
Melihat Zee dengan tatapan kosong membuat Angga memutuskan untuk pulang ke hotel.
Citra terus menenangkan Zee yang sedikit tertekan dengan kabar itu. Dari restoran menuju hotel Zee sama sekali tidak berbicara sedikitpun sampai mereka dikagetkan dengan permintaan Zee yang tiba tiba.
"Aku mau ketemu Yeon sekarang". Pinta Zee.
Angga yang ada di kursi depan langsung menatap ke belakang, "emang mau temuin dia dimana Zee??, Udah kamu tenang aja".
"Ini hanya berita hoax jangan kamu pikirin".
"Zee..??". Neo yang baru tau hubungan Yeon dan Zee sahabatnya sangat mengerti apa yang sedang ia alami. Awalnya ia kaget Zee memutuskan berhubungan dengan sesama artis yang memang tidak akan mudah.
"Kita ke Agensi nya aja??". Ujar Zee yang membuat semua orang kebingungan.
"Tapi Zee..".
"Kalau nggak mau,, aku bisa pergi sendiri". Zee mengambil tasnya dan meminta supir untuk berhenti tetapi langsung dilarang oleh angga. "Tidak pak kita lanjut ke hotel". Cegah Angga.
"Abang....". Pekik Zee kesal.
"Zee kamu tenang dulu,, kalau kita kesana nanti mau bilang apa??, Mereka tidak akan begitu mudahnya untuk memberitahu keberadaan artisnya". Seru Neo.
"Bahkan kita juga bisa diusir dari sana". Sambung citra.
"Tapi..-".
"Zee ....". Ucap Angga sedikit ditekan yang membuat Zee diam.
Tanpa harus berbuat apa apa Zee hanya pasrah dan pulang menuju hotel.
Saat dikamar Zee menangis tanpa suara sambil berbaring di tempat tidur setelah berusaha mengubungi Yeon yang tidak kunjung diangkat.
(Yeon kenapa kamu kaya gini)
(Kamu kenapa,, salah aku apa)
(Dulu kamu yakinkan aku bahwa kamu tidak mau nyakitin aku kaya gini tapi apa semuanya cuma dusta)
Sampai akhirnya Zee tertidur lelap yang membuat citra sedikit lega.
Zee terbangun dan melihat lengit sudah gelap. Ia melihat citra tidur disampingnya dengan lelap.
Perlahan Zee pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan siap siap ingin keluar mencari udara malam.
Ia tidak ingin berkelanjutan dengan pemikiran yang buruk dan berusaha melupakan Yeon-jin. Mungkin pergi tanpa pamit sama sekali ide bagus yang Zee lakukan.
"Kamu mau kemana??". Tanya citra melihat Zee keluar kamar mandi dengan pakaian rapih.
__ADS_1
"Aku mau jalan jalan keluar sebentar sambil cari makan malam". Balas Zee dengan duduk di meja rias untuk memoles make up.
"Tunggu sebentar biar aku temani". Seru citra langsung lagi ke kamar mandi.
Dengan secepat mungkin citra mandi dan berganti pakaian. Saat keluar kamar mandi Zee sedang memakai sepatu. Citra bernapas lega saat Zee tidak meninggalkan dirinya dan keluar sendiri.
2 gadis ini pergi tanpa pamit kepada siapapun. Zee hanya ingin pergi menenangkan pikiran yang begitu kalut.
"Zee kamu gak apa apa??". Tanya citra hati hati.
Zee tersenyum menatap ke arah citra. Ia tau mereka sangat khawatir dengan nya dari tadi siang. Melihat Zee tersenyum walaupun menutupi lukanya citra sudah sangat senang.
Mereka berdua jalan jalan di sekitar hotel dan mencari makanan halal yang akan mereka makan. Sekarang Zee hanya ingin makan sesuatu yang ada disana dan besok harinya ia akan fokus dengan tujuannya ke Korea.
Saat asik makan tiba tiba ponsel citra berdering dan tertera nama Angga. "Hello". Sapa citra.
"Kalian dimana sekarang??". Tanya Angga khawatir.
"Abang tenang,, Zee sedang makan diluar". Ucap Zee merebut ponsel citra.
Zee mendengar helaan nafas di sebarang telpon. "Kenapa kamu gak pamit sama Abang kalau mau pergi". Seru Angga sedikit lega.
"Maaf bang,, Zee buru buru soalnya lapar banget". Ucap Zee sedikit bersalah.
"Ya udah kasih telponnya ke citra". Pinta Angga yang langsung dituruti oleh Zee.
"Ya". Ucap citra.
"Ia gue tau.. Lo tenang aja".
Panggilan dimatikan oleh citra dan langsung kembali makan makanan yang ada di meja makan. Zee memesan banyak makanan hanya untuk mereka berdua saja.
..........
Keesokan harinya Zee sudah siap dengan pakaian untuk pemotretan yang akan dilakukan di pusat kota Seoul.
Hari ini Zee terlihat sangat ceria ketimbang kemarin. Ia menutupi semuanya demi orang orang yang ada disampingnya agar tidak khawatir.
Menjelang sore pemotretan itu selesai dan setelah makan mereka langsung pulang dan membawa beberapa makanan ke hotel.
Sedangkan untuk esok harinya mereka akan pergi ke 2 lokasi terakhir sebelum terbang ke Indonesia.
Tempat pemotretan selanjutan ada di pusat perbelanjaan. "Woy fokus nap?". Keluh Neo melihat Zee yang ingin segera masuk ke setiap toko.
Zee yang mendengar keluhan itu hanya bisa tersenyum memamerkan gigi tanpa bersalah sedikitpun.
"Sabar Zee gue juga pengen belanja". Lanjut Neo langsung mendapat pukulan dari Angga.
__ADS_1
Sampai akhirnya pemotretan itu selesai dan mereka pergi memasuki setiap toko brand terkenal untuk berbelanja.
"Zee kamu berencana mau pulang kampung??". Tanya Angga berdiri di samping Zee yang sedang memilih pakaian.
Mendengar itu zee menatap ke arah Angga uang yang tiba tiba mendekat. "Gak tau,, kenapa bang??".
"Tidak apa.. sebenarnya Abang sudah menelpon mae kamu untuk minta izin agar lebih lama di Indonesia". Kata Angga membuat Zee kaget.
"Mereka menyetujuinya dan memberi kamu waktu untuk merayakan ulang tahun sama keluarga disana". Lanjut Angga membuat Zee tersenyum.
"Baiklah nanti Zee pulang". Ucap Zee gembira.
Zee langsung membeli hadiah buat semua keluarganya di rumah untuk diberikan. Ini pertama kalinya Zee pulang kampung saat kemarin ke Indonesia mereka hanya menghabiskan waktu sebentar.
Saking keasikan berbelanja sampai langit berganti malam mereka baru pulang ke hotel. Karena jam penerbangan mereka ambil tengah malam membuat Zee langsung packing semua barang ke koper.
"Zee kenapa kita ngambil penerbangan malam sih??". Tanya citra penasaran.
"Gak apa apa biar cepat pulang ke Indonesia". Balas Zee sibuk melipat pakaian.
Zee membeli koper kecil lagi karena saking banyak hadiah yang ia beli membuat kopernya tidak muat lagi. Citra pun sama ia berencana untuk pulang ke kampung halamannya tanpa ikut pulang ke rumah Zee.
.....
Penerbangan dari Korea memerlukan waktu 7 jam lebih sampai ke Indonesia.
Pukul 7 pagi mereka sampai di bandara Jakarta dan mencari supir Zee di Indonesia. Supir itu juga yang ditugaskan Angga menjaga rumahnya dan rumah Zee di Jakarta.
Rumah mereka memang berdekatan memudahkannya mereka melakukan pekerjaan apapun di Jakarta.
"Zee kita langsung ke hotel aja gak makan dulu". Ucap Neo yang satu mobil dengan Zee.
"Boleh aku juga lapar". Balas Zee. "Pak kita mampir di restoran dulu". Lanjut Zee kepada pak supir dengan bahasa Indonesia.
"Non maaf kita makan dirumah aja soalnya bibi masak banyak di rumah". Balas pak supir yang memang tidak mengerti saat Neo bicara dengan bahasa Thai.
"Ya udah kita makan di rumah aja pak". Zee menatap ke arah Neo yang ada disampingnya.
"Kita makan di rumah aku aja.. bibi sudah masak banyak di rumah". Ucap Zee menjelaskan kepada Neo yang langsung dimengerti.
Perjalanan dari bandara ke komplek perumahan Zee memerlukan waktu lama karena jalanan Jakarta sangat macet. Ini juga bersamaan orang orang berangkat bekerja.
...--------------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
__ADS_1
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
Happy reading guys 😊. . . .