
Banyak rencana yang mereka siapkan dengan matang. Zee juga sudah mengetahui siapa wanita yang bernama Angelistia. Setelah banyak penjelasan yang dikatakan Yeonjin
Wanita yang selalu mencari masalah dengannya dan Zee juga menceritakan semua yang dia alami tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Udah malam aku pulang dulu ya besok ada pemotretan". Kata zee pada Yeonjin yang terus menempel pada dirinya. Dia sama sekali tidak ingin jauh dari Zee.
Mendengar ucapan Zee dia merajuk karena ingin ditanggalkan pulang oleh sang kekasih yang sangat dirindukan.
Melihat drama yang akan berlangsung sebentar lagi membuat evan dan citra mengalihkan perhatian ke arah lain. Mereka tahu akan terjadi seperti apa setelah itu.
"Besok aku mau kerja".
"Tapi-".
"Yeonjin ayolah.. kalau aku tinggal nginep disini mereka akan curiga, kalau terjadi sama aku gimana??". Potong Zee.
"Eh~ baiklah tapi kamu harus hati hati.. aku gak bisa antar kamu pulang ke hotel". Seru Yeonjin lesu.
"Tidak masalah.. kamu juga jagain aku dari jauh". Seru Zee.
Tidak pikir panjang Zee mencium pipi Yeonjin sebagai perpisahan untuk malam ini. Tentu saja membuat senyum dibibirnya terlukis lebar.
Zee dan citra berjalan ke arah mobil dengan beberapa orang yang menjaga. Diperjalanan menuju apartemen Zee hanya bisa diam menatap ke arah luar jendela.
Banyak hal yang sedang dia pikirkan tentang itu semua. Dia juga tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Angelistia untuk mendapatkan orang yang dia cinta walaupun itu hal kotor.
Sampai di apartemen, Zee langsung siap siap untuk istirahat karena besok dia akan pergi ke lokasi pemotretan.
Jadwal seminggu Zee di London sangat padat. Sebenernya disana Zee tidak ada waktu untuk jalan jalan ataupun menjelajahi tempat wisata.
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
Pagi hari pukul 08.00 waktu London, Zee sudah siap berangkat kerja. Citra juga sudah menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan Zee saat di pemotretan nanti.
Saat ini mereka akan berangkat dengan supir yang disiapkan Yeonjin tanpa ada yang tahu.
Yeonjin tidak ingin kekasihnya terjadi apa apa saat Angelistia masih ada di London.
Didalam mobil Zee mengecek kembali jadwal yang sudah tersusun rapi di iPad. Saat matanya tertuju dengan satu acara membuat Zee mengerutkan kening.
"Ini jadwal apa kenapa aku baru melihatnya". Tunjuk Zee kearah citra yang duduk di kursi sebelah.
"Aku juga tidak tahu, kemarin waktu aku cek tidak ada acara apapun hanya ada pemotretan dan beberapa syuting iklan".
Mendengar jawaban citra membuat Zee tambah heran. Dia langsung mengambil ponsel untuk menghubungi Angga mengonfirmasikan jadwal itu.
"Apa mungkin itu jadwal baru yang dikirim Angga". Tebak citra.
"Ntahlah".
Nada dering beberapa kali barulah suara familiar di sebarang telpon terdengar.
["Hello Zee ada apa??". Tanya Angga to the point. ]
"Zee hanya ingin menanyakan sesuatu.. apa Abang kirim jadwal baru ke email Zee??".
["Iya, semalam abang kirim ke email kami, emangnya ada apa??". ]
"Oh~ acara apa yang Zee akan hadiri di malam terakhir Zee disini".
["Perusahaan di London mengundang kamu ke acara mereka sebagai tamu VVIP. Abang baru kau kasih tahu kamu tapi kamu keburu telpon Abang.. Abang memasukan jadwal itu agar kamu bisa heppan sebelum pulang". Penjelasan Angga. ]
"Baiklah nanti Zee konfirmasi kalau ini datang tapi Zee tidak bisa janji".
["Abang paham, Abang juga sudah beritahu mereka". ]
"Zee tutup dulu , sudah sampai lokasi pemotretan". Pamit Zee langsung mematikan panggilan itu.
Mereka turun dengan di sambut salah satu staf untuk mengantarkan ke ruangan tempat mereka bekerja.
Gedung cukup terkenal di London menjadi tempat pemotretan kali ini.
Zee langsung pergi ke ruangannya untuk bersiap siap. Apa yang akan dipakai Zee sudah disiapkan oleh staf perusahaan setelah dikonfirmasi kepada citra.
"Nona apa ada yang dibutuhkan??". Tanya salah satu staf.
"Tidak".
Pemotretan dilakukan seharian dengan beberapa lokasi yang berbeda dari outdoor dan indoor. Citra selalu ada disamping Zee, ketika Zee ingin apapun dia selalu menyiapkan dengan cepat.
Pukul 6 sore Zee baru selesai dan bertujuan untuk langsung pulang. Dia akan makan malam di apartemen karena tubuhnya saat ini sudah kelelahan dan malas untuk pergi kemana pun.
Cling, , !!!!
Notifikasi chat masuk ke ponsel Zee yang ada di pangkuannya. Saat ini mereka masih ada diperjalanan pulang.
Yeonjin : Bee, apa yang sedang kamu lakukan??".
__ADS_1
Yeonjin : * mengirim stiker beruang yang sedang jatuh cinta*.
Zee : aku dijalan mau pulang ke apartemen.
Yeonjin : kamu baru selesai kerja??.
Zee : iya, jadwal aku sangat padat untuk seminggu ini.
Yeonjin : apa kamu ingin sesuatu?? Aku akan mengirimnya ke apartemen.
Zee : tidak, aku hanya ingin istirahat saja.
Zee : oh ya soal jadwal di malam terakhir aku di London aku ada acara disini tapi aku tidak tahu mau datang atau tidak.
Yeonjin : acara?? *Emoticon bingung*
Yeonjin pasti bingung karena saat ketemu malam itu, Zee memberitahukan semua jadwal yang akan dilakukan di London tapi dari hanya melihat pemotretan dan syuting saja tidak ada yang lain lagi. Apalagi dengan menghadiri acara apapun itu.
Zee : aku juga tidak tahu.
Zee : * photo screenshot acara itu*.
Yeonjin : aku paham, itu perusahaan milik Angelistia
Yeonjin : sebaiknya kamu jangan datang aku akan menyelidikinya lebih lanjut.
Yeonjin : jangan khawatir aku selalu ada di samping kamu.. walaupun kita berjauhan.
Zee : apa semua ini akan baik baik saja??
Zee : aku takut.
Yeonjin : tidak apa, kalau ada hal apapun langsung kasih tahu aku. Ok sayang.
Zee : baiklah aku istirahat dulu.
Yeonjin : mimpi indah *emoticon cium*.
Saat ini Zee sudah ada di dalam kamar dengan pakaian yang sudah terganti dengan piyama tidur. Karena dia sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi. Dia membawa ponselnya ke kamar mandi sambil mengirim pesan pada kekasihnya.
Zee meletakan ponsel di atas nakas lalu pergi tidur untuk mengistirahatkan tubuh nya yang lelah sebelum besok bekerja lagi.
*******
Beberapa hari sudah mereka berada di London sibuk dengan bekerja. Yeonjin juga selalu ada disampingnya dan beberapa kali menyelinap pergi ke apartemen Zee pada malam hari sebelum Zee pulang kerja.
Citra paham akan kekhawatiran Yeonjin kepada Zee dimana ada orang yang berusaha mencelakainya setiap saat.
[Flashback]
Saat sibuk bekerja ke lokasi satu ke lokasi lain membuat Zee harus lebih menjaga kondisi tubuhnya. Lokasi yang dipakai sangat jauh.
Pada makan siang di salah satu restoran Zee dikagetkan dengan kedatangan beberapa orang mencurigakan yang selalu mengawasi dirinya dari jauh.
Sampai pelayan memberikan minuman kepada Zee yang dipesan dan saat ingin meminum itu Zee dikagetkan dengan supir yang dia tahu suruhan Yeonjin tidak sengaja menyenggol dia sampai gelas itu pecah terjatuh ke atas lantai.
"Saya minta maaf nona, kepala saya pusing tidak bisa melihat jalan". Kata supir itu.
Saat Zee melihat wajah supir yang ada dihadapannya membuat kening Zee berkerut. Dari tatapan itu terlihat ada sesuatu yang di sembunyikan.
"Iya tidak apa.. tapi kamu baik baik saja kan".
"Saya baik baik saja nona, saya permisi mau ke toilet kelebihan dahulu".
Zee menganggukkan kepala menatap punggung pak supir yang perlahan menjauh.
(" Ini ada yang tidak beres". Batin Zee. )
Menatap ke arah citra yang ada di samping, lalu memberi kode lewat tatapan yang membuat citra mengerutkan kening.
Setelah makan siang diperjalanan menuju lokasi lain. Suasana di mobil sangat hening sampai Zee membuka suara.
"Apa ada masalah?? Atau ada yang ingin kamu jelaskan??". Tanya Zee penasaran.
"Ada seseorang yang memberikan cairan pada minuman yang nona pesan. Untung saja saya melihat itu dan beberapa saat setelah nona masuk ke dalam restoran ada orang yang ingin merusak mobil yang kita pakai".
Mendengar penjelasan yang diucapkan supir itu membuat Zee dan citra saling pandang.
[Flashback end]
Sore hari setelah jadwal selesai dan malam ini Zee harus menghadiri acara yang dia sendiri tidak paham dengan acara apa. Yang Zee tahu bahwa itu sebuah grand opening sebuah mall tapi mereka mengadakan acara di tempat yang tertutup bahkan sangat privat.
"Apa kamu yakin bakal datang ke acara itu bahkan kamu gak mau aku menemani kamu kesana". Kata citra khawatir.
Ya undangan yang mereka berikan hanya bisa didatangi dengan satu undangan dengan atau orang. Alhasil mereka yang hanya mendapat 1 undangan tidak bisa membawa siapapun untuk datang termasuk citra yang dikenal sebagai manajer Zee.
"Tidak apa, Yeonjin akan menjaga aku".
__ADS_1
Citra hanya bisa diam menatap Zee dengan penuh kekhawatiran. Walaupun ada rencana yang telah mereka siapkan tidak membuat citra membiarkan Zee pergi.
"Evan akan datang setalah aku pergi ke palkiran apartemen, dia akan bawa kamu ke apartemen. Jadi aku minta tolong bawa semua barang yang penting karena kemungkinan kita tidak akan kembali ke apartemen ini lagi ".
"Aku sudah menyiapkan semuanya ke dalam tas". Citra menunjuk tas besar yang ada di atas meja yang tadi pagi mereka siapkan.
Tas itu berisi semua barang penting yang tidak bisa mereka tinggalkan. Evan menyarankan agar tidak memakai koper yang kemungkinan akan mendapat kecurigaan dari musuh yang selalu mengintai mereka.
"Aku pergi dulu, kamu jaga diri baik baik".
"Aish~ harusnya aku yang bilang kaya gitu". Seru citra dengan wajah kesal.
"Hahaha~ iya aku baik baik saja".
Zee pergi ke bawah dengan pakaian rapih dan pakaian lain yang sudah iya kenakan di balik gaun itu. Pakaian yang tertutup memudahkan Zee memakai pakaian lain.
Berjalan menuju palkiran apartemen dengan beberapa orang yang sudah memperhatikan dari jauh.
Sampai di palkiran Zee melihat supir yang selalu menjaganya atas perintah Yeonjin sudah menunggu.
"Nona bisa tunggu sebentar telpon saya tertinggal di kamar mandi sana". Seru pak supir.
"Iya jangan lama saya tidak ingin terlambat". Ucap Zee membuka pintu. Lalu menutup kembali.
Didalam mobil Zee langsung mengganti pakaian dengan cepat hanya menyisakan tan top dan celana pendek diatas lutut. Dia juga mengambil Hoodie di kursi belakang yang sudah disiapkan supir itu dan sepatu untuk dipakai.
Saat ini Zee menggunakan heels tinggi yang kemungkinan akan mempersulit dirinya nanti.
Setelah mobil berjalan meninggalkan palkiran beberapa mobil mengikuti dari belakang dan palkiran menjadi sepi.
"Apa kamu baik baik saja??". Tanya seseorang yang memakai pakaian tertutup.
"....". Tidak ada jawaban apapun hanya menatap ke atas melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini.
Orang itu berjongkok berhadapan dengan Zee yang beberapa saat yang lalu keluar dari mobil secara diam diam dan bersembunyi di balik mobil yang lain.
Perlahan dia membuka tutup jaket dan membuka topi yang dikenakan membuat Zee tersenyum cerah.
Satu hentakan Zee melompat ke orang itu yang membuat dia terduduk karena tidak siap menahan serangan Zee.
"Aku takut". Seru Zee memeluk orang itu dengan erat.
"Tidak apa semuanya akan baik baik saja".
Tidak ada jawaban apapun hanya ada keheningan beberapa saat.
"Yeonjin, apa anak buah kamu akan baik baik saja??". Tanya Zee kepada orang didepan dia setelah melepaskan pelukan itu.
Ya, orang yang mendatangi Zee dibalik mobil adalah Yeonjin dengan penyamaran yang ketat tanpa ada celah.
"Sekarang kita pergi dari sini selain orang orang itu datang ke apartemen untuk memastikan sesuatu".
Zee masuk ke dalam mobil melalui pintu kemudi yang langsung berpindah ke samping. Hal itu dilakukan agar tidak ada jejak di cctv yang masuk menyala.
Yeonjin melajukan mobil ke suatu tempat yang aman untuk Zee.
"Apa citra baik baik saja??". Tanya Zee.
"Dia sudah ada di perjalanan menuju Paris bersama Evan". Jawab Yeonjin membuat Zee kaget.
"Paris??". Zee menatap Yeonjin yang sedang mengemudi dengan tatapan bingung.
"Kita akan tinggal disana terlebih dahulu sebelum pulang ke Thailand".
"....". Keheningan kembali menyelimuti mobil dalam perjalanan menuju Paris yang menempuh perjalanan 4-5 jam.
"Apa kamu lapar?? Dibelakang ada tas berisi makanan". Ucap Yeonjin menunjuk paper bag di kursi belakang.
Zee menatap ke belakang lalu mengambil makanan itu. Saat berangkat tadi dia belum makan apapun yang sekarang perutnya menjadi kelaparan.
"Terima kasih". Ucap Zee dengan tersenyum manis.
Yeonjin mengelus kepala Zee dengan sayang
membuat rambutnya berantakan.
"Tch,, Yeon rambut aku berantakan". Keluh Zee membereskan rambut yang berangkat.
Zee menggulung rambutnya dengan menggunakan menusukan sumpit untuk makan menahan gilingan rambut yang membuat Yeonjin tersenyum melihat kekasihnya duduk disamping.
Yeonjin membiarkan Zee makan terlebih yang sudah kelaparan sambil memainkan ponsel milik Yeonjin.
Ponsel Zee dititipkan kepada citra karena dia tidak membawa apapun dari mobil. Hanya dirinya saja tanpa barang apapun. Tas yang dia bawa pun ditinggal di dalam mobil sebelum turun.
...-------------...
...Happy Reading.,...
__ADS_1