Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Chapter 82


__ADS_3

...Sakit tapi tidak berdarah...


..._______...


Pagi yang cerah dan suasana hati yang mulai tenang tidak seperti kemarin. Hari ini mereka tidak ada acara apapun hanya akan pergi ke event fan meeting phi Jimmy dan phi sea nanti malam di salah satu gedung.


Zee sudah mengonfirmasikan kepada manajer phi Jimny bahwa akan datang bertiga. Mereka akan memberikan ruangan VIP untuk artis yang datang.


Kata manajer phi Jimmy yang datang tidak hanya dirinya melainkan artis/aktor lain juga yang kebetulan ada di Korea.


Zee tidak menanyakan siapapun karena pasti mereka akan bertemu disana.


Hari ini Zee sengaja bangun pagi. Ia malas melakukan apapun karena kecepekan setelah kemarin seharian jalan jalan.


"Eonni,, eonni". Teriak seseorang dari luar kamar sambil terus mengetuk pintu dengan tidak sabar.


Hal itu membuat tidur 2 gadis yang ada didalam terganggu.


Citra terus bergumam kesal tanpa berjalan membuka pintu. Malah dia menutup telinganya dengan bantal.


Zee yang melihat itu langsung berjalan untuk membuka pintu dengan wajah kantuk.


Ceklek, , ,


Pintu terbuka dengan perlahan menampilkan wajah Evan yang tersenyum senang. Membuat Zee mengerutkan kening, ia tahu bahwa Evan saat ini mendatangi dirinya dengan maksud tertentu.


"Ada apa??". Tanya Zee lesu.


"Eonni temenin evan nonton yuk". Ajak Evan dengan wajah memohon.


"Film apa??". Zee menyandarkan tubuhnya pintu yang sedikit dibuka.


"Nanti kita cari aja,, Evan males nonton sendiri,, plis eonni ya ya ya". Evan terus memohon dengan memegang tangan Zee.


Melihat wajah Evan yang terus memohon membuat Zee tidak bisa menolak dan menganggukkan kepala.


Melihat kakak iparnya setuju membuat Evan langsung menarik tangannya dibawa ke sopa ruang keluarga.


Sampai disana sudah ada Yeonjin yang sedang duduk memangku laptop dengan santai sambil mengerjakan pekerjaan kantor.


Saat ini zee hanya memakai piyama tidur pendek yang membuat Yeonjin membelalakkan matanya. "Kenapa keluar dengan pakaian seperti itu". Seru Yeonjin mengintimidasi.


Zee langsung menatap tubuhnya sampai kebawah ia bingung dengan ucapan yang dikatakan Yeonjin.


"Apa yang salah dari eonni hyung??". Heran Evan ikut memandang zee.


Yeonjin bergegas masuk ke dalam kamar dengan kembali membawa selimut. Zee yang sedang duduk di tutup selimut membuatnya mengerti.


Piyama yang dipakai Zee saat ini lumayan terawang dengan warna putih. Diperlakukan seperti itu membuat zee hanya bisa pasrah menerima selimut Yeonjin. Ia tidak sadar karena matanya yang masih ngantuk saat berjalan ke ruang keluarga.


Tidak hanya itu saja, Yeonjin membuatkan sarapan untuk Zee yang baru bangun. Ia membawa sandwich dan susu coklat hangat untuk sarapan. Yeonjin tahu bahwa Zee selalu sarapan dengan susu coklat hangat dari pertama bertemu.

__ADS_1


Setelah film dimulai mereka duduk dengan makanan yang banyak di meja. Tentu saja itu ulah Evan yang membawa semua cemilan yang ada di dapur.


Yeonjin yang ada disana hanya fokus kembali ke laptop tanpa terganggu dengan suara telivisi.


....


Sampai sore hari mereka semua asik dengan film yang diputar. Sudah beberapa judul yang mereka lihat sampai akhirnya Zee teringat akan even yang akan ia datangi.


"Sudah jam 5 aku siap siap dulu ya jam 7 harus sudah ada disana.. awas kalau kalian telat". Ucap Zee dengan nada ancaman.


"Eonni mau kemana??". Tanya Evan yang bingung kerena tidak tahu apa apa.


"Mau ke acara fanmeeting,, apa kamu mau ikut??". Ajak Zee.


"Ikut". Jawab Evan senang.


"Yakin Lo mau ikut ke acara kaya gitu.. biasanya Lo gak mau datang ke event event gue". Seru Yeonjin.


"Itu event Lo.. kalau ini kan bareng eonni jadi gue mau ikut". Kata Evan tersenyum.


Zee paham akan maksud Evan yang tidak pernah datang ke acara ramai. Evan orangnya memilih untuk menyendiri dan menghabiskan waktunya dengan bekerja dari pada nongkrong di caffe sama orang lain. Bahkan Evan bisa disebut tidak punya teman kecuali teman dekat Yeonjin. Itu pun tidak banyak karena Yeonjin juga tidak terlalu dekat dengan setiap pemain di drama yang ia perankan.


Tidak kurang 1 jam Zee keluarkan dengan pakaian rapih tapi masih dengan pakaian santai. Pakaian kasual yang selalu ia pakai dengan nyaman hanya Hoodie dan celana jins. Tak lupa ia membawa topi dan masker.


Saat keluar kamar Zee melihat Yeonjin yang sangat tampan dengan pakaian style nya sendiri.


"Bee aku gak bisa ikut ke sana. Aku ada urusan diluar". Seru Yeonjin mendekati Zee.


"Pekerjaan kantor dan nanti ada meeting juga.. kamu berangkat diantar Evan dan jangan lupa makan malam". Kata Yeonjin memegang tangan Zee.


"Ya udah gak papa.. kamu hati hati ya". Seru Zee dengan senyum manis.


"Iya sayang".


Yeonjin mengecup kening Zee dengan mesra. Aroma parfum tercium oleh Zee yang memang sudah familiar di hidung nya. Sedari awal bertemu Zee sudah tahu akan parfum yang suka Yeonjin pakai.


Mereka turun kebawah bersama sama. Tapi saat ingin berangkat Yeonjin masuk ke dalam mobil yang berbeda. Ia juga masuk setelah mobil yang dikendarai Evan berjalan terlebih dahulu.


Didalam mobil, Zee terus mengobrol panjang lebar dengan Evan. Ia sangat ingin lebih tahun kepribadian Evan saat pertama bertemu.


"Kenapa Yeonjin gak pernah bicarakan tentang kamu??". Tanya Zee heran.


"Eonni kan tahu gimana sifat Yeonjin Hyung saat sama eonni". Jawab Evan yang tidak mengandung makna tertentu.


Zee yang mengerti hanya bisa tersenyum menggelengkan kepala. Banyak pertanyaan yang keluar dari mulut Zee tapi hanya seputar Evan karena saat Zee menanyakan tentang Yeonjin, Evan pun tidak terlalu tahu akan hyung nya itu.


Sampai di depan gedung Zee meminta staf yang ia kenal untuk memalkirkan mobilnya karena tidak mungkin jika Evan akan pisah dengan Zee.


Awalnya Evan menolak tapi Zee takut Evan gak bisa masak ke dalam. Zee tidak bisa menunggu nya karena para fans masih banyak yang ada di luar gedung.


Pada fans di heboh kan dengan kedatangan Zee yang memang sudah tersebar di media sosial akan kedatangannya di event ini.

__ADS_1


Banyak juga yang notif Evan karena kegantengan yang terpancar dan berjalan di belakang mengikuti Zee.


Staf mengarahkan Zee masuk ke ruang tunggu. Disana sudah ada phi Jimmy dan phi sea yang sedang bersiap siapa.


"Phi Jimmy". Teriak Zee memeluk phi Jimmy yang sedang make up. Lalu mereka berpelukan mencurahkan rasa rindu yang sudah lama tidak bertemu.


"Oii,,, phi sea kenapa makan Mulu kerjaannya". Seru Zee saat melihat phi sea yang sedang dirias sambil makan cemilan ditangan nya. "Paa gak kangen sama Zee yang imut ini". Pekik Zee dengan nada sedih.


"Ah ah ah,, sini".


Phi sea berdiri tanpa meletakan cemilannya memeluk Zee dengan erat. Zee tersenyum akan kelakuan phi sea. Tapi saat pelukan itu dilepas Zee langsung mengambil makanan phi sea.


Lalu Zee memakannya sambil tersenyum. Sedangkan orangnya hanya bisa mengalih dengan wajah cemberut.


Zee mengobrol dengan mereka sebentar dan berphoto sebelum pergi ke ruang VVIP karena acara akan segera dimulai.


Ruangan itu ada beberapa orang yang datang. Bahkan ada juga artis terkenal yang datang. Zee yang kebetulan mengenalinya banyak berbincang bincang.


Artis yang tidak kenal pun mereka berkenalan dengan baik dan berphoto untuk mengabadikan momen. Mereka semua akan memposting di Ig masing masing tapi kebanyakan akan di post di story' Instagram.


3 jam event berlangsung dengan lancar. Zee dan yang lain langsung pulang tidak bertemu lagi dengan jimmysea karena waktu mereka untuk istirahat. Dia tidak ingin mengganggu apalagi mereka akan langsung kembali ke Thailand.


Diperjalanan menuju mobil Zee di kawal para bodyguard karena suasana fans sudah kurang kondusif.


"Mampir dulu Van di restoran aku lapar banget". Pinta Zee yang duduk di samping kemudi.


Evan melajukan mobil menuju restoran halal yang ia ketahui. Walaupun Evan non muslim tapi semenjak Yeonjin mualaf dia jadi sedikit mengerti.


Suasana restoran tidak terlalu ramai membuat zee memilih untuk makan di kursi biasa. Mereka tidak memesan ruang privat, ia juga ingin sedikit santai.


Beberapa saat kemudian Zee pamit untuk pergi ke kamar mandi sendiri tapi saat ia ingin kembali. Zee melihat seseorang yang familiar memasuki restoran dengan menggandeng tangan.


Deg,,!!!!


Tiba hatinya menjadi sakit dan air mata mengalir begitu saja. Zee langsung mengambil ponsel untuk menghubungi Yeonjin dengan tatapan masih menatap ke arah depan.


Pemuda itu mengambil ponsel tapi langsung mengabaikannya memasukan kembali ke dalam jas.


Air mata Zee terus mengalir melihat itu semua. Ia tidak percaya bahwa Yeonjin akan melakukan ini semua kepadanya.


Zee kembali masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Didalam kamer mandi ia meramas dadanya yang sakit. Ntah apa yang harus Zee lakukan untuk menghadapi ini.


Tiba tiba suara wanita yang ada ditelpon langsung mengisi pikirannya tempo hari.


Zee memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. Setelah sedikit tenang ia pergi untuk mengajak citra dan Evan pulang.


Melihat Zee yang berbeda membuat kedua orang itu hanya bisa diam mengikuti apa kemauan Zee saat ini tanpa banyak bicara.


...------------...


...Happy Reading.,...

__ADS_1


__ADS_2