
Dengan kuat Zee menatap wajah Yeon-jin kembali dan memeluknya dengan erat. Isakkan tangis kembali membuat Zee ikut menangis lagi.
Yeon-jin mengerti dengan setiap ucapan yang dikatakan oleh Zee dan ingin menerima apa yang menjadi keputusannya walaupun hatinya sakit.
"Aku mencintaimu". Ucap Yeon memakai bahasa Indonesia.
"Aku juga mencintaimu". Balas Zee.
Zee menyandarkan tubuhnya disandaran kursi dengan Yeon yang memeluknya dengan erat tanpa mau melepaskannya.
Menatap ke arah citra, jenie dan asistennya Yeon yang masih menatap mereka di meja makan yang tentunya terhubung dengan ruang tamu.
"Kalian pergi istirahat ini sudah malam". Ujar Zee yang sedang mengelus kepala Yeon di pelukannya.
"Tapi kamu gimana??". Tanya citra dengan khawatir.
"Aku baik baik aja,, kalian istirahat aja pasti capek". Zee berkata dengan serius yang membuat mereka bertiga mengerti, lalu pergi ke kamar untuk beristirahat.
Tinggalan di ruang keluarga hanya Zee dan Yeon yang sedang menenangkan hatinya. Yeon memeluk erat Zee sampai tertidur dan diikuti Zee menutup mata dengan posisi yang sama.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Kring,,,,,kring,,,,,kring
Pagi buta ntah pukul berapa Zee mengerjakan matanya memaksa untuk terbuka saat melihat alarm di ponselnya sudah berbunyi.
Semua badannya sangat kaku dan berat tidak bisa ia gerakan sama sekali. Bahakan Zee sedikit tersentak saat merasakan tangan kekar melingkar di perutnya.
Saat membuka mata dan menyesuaikan dengan cahaya ruangan, Zee menatap ke arah seseorang yang tidur di sampingnya. Bahkan jika tidak berhati hati saat menengok ke samping bisa saja Zee mencium bibir Yeon yang pas ada di lehernya.
("Kenapa tidurku jadi seperti ini". Batin Zee menatap posisi tidurnya saat ini yang berbeda dari sebelumnya.)
("Apa semalam Yeon juga yang mengubah posisinya dan memakaikan selimut".)
Zee kebingungan saat mendapati dirinya tidur di atas sopa dengan didekap erat oleh Yeon di sampingnya. Sopa yang besar membuat mereka leluasa berbaring disana walaupun Yeon memiliki badan yang kekar. Bahkan selimut sepasang di badan mereka berdua.
Dengan perlahan Zee meletakan tangan Yeon agar dirinya bisa berdiri tetapi percuma karena kaki Yeon menindih sebagian kakinya yang membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.
"Hufhh, , , ".
Deru nafas berat membuat Zee mau tidak mau membangunkan Yeon agar bisa terlepas dari pelukannya. "Yeon bangun,,,!!!Yeon,,!!!".
Perlahan Yeon terganggu dengan suara Zee dan sentuhan di pipinya yang membuatnya harus membuka mata.
"Ehmmmm,,,,,". Gumam Yeon menggerakkan wajahnya di leher Zee yang membuat orang nya geli.
"Yeon bangun,,,!!! Aku ada schedule pagi ini". Ujar Zee terus menggoyangkan tubuh Yeon.
Dengan malas Yeon menggeser sedikit dan menjauhkan tubuhnya agar Zee dapat bangun.
__ADS_1
Melihat ke arah Yeon yang kembali tertidur membuat Zee memutuskan untuk pergi ke kamar membersihkan tubuhnya, lalu kembali ke bawah dengan wajah segar.
Sebelum bersiap ke lokasi Zee memutuskan untuk membuat sarapan untuk Yeon dan yang lain terlebih dahulu.
Hanya beberapa sandwich dan sosis panggang agar lebih cepat karena pekerjaannya sangat padat hari ini.
Tanpa membangunkan Yeon kembali Zee pergi ke kamar untuk bersiap pergi bekerja. Zee yang memang sudah terbiasa make up natural tidak membutuhkan waktu lama dengan riasannya. Dia hanya akan menghabiskan waktu memilih pakaian dan menata rambut dengan cantik.
Minggu minggu ini ia berencana untuk pergi ke salon untuk mewarnai rambutnya tetapi selalu tidak ada waktu karena sibuk bekerja.
Tetapi berbeda dengan perawatan kulitnya yang selalu ia lakukan sebulan sekali rutin ke dokter khusus. Banyak perawatan wajah yang dilakukan Zee dan membuatnya bertambah sehat dari sebelumnya. Awalnya Zee datang untuk perawatan kulit seminggu sekali tapi sekarang udah berbeda lagi.
Saat keluar kamar dengan pakaian rapih, tas jinjing dan sepatu ditangannya langsung dibawa ke bawah agar tidak kembali lagi ke kamar bersamaan dengan citra yang keluar kamar juga.
"Jenie kemana??". Tanya Zee yang melihat citra sendirian.
"Dia siapin mobil di depan". Balas citra. Lalu mereka turun ke bawah bersama sama.
Di sopa ruang tamu masih terdapat Yeon yang asik dengan mimpi indahnya tanpa ada niatan bangun. Padahal orang rumah sudah ingin berangkat bekerja.
Meletakan beberapa barang di sopa lain dan mendekati Yeon sedang tertidur pulas. "Yeon bangun sarapan dulu". Ujar Zee menggoyangkan tubuhnya. "Yeon....!!!".
"Ehmmm,,,, five minits". Gumam Yeon dengan mata tertutup.
"No,, aku harus pergi bekerja". Balas Zee terus menggoyangkan tubuhnya.
"Baiklah kamu berkerja aku dirumah". Ujar Yeon malas.
"Ok tapi nanti kamu sarapan ya aku udah siapin di meja makan semuanya". Zee meninggalkannya menuju meja makan dan berniat untuk makan di mobil.
Sebelum pergi juga Zee meminta pesan kepada asistennya untuk menjaga Yeon karena dia sedikit demam saat Zee memegang kening nya.
Semalam Zee dan Yeon memutuskan untuk berteman saja karena jika kami berjodoh kami mungkin akan kembali dipersatukan lagi. Hal itu agar kami berdua bisa fokus pada setiap kegiatan yang dilakukan. LDR yang kurang komunikasi juga salah satu alasannya yang membuat Zee tidak mau menanggung akibatnya. Sangat susah untuk menjalin komunikasi di setiap orang yang disibuk akan pekerjaan bahkan perbedaan jam juga sulit.
..........
Di gedung agensi Zee langsung pergi ke ruangan yang sudah diapakan untuknya diadakan pemotretan brand.
Raum merah ditubuh Zee sudah menghilangkan dan mulai sekarang ia harus berhati hati dengan makanan seafood terutama udang.
Hari ini Zee sangat senang menjalani pemotretan karena bersama phi all dan phi ton yang sudah lama tidak bertemu.
"Mami,,,". Teriak Zee berlari memeluk phi ton.
Hal itu tentunya menjadi pusat perhatian yang selalu terlihat saat ketiga orang ini berkumpul. Apalagi juga kelompok nya yang berjumlah 8 orang itu sudah berkumpul, suasana akan menjadi gaduh dan riuh tanpa bisa dicegah.
"Gimana apa nong Zee baik baik saja". Ucap phi ton yang mengandung unsur meledek.
Wajah yang bahagia seketika berubah menjadi muram dengan kata kata yang keluar dari mulut phi ton. "Papi,, mami pagi ini makan apa kenapa mulutnya tajam sekali". Seru Zee cemberut duduk kembali di kursi melanjutkan riasannya.
__ADS_1
Bukan menjawab phi all hanya bisa tertawa ngakak tanpa rasa bersalah sedikitpun. Tetapi itu hanya akan berlangsung sebentar dan kembali bercanda tawa kembali tanpa ada apapun permasalahan.
"Oh ya gimana renovasinya sudah selesai?". Tanya phi ton.
"Udah tapi belum diisi apakah". Balas Zee dengan senyum merekah memamerkan gigi putihnya.
"Tidak akan jadi dalam waktu dekat dianya juga sibuk kerja Mulu kemana mana". Sahut phi all.
Tidak ada yang mengurusnya membuat Zee membiarkannya begitu saja. Ia ingin mendekorasi nya sendiri dengan semua keinginannya.
Mendekor sendiri di iPad yang ia bawa tetapi belum selesai sampai sekarang bahkan sudah lewat 1 bulan yang janjinya hanya 2 -3 Minggu selesai.
"Nanti aku kabarin jika sudah selesai". Balas Zee.
Phi ton yang harus pergi bekerja di tempat lain membuatnya melakukan pemotretan lebih awal agar cepat selesai.
Hari ini Zee yang melakukan berbagai produk untuk pemotretan harus dilakukan 1 hari penuh karena ada 4 produk dengan berbagai tema yang membuat waktu meriasnya sedikit lama.
Beberapa artis yang collab pun sudah di konfirmasi sebelumnya agar tidak menunggu lama.
Siang hari suasana di ruangan sedikit panas walaupun ada AC di dalamnya. banyak orang yang berkunjung ke ruang pemotretan yang membuatnya tambah panas.
"Abang apa belum datang juga??". Tanya Zee yang sudah bosan menunggu patner kerjanya yang belum juga datang.
"Mereka ada pekerjaan mendadak yang membuatnya telat datang,, sebentar lagi juga datang". Balas Angga yang ada di ruangan itu juga.
"Ya udah aku mau ke caffe sebelah dulu beli es krim". Ucap Zee dengan tersenyum gemes.
"Ah tidak bisa pakaian yang nong Zee kenakan tidak bisa diperlihatkan di depan umum". Sahut staf yang ada disebelah Zee.
"Oh ia aku lupa,, maaf phi Zee lupa". Memegang kepalanya masih dengan senyuman dibibir. "Citra minta tolong beliin beberapa es krim dan beberapa minuman buat yang lain juga". Pinta Zee memberikan kartu kredit nya kepada citra yang membuatnya tersenyum.
Senyum itu membuat Zee memicingkan matanya melihat sesuatu yang aneh di tatapan citra melihat kartu kredit yang berpindah tangan. " Beli juga apa yang kamu mau??". Seru Zee seketika.
"Asik,,, jenie yuk kita ke mall, kartu kredit nya ada ditangan gue". Canda citra mengacungkan kartu kredit yang ada ditangannya.
"Citra,,". Tekan Zee.
"Ha,ha,ha ia ia gue tau".
Dengan cepat citra meninggalkan ruangan untuk membeli apa yang Zee minta.
...------------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
__ADS_1
Happy reading guys 😊. . . .