banyak makanan. Karena makanan di sini sangat enak.
Banyak yang meminta PK tapi Zee sangat malas untuk sekarang. Dia hanya memilih untuk live sendiri. Mungkin nanti gak sekarang.
RRRRRRRRRRRRRR
Ponsel Zee berdering dengan nama gegenya yang memanggil via video.
["Zee udah sampai??". Tanya Yim dari sebrang telpon. ]
"Udah tadi siang".
Terdapat Yim yang sedang di luar ruangan. Bisa dilihat dia sedang berada di lokasi syuting. Apalagi dengan ramainya suara dari sana.
"Gege dimana??".
["Gege di Hongkong, lagi ada pemotretan". Zee hanya menganggukkan kepala. ]
["Yim waktunya take". Teriakan seseorang di sebrang telpon terdengar oleh Zee. ]
["Gege take dulu. Nanti Gege ingin bicara sama ibu oke awas kalau panggilan Gege gak dijawab". Ucap Yim menatap Zee datar. ]
"Iya mereka akan sampai besok pagi. Udah sana Gege kerja".
Pip, , !!!!
Keinginannnya hanya ingin selalu didekat Zee tapi gimana lagi. Pekerjaannya sangat banyak yang membuat mereka sibuk.
******
Keesokan harinya, Zee dapat kabar dari citra bahwa keluarganya sudah sampai pagi hari tadi.
Citra sudah menghandle semuanya. Dia gak ingin membangunkan Zee yang sedang istirahat karena mereka datang pukul 4 dini hari.
Sekarang jam sudah menunjukan pukul 7 pagi. Zee datang ke kamar citra masih menggunakan piyama tidur.
"Cit mereka datang jam berapa??". Tanya Zee duduk di ujung tempat tidur.
Citra masih asik di dalam selimut, beberapa jam yang lalu dia baru bisa tidur. Sedangkan jenie sedang ada di kamar mandi.
Tidak ada jawaban sama sekali membuat Zee diam membiarkan citra tidur.
"Kayanya pagi tadi mereka baru datang". Sahut jenie yang keluar dari kamar.
"Lo tahu".
"Gue lihat citra masuk kamar jam 5 tadi, bisa ditebak sih walaupun gak ditanya".
Zee menganggukkan kepala. Dia kembali ke kamar untuk bersiap siap.
Zee juga memutuskan untuk sarapan di kamar hotel dengan memesan makanan dari restoran bawah. Ia malas untuk turun kebawah karena kepastian akan banyak orang disana.
Agak siangan Zee siap siap untuk berangkat ke gedung acara. Gak lupa juga sebelum pergi Zee mampir ke kamar orang tuanya untuk menyapa.
Mereka akan jalan jalan setelah acara selesai. Dia tidak mungkin jalan jalan sebelum itu karena pasti Zee akan kelelahan.
Waktu seminggu Zee akan gunakan di Indonesia bersama keluarganya setelah acara fan meeting berlangsung.
Pukul 10 AM mereka berlima berangkat ke gedung acara untuk soundchek agar nanti acara berlanjut dengan baik. Acara akan dimulai seperti biasanya jam 3 pm - selesai.
__ADS_1
2 jam berada di gedung acara Zee pergi ke restoran untuk makan siang bersama. Dia sengaja gak makan bersama keluarganya untuk menghindari beberapa papadazi yang ada disekitar Zee.
Tentu saja saat akan ada pekerjaan berlangsung dalam dia akan terus diikuti wartawan saat itu. Tapi jika gak ada dia bisa menghandle nya sendiri agar terhindar dari itu semua.
Skip.
Acara berlangsung dengan meriah. Orang tuannya datang menempati ruang VVIP yang Zee ada di gedung itu. Beberapa artis senior juga ada yang datang hanya ingin mengunjungi Zee karena jadwal Zee sangat padat membuat mereka mempunyai kesempatan yang bagus saat Zee melakukan fan meeting.
Seperti biasa Zee mendapatkan banyak surat dari fans. Malam harinya saat Zee baru turun dari panggung langsung diajak ngobrol di ruang tunggu sebentar dari tamu yang duduk di VVIP.
Ruang VVIP ternyata dijual juga oleh pihak acara kepada beberapa artis yang ingin memberinya. Karena tidak mungkin mereka akan membeli tiket platinum atau reguler.
.....
Tiga mobil utama masuk berhenti di depan hotel tempat Zee menginap di Jakarta. Hari ini Zee meminta khusus manajer hotel untuk tidak membiarkan fans datang di sekitaran sana.
Turun dari mobil Zee langsung mengajak mereka semua untuk makan malam di restoran bawah.
Keponakan Zee sedari di mobil sangat lengket dengannya sampai sampai dia gak bisa jauh dan terus mengomel membahas apapun.
"Sayang sekarang mau makan apa udah dong mainnya". Seru Zee kepada kedua keponakannya saat melihat dia terus memainkan mainan yang pemberian dari dia.
"Aku pengen chicken".
"Aku juga".
"Pesan apa yang kalian mau oke, makan yang banyak". Ucap Zee sambil tersenyum.
Setelah semua pesanan datang, mereka semua makan dengan sedikit berbincang bincang bersama yang lain.
Drrrttt
Drrrttt
Drrrttt
Dering ponsel Zee berbunyi membuat beberapa orang menatap ke arah Zee karena sedari tadi dia sangat sibuk dengan ponselnya tapi mulutnya berbicara dengan mereka juga sih.
"Hello bang ada apa??". Tanya Zee to the point.
[" Apa acaranya sudah selesai?? Sekarang kamu dimana??". Tanya Angga balik di sebrang telpon. ]
"Baru selesai, Zee sedang makan malam sama yang lain".
["Emm, , ". ]
Tidak mendengar suara di sebarang telpon membuat Zee mengerutkan kening bingung. Ia gak tahu apa yang sedang terjadi dengan Angga saat ini.
"Abang ada apa?? Bilang sama Zee?? Apa ada hal yang penting??". Ucap Zee beruntun.
["Tapi kamu jangan panik ya. Buka Twitter". Seru Angga. ]
"Cit pinjam ponsel lo". Pinta Zee menengadahkan tangan ke arah citra.
Zee membuka apa yang diucapkan Angga di telpon. Seketika matanya menyipit melihat berita itu. Padahal kemarin juga Zee baru lihat Twitter dan berbagi kabar dengan Yeonjin dengan baik tapi berita ini sudah tersebar di sosial media.
"Ada apa Zee??". Tanya citra heran.
["Zee jelasin aja biar mereka mengerti dan kamu cepat balik ke Thailand, dikabarkan dari anak buah yang Abang perintahkan ada beberapa wartawan yang katanya datang ke sana hanya ingin mewawancarai kamu". Usul Angga. ]
"Hm,, ".
"Apa kalian udah selesai makan??". Tanya Zee setalah mematikan telpon.
Zee mengajak mereka masuk ke dalam kamar yang mereka semua tempati.
"Zee ada apa ko keliatannya panik?? Ada masalah??". Tanya ibu Zee melihat gerak gerik zeefanya.
Padahal saat ini dia berusaha menutupinya tapi tetap ketahuan juga.
...----------...
...TBC...
__ADS_1
...Happy Reading.,.. Babay,!!!...