
...Mempersiapkan kejutan....
..._____...
Saat ini aku tidak ada schedule apapun untuk beberapa hari yang membuatnya harus menghabiskan waktu di apartemen sendiri. Karena berhubung sudah masuk musim dingin membuatnya malas pergi ke perusahaan.
Padahal Evan sedari kemarin sudah merengek untuk berangkat ke perusahaan agar dirinya sedikit lebih santai. Tapi bukan Yeonjin namanya kalau tidak keras kepala.
Sedari pagi aku terus menelpon Zee wanita yang paling aku cintai tapi tidak kunjung di angkat. Saat menelpon Angga, manajer plus kakak angkatnya. Dia mengatakan bahwa sedang ada dirumah. Hal itu membuatku berpikir bahwa dia sedang tidak ada pekerjaan.
Sampai akhirnya dia mengangkat panggilanku yang ntah keberapa kali. Membuat kami berbicara panjang lebar tanpa halangan untuk melepaskan rindu walaupun via telpon.
. .
.
Siang hari saat aku sedang fokus mengerjakan pekerjaan kantor tiba tiba mendengar suara seseorang memasukan password apartemen. Karena aku sedang ada di rumah keluarga, membuat semua itu terdengar jelas di telinga.
Cklek, , ,
Perlahan pintu apartemen dibuka. Tapi tidak membuatku menolak ke arah suara karena sudah bisa menebak bawa yang masuk adalah pemuda yang selalu menghantuinya disaat libur. Ya siapa lagi kalau bukan Evan, adik laknat yang tidak tau situasi dan kondisi.
"Hyung,.,.,.". Teriak Evan merebahkan dirinya di sopa.
Tidak ada niatan untuk menjawab. Yeonjin hanya fokus pada laptop yang ada diatas pangkuan.
Sudah tahu adik laknatnya jika ke apartemen pasti akan menyerbu lemari es dan tempat penyimpanan. Padahal baru kemarin aku meminta untuk diisi penuh, sudah bisa ditebak hanya beberapa jam cemilan itu sudah hilang separuh.
Tanpa mengganti pakaian, Evan memakan semua cemilan sambil menyalakan televisi untuk melihat film kesukaannya. Hal itu membuatku geram dan naik pitam.
"Ganti baju dulu jangan langsung makan". Pekik Yeonjin dengan keras.
Mendengar ucapan sang kakak yang kepastian akan ngomel ntah sampai kapan membuat Evan cemberut melegakan makanan diatas meja. Lalu pergi ke kamar dengan cepat.
Evan selalu kalah untuk berdebat denganku karena ujung ujungnya aku selalu mengancam dia untuk menarik semua asetnya.
Semua aset milik Evan ada ditangan ku semua bahkan semua kartu kredit nya juga aku mengetahui semuanya.
Gak lama kemudian Evan kembali ke ruang keluarga melakukan apa yang sebelumnya dia lakukan tanpa berbicara apapun.
Sampai keheningan dibuyarkan dengan panggilan masuk dari ponsel Evan.
"Tck, ngapain sih telpon males gue". Keluh Evan saat tertera nama sekertaris nya di layar ponsel.
"Angkat aja, Berisik!!". Sahut yeonjin yang terganggu.
"Hyung aja yang angkat".
"Dih ponsel lo gue yang angkat,, males". Yeonjin langsung pergi meninggalkan Evan masuk ke kamar.
Hari ini aku sangat malas dan ntah kenapa perasaanku sedari pagi sungguh tidak enak. Aku selalu kepikiran Zee walaupun sebenarnya kami baru selesai bicara satu sama lain di telpon.
("Kenapa hati gue gak enak terus sih". Batinku memegang dada yang tidak karuan. )
Sampai akhirnya aku tertidur dengan pemikiran kacau balau.
__ADS_1
Malam harinya Zee yang bosan di hotel mengajak citra untuk makan malam di luar. Tapi langsung ditolak dengan alasan takut ada paparazi yang akan membagikan tentang keberadaannya ke media sosial.
Al hasil Zee hanya bisa memesan makanan untuk dimakan di hotel hanya berdua bersama citra dengan nuansa sepi.
Malam ini juga sedang turun salju yang membuat Zee harus mengenakan pakaian tebal walaupun sudah menyalakan penghambat ruangan.
Tapi dengan keras kepalanya Zee, ia malah duduk di ruang keluarga menonton tv dengan piyama tidur pendek.
"Astaghfirullah Zee,, kamu tau bahwa kamu gak bisa kuat dingin kenapa hanya pakai piyama tipis kaya gini". Omel citra cerewet.
"Gak apa". Enteng Zee membuat citra terus menceramahi nya.
"Kamu gak papa tapi orang lain susah jaga kamu yang kaya anak kecil". Keluh citra mengambil selimut tebal di kamar.
Zee yang akan super manja pada orang terdekatnya membuat citra yang akan menjadi sasaran. Bukannya citra mengeluh tapi Zee akan terus merengek saat berbicara.
Saat citra memakaikan selimut dan tidak sengaja menyentuh tangan Zee yang sangat dingin. Hal ini membuat citra sebisa mungkin untuk tenang tidak panik karena itu akan membuatnya bingung sendiri.
Dengan telaten citra pergi ke dapur untuk membuat susu coklat panas. Untung saja sore tadi asisten Yeonjin datang ke apartemen membawa banyak cemilan. Karena mereka tahu bahwa Zee sangat suka ngemil. Mereka akan merawat Zee dengan baik saat berada di sekitarnya tanpa suruhan yeonjin sendiri.
"Nih minum biar tubuh kamu agak hangat". Citra menyerahkan cangkir berisi susu coklat panas ke hadapan Zee.
"Makasih".
Ucap Zee tapi matanya masih ke arah telivisi dan sedikit membenarkan selimut.
Sungguh udara malam ini sangat sangat dingin. Apalagi jika keluar hotel, Zee tidak akan kuat.
"Cit tidur bareng ya". Pinta Zee masuk ke kamar citra dengan memegang selimut dengan erat.
"Ya udah sini".
Zee yang mendengar ucapan citra langsung membaringkan tubuhnya disamping tempat tidur dan langsung masuk ke dalam pelukan citra dengan memakai selimut 2.
Sedangkan citra hanya bisa pasrah dan mengusap kepala Zee dengan lembut untuk mempercepat Zee tidur.
Sampai akhirnya Zee bisa tidur dengan nyenyak di pelukan citra yang hangat.
...
...🍂🍂🍂🍂🍂...
Matahari belum muncul tapi sosok wanita yang masih terbalut dalam selimut tebal terbangun karena bersin bersin terus. Inilah efek jika Zee kedinginan, ia akan terus bersin tanpa henti.
"Hacih, , , hacih".
Mendengar suara bersin membuat citra terbangun dan langsung mengecek kondisi Zee.
"Zee kamu baik baik aja??". Tanya citra khawatir.
"Ekh~ aku baik". Balas Zee pelan terus menggosok hidung.
Sekarang hidung Zee sangat merah akibat sering digosok.
"Kau bikin sarapan sebentar kayanya kemarin dibawain bahan masakan juga". Kata citra yang langsung diangguki oleh Zee.
__ADS_1
Citra pergi ke dapur untuk membuat sarapan, sedangkan zee kembali berbaring dengan menyembunyikan seluruh tubuhnya di dalam selimut tanpa terlihat.
Karena bosan dikamar dan tidak bisa kembali tertidur, Zee pergi menghampiri citra yang sedang masak sarapan di dapur.
"Kenapa bangun??". Tanya citra saat melihat Zee berjalan dengan memakai selimut.
"Bosan.. ".
Ingin rasanya ia pergi ke apartemen Yeonjin langsung daripada menunggu sampai nanti malam.
Hari ini tanggal 21 Desember yang artinya ulang tahun Yeon sang kekasih. Tapi Zee berencana untuk memberikan suprise pada malam hari dengan rencana yang sudah disiapkan dari awal.
Sore nanti Yeon akan dibawa Evan pergi ke perusahaan dengan alasan pekerjaan yang harus dikerjakan hari itu juga.
Kedua gadis itu makan dengan lahap setelah makanan jadi. Setelah itu barulah mereka untuk berdiskusi satu sama lain dengan rencana nanti. Sekarang asisten Yeonjin dan beberapa orang yang akan membantu sudah berada di dalam hotel.
Awal mereka masuk, mereka langsung heran dengan kelakuan Zee yang memakai jaket tebal dan selimut tebal di dalam ruangan.
Tapi setelah dijelaskan mereka langsung mengerti dan membiarkannya daripada nanti zee sakit.
..
.
Sampai akhirnya sudah sore. Zee siap siap untuk pergi ke apartemen Yeonjin untuk mendekor ruangan sebagai kejutan ulang tahunnya yang ke 28.
Setelah kabar dari Evan barulah mereka masuk dan sudah diberi card acces untuk membuka pintu.
2 orang membeli kue dan yang lain mendekor ruangan. Zee juga ikut agar cepat selesai.
Asisten Yeonjin terus berhubungan dengan Evan agar kami tau tentang kedatangan nya ke apartemen karena Zee sudah bisa menebak bahwa Yeon tidak akan lama lama di kantor apalagi nanti malam dia sudah ada janji untuk live streaming.
3 jam berlalu, akhirnya semua persiapan sudah selesai dan tinggal menunggu kepulangan Yeonjin.
Saat ini sudah pukul 7 malam. Dari kabar Evan mereka lagi di perjalanan pulang ke apartemen.
Dengan segera Zee pergi ke kamar yeonjin untuk berganti pakaian memakai gaun yang sudah disiapkan dan sedikit membenarkan riasan.
Yeonjin yang sudah ada di lobi terus berjalan menuju apartemen yang ada di lantai 10. Sedangkan semua orang yang ada di dalam apartemen segera mematikan semua lampu dan mengambil tempat mereka masing masing.
Dua sahabat Yeonjin juga menyempatkan datang dengan ajakan Zee. Saat diberi kabar mereka berdua sangat kaget dan tidak kepikiran bahwa Zee akan datang ke Korea.
Dari pertemuan awal Jonghyun dan Kimhan memang sudah sangat dekat dengan Zee walaupun selalu dimarahin Yeonjin karena sering mengganggu kekasihnya. Hal itu membuat nomer Zee dimasukan ke dalam grup chat mereka bertiga agar ada apa apa para sahabatnya bisa memberitahu kannya di grup tanpa harus chat pribadi.
"Gue salut sama Zee relain datang ke sini demi kasih suprise". Gumam kimhan pelan.
Jonghyun yang ada di sampingnya hanya bisa diam. Tapi didalam hatinya ia mengiyakan apa yang kimhan ucapkan.
Gak lama kemudian suara seseorang membuka nekan password pintu membuat semua orang bersiap siap di posisi masing masing.
Jder, , , ,
Jder , , , ,
...---------...
...Happy Reading., ...
__ADS_1