
Sesampai di Kondo, Zee disambut oleh asisten Lim dibawah untuk mempermudahnya masuk ke atas.
Dengan cepat Zee masuk ke Kondo Lim yang memang memiliki beberapa ruangan yang terpisah dengan kamarnya.
Tok. . Tok. . Tok.
"Nong. . Nong Lim buka pintunya". Teriak Zee mengetuk pintu kamar Lim. "Nong Lim. . .".
"Emang dari kapan Lim mengurung diri di dalam kamar??". Tanya Zee kepada asisten Lim yang sangat khawatir.
"Dari pagi. . Ia bilang nya baik baik aja tapi gak lama kemudian terdengar suara tangisan dari kamar". Beber sang asisten membuat Zee tambah khawatir.
"Nong Lim buka pintunya. . Phi ingin bicara sama kamu". Zee terus mengetuk pintu berkali kali tetapi tidak dijawab juga.
Sampai citra dan jenie datang dengan dijemput asisten Lim dibawah kebingungan tidak mengetahui permasalahannya.
Cklek. . . Gak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka. Zee dengan cepat masuk untuk mengetahui kondisi Lim.
Melihat wajah Lim yang sangat pucat, ia langsung memeluk Lim dengan erat.
Di dalam pelukan Zee, Lim bener benar menangis sampai tubuhnya bergetar membuat Zee pun ikutan menangis.
Beberapa saat kemudian setalah tidak merasakan tangisan itu lagi. Zee melirik ke arah wajah Lim yang tertidur pulas di pelukannya.
Ia sedikit menyenderkan tubuhnya ke sandaran sopa agar bisa menahan tubuh Lim yang sedikit berisi darinya.
Zee membiarkan Lim untuk tertidur agar tenang. Ia juga mengelus kepala Lim dengan sayang sambil tersenyum.
.... ........
Yeon-jin yang habis syuting iklan langsung mengambil handphone nya untuk mengubungi kekasihnya yang sudah sangat ia rindukan.
Masuk kedalam ruangannya agar tidak didengar siapapun dan mencari kontak kekasihnya itu.
"Hello be. . Apa sedang sibuk??". Sapa Yeon to the point karena Zee lama mengangkat telpon.
"Tidak. . Kamu lagi apa??". Tanya Zee dari seberang telpon.
"Aku habis beres syuting. .".
Baru beberapa menit telponan sama kekasihnya tiba tiba ada staf yang datang memberitahukan sesuatu membuat Yeon sedikit kaget. Staf itu memberikan bahwa syuting sudah berakhir, awalnya ingin memberitahu asisten Yeon tetapi mereka tidak menemukannya Karena sebelumnya izin untuk mengurus sesuatu.
Setelah kepergian staf Yeon ingin kembali berbicara dengan Zee tetapi sudah dimatikan dari sama membuat Yeon berpikiran bahwa Zee sedang ada kerjaan.
Gak lama kemudian asisten Yeon datang dan mengajak untuk pulang kerena malam harinya mereka ada pertemuan di luar membuat Yeon harus segera pulang untuk siap siap.
........
Di apartemen Lim, Zee mematikan telpon dari Yeon-jin karena mendengar Yeon sedang berbicara dengan seseorang dan Lim yang ada di pelukannya terbangun akibat terganggu suara Zee.
"Maaf phi aku ketiduran". Seru Lim menundukkan kepala tidak enak karena ia tertidur sedikit lama di pelukannya.
__ADS_1
"Tidak apa kamu tenang aja??". Ucap Zee dengan lembut sambil mengelus kepala Lim dengan sayang.
Mendapat belayan yang sangat lembut membuat Lim kembali meneteskan kembali air matanya yang membuat Zee kebingungan.
"Lim kamu jangan nangis, ceritain sama kakak??". Ucap Zee dengan lembut.
"Kakak??". Tanya Lim heran.
"Kakak itu sebutan phi dalam bahasa Indonesia". Jelas Zee membuat Lim mengerti.
Dengan perlahan Lim menceritakan semua email yang diterima oleh nya tadi pagi. Ia mendapat kabar pemutusan kontrak dari agensi karena telah menerima job tanpa memberi tahu pihak agensi.
Lim beserta asistennya berusaha memberi penjelasan tetapi ditolak tidak didengar sama sekali. Semua job terhadap Lim dibatalkan sepihak dari agensi dan surat pemutusan sudah diserahkan semua kepada Lim langsung.
Zee mendengar itu ikut sedih. Karena itu adalah cita cita Lim ingin menjadi model dan aktor terkenal tapi di hambat oleh agensi.
"Kamu tenang aja ya jangan sedih. . Banyak yang dukung kamu diluaran sana kamu harus tetap semangat". Nasehat Zee.
Mendengar semua nasehat dari Zee membuat Lim kembali tersenyum dan menghapus air matanya perlahan.
"Phi apa kita sudah dapat Kondo baru??". Tanya Lim kepada asistennya.
"Emang kenapa dengan Kondo ini??". Tanya citra mewakili semua orang.
"Ini Kondo dari agensi dan kami harus keluar karena Lim tidak ada kontrak lagi sama mereka". Jawab sang asisten.
"Ya udah sekarang kamu siap siap, , biar tinggal di apartemen kakak aja". Ajak Zee membuat Lim kaget.
"Tidak apa. . Lagian apartemen itu kosong kakak tinggal dirumah dan kebetulan apartemen itu berdekatan dengan apartemen milik bang Angga". Ucap Zee.
Zee dan asistennya membantu membereskan semua barang milik Lim untuk pindahan. Daerah sana memang sangat privasi dan tidak sembarangan wartawan bisa masuk.
Beberapa jam kemudian semua barang sudah beres dan mengecek agar tidak ketinggalan sedikitpun. Zee mengajak mereka masuk ke dalam mobilnya dan jenie yang mengemudikan mobilnya.
Sampai di apartemen Zee kebetulan berpapasan dengan Angga yang yang baru turun.
"Zee ada apa kesini??". Tanya Angga kaget melihat Zee bersama semua orang mendatangi apartemen tempat tinggal dirinya.
Zee menatap ke arah Angga yang memang membelakangi pintu masuk karena sedang menunggu semua orang mengeluarkan barang barang milik Lim.
"Abang gak ke kantor??". Bukannya menjawab Zee malah bertanya balik kepada Angga.
"Habis ambil barang, , kamu kenapa kesini??". Menunjukan barang yang ada di paper bag.
"Lim bakal tinggal di apartemen Zee mulai sekarang". Ucap Zee membuat Angga kaget lalu menatap ke arah Lim. "Zee jelasin diatas aja bang". Ajak Zee karena tidak enak jika menjelaskan semuanya di palkiran apartemen.
"Nanti aja Abang buru buru". Ucap Angga melihat jam tangan yang ia pakai. "Abang pergi dulu, , bye Zee bye semua". Pamit Angga pergi menuju mobil nya.
Memasuki apartemen yang lumayan luas. Apartemen ini milik Zee pribadi hanya dipakai sesekali saja saat malas pulang ke rumah.
Zee tidak bisa sembarangan tidur di tempat orang lain karena tidak nyaman kalau bersama laki laki di satu apartemen walaupun banyak orang.
__ADS_1
Saat membantu Lim beres beres tiba tiba zee mendapat telpon dari phi Neo.
"Hello phi". Sapa Zee sopan.
"Kamu sedang sibuk gak??". Tanya phi Neo.
"Tidak. . emangnya ada apa phi??" Penasaran zee.
"Datang ke caffe phi ton sekarang semuanya sedang kumpul disini". Ucap phi Neo.
"Awas kalau gak datang ditunggu sekarang juga". Teriak seseorang yang Zee kenali dan langsung dimatikan telponnya.
Dengan muka kebingungan Zee menatap ponselnya yang sudah mati. "kenapa Zee??". Tanya jenie heran melihat Zee yang hanya melihat ponselnya setelah menelpon.
"Ah. . Tidak apa, aku harus pergi kalian disini bantuin Lim dan kalau sudah beres bisa pulang duluan aja". Seru Zee sambil memainkan ponselnya." Dan aku udah pesan makanan buat kalian". Lanjut Zee.
"Kamu mau kemana??". Tanya citra yang baru datang.
"Aku mau ke caffe phi ton dulu, , sama phi Neo suruh kesana". Ucap Zee diangguki oleh semuanya.
Mengambil kunci mobil yang ada di meja, Zee pergi mengendarai mobilnya sendiri.
Sudah hapal jalan membuat Zee tidak kesulitan pergi ke caffe itu karena sudah sangat sering. Caffe itu bisa dibilang basecamp mereka saat berkumpul.
Memasuki caffe dengan cepat dan naik ke lantai 2 tempat bisa mereka kumpul.
"Hai baby kenapa lama??".tanya phi sea sedikit menggoda Zee yang baru datang.
Zee yang mendengar panggilan baru itu membuatnya memicingkan matanya menatap ke seluruh orang yang ada di sana dengan penuh pertanyaan.
"Jangan menggoda dia seperti itu". Sahut phi ton yang baru datang membawa minuman langsung diberikan kepada Zee.
Zee bisa dibilang seperti anaknya phi all dan phi ton. Mereka sangat dekat dan sering bertemu.
Phi ton sangat penyayang sedangkan jika sama phi All Zee akan selalu berantem untuk menunjukan rasa sayangnya berbeda beda kepada setiap orang.
"Makasih mami". Goda Zee yang sudah terbiasa dengan panggilan itu.
Semua orang sudah tau dengan panggilan itu bahkan Zee sudah dianggap sebagai anaknya phi all dan phi ton oleh semua orang.
Di caffe itu semua orang bersenang senang dan bercanda bersama. Zee sangat senang bisa berada diantara mereka. Ia banyak mengidolakan aktor Thailand dan sekarang bisa kenal dekat dengan mereka Zee sangat senang.
Zee juga banyak tau aktor terkenal di Thailand dan belum semua ketemu dengannya karena mereka sangat sibuk. Kebanyakan yang Zee kenal melewati job dengannya. Jika hanya berkenalan biasa mereka jarang untuk bisa melakukannya.
...---------------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
__ADS_1
Happy reading guys 😊. . . .