
Keluar masuk tempat ganti dengan banyaknya pakaian yang ada di tangan membuat citra pasrah diam memainkan ponsel.
"Zee apa masih lama?? Gue lapar??". Seru citra terus mengeluh.
Setelah sekian lama di dalam mall. Jam sudah menunjukan pukul 5 sore waktu London. Mereka masih mengelilingi mall tanpa ada rasa lelah. Hanya Zee tidak untuk citra yang kerjaannya hanya mengeluh.
"Lo tunggu di caffe depan nanti gue kesana". Seru Zee masih memilih beberapa pakaian yang tergantung.
"Gue tunggu didepan awas kalau lama". Ujar citra.
Citra pergi terlebih dahulu ke caffe karena perutnya sangat lapar. Sedangkan Zee masih ada di dalam toko.
Setelah beberapa lama memilih, akhirnya Zee pergi ke kasir untuk membayar 3 pakaian yang ingin dibeli. Hoodie, dress dan jamsuit. Pakaian itu yang mencuri perhatian Zee setelah melihatnya saat dicoba.
Membawa beberapa paper bag menuju caffe tempat citra menunggu tiba tiba. . .
Bruk, !!!!
Semua barang terjatuh saat Zee tidak sengaja menabrak seseorang karena dia tidak melihat jalan. Saat itu Zee sedang mencari kacamata yang dia letakan di tas.
"Maaf saya tidak sengaja". Ucap Zee menunduk mengambil semua barang miliknya yang terjatuh.
Saat Zee mengangkat kepala dan melihat keliling, dia melihat pemuda yang citra tunjukan di palkiran dengan pakaian yang serba hitam berjalan menjauh dengan sesekali menatap ke arah belakang.
("Dia sebenernya siapa?? Kenapa selalu ada dimanapun aku berada". Batin Zee mulai tidak enak. )
Zee dengan cepat pergi memasuki caffe. Lalu duduk berhadapan dengan citra sedang makan beberapa kue yang dia pesan.
Citra mengerutkan kening melihat Zee yang menatap sekeliling dengan wajah tegang. " Kamu kenapa??". Tanya citra bingung.
"Aku lihat orang yang kamu tunjukan saat di parkiran".
Ucapan Zee membuat citra. Lalu memanggil pelayan untuk membungkus semua pesanan yang ada di atas meja. Sebelumnya citra juga memesan pesanan untuk Zee juga agar saat datang dia langsung makan tanpa menunggu lama.
Setelah semua beres mereka pulang menuju hotel dengan perasaan yang kacau. Tapi Zee berusaha tenang saat mengemudi mobil takut terjadi apa apa.
Sampai di hotel mereka langsung pergi ke kamar tanpa menelpon siapapun tapi masih harus berjaga jaga.
Untuk besok, Zee memutuskan untuk pergi dengan supir yang staf siapkan menuju gedung pemotretan.
"Gue udah bilang kan dari awal ini gak beres.. kenapa orang itu ikutin kita??". Seru citra kebingungan bahkan tangannya gemeteran.
"Gue juga gak tahu".
Zee membaringkan tubuhnya yang kelelahan bahkan kepalanya pusing memikirkan itu semua.
Sampai akhirnya dia tertidur sebentar lalu bangun saat citra membangunkan Zee karena pihak perusahaan meminta Zee untuk datang makan malam bersama mereka.
"Siapa yang ngajak makan malam??". Tanya Zee duduk di meja rias memakai make up.
"Staf perusahaan menelpon gue ngajak kita dinner dia juga minta maaf karena ngajak mendadak".
"Baiklah yuk berangkat takut mereka nunggu lama". Ajak Zee mengambil tas.
Zee saat ini memakai long dress berwarna biru dongker dengan rambut yang digerai. Ntah kenapa saat ini aura kecantikan Zee begitu memancar keluar. Citra juga yang perempuan terus memuji sedari mereka berada di dalam kamar sampai di lobi hotel.
Di bawah sudah ada seseorang yang menjemput mereka dengan mobil mewah dan beberapa anak buah yang mengawal.
"Pak kenapa banyak banget yang mengawal kita??". Tanya Zee heran kepada supir.
"Maaf nona kalau membuat non Zee tidak nyaman tapi ini untuk keselamatan nona sendiri". Jawab sang supir.
Kedua wanita itu kaget dengan jawaban yang di berikan sang supir. Diperjalanan menuju lokasi makan malam Zee terus menatap ke sekeliling melihat banyak mobil yang mengikuti mobil mereka.
Tapi gak lama Zee melihat mobil itu tidak ada lagi yang mengikuti membuatnya heran. Citra yang ada di sebelahnya juga satu pemikiran dengan dia.
__ADS_1
"Sebenernya ini ada apa??". Bisik citra ke telinga Zee.
Zee hanya bisa menjawab dengan menggelengkan kepala ada mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tahu.
Mobil berhenti di suatu gedung yang sangat sepi. Ia melihat sekeliling banyak orang yang menjaga.
"Silahkan nona bisa masuk".
Supir itu membukakan pintu. Walaupun Zee bingung tapi dia mengikuti apa yang diperintahkan asalkan ada citra disampingnya.
Mereka masuk berdampingan dengan seseorang yang memandu jalan. Lantai 50 ditekan dan bisa ditebak bahwa itu balkon dari gedung itu.
Ting,,,!!!!
Pintu lift terbuka dan orang itu meminta Zee mengikuti petunjuk dari setiap jalan.
Tanpa Zee sadari ternyata citra sudah tidak ada lagi di sampingnya.
Saat Zee berada di luar balkon. Ia dikejutkan dengan nuansa yang saat romantis membuatnya menatap sekeliling.
Lampu dihiasi dengan sangat bagus dan hanya ada 1 meja berisi banyak makanan dengan 2 kursi yang membuat Zee bingung.
"Loh citra mana?? Sejak kapan dia menghilang". Gumam Zee.
........
Disisi lain citra yang tiba tiba dibekap saat berjalan dibelakang Zee oleh seseorang.
"Eemmm,,, eehnm,".
Citra terus meronta meminta dilepaskan tapi orang itu terus menariknya menuju suatu tempat.
Sampai tangan yang membekap mulutnya terlepas dengan cepat saat serasa di suatu ruangan.
"Evan kenapa Lo disini??".
Ya orang yang membekap mulut citra itu adalah Evan, adik Yeonjin. Siang tadi dia sampai di London dengan desakan Yeonjin untuk membantunya bertemu Zee.
"Gue di desak Yeonjin Hyung buat datang kesini". Balas Evan duduk di sopa.
"Yeonjin?? Berarti yang-".
"Iya".
Evan dengan cepat mengiyakan ucapan citra yang belum selesai. Dia meminum minuman yang sudah disiapkan untuk mereka sambil menunggu urusannya selesai.
Mereka tidak ingin meninggalkan Yeonjin dan Zee berdua karena takut terjadi apa-apa.
Citra hanya bisa pasrah dengan wajah yang khawatir kepada Zee. Bahkan yang tadi perutnya sangat lapar kini hilang begitu saja dengan mood yang buruk. Padahal Zee sedang berada dengan kekasihnya tapi setelah kejadian kemarin dia kurang mempercayai Yeonjin lagi.
*****
Duduk di kursi menunggu seseorang datang. Lalu tiba tiba ia dikagetkan dengan pemberian bunga mawar dari arah belakang.
Saat zee menatap ke arah belakang ia tambah kaget dengan keberadaan Yeonjin disana.
"Yeon,,!!!". Gumam Zee tidak percaya.
Yeonjin langsung memeluk dengan erat melepaskan rasa rindu yang menggebu setelah sekian lama.
"Aku merindukan mu".
Zee tidak membalas pelukan itu, ia hanya diam mematung tidak tahu harus berbuat apa.
Yeonjin yang tidak tidak menerima balasan dari pelukannya membuat nya perlahan melepas pelukan itu. Lalu menatap Zee dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
"Aku paham,, aku hanya bisa minta maaf atas apa yang telah aku lakukan". Kata Yeonjin memegang tangan Zee dengan lembut.
",,".
"Aku melakukan ini karena ada alasan tertentu.. ini semua demi kamu".
"Alasan apa??".
"Aku gak bisa jelaskan sekarang tapi setelah masalah ini selesai aku akan cerita semuanya sama kamu".
"Apa orang itu suruhan kamu??".
"Siapa??". Tanya Yeonjin kaget. Untuk hari ini dia belum mendapatkan informasi dari anak buahnya yang bertugas menjaga Zee dari jauh.
Melihat Yeonjin menampilkan ekspresi itu membuat Zee mengerutkan kening. Dia bisa menebak bahwa Yeonjin tidak tahu orang yang selalu mengikuti nya sedari dia datang ke London.
" Aku juga gak tahu. . siang tadi ada orang dengan pakaian serba hitam mengikuti aku dan citra dari lobi, palkiran hotel, restoran bahkan saat kami sedang jalan jalan di mall.. citra yang selalu melihat orang itu karena sedari awal dia sudah curiga dan orang itu yang berpapasan denganku di mall". Kata Zee apa adanya.
"Tapi kamu baik baik aja kan".
Yeonjin mengecek semua kondisi Zee tanpa yang terlewat.
"Aku baik baik aja".
"Kau tenang aja aku bakal jagain kamu dari jauh tapi jangan sampai ada yang tahu kalau aku ada di sini".
Zee menganggukkan kepala melihat wajah Yeonjin yang serius. Ntah kenapa setelah bertemu dengan Yeonjin hatinya merasa aman padahal kemarin dia sudah meragukan Yeonjin.
("Kenapa jadi seperti ini". )
("Setelah Yeonjin datang hati aku menjadi nyaman padahal kemarin aku berpikiran negatif sama dia").
Yeonjin membuat Zee untuk makan malam bersama dengan suasana yang romantis.
"Yeon, citra kemana tadi aku sama dia kesini??". Tanya Zee selesai makan malam.
"Kita ngobrol disana". Ajak Yeonjin ke sopa yang terletak agak jauh dari meja makan mereka.
Zee duduk berdekatan dengan Yeonjin. Bahkan tangannya tidak dilepaskan sana sekali dari genggaman Yeonjin sambil dimainkan oleh nya.
"Aku sangat merindukanmu".
Yeonjin memeluk Zee dari belakang dengan menyandarkan kepalanya di punggung Zee. Tidak sedikitpun Zee menolak karena ia juga sangat merindukan Yeonjin sejak lama.
"Kamu belum jawab. Citra dimana??". Tanya Zee lagi.
Yeonjin tidak menjawab apapun. Dia malah mengambil ponsel mengirim pesan pada seseorang.
"Kamu bisa datang sekarang, bawa citra juga". Isi peran kepada Yeonjin kepada evan.
Gak lama kemudian Evan dan citra datang ke arah mereka berdua. Dengan cepat citra berlari menemui Zee yang sedang duduk berduaan dengan Yeonjin.
"Zee Lo baik baik aja kan??". Tanya citra khawatir.
"Aku baik baik aja". Ucap Zee tersenyum manis mengelus tangan citra.
",,,".
"Evan juga disini??". Tanya Zee melihat Evan duduk di sopa single yang ada disana.
Mereka duduk bersama dengan banyak pembicaraan yang sangat penting. Tempat itu sudah aman dari jangkauan siapapun tanpa ada yang mengganggu. Dilantai bawah banyak anak buah Yeonjin yang menjaga keamanan ketat.
...----------...
...Happy Reading.,...
__ADS_1