
Manajer yang masuk membuat Zee menghela nafas lega. "Gege selesaikan syuting dulu nanti kita bicara lagi". Seru Zee mengandung arti didalam nya.
Sepeninggalan Yim yang kembali ke lokasi syuting membuat Zee hanya fokus memikirkan cara apa yang harus ia lakukan untuk membuat sang kekasih tidak marah lagi. Citra yang disana mengerti dengan cepat ia meninggalkan sepasang kekasih itu untuk menyelesaikan masalah mereka dan menunggu di luar ruangan.
"Sayang,,,!!". Panggil Zee dengan suara lembut dan wajah gemas duduk disamping Yeon-jin.
Tidak ada respon apapun, Yeon hanya memandang layar ponsel yang sedang merajuk.
Zee tidak tau harus berbicara apa, ia hanya menusuk nusuk tangan Yeon dengan telunjuknya. "Sayang,, jujur aku gak bisa merayu orang yang sedang marah jadi terserah kamu aja mau marah sampai kapan". Seru Zee menundukkan kepala.
Yeon yang mendengar itu langsung menatap ke arah Zee yang terus menundukkan kepala dengan bersedih.
Saat melihat air mata yang jatuh membuat Yeon tersentak kaget dan memeluk Zee dengan erat. "Be kenapa kamu menangis!!". Seru Yeon panik.
"Aku tau kamu cemburu tapi aku-".
Ucapan Zee terpotong karena tiba tiba menangis di pelukan Yeon dengan tubuh bergetar menahan suara yang keluar.
"Ya maafin aku,,aku memang cemburu sama kamu tapi jangan nangis kaya ini,, jangan buat aku khawatir". Seru Yeon menghapus air mata Zee dan mencium kelopak matanya bergantian.
Zee memeluk Yeon dengan erat. Ntah kenapa saat Yeon sedang marah padanya malah membuat Zee sedih dan ingin menangis.
Walaupun Zee pandai berakting tapi ia tidak pernah bisa merayu seseorang yang sedang marah apalagi itu kekasihnya. Jika hanya sahabatnya mungkin dia bisa tapi ntah kalau itu Yeon-jin perasaannya tiba tiba sakit.
Ceklek, , ,
Citra masuk untuk memberi tahu bahwa ada orang yang ingin bertemu dengan Zee dan Yeon-jin.
"Seketika air mata menjadi senjata". Celetuk citra menggelengkan kepala saat melihat Zee yang berada didalam pelukan sang kekasih.
"Zee ada yang ingin ketemu??". Ucap citra pelan memberikan tisu dari tasnya untuk Zee.
"Siapa??".
Mengambil tisu itu langsung menghapus air mata yang tersisa di pipinya yang masih basah dengan dibantu Yeon.
"Aku heran kenapa kamu mudah nangis saat bersama Yeon". Bukannya menjawab citra malah meledek Zee yang membuat orangnya memanyunkan bibirnya sambil memukul tangan citra dengan keras.
"Ih sakit tau,, udah sana diluar ada orang yang mau ketemu kalian berdua". Seru citra.
"Iya siapa orangnya".
"Penulis novel katanya,, aku pun gak tau tapi pernah kita ketemu di lokasi syuting dulu". Kata citra merapihkan rambut Zee.
Setelah tau orang yang ingin bertemu dengan mereka berdua dan berbincang bincang lama diruang tunggu sambil membicarakan tentang novel yang sedang ia buat saat ini.
Beberapa jam kemudian. . .
Yim yang sudah selesai syuting ikut berbincang sebentar sebelum semuanya pulang ke tujuan masing masing.
__ADS_1
Dipalkiran gedung Yim mengantarkan Zee ke mobil Yeon-jin dan memberikan pelukan kerinduan sebelum berpisah.
Mereka akan bertemu lagi besok saat makan siang disela sela jadwal padat Yim di sana. Karena Zee yang harus kembali ke Thailand dengan cepat membuat Yim mau tidak mau membatalkan 1 schedule untuk bisa bersama adik kesayangannya yang baru datang ke Shanghai.
..
Mereka bertiga tidak langsung pulang ke hotel tapi mereka pergi ke mall untuk jalan jalan dan dinner bersama.
Sebenernya citra sedikit kesal berasa diantara pasangan itu yang membuat dirinya terasingkan. Ingin meminta pulang terlebih dahulu ke hotel citra tidak enak hati karena jaraknya sangat jauh.
"Kamu belanja bersama citra berdua aku tunggu di caffe itu sekalian aku juga ingin ketemu sahabat aku yang sedang ada disini". Kata Yeon tidak enak melihat citra yang sedari tadi diam.
"Baiklah nanti kalau selesai aku kabarin kamu".
"Nih pakai untuk belanja sesuka hati kamu untuk pin aku kirim lewat chat". Kata Yeon memberikan kartu kredit tanpa limit kehadapan Zee. "Dan jangan menolak". Lanjut Yeon saat melihat Zee akan membuka mulut.
Mau tidak mau Zee menerimanya dengan rasa tidak enak. Setelah kepergian Yeon ke salah satu restoran, Zee dan citra pergi memasuki toko satu ke toko lain untuk berbelanja.
Semua barang yang Zee inginkan dan diperlukan dibeli tanpa memandang harga. Saat membayar Zee tidak memakai kartu Yeon sepenuhnya. Dia juga memakai uang pribadi miliknya yang ia hasilkan dari kerja kerasnya selama ini.
Hanya beberapa jam tangan yang tadi kosong kini memegang banyak belanjaan di tangan mereka masing masing sampai jam makan malam tiba.
Sampai di restoran yang Yeon-jin kirimkan, mereka berdua masuk ke ruang privat dengan didalamnya ada 1 orang yang tidak ia kanal.
"Be sudah selesai". Ucap Yeon mengelus kepala Zee dengan lembut saat duduk disampingnya. Lalu ia menyipitkan matanya mantap belanjaan ditangan Zee.
"Tunggu,, ". Kata Yeon mengecek ponsel yang beberapa saat masuk pemberitahuan dari kartu yang Zee pakai. "Tidak mungkin kamu cuma menghabiskan uang segini dengan belanjaan sebanyak ini". Lanjut Yeon mantap Zee.
"Emang kenapa??". Bingung Zee.
"Jangan bilang kamu memakai uang pribadi kamu".
Zee hanya diam tidak menjawab membuat Yeon menebak bahwa ucapannya itu benar. Bahkan sahabatnya itu pun tertawa ngakak melihat kejadian didepan dirinya.
Wajah kebingungan Zee disembunyikan Yeon agar tidak ada yang melihatnya karena saat ini sang kekasih memasang wajah gemas.
"Ah Yoen kamu kenapa sakit lepaskan". Keluh Zee memukul tangan Yeon pelan.
"Jangan buat wajah seperti itu lagi baru aku lepaskan". Kata Yeon membuat Zee menganggukkan kepala.
"Gak usah kaya gitu memang wajah dia mau diapain pun juga tetap lucu". Celetuk Jonghyun.
Tatapan tajam langsung menghunus ke depan membuat Jonghyun mengangkat kedua tangannya ke atas. Dia tahu bahwa sahabatnya itu sedang cemburu akan kata kata yang baru dikeluarkan.
"Gak dikenalin nih bro". Seru Jonghyun setelah menetralkan dirinya sendiri.
Yeon-jin memperkenalkan Zee pada sahabatnya akan tetapi tangannya terus memeluk pinggang Zee yang membuatnya sedikit risih. Ntah kenapa sedari kemarin Yeon sangat nempel padanya apalagi saat ada cowok lain sekitar mereka.
Citra dan Jonghyun hanya bisa acuh tak acuh dengan kelakuan pasangan ini.
__ADS_1
Bahkan saat makan pun Yeon terus meminta untuk disuapi jika tidak dia akan ngambek. Hal itu membuat Zee mau tidak mau menuruti kemauan Yeon daripada bertingkah seperti itu di depan orang lain.
Kembali ke kamar hotel sudah larut malam tapi bukannya masuk ke kamarnya Yeon malah ikut masuk ke dalam kamar Zee.
Itu karena didalam ada citra yang membuat Yeon berani masuk atau melakukan apapun sesuka hatinya disana.
Zee duduk di sopa yang ada di balkon kamar setelah berganti pakaian dengan piyama tidur. ia berencana akan live streaming menyapa para penggemarnya di Instagram.
Dia biasanya hanya live beberapa menit di Instagram, lalu akan melanjutkannya live di tiktok.
Saat Zee live, Yeon tidur di pangkuan Zee yang tidak terlihat oleh kamera karena posisi kamera zee letakan di tripod yang hanya mengarahkan wajahnya saja.
Saat bersama Yeon tidak pernah ikut masuk kedalam live nya kecuali join walaupun berdekatan. Tangan Zee mengelus kepala Yeon yang tiduran dipangkuan nya dengan lembut sampai tertidur pulas.
Beberapa jam kemudian saat live mati ia melihat jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari. Mereka berdua masih ada di balkon kamar tidur dengan udara yang cukup dingin. Tapi sekarang mereka memakai selimut yang dikasih citra saat dia ingin tidur terlebih dahulu.
Cklek, ,.,.
Pintu kaca balkon terbuka perlahan. "Zee disini dingin nanti kamu sakit". Kata citra yang baru keluar dengan keadaan bangun tidur.
"Iya aku bangunin Yeon dulu".
Citra kembali ke kamar sedangkan Zee terus berusaha untuk membangunkan Yeon yang tidur pulas di pangkuannya. Tapi bukannya bangun Yeon malah memeluk perut Zee dan menyembunyikan wajahnya disana.
Setalah Yeon kembali ke kamarnya Zee langsung pergi tidur.
...****...
Matahari pagi masuk ke celah gorden kamar 2 wanita yang masih tertidur pulas dibawah selimut tebal. Tidak ada tanda tanda mereka untuk bangun sampai salah satu ponsel mereka ada yang bunyi.
RRRRRRRRRRRRRR
Tangan yang Zee keluarkan meraba nakas tempat tidur untuk mengambil ponsel sedangkan matanya masih terpejam.
"Hello". Seru Zee tanpa tahu siapa yang menelpon.
["Zeze kamu dimana?? Hari ini Gege gak ada schedule kita jalan jalan yuk sebelum kamu kembali ke Thailand". Kata seseorang dari sebrang telpon yang sudah ketebak oleh Zee dari suaranya. ]
"Hm,,,".
...------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
Happy reading guys 😊. . . .
__ADS_1