
...Satu frekuensi...
..._____...
Pagi hari yang dingin membuat salah satu gadis cantik yang sedang tidur di king size salah satu kamar apartemen tidak berani untuk keluar dari selimut.
Dengan sekejap tidak ada yang terlihat, seluruh tubuhnya ditutupi oleh selimut yang tebal. Ya dia Zee yang menginap di apartemen Yeonjin sang kekasih setelah merayakan ulangtahun dia yang ka 28 tahun.
Cklek.
Pintu dibuka perlahan membuat citra terbangun, sedangkan Zee tidak bergeming sedikitpun walaupun terdengar ditelinga nya.
"Bee bangun sarapan dulu". Kata seorang yang Ia kanal.
"Hmm,"
Gumam Zee yang masih tertidur. Sedangkan citra yang ada disampingnya hanya bisa diam bermain ponsel.
Yeonjin terus membangunkan Zee yang masih sangat malas bangun karena dingin. Malam itu ia hanya memakai kaos dan training milik Yeonjin tanpa jaket tebal. Semalam ia lupa untuk membawa pakaian ganti karena pakaian sebelum tidak mungkin ia pakai untuk tidur. tidak mungkin ia pakai untuk tidur.
"Bangun sarapan udah siap". Lanjut Yeonjin masih membangunkan Zee.
"Kamu duluan aku ke kamar mandi dulu". Ujar Zee.
Setelah perginya Yeonjin, Zee perlahan berjalan ke kamar mandi untuk cuci muka tapi ia masih menggulung tubuhnya dengan selimut. Citra yang melihat itu hanya bisa diam karena sudah terbiasa dari awal sampai hotel di Korea, Zee selalu memakai selimut di dalam ruangan.
Saat zee keluar dari kamar mandi. Ditempat tidur sudah tidak ada keberadaan citra yang mungkin sudah keluar terlebih dahulu.
Sebelumnya Yeonjin menolak orang lain untuk tidur di tempat tidur miliknya kecuali Zee. Tapi dengan bujukan Zee akhirnya Yeonjin setuju citra tidur menemaninya karena hanya mereka berdua cewek yang berada disana. Mana mungkin Zee tidur di kamar Yeonjin sedangkan citra di luar.
Evan menyarankan untuk tidur dikamar nya yang ada disebelah kamar Yeonjin tapi malah tidak diizinkan oleh Yeonjin.
Maka dari itu Yeon terpaksa menyetujui nya dengan cepat.
Berjalan keluar dari kamar dengan selimut tebal membuat Zee menjadi pusat perhatian semua orang.
Saat ini masih banyak orang yang ada di apartemen Yeonjin karena semalam mereka semua menginap termasuk Jonghyun dan kimhan.
"Haha~ Lo kenapa keluar pakai selimut kaya gitu". Kata kimhan dengan tawa ngakak.
Zee hanya acuh duduk di meja makan dekat Yeonjin. Mereka akan semua sudah kumpul berada di ruang keluarga apartemen Yeonjin masih dengan wajah ngantuk.
Sedangkan hanya citra, Zee, kimhan dan Yeonjin yang duduk di meja makan. Kimhan bangun pagi karena dia harus cepat pulang karena ada schedule. Kalau yang lain hanya bisa malas malasan dengan tenang disana.
Kedua kaki Zee diangkat ke atas kursi dan masih menyembunyikan tangannya di dalam selimut. Ia tidak berniat untuk sarapan hanya menatap semua menu makanan di atas meja.
Yeonjin yang ada di dekatnya menatap sang kekasih heran.
"Bee kamu baik baik aja??".
Mendengar ucapan Yeonjin membuat Zee menatap ke arah suara dengan wajah lucu.
Yeonjin yang melihat kelucuan Zee ingin mencubit pipinya yang chubby tapi tidak kena karena Zee dengan cepat menghindar menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut.
"Tangan kamu kotor". Keluh Zee dengan suara kecil.
Yeonjin melihat kedua tangannya langsung tersenyum. Ia lupa bahwa saat ini ia sedang sarapan dan habis pegang sandwich.
"Pagi eonni,,". Teriak Evan yang baru keluar dari kamar.
Evan memeluk Zee dari samping dengan erat menghiraukan keberadaan Yeonjin disamping.
__ADS_1
Plak
"Lepasin tangan Lo,, gak usah peluk peluk cewek gue".
Yeonjin terus berusaha menjauhkan Evan dari Zee. Ia sangat sangat waspada dengan adiknya ini sejak semalam karena susah dilepaskan dari kekasih kecilnya ini.
Padahal Evan dan Zee baru kenal tapi mereka usah sedikit ini. Mengalahkan dirinya yang dulu waktu pertama ketemu sama sama cuek dan susah ditaklukan.
Sedangkan ini?? Pastian membuat Yeonjin bertambah posesif terhadap Zee.
Kedua sahabatnya hanya bisa menatap ke bucinan Yeonjin dengan heran karena Zee merubah semua sikap yang ada di diri Yeonjin saat ini.
"Eonni, dia siapa sih ganggu aja??". Ucap Evan tanpa dosa.
"Gak tau, biarin aja". Balas Zee membuat semua orang tertawa. Bahkan Jonghyun yang agak jauh pun ikut tertawa ngakak dengan kelakuan Evan dan Zee.
"Bee". Rengek Yeonjin dengan wajah melas.
Tapi itu tidak membuat Zee tersentuh, malahan Zee asik memakan sandwich yang ada dihadapannya setalah dilepaskan pelukannya oleh Evan.
Zee hanya tidak merespon apapun membuat Yeonjin diam menekuk kepalanya sedih. Evan yang melihat itu terus menggoda sang kakak dengan memberikan perhatian lebih pada calon kakak iparnya. Sejak semalam ini akan menjadi hobi Evan kalau ada didekat Zee.
Evan yang memiliki sifat manja membuatnya nyaman berada di pelukan Zee karena Zee memberikan banyak perhatian padanya bahkan Zee sangat memanjakan Evan dengan baik.
Bukan memanjakan dengan materi tapi dengan kasih sayang yang tulus.
Selesai sarapan Zee bangkit untuk pergi cuci tangan. Sedikit ekor matanya melihat Yeonjin yang terus diam sedari tadi. Tanpa aba aba Zee mencium pipi Yeonjin yang membuat orang nya kaget mendapat langsung ke arah Zee yang sedang jalan ke dapur dengan anteng.
Semua orang tercengang dengan perlakuan Zee yang pasti akan menghilangkan rasa sedih Yeonjin akibat ulahnya tadi.
Tidak ada kata yang dilekatkan oleh mulut Yeonjin tapi senyum lebar mengisi bibir yang tadi sedih sekarang menjadi bahagia dengan ciuman pipi dari kekasihnya.
Zee tidak langsung kembali ke meja makan ataupun ke ruang keluarga. Ia malah mengecek semua lemari penyimpanan yang ada di dapur dan lemari es. Disana masih banyak cemilan yang tersedia membuat Zee tidak harus meminta kepada Yeonjin.
Menonton film dan bercanda bersama akan menyenangkan apalagi mereka baru ketemu sekian lamanya akibat pekerjaaan.
Berjalan menuju sopa didepan telivisi besar membuat semua orang terus mengikuti arah pandang Zee tanpa ada yang melepaskan.
Satu persatu orang orang yang ada di sana pamit pulang. Mereka harus mengerjakan pekerjaan masing masing yang tidak bisa ditinggalkan. Tidak ada kata weekend jika pekerjaan itu penting.
Kecuali Evan yang malah ikut membaringkan dirinya di sopa samping Zee yang sedang mencari film untuk ditonton.
"Oii kerja". Teriak Yeonjin menjauhkan tubuh Evan dari kekasihnya.
Saat ada celah antara Evan dan Zee membuat Yeonjin duduk diantara mereka dengan memeluk tubuh Zee dari samping dengan erat.
"Gak mau,, Evan cuti beberapa hari dari kantor". Seru Evan.
"Gue gak izinin, sekarang Lo ke kantor".
Evan terus ngotot tidak mau ke kantor lagian ia udah mengecek beberapa jadwal yang tidak terlalu penting dan hanya bisa dikerjakan dari rumah tanpa pergi ke perusahaan.
Tapi Yeonjin yang tidak mau Evan ada disana terus membuat alasan agar evan pergi dari sana.
"Oi,, berisik kalian bisa diam gak sih". Teriak Zee yang sedari tadi diam menonton film tapi pertengkaran itu membuat Zee pusing.
Kedua pemuda itu diam saat mendengar teriakan Zee dan saling pandang.
"Bro gue pulang dulu ada pekerjaan yang harus diurus". Pamit Jonghyun yang terakhir pulang.
Mendekat ke arah Yeonjin dan membisikan sesuatu. "Selamat menikmati kemarahan singa betina". Bisik Jonghyun dengan wajah meledek.
__ADS_1
"Sialan pergi Lo dari sini.". Usir Yeonjin.
Setelah kepergian Jonghyun. Di apartemen itu tinggal 4 orang hanya berniat untuk menonton film tanpa apapun. Citra juga duduk di sana dengan fokus menatap ke arah layar televisi.
Zee yang marah dengan pertengkaran itu hanya diam dan sedikit menjauh dari 2 cowok itu masih dengan selimut mengeratkan tubuhnya.
Ntah kenapa hari sangat dingin dan membuat Zee tidak tahan. Penghangat ruangan itu kurang hangat untuk Zee tapi ia tidak enak karena takut membuat yang lain kurang nyaman.
Hacih , , , hacih., ,
Saat ruangan hanya terdengar suara dari film yang ditonton. Tiba tiba Zee terus bersin membuat semua perhatian tertuju padanya.
Yeonjin yang ada disampingnya mengambilkan tisu, lalu diberikan kepada Zee.
"Yeon biasa minta tolong buat tambahin penghangat ruangan". Pinta citra mendekati Zee dan membenarkan selimut yang menutup tubuhnya.
"Kenapa?? Nanti kalau kepanasan gimana??". Tanpa Evan heran.
"Gak papa,, aku baik baik aja gak usah di tambahin".
Yeonjin mengambil remote dan menambah penghangat ruangan agar Zee nyaman. Ia belum tau apa yang sedang kekasih nya itu rasakan.
Tapi saat Yeonjin mengusap pipi Zee, ia dikagetkan dengan wajahnya yang dingin.
"Kenapa wajah kamu dingin banget".
Yeonjin langsung mengecek tubuh Zee yang ternyata itu sangat dingin. Apalagi tangannya. Yeonjin langsung menggosok tangannya untuk memberi kehangatan untuk Zee tapi tetap aja tangannya sangat dingin.
"Tck,, apa karena semalam kamu pakai gaun tipis". Tebak citra khawatir terus menggosok kaki Zee.
Semalam suasana yang dingin menembus tulang Zee yang tidak kuat dingin. Ia tidak memakai pakaian tebal karena gak mau merusak suasana. Walaupun gaunnya gak tipis menerawang tapi itu gak cocok untuk udara yang dingin.
Citra bangkit untuk membuatkan susu coklat panas untuk menghangatkan tubuh Zee. Sedangkan yeonjin masuk ke dalam selimut untuk memeluk Zee agar sedikit hangat.
Awalnya Zee menolak tapi Yeonjin terus memaksa agar tidak dingin lagi.
"Van tolong ambilkan jaket dan kaos kaki cepat". Pinta Yeonjin kepada Evan.
Evan segera lagi ke kamar kakaknya untuk mengambil apa yang diperintahkan. Lalu kembali dengan membawa 2 barang itu.
Yeonjin memakaikan jaket kepada Zee dan kembali memeluknya dengan erat.
Zee yang ada di pelukan Yeonjin dikagetkan dengan tangan yang memegang kakinya.
"Evan apa yang sedang kamu lakukan??". Tanya Zee menjauhkan kaki dan sedikit bangkit.
"Gak apa Evan pakaikan kaos kaki buat eonni gak kedinginan".
"Biar eonni sendiri yang pakai". Tolak Zee menyodorkan tangan.
Tapi Yeonjin menarik kembali Zee agar tidur dengan posisi semua. "Biarkan aja".
"Tapi-".
"Gak papa eonni". Potong Evan kembali memasang kaos kaki setelah Zee mau.
Zee meminum susu coklat panas perlahan agar tubuhnya sedikit hangat. Citra tau apa yang harus dilakukan jika Zee mengalami kedinginan.
Ia melihat Yeonjin memeluknya dengan erat membuatnya tersenyum. Ini adalah hal yang harus citra lakukan semalaman jika Zee kedinginan. Ia tidak akan mudah terlepas dari Zee sedikitpun.
...----------...
__ADS_1
...Happy Reading.,...