
Tidak mendengar jawaban dari Zee Rafael hanya memandang wajah Zee yang sedang tertidur di dalam mobil.
30 menit sampailah mereka di depan hotel.
"Zee bangun kita sudah sampai". citra membangunkan Zee yang tertidur di dalam mobil.
"em. . udah Sampai". ucap Zee menatap ke sekeliling.
"kenapa kepalaku pusing banget". batin Zee memegang kepalanya yang sangat pusing.
"kepala kamu masih pusing??". tanya citra yang melihat Zee memegang kepalanya.
"ia pusing banget. .apa Yeon masih disini??".
"Dia nungguin kamu di luar belum masuk". ucap citra.
"Gak papa Ayo kita turun biar kamu bisa langsung istirahat dikamar". sambung jenie.
sebelum keluar dari mobil Zee menambah lipstik di bibirnya untuk menutupi bibir yang pucat. Ia juga memakai topi punya jenie untuk sedikit menutupi wajahnya.
Zee keluar dari mobil dan segera masuk ke hotel diikuti oleh Yeon-jin dibelakangnya.
Click. . suara kunci pintu kamar Zee terbuka.
Baru beberapa langkah tiba tiba. . . .
Bug. . . .
Zee terjatuh pingsan dan langsung ditahan citra dibelakang nya sebelum jatuh ke lantai.
"Zee.. bangun. Zee". citra terus berusaha membangunkan Zee yang pingsan.
Badan Zee sangat panas, kedua asistennya sangat panik.
Jenie langsung berlari ke kamar Yeon-jin yang ada disebelah kamarnya.
tok. . .tok. . tok.
"Yeon. . Yeon-jin. . ". panggil jenie dengan panik. "ih kemana sih ini orang. . Yeon buka pintunya. .Yeon".
Pintu terbuka, berdiri lah Yeon masih dengan pakaian yang tadi.
"Zee pingsan di kamar". jenie langsung berbicara duluan sebelum Yeon bicara menanyakan kedatangannya.
Tanpa menjawab Yeon lari ke kamar zee. disana Zee masih di dalam pangkuan citra dan langsung dibawa ke tempat tidur oleh Yeon.
"Cepat panggil dokter". ucap Yeon sebelum menuju kamar.
__ADS_1
sebelum dokter datang Yeon mengompres Zee untuk meredakan demamnya yang sangat tinggi. Yeon menjaga Zee semalaman di kamar ditemani oleh citra dan jenie.
citra juga menceritakan semua keadaan Zee yang sudah dirasakannya dari pagi dan tidak mau semua orang tau.
Yeon sangat kesal dengan cerita citra tapi dia tidak bisa apa apa ingin marah juga tidak bisa.
Flashback end
Pukul 07.00 waktu Filipina. semua pemain series Z sudah berada di bandara dengan tujuan ke Indonesia.
Zee yang sebelumnya sakit juga sudah sehat berkat banyak istirahat disarankan oleh manajer untuk tidak terlalu capek.
Penerbangan Filipina - Indonesia membutuhkan waktu 4 j 27 menit. Didalam pesawat Zee dihabiskan dengan nonton film yang ia sukai.
Sampainya di bandara Soekarno Hatta mereka disambut dengan meriah, fans yang ada di bandara sangat banyak membuat mereka harus di kawal dengan ketat.
Angga yang sudah berada di Indonesia terlebih dahulu menunggunya di hotel tempat menginap mereka. waktu di Vietnam Angga pulang lagi ke Thailand untuk urusan yang sangat penting.
Dan ia janji akan berkumpul lagi saat di Indonesia dan berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.
Yeon terus berjalan dibelakang Zee untuk memastikan cewek itu aman.
Sesampai di hotel Zee melihat Angga dan langsung memeluknya dengan erat ia sangat merindukan Abang manajer nya itu.
"Abang. . Kirin Abang bohong sama Zee". ucap Zee didalam pelukannya.
"Nggak dong. . Abang bakal nepatin janji Abang. . kamu baik baik aja kan". Angga sebelumnya mengetahui Zee saat sakit di Filipina kemarin dari jenie.
"Udah seminggu tapi Abang pulang ke rumah".
Zee akan tinggal di hotel selama di Indonesia, ia sangat ingin pulang kerumahnya tetapi tidak bisa karena ia sangat sibuk dan harus banyak berdiskusi masalah acara nanti. Setiap acara pasti akan ada kejutan yang berbeda beda membuat mereka harus menyiapkannya dengan baik.
Zee memakai nomer telpon Indonesia untuk menghubungi keluarganya yang sudah berada di Indonesia.
Angga yang akan mengurus semuanya dan Zee sangat mempercayai Angga. dari awal ketemu Angga sudah sangat dekat dengan keluarga zee yang ada di kampung.
Stadion Indonesia
Acara akan dimulai, didalam mobil para pemain sebentar lagi keluar dan memasuki ruangan backstage tetapi para fans sangat banyak membuat mereka susah untuk berjalan ke dalam.
"Zee kamu berjalan dibelakang aku ya, ,nanti dibelakang kamu akan ada citra dan Lucas yang jaga kamu". ucap Yeon yang khawatir melihat para fans yang banyak diluar.
Jenie tidak bareng mereka karena ia berangkat duluan untuk mengurusi urusan di stadion untuk Zee.
Pintu mobil dibuka dan teriakan di luar stadion sangat heboh. para pemain langsung berjalan menuju backstage yang sudah disiapkan.
Disana Zee langsung disambut dengan meriah oleh keluarganya yang datang.
__ADS_1
Zee memeluk orang tuanya yang sangat ia rindukan dan bergantian dengan yang lain.
Tidak lupa Zee juga memperkenalkan Yeon-jin dan yang lain kepada keluarganya. karena kendala bahasa mereka jarang bicara hanya menyapa saja.
3 jam sudah berlalu, acara sangat meriah. Zee juga diijinkan untuk pergi bersama keluarganya sebelum pergi ke Hongkong.
Zee dan citra berpisah dengan rombongan yang lain untuk makan siang di salah satu restoran yang ada di Indonesia.
Banyak yang Zee ceritakan kepada keluarganya dan sangat senang dengan pekerjaannya yang sekarang.
Menghabiskan waktu dengan keluarga Zee sangat senang. malam harinya Zee juga tidur di rumah yang sudah lama ia tinggalkan. Tetapi besok paginya Zee akan langsung balik ke hotel untuk gabung dengan yang lain.
Besoknya mereka akan mengunjungi museum Indonesia. Zee juga harus ikut dengan mereka.
Keluarga Zee sangat menerima dengan pekerjaan Zee yang sangat sibuk. walaupun cuma bertemu sebentar mereka sangat senang dan Zee berjanji untuk pulang lebih lama lagi ke Indonesia.
Perjalanan ke Hongkong mereka mengambil penerbangan tengah malam setelah siangnya mereka syuting untuk konten.
pukul 08.00 waktu Hong Kong mereka sampai setalah menempuh penerbangan 5 j lebih.
Yim sangat senang mereka sudah sampai di Hong Kong karena ia bisa cepat bertemu dengan adik kesayangannya.
Melewati jalur VIP mereka ditunggu sama Yim disana.
"Zeze. . . ". teriak Yim berlari untuk memeluk Zee yang sedang membawa koper kecilnya.
Sebelum Yim memeluk Zee, ia menghindar membuat semua orang tertawa keras. sedangkan Yim cemberut.
"he he kacian. . ". ucap Zee melihat Yim yang ngambek dan langsung merentangkan tangannya.
mereka berpelukan dengan hangat menyalurkan rasa rindu tidak bertemu.
Tidak hanya Yim yang senang, keluarganya pun sangat senang karena Zee bisa pergi ke Hong Kong. mereka bahkan meninggalkan pekerjaannya sebentar untuk bisa dekat dengan Zee anak perempuan kesayangan mereka.
Zee sangat tidak enak hati saat orang tua Yim memberi banyak hadiah untuk nya, jika ditolak pun ia tidak enak. .
.
.
.
.
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
__ADS_1
Dan terus saksikan kelanjutan cerita Maureen dan Rafael . . . . .
Happy reading guys 😊. . . .