Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Chapter 83


__ADS_3

Sampai di apartemen Yeonjin, Zee masuk ke dalam kamar langsung mengunci pintu. Hal itu membuat citra heran apalagi saat melihat Zee berangsur jongkok menangis dalam perlahan.


"Zee kamu kenapa??". Ucap citra khawatir langsung memeluk Zee.


Tanpa menjawab Zee menangis dengan pilu di pelukan citra bahkan mereka sudah terduduk di lantai bersama sama karena citra tidak bisa menahan tumpuan Zee.


Citra membiarkan Zee menangis untuk melepas apa yang sedang ia rasakan. Tapi saat Zee sudah mulai tenang, dia membawa Zee untuk berbaring di tempat tidur.


Zee menceritakan semua kejadian yang baru terjadi dan penelpon tempo hari. Citra bingung dan tidak percaya akan itu semua tapi saat melihat Zee seperti ini ia bisa merasakan apa yang sedang Zee rasakan.


"Sebaiknya kamu tanyakan kebenarannya terlebih dahulu jangan seperti dulu lagi.. aku takut kamu menyesal". Ucap citra.


"Aku gak tahu harus berbuat apa". Kata Zee pelan. "Hati aku sakit cit". Pekik Zee kembali menangis.


Tanpa membersihkan wajah Zee tertidur saat sudah lelah menangis. Perlahan citra mengambil pembersih make up untuk membersihkan wajah Zee dengan perlahan. Hal ini sering dilakukan citra saat Zee kelelahan dan langsung tidur.


*******


Keesokan harinya Zee malas untuk bangun dan sarapan. Ia hanya diam memandang balkon kamar menatap kota Seoul yang tertutup salju.


Pikiran Zee melayang kemana mana ntah memikirkan apa. Saat ini ia bimbang mau percaya atau nggak tapi Zee menyaksikan didepan matanya sendiri.


Citra mendekati Zee dengan membawa sarapan dan susu coklat hangat. Tidak tahu sejak kapan citra sudah bangun dan membuatkan dia sarapan.


"Zee sarapan dulu jangan terlalu dipikirkan nanti kamu sakit". Kata citra setelah meletakkan nampan di atas meja dan berdiri disamping Zee. Citra mengelus punggung zee dengan lembut. Dia paham apa yang sedang Zee rasakan saat ini.


"Cit bilang sama abang aku ingin ambil semua tawaran kerja". Pinta Zee membuat citra kaget.


"Jangan ambil keputusan disaat sedang kacau kamu harus pikirkan semuanya dahulu". Usul citra.


"Aku sudah matang".


Citra mengambil ponsel dan menghubungi Angga yang tentu saja di Thailand masih sangat pagi.


["HM". Gumam seseorang diseberang telpon. ]


"Ga Zee ingin kamu mengambil semua job yang ditawarkan dan menyusun schedule sebaik mungkin.. secepatnya krim ke gue". Kata citra membuat seseorang disana membulatkan mata. Bahkan kantuknya seketika hilang.


[" Citra jangan becanda ini masih pagi matahari pun belum muncul". Pekik Angga. ]


"Zee serius bang.. kirim schedule secepatnya kalau bisa besok pagi sudah Zee terima". Sahut Zee.


Setelah berbicara seperti itu Zee masuk ke dalam kamar untuk membersihkan badan. Hari ini ia berniat untuk pergi jalan jalan.


Saat Zee akan pergi apartemen itu sangat sepi. Ia tidak memikirkan itu semua dan pergi dengan taksi yang dipesan bersama citra.


Pertama yang akan mereka lakukan adalah Zee ingin membeli apartemen sendiri di seoul dan 1 kendaraan untuk dia gunakan di sana.


Setelah beres semuanya mereka berdua pergi untuk makan siang bersama di restoran terdekat.

__ADS_1


Seperti semalam Zee melihat kembali Yeonjin menggandeng wanita yang sama. Wanita itu sangat mesra memegang tangan Yeonjin walaupun wajah Yeonjin sangat dingin dan datar. Mereka masuk ke dalam ruangan privat.


Untuk kali ini citra melihatnya sendiri dan dia tahu dari semalam Yeonjin belum menghubungi Zee sama sekali. Bahkan chat pun tidak. Ntah apa yang sedang Yeonjin lakukan, tidak ada berita apapun di media sosial tentang dia ataupun Zee.


Saat ini mata Zee udah sangat panas ingin menangis tapi sekuat tenaga ia tahan. Sampai Zee hanya bisa meletakan kepalanya bertemu pada tangannya di atas meja.


Tak lama kemudian zee mendapat telpon dari Angga yang ternyata ada perusahaan yang ingin menjadikan Zee sebagai brand ambassador mereka.


Perusahaan itu ada di Korea dengan merk yang cukup terkenal dimana mana. Mendengar ucapan angga yang meminta untuk bertemu secepatnya membuat Zee meminta untuk besok mereka membuat janji.


Zee diminta untuk datang langsung ke perusahaan. Dengan senang hati Zee menerimanya. Perusahaan itu memang sudah lama meminta bekerja sama dengan zee tapi belum bisa diterima olehnya karena banyak schedule yang bentrok apalagi dengan jarak yang jauh saat di Thailand dulu. Mungkin ini kesempatan Zee mengambil kontrak itu mumpung masih ada di korea.


Menghilangkan kekacauan dipikirkan kabar ini membuat Zee sedikit bahagia. Ia langsung mengajak citra pulang untuk segera pindah ke apartemen baru.


Apartemen itu jaraknya lumayan jauh dari apartemen milik Yeonjin. Apartemen itu juga banyak orang orang penting yang tinggal disana. Membuat Zee percaya akan keamanannya yang terjamin. Dan banyak idol yang tinggal disana. Hal itu membuat Zee senang dan berdoa biar bertemu salah satu idolanya.


Tanpa pamit atau apapun mereka berdua langsung pergi karena apartemen itu sangat sepi. Tapi nanti Zee akan memberi pesan teks pada Yeonjin.


*****


Seminggu ini Zee belum bertemu dengan Yeonjin ataupun saling memberi kabar.


Dan untuk seminggu ini selalu ada yang mengirim chat atau photo yang berisi photo Yeonjin dengan wanita itu. Zee tidak tahu wanita itu siapa dan Yeonjin tidak memberi penjelasan apapun. Angelistia,.hanya nama itu yang tertera diantara chat yang masuk.


Tidak ingin memikirkan apapun, Zee hanya fokus pada kerjaannya di Korea. Ia juga belum ingin kembali ke Thailand karena Korea adalah negara impiannya selama ini.


Beberapa hari ini Zee menyibukkan diri dengan pekerjaan yang membuat citra harus menjadi manajer Zee untuk saat ini. Angga yang jauh mempersulit pekerjaan Zee. Jarak memang sulit untuk diatasi.


Dia disibukan dengan syuting iklan dan pemotretan. Pikiran Zee juga enjoy tidak memikirkan Yeonjin lagi. Ia membuang pikiran buruk yang ada di otaknya.


Zee membiarkan sampai kapan Yeonjin akan memberi kabar. Sampai chat pemberitahuan Zee pindah apartemen juga tidak ada respon sama sekali.


Antara Zee dan Yeonjin jarang membagikan apapun di media sosial hanya ada photo endors yang kemungkinan manajer mereka yang kirim.


Untuk saat ini Zee hanya memberi pesan kepada Evan dan tidak ingin Evan menceritakan apapun pada Hyung nya. Evan pun bingung dengan apa yang terjadi karena dia tinggal di apartemen miliknya yang dekat dengan perusahaan. Pekerjaan yang sibuk dan jarak apartemen Yeonjin ke perusahaan sangat jauh menjadi alasan Evan tidak tinggal disana.


RRRRRRRRRRRRRR


📞Evan ia calling. . .


"Iya van ada apa??". Ucap Zee saat mengangkat panggilan.


["Eonni dimana?? Apa bisa eonni datang ke perusahaan". Pinta Evan membuat Zee kebingungan. ]


"Ada apa Van.. apa ada masalah??". Ucap Zee memastikan.


["Ada yang ingin Evan bahas tentang pekerjaan.. ini sangat cocok untuk eonni". Jelas Evan. ]


"Ehm baiklah nanti eonni ke sama kamu share lokasinya.. saat ini eonni masih ada beberapa pemotretan".

__ADS_1


["Iya eonni Evan tunggu".]


Setelah panggilan mati, Zee melanjutkan pemotretan yang belum selesai. Bisa dikira kira beberapa menit lagi selesai karena ini kostum terakhir.


Seperti yang Zee katakan. Mereka meninggalkan studio dengan cepat menuju perusahaan Evan berkerja. Tapi mereka mampir dulu membeli makanan karena jam sudah masuk jam makan siang. Tapi Zee memutuskan untuk makan siang bersama dengan Evan nanti di perusahaan.


Sampai di perusahaan yang cukup menjulang tinggi membuat Zee dan citra berjalan ke meja resepsionis.


"Selamat siang ada yang bisa saya bantu??". Salam resepsionis dengan ramah.


"Siang.. saya ingin ketemu Evan, apa dia sedang sibuk".


"Apa sudah buat janji dengan tuan Evan??".


"Dia yang minta datang ke sini.. jika tidak percaya bisa telpon atas nama Zee". Seru Zee dengan ramah.


Resepsionis itu menelpon sekertaris Evan dan meminta Zee untuk langsung menuju ruangannya yang ada di lantai 45.


Sampai disana sekertaris Evan langsung meminta Zee masuk ke ruangannya. Bahkan sekertaris nya itu membukakan pintu untuk Zee.


"Eonni".


Evan memeluk Zee dengan erat. Mereka berdua memang sangat dekat dan Evan sangat manja sama Zee. Hal itu membuat Zee senang bisa dekat dengan Evan.


"Apa yang ingin Evan bicarakan??". Tanya Zee duduk di sopa.


"Evan ingin minta tolong buat eonni gantiin buat jadi model buat launching pakaian terbaru. Dia sakit dan harus dirawat makanya ini mendadak. Eonni tolongin Evan ya". Pinta Evan dengan wajah melas.


"Kapan pemotretan nya??".


"Besok pagi". Ucap Evan pelan.


"Cit apa kita ada schedule buat besok pagi". Ucap Zee kepada citra yang sedang menyiapkan makanan di atas meja.


Citra langsung mengecek schedule yang ada di iPad yang selalu dibawa kemana mana. "Besok ada schedule pemotretan siang hari dan malamnya ada undangan birthday party". Jawab citra.


"Besok pagi eonni bisa dan kemungkinan hanya beberapa jam saja.. apa bisa??".


"Bisa eonni.. makasih eonni emang yang terbaik". Ucap Evan kembali memeluk Zee dengan erat.


"Ya udah kita makan siang bersama. Eonni bawa makanan banyak". Ajak Zee.


"Evan beritahu tim produksi dulu takutnya lupa'".


Setelah mengerjakan pekerjaan Evan kembali duduk untuk makan siang bersama. Mereka makan sambil bercanda tawa. Evan orangnya sangat ceria jika dengan Zee tapi jika berada diluar dia sangat dingin tidak mudah berkomunikasi dengan siapapun. Bahkan sangat irit bicara.


...-------...


...Happy Reading., ...

__ADS_1


__ADS_2