Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Paparazi


__ADS_3

Zee mengambil ponselnya mencari nama Evan di kontak telepon.


Beberapa kali panggilan terhubung tapi sama sekali tidak ada respon apapun. Sampai akhirnya. ,


["Hello". Suara asing anak kecil dari sebarang telpon membuat ketiga gadis kebingungan. ]


"Hello". Sambung Zee dengan suara lambat.


["Kak Evan lagi gak ada dirumah ponselnya ketinggalan". Seru anak kecil itu. ]


Mendengar itu zee langsung tersadar dari lamunan.


"Kalau begitu adik bisa bilang kakak Evan supaya telpon balik kak Zee ya. Kakak minta tolong soalnya sangat penting".


["Baik kak nanti-". ]


["Mira, apa yang sedang kamu lakukan di kamar kakak??". Ucapan anak kecil itu terpotong seseorang. Suara yang Zee kenali, yaitu Evan. ]


["Ponsel kak Evan berdering berkali kali makanya Mira angkat". Seru anak kecil yang bernama mira. ]


["Berikan ponsel itu sama kakak, Mira dicariin Mirza sama bunda dibawah". ]


["Iya kak, Mira pergi dulu". ]


["Hello eonni ". Sapa Evan di sebarang telpon. ]


"Hello Van, kamu dimana sekarang??". Tanya Zee to the point.


["Evan masih di Amsterdam eonni. Saat Evan mau kembali ke Korea ada beberapa kejadian yang mengharuskan Evan disini". ]


"Kejadian?? Apa kamu mengalami masalah disana!?". Tanya Zee panik.


["Iya . Diperjalanan Evan ke bandara mobil Evan ada yang menyabotase dan Evan harus dirawat beberapa hari di rumah sakit". ]


"Tapi kamu baik baik aja kan Van??". Bukan Zee yang bertanya melainkan citra.


["Aku baik baik aja. Eonni jangan khawatir". Ujar Evan meyakinkan semua orang ]


"Syukurlah kalau kamu tidak apa apa".


"Oh ya eonni telpon kamu ingin menanyakan tentang sesuatu". Sambung zee.


["Apa??". ]


"Masalah apartemen Yeonjin, apa ada orang lain masuk ke apartemen Yeonjin selain eonni sama kamu??". Tanya Zee.


Zee tahu bahwa apartemen itu tidak sembarang orang tahu. Yeonjin melajukan itu agar privasinya tertutup rapat dari orang luar. Bahkan agensi nya pun tidak tahu.


["Hanya aku, manajer, asisten Hyung sama eonni saja yang tahu apa ada masalah??". ]


"Berarti photo itu editan". Seru citra.


[" Photo apa??". Ujar Evan kaget. ]


"Photo seorang wanita di apartemen Yeonjin. Sekarang sedang tranding di sosial media". Jawab citra.


["Nanti Evan cari tahu, hari ini Evan sedang berusaha agar bisa kembali ke Korea tapi kayanya seseorang menahan Evan disini". Jelas Evan. ]


"Siapa??".


["Evan juga gak tahu. Yang penting orang ini gak mau Evan ada di samping Yeonjin Hyung untuk menyelesaikan masalah ini". ]


"Kenapa kamu kebawa dalam masalah itu, bukannya ini hanya menyangkut Yeonjin, Zee dan wanita itu". Ujar citra kaget. Sedangkan Zee yang ada disana hanya bisa menyimak sambil memainkan laptop.


Saat ini pikirannya sudah bercabang ke berbagai masalah yang sedang terjadi dan soal pekerjaan. Zee tidak bisa berpikir jernih jadi citra memback up semua nya dengan baik dibantu jenie.


Setalah panggilan dimatikan, ketiga gadis itu kembali berdiskusi tentang masalah yang terjadi. Mereka tidak bisa membiarkan ini semua terjadi dengan begitu lama.


Fan meeting Zee di Korea harus berjalan dengan semestinya. Dia gak mungkin membatalkan begitu saja apalagi semua tiket dan perencanaan sudah 100%.


Seperti biasa citra yang melihat persiapan di gedung acara. Zee dan jenie menunggu di apartemen dengan menyiapkan hal yang lain.


"Semua aman, ketiga phi Aat dan yang sudah menginformasikan kepada bodyguard yang lain agar penjagaan kamu lebih ketat". Kata citra yang baru memasuki kamar yang ditempati zee.


"Apa Lo yakin acara besok berjalan dengan lancar??". Tanya Zee bimbang.


"Lo tenang aja semuanya aman". Seru citra dengan penuh keyakinan.


"Phi Angga juga menjaga lo dari jauh, jadi lo tenang aja". Sambung jenie.

__ADS_1


"Baiklah gue percaya sama kalian".


"Hufh,, kalau kaya gini terus gue gak bisa shopping". Keluh citra merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Plak, ,


"Shoping terus yang ada dipikiran lo". Ujar Zee mengacuhkan citra yang sedang kesakitan akibat pukulan keras yang menimpa tangannya.


"Sakit bego main tabok aja lo,, gue tuntut baru tahu rasa lo". Keluh citra dengan tatapan tajam.


Zee dan jenie hanya tertawa ngakak melihat ekspresi wajah citra yang lucu. Mereka tahu apa yang keluar dari mulut zee, citra dan jenie gak akan pernah serius. Itu hanyalah candaan mereka saja.


"Udah ah gue lapar, mending pesan makanan daripada lihat drama menyebalkan". Zee bangun dari tempat tidur menuju sopa dengan tangan mengambil iPad di atas nakas untuk membeli makanan online.


"Gue pengen". Seru citra duduk di samping Zee yang mengeluh karena sempit.


"Ck minggir Napa sih". Zee terus mendorong citra tapi tidak ada pergerakan sama sekali. "Nih pilih sendiri". Lanjut Zee setelah memilih pesanannya lalu memberikan iPad kepada citra.


Zee pergi ke balkon untuk mencari udara segar. Kepalanya sangat pusing dengan masalah yang selalu datang. Ntah kenapa makin kesini masalah datang menimpa hubungan mereka.


"Zee makanan udah datang". Teriak citra dari dalam.


Zee yang sedang melamin tentu saja hanya diam. Dia tidak mendengar teriakan itu sampai orangnya keluar.


"Woy ngelamun mulu". Teriak citra sambil memukul tangan Zee.


"Aw sakit bego". Keluh Zee kesakitan mengelus tangannya yang dipukul citra.


"Makanya jangan ngelamun terus. Noh makanan udah dateng. Kalau nggak gue habisin sama jenie".


"Ck, gue juga lapar". Zee masuk duluan daripada makanannya habis gitu aja. Perutnya sangat lapar dan gak bisa ditahan lagi.


Mereka makan bersama sambil berbincang bincang. Zee ingin menghilangkan pikiran yang mengganggunya tapi tetap saja itu menempel disana. Apalagi Yeonjin tidak ada kabar apapun.


Keesokan harinya jam 13.00 siang.


Zee berangkat ke gedung tempat acara fan meeting berlangsung di Korea Selatan. Semua sudah beres semuanya diurus oleh citra, sementara Zee menunggu pelaksanaan saja.


"Lo baik baik aja kan??". Tanya citra.


"Gue baik, emangnya gue kenapa??". Heran Zee menatap ke arah citra yang duduk di kursi samping.


"Hm".


Hanya deheman yang keluar. Lalu Zee memutuskan untuk menatap ke luar jendela mobil untuk melihat jalanan kota Seoul.


15 menit diperjalanan akhirnya mereka sampai. Waktu yang sangat mepet membuat Zee harus segera ke ruang make up untuk menyiapkan diri.


Semuanya memang sudah siap disana. Zee tidak merias wajah nya dari hotel karena alasan tertentu.


.


.


.


.


Seperti biasa, selesai acara fan meeting Zee dan rombongan pergi ke restoran untuk makan malam sebelum kembali ke hotel.


Diperjalanan Zee hanya fokus pada handphone nya tanpa memperdulikan apapun.


Sesampai di restoran Zee masuk dengan santai seperti biasa. Area itu sudah kebetulan gak terlalu ramai walaupun di dalam restoran banyak pengunjung.


Bruk


Zee yang sedang jalan tiba tiba di tabrak oleh seseorang yang memakai topi dan masker keluar dari restoran itu.


"Maaf saya tidak sengaja". Ucap orang itu sambil menundukkan kepala.


"Iya gak papa". Jawab Zee melihat sedikit ke area wajah.


Tanpa berbicara apalagi, orang itu pergi duluan tapi kenapa membuat Zee merasa aneh.


Tidak ingin berpikiran yang tidak-tidak, mereka masuk ke dalam restoran dan memilih tempat duduk di laur tanpa ruangan privat. Toh disana juga ada para bodyguard nya yang menjaga Zee.


Hanya beberapa menit saja pesanan akhirnya sampai, lalu kami malam dengan perlahan sambil berbincang.


Ada waktu satu minggu Zee berada di Korea karena awalnya Zee merancangnya untuk pergi liburan bersama Yeonjin. Tapi jika seperti ini Zee tidak tahu harus bagaimana.

__ADS_1


Saat sedang makan sesekali Zee menatap sekeliling restoran yang ramai. Namun tiba tiba titik fokusnya menatap ke arah mereka yang pas dalam penglihatan dia di meja itu.


Mata Zee menyipit memfokuskan penglihatannya yang tidak ingin salah.


("Orang itu?? Bukannya tadi dia keluar restoran ya tapi sekarang dia ada disana". Batinnya. )


Saat ini Zee melihat wajah orang itu karena tidak menggunakan masker seperti sebelumnya. Akan tapi Zee bisa mengenalinya dari topi dan jaket yang dikenakan orang tersebut.


"Cit schedule gue Minggu ini apa aja??". Tanya Zee.


"Ck kebiasaan lo gak cek schedule sendiri". Keluh citra tapi masih memberikan iPad untuk Zee melihat schedule nya sendiri.


Zee mengangguk lalu memberikan kembali iPad itu kepada citra.


Setelah makanan habis mereka semua memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat.


Diperjalanan menuju hotel pikiran nya masih tertuju pada orang itu. Iya tidak bisa menganggapnya kebetulan karena dirinya juga harus waspada tentang apapun itu.


Saat Zee melihat ke arah belakang iya melihat mobil yang mengikuti mobil mereka dibelakang mobil bodyguard nya.


("Kenapa perasaan gue gak enak". )


"Zee lo kenapa??". Tanya jenie heran karena Zee sering menatap ke belakang.


"Hah, gue baik baik aja". Balas Zee yang sedikit tersentak kaget.


Membenarkan posisi duduk, Zee memutuskan untuk istirahat memejamkan mata. Ia akan bangun saat sampai nanti. Saat ini kepalanya sangat pusing.


Sampai dikamar hotel Zee membersihkan badan, memakai piyama tidur lalu naik ke atas tempat tidur untuk langsung istirahat. Tubuhnya sangat kelelahan. Tapi bukan hanya tubuhnya saja melainkan tubuh dan pikirannya.


*********


"Zee bangun!! Zee".


Pagi pagi citra masuk ke dalam kamar Zee untuk memastikan gadis ini sudah bangun apa belum. Saat ini zee memang ada pemotretan di sana.


Bukan hanya datang untuk fan meeting tapi ada juga pekerjaan disela sela itu yang membuat citra harus mengaturnya dengan baik.


"Em,, jam berapa??". Seru Zee dengan suara serak dengan mata tertutup.


"Jam enam cepetan bangun". Ucap citra terus menggoyangkan tubuh Zee.


Perlahan Zee bangun lalu meregangkan otot tubuhnya masih dengan mata tertutup. Tapi dia berusaha membukanya dan menetralkan penglihatannya dengan cahaya kamar.


Zee bangun lalu berjalan ke arah kamar mandi sambil berusaha mengumpulkan nyawa.


"Sarapan ada dimeja. Gue balik ke kamar dulu". Ucap citra sedikit berteriak.


"Eh".


30 menit, Zee keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk kimono yang melekat ditubuhnya yang ideal.


Dia bejalan ke meja yang sudah banyak terdapat sarapan. Sebelum bersiap siap, Zee memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu.


Sandwich, pancake, buah apel yang sudah dipotong dan tak lupa susu coklat hangat kesukaan Zee untuk mengawali aktivitas pagi hari dimanapun ia berada.


Klik


Citra masuk bersama jenie dengan pakaian yang sudah siap berangkat, sedangkan untuk Zee sendiri masih asik sarapan dengan menonton film.


"Kenapa belum siap, ini udah mau jam tujuh jangan sampai lo telat ke lokasi".


"Iya ini juga udah selesai tinggal pake baju". Seru Zee langsung bangun mengambil pakaian yang akan dikenakan hari ini.


Karena dia akan dirias di tempat lokasi pemotretan jadi pakaian untuk berangkatnya hanya menggunakan pakaian biasa tanpa riasan.


Untuk rambut zee memutuskan untuk membiarkannya tergerai dan memakai topi.


Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Zee siap dan berangkat ke lokasi. Untuk kebutuhannya sudah disiapkan oleh citra dan jenie.


Di lobi Zee gak sengaja melihat seseorang yang terakhir kali ia lihat tak jauh dari tempatnya berjalan.


("Dia lagi".)


...----------------...


...TBC...


...Happy Reading,,,, Babay!!!!!...

__ADS_1


__ADS_2