
...Saling mengutarakan perasaan masing masing antara Zee dan citra ...
...______...
Tanpa citra sadari iya menangis menatap Zee bersama seseorang yang sayang dan menjaga dia dengan baik.
"Lo kenapa nangis??". Tanya Evan kaget.
Mendengar itu citra langsung menghapus air matanya tapi Zee sudah melihatnya. Lalu dengan cepat Zee mendekati citra dan memeluknya dengan erat.
"Cit kamu kenapa??". Tanya Zee.
Bukannya menjawab, citra malah tambah menangis memeluk Zee dengan erat.
Merasakan tubuh citra yang gemeteran membuat Zee mengelus punggung citra dengan lembut membuatkannya mencurahkan perasaannya lewat tangisan.
Ini adalah hal pertama citra menangis dihadapan Zee. Dari awal mereka bersama citra tidak pernah menangis sampai tidak bisa berbicara. Jika citra menangis dia pasti akan menangis sambil tersenyum menatap Zee tidak seperti sekarang.
Saat citra mulai tenang barulah pelukan itu dia lepas. Citra menatap wajah Zee lama membuat Zee bingung.
"Kamu kenapa??". Tanya Zee perlahan menghapus pipinya yang basah.
Citra menggelengkan kepala masih menatap Zee dengan wajah yang sedikit pucat ditambah bingung.
"Nggak kamu lagi ada apa apa!!. Kalau kamu baik baik aja kamu gak bakal kaya gini". Kekeh zee mengelus tangan citra.
Senyum terlukis di bibir citra dengan air mata yang menetes kembali.
"Aku telpon bang Angga ya biar kamu dimarahin kalau kaya gini". Ancam Zee.
Zee tahu citra dan Angga tidak pernah akur. Angga sudah menganggap mereka berdua adiknya tapi kepada citra Angga selalu keras karena citra susah untuk diomongin. Ia akan selalu tersenyum walaupun ada masalah dirinya. Dia tidak pernah terbuka kepada siapapun. Kepada Zee pun dia tidak banyak bercerita berbeda dengan Zee yang ia ceritakan semuanya termasuk masalah pribadi yang bahkan orang tuanya sendiri tidak tahu.
"Aku baik baik aja".
"Ya udah kita istirahat dikamar aja yuk". Ajak Zee.
Zee berpikir karena ada Yeonjin dan Evan membuat citra tidak cerita apapun. Lalu Citra mengangguk-angguk kepalanya setuju.
"Yeon aku istirahat duluan sama citra". Pamit Zee kepada Yeonjin.
"Tapi kamu baik baik aja kan??".
"Aku baik". Jawab Zee tersenyum.
Yeonjin berjalan mendekati Zee. Lalu memeluknya dan mencium kepala Zee dengan sayang. Dia tidak malu melakukan itu dihadapan orang lain.
"Good night". Ucap Yeonjin tersenyum manis mengelus pipi Zee.
"Night to".
Zee dan citra masuk ke dalam kamar Yeonjin untuk istirahat terlebih dahulu. Didalam kamar citra kembali memeluk Zee dengan erat. "Terima kasih".
Ucapan citra membuat Zee kaget. Ia heran dengan apa yang terjadi dengan citra sekarang.
"Terima kasih karena selalu percaya sama aku.. selalu ada buat aku disaat aku tidak memiliki siapapun di dunia ini. Kamu tidak pernah tinggalin aku". Kata citra dengan suara serak.
"Karena kamu baik sama aku.. kamu selalu dengerin keluh kesah aku. Gak pernah ngeluh saat aku banyak bicara". Balas Zee jujur.
__ADS_1
Citra kembali menangis di pelukan Zee. Perlahan Zee mendudukkan dirinya dan citra di kursi yang ada di dalam kamar.
"Kenapa kamu menangis??". Tanya Zee yang penasaran.
"Aku bahagia lihat kamu bahagia sama orang yang sayang sama kamu.. dia jagain kamu dengan tulus saat kamu sakit.. jika aku pergi aku bisa melepas kamu dengan tenang bersama Yeonjin".
"Kamu bicara apa,, kita akan selalu bersama.. walaupun aku egois tapi aku mau terus sama kamu. Kamu jangan tinggalin aku". Seru Zee.
"Aku gak bakal ninggalin kamu.. aku hanya ingin kamu bahagia dengan pasnagan kamu. Suatu saat nanti kamu memiliki pilihan sendiri dan aku pun begitu". Kata citra menatap Zee.
"Aku senang biasa bekerja sama kamu selalu bersama disaat kita susah dan senang". Lanjut citra tersenyum. "Ini air mata bahagia aku.. aku hanya terharu saja aku gak bisa tahan makanya menangis. Eh malah ketahuan Evan". Citra mengerucutkan bibirnya mengeluh.
Zee tersenyum dengan kata kata citra. Mereka memang dari dulu tidak pernah terpisahkan dari awal bekerja di caffe dan sampai kerja merantau ke negeri orang.
"Aku juga bisa keliling dunia setelah kenal sama kamu". Canda citra membuat Zee tertawa.
"Hahaha~ itupun kamu banyak ngeluh". Celetuk Zee.
"Kamu juga,, setiap capek dengan pekerjaan kamu selalu datang ke kamar aku dan ngeluh tapi gak ingin pulang".
"Aku cepek". Keluh citra menundukkan kepala.
"Ya udah kamu nikah aja kalau capek kerja.. Yeonjin orang kaya". Seru citra menaik turunkan alis menggoda Zee.
"Ngomong mah gampang".
Mendengar ucapan Zee membuat citra bingung. "apa kamu gak percaya sama Yeonjin??".
Zee mengangkat kepalanya saat mendapatkan pertanyaan dari citra. Didalam dirinya ia masih bingung tentang dirinya dan Yeonjin walaupun ia melihat keseriusannya menjalin hubungan tapi banyak pikiran aneh yang ada dipikiran Zee.
"Tapi kenapa??".
"Banyak perbedaan diantara kita.. aku berada tidak pantas sama dia,, aku-".
"Zee aku melihat dia tulis sama kamu .. aku yakin dia bisa jagain kamu sampai kapan pun". Potong citra.
"Jangan terlalu percaya cit.. aku dari dulu gak pernah pacaran sama siapapun.. sebenernya dari luar aku gak bisa menunjukan apapun tapi sebenernya aku itu lemah. Mimpi aku memiliki pasangan yang sama kaya di drakor tapi itu hanya ada di dunia khayalan bukan dunia nyata". Kata Zee apa adanya.
"Apa karena dia belum memperkenalkan kamu kepada orang tua nya membuat kamu ragu??".
" bukan,,". Jawab Zee menggelengkan kepala.
"Terus apa??".
"Aku juga gak tahu.. mungkin hanya waktu yang bakal menjawab.. dia aktor terkenal dan pengusaha sedangkan aku". Ucap Zee menunjuk kepada dirinya sendiri.
"Zee kamu juga artis terkenal.. banyak yang kenal kami di negara manapun, kamu bukan orang sembarangan. Aku juga punya banyak aset di Thailand dan beberapa di Indonesia juga". Citra terus meyakinkan Zee untuk percaya diri. Dia tahu bahwa Yeon-jin menerimanya apa adanya.
"Gak tahu lah aku pusing,, aku berasa bakal ada hal yang besar menimpa aku waktu dekat ini,, sebaiknya kita tidur aja,, " ajak Zee tidak mau bertambah panjang.
Citra mengangguk-angguk kepalanya. Lalu Zee berjalan ke arah tempat tidur nya dan masuk ke dalam selimut.
"Cepat tidur biar besok kita bisa jalan jalan dan shopping". Seru Zee dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Jangan macam macam kamu lagi sakit". Kata citra cepat dengan tangan yang menunjuk.
"Hanya 1 macam kok".
__ADS_1
Zee tertawa melihat wajah citra yang langsung panik mendengar ucapannya. Lalu ia dengan cepat pergi tidur dan mematikan lampu hanya menyisakan lampu tidur saja.
Zee tidak suka tidur dalam keadaaan terang dan gelap. Ia hanya bisa tidur dengan cahaya remang remang.
🍂🍂🍂🍂
Saat asik tidur tiba tiba Zee merasakan ada tangan yang menyentuh kening dan lehernya. Hal itu membuat zee perlahan membuka mata.
Pertama yang dilihat adalah Yeon-jin yang sedang mengecek keadaannya dengan pakaian yang sudah rapih.
"Emm, , ".
"Sayang maaf ganggu kamu.. aku hanya ingin pastiin keadaan kamu aja". Seru Yeonjin mengelus kepala Zee.
"Kamu mau kemana udah rapih??".
"Aku sama Evan mau ke kantor sebentar nanti siang aku pulang kok". Jawab Yeonjin. "Kamu baik baik dirumah ya jangan kemana mana".
Zee menganggukkan kepalanya mengerti. Yeonjin mencium kepala Zee dengan lembut lalu keluar dari kamar.
Melihat jam masih menunjukan pukul 7 membuat Zee kembali memejamkan matanya tapi tidak bisa. Lalu bangun dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka.
Citra masih tertidur pulas. Zee berjalan keluar menuju dapur untuk membuat sarapan.
Apartemen itu sudah kosong. Menandakan bahwa Yeonjin dan Evan sudah berangkat setelah Yeonjin keluar dari kamar.
Mengambil cemilan dan susu coklat panas duduk di sopa untuk melihat film drakor.
Zee sangat suka nonton film yang bergenre romantis. Tak hanya suka menonton ia juga suka membaca banyak buku novel. Di rumah yang ada di Thailand Zee memiliki banyak buku novel yang ia beli dalam versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Memiliki daya ingat yang tinggi membuat Zee tidak pernah membaca novel itu berulang ulang kali. Walaupun novel yang lain belum datang, Zee akan membeli novel apapun yang ia suka dalam versi apapun.
..
..
Gak lama kemudian Zee mendengar suara langkah dari kamar. Tidak menatap ke arah suara sudah bisa ditebak itu siapa karena di apartemen itu hanya ada 2 orang.
"Udah nyemil aja, kalau ketahuan Yeonjin kamu bakal dimarahin loh." Ucap citra duduk di samping zee mengambil cemilan itu juga.
"Nggak bakal kalau kamu gak comel".
"Aku gak kasih tahu juga dia bakal tahu. Kamu gak lihat tuh". Tunjuk citra ke cctv yang ada diruangan dengan dagunya.
Zee menatap ke arah cctv sambil bengong. Ia lupa akan hal itu. Padahal ia berencana untuk makan diam diam.
Belum juga menjawab suara telpon berdering membuat citra tertawa ngakak. Panggilan itu masuk ke telpon yang ada di apartemen Zee yang membuat Zee mengerucut bibir dengan menebak siapa yang telpon. Padahal ia sudah meninggalkan ponselnya di kamar.
"Angkat cepet".
Zee berjalan mendekati telpon. Lalu mengangkat telpon itu dengan lesu.
"Hello sayang aku kangen sama kamu, , ,"
...----------...
...Happy Reading.,...
__ADS_1