Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Berpisah


__ADS_3

Happy Reading,


Seminggu sudah keluarga Zee, keluarga Yeonjin serta sahabat sahabat nya berada di bali untuk menghadiri acara pertunangan Zee dan Yeonjin sambil berlibur bersama.


Untuk rombongan kerabat Zee, mereka sudah pulang terlebih dahulu 2 hari yang lalu.


Jujur, Zee merasa bersalah karena tidak bisa pulang bareng. Tapi dia gak akan khawatir karena Zee sudah menyiapkan orang untuk menjaga mereka dengan baik di dalam perjalan pulang sampai ke rumah masing masing.


Semua dipersiapakan dengan matang dan baik oleh pihak Zee.


"Zee mau ikut pulang dulu sama ibu apa langsung ke Thailand??".


Malam terakhir di Bali, Zee akan tidur bersama ibunya berdua. Dia akan mengobrol dan menghabiskan waktu berdua tanpa ada yang mengganggu.


"Sebenarnya Zee belum putusin itu, Zee masih bingung bu". Ucap Zee lirih.


"Pekerjaan kamu gimana disana??".


"Makin kesini pekerjaan Zee sudah mulai berjalan lancar, Zee juga udah berhenti dari dunia acting".


"Terus kamu kerja apa?? Apa tidak tinggal sama ibu sebelum menikah??".


"Em, pengen sih, tapi gak segampang itu bu. Zee masih terkait kontrak dengan beberapa brand yang mengharuskan Zee pulang pergi antar negara. Kalau Zee disana bakal susah, terus kalau di Jakarta sama aja jauh sama ibu". Jelas Zee memegang tangan ibunya.


"Ibu paham, apapun keputusan kamu. Ibu akan dukung yang terbaik". Ibu dan anak berpelukan dengan sangat erat. Zee tak kuasa menahan tangis saat bersama dengan ibunya.


Dari dulu dia gak pernah bisa untuk mengobrol berdua seperti ini. Hatinya bakal campur aduk gak karuan.


"Zee punya hadiah buat ibu". Ucap Zee menghapus air matanya yang terus mengalir.


"Apa??".


"Hadiahnya ada di dekat rumah, Zee yang menyiapkannya dibantu sama Yeonjin dan Evan. Zee harap ibu suka".


"Apapun dari kamu ibu pasti suka".


Zee tersenyum dan memeluk ibu nya lagi sambil tiduran. Malam ini Zee pasti akan tidur di pelukan ibunya sampai pagi gak bakal mau lepas.


°°°°°°


Pagi pagi sekali semua orang sudah bangun. Mereka semua sedang siap siap untuk berangkat ke bandara.


Para sahabatnya dari Thailand sudah berangkat pagi pagi sekali karena mengambil penerbangan pagi untuk mengejar pekerjaan mereka yang sudah menunggu.


Zee sengaja mengambil penerbangan siang yang sedikit ada waktu agar tidak terlalu terburu buru. Apalagi kakek dan neneknya sudah lanjut usia pasti akan banyak ini itu.


"Eonni, Mira pengen ikut".


"Mirza juga, apa kita boleh ikut nuna aja". Sambung Mirza yang baru masuk ke dalam villa.


Anak kembar itu sudah rapih untuk berangkat ke bandara. Mereka akan pulang ke Korea dan menunggu disana.


Sedangkan Zee dan Yeonjin akan ikut ke Jakarta menemani keluarga Zee baru terbang lagi ke Korea.


"Sayang, nanti kita ketemu di Korea aja oke. Nuni sama hyunpa cuma sehari disana". Ucap Zee menyejajarkan tingginya dengan mereka.

__ADS_1


"Janji". Ucap Mirza dan Mira bersamaan.


"Ya, janji". Zee menautkan jari kelingking ke tangan mungil mereka berdua lalu mencium pipinya bergantian.


"Zee mami pergi dulu ya, Yeon jaga Zee baik baik oke". Ucap mami Yeonjin.


"Siap mi".


Mereka semua berpamitan tanpa ada yang tertinggal.


Semua barang Zee dan Yeonjin akan langsung dibawa ke Korea oleh keluarganya. Saat ke Jakarta nanti, mereka hanya membawa 1 koper sedang untuk kebutuhan sehari.


Di Jakarta Zee akan pergi ke rumah Angga dulu untuk beristirahat. Dia tidak mengizinkan keluarganya langsung pulang ke kampung halaman nya setelah pesawat landing.


Mereka harus istirahat berlebih dahulu tanpa ada bantahan sama sekali. Mereka juga memikirkan kondisi kakek neneknya yang pertama kali naik pesawat terbang.


Penerbangan menuju Jakarta pukul 2 siang. Tapi mereka sudah sampai satu jam di bandara. Yeonjin memesan class bisnis agar semua orang nyaman.


Perjalanan dari Bali ke Jakarta hanya menempuh waktu 1j, 20 menit.


Sampai di bandara Soekarno Hatta, mereka panjang menuju travel yang sudah menjemput nya sedari tadi.


Travel itu juga yang akan membawa keluarganya pulang ke kampung halaman. Zee menyewanya full dan travel itu juga sudah biasa pulang pergi Jakarta.


°°°°°°


1 hari di Jakarta, Zee dan Yeonjin hanya menemani keluarga Zee sampai mereka naik travel untuk pulang. .


Mereka akan berpisah di Jakarta karena Zee harus pergi lagi untuk bekerja. Awalnya sang ibu meminta Zee untuk langsung kembali saat di Bali, tapi Zee terus menolak dan ingin menemani mereka ke Jakarta.


Tangan kanan Yeonjin menggenggam tangan Zee dan tangan kirinya membawa koper. Sedangkan tangan kanan Zee sibuk bermain handphone karena sedari tadi adik kembar Yeonjin terus saja menanyakan dirinya kapan sampai ke Korea.


"Liat mereka kirim photo, lucu bangat". Ucap Zee memperlihatkan photo Mirza dan Mira yang sedang berselfi.


"Lucu, tapi lebih lucu kamu".


Zee menatap ke arah Yeonjin dengan kening mengkerut. "Dih gombal".


"Bukan gombal tapi memang itu kenyataan".


"Terserah kamu, aku hargai usaha kamu". Ucap Zee sambil tersenyum manis.


Dengan cepat Yeonjin menutup mulut Zee dengan tangannya yang masih bergandengan. "Jangan senyum, nanti mereka tambah suka".


Zee menatap sekeliling bandara dan melihat banyak orang yang memperhatikan mereka berdua.


"Ya kan aku cantik- mmmpph".


Lagi lagi mulut Zee di tutup dengan cepat. "Bisa diam, honey??". Ucap Yeonjin penuh penekanan.


Zee hanya menganggukkan kepala, lalu tangan Yeonjin terlepas.


Setelah itu Zee tidak berani lagi melakukan apapun untuk menggoda Yeonjin. Dia tidak mau dalam situasi ini Yeonjin malah cemburu yang akan membuat dirinya hanya bisa mati kutu.


Saat Yeonjin cemburu akan sangat sulit ditebak bagi Zee. Pemuda itu bisa melakukan apapun tanpa orang lain pikirkan saat cemburu terhadap pasangan.

__ADS_1


......


7j, 15 menit. Pesawat jurusan Indonesia-korea akhirnya mendarat dengan selamat pada pagi hari yang sangat dingin.


Saat keluar dari pesawat mereka lupa saat itu tidak membawa jaket tebal untuk persiapan di Korea.


Tangan Zee dibawa ke ruang tunggu bandara sebelum pulang ke apartemen Yeonjin.


Pemuda itu membongkar isi koper dan menyerahkan sweater dan Hoodie untuk Zee kenakan. "Ganti pakai ini biar lebih hangat". Ucap Yeonjin.


Tanpa pikir panjang, Zee menggantinya dan merasakan tubuhnya lebih hangat dari sebelumnya.


Setelah selesai mereka pergi mencari taksi menuju apartemen. Yeonjin sengaja tidak meminta untuk dijemput karena mereka akan tiba pagi pagi sekali. Dia tidak ingin mengganggu keluarganya dan meminta untuk menunggu di apartemen.


Sedangkan di apartemen, kedua anak berusia 4 tahun terus saja bertanya kepada ibunya tentang kedatangan kakak mereka.


Bahkan mereka sudah bangun lebih pagi dan menunggu di apartemen Yeonjin sedari tadi.


"Mami kapan numa Zee sampai??". Tanya Mirza. Si anak laki laki.


"Sabar sayang, mungkin numa Zee sama hyunpa Yeonjin lagi di perjalanan".


"Tapi kok lama mi". Sahut Mira gak sabaran.


"Iya sayang. Mami hubungin hyunpa kamu dulu".


Belum sempat menghubungi orang yang mereka tunggu, tiba tiba pintu apartemen terbuka.


Ceklek


Semua mata tertuju pada arah pintu masuk dan, , ,


"Numa". Teriak kedua anak itu bersamaan berlari memeluk Zee.


Zee menyambut nya dengan senyuman dan berjongkok agar mereka bisa memeluk dirinya dengan mudah.


"Miss you".


"Ahhh,, baru juga beberapa hari gak ketemu". Ujar Zee mencium pipi mereka bergantian.


"Mirza Mira duduk dulu, kasihan kakaknya baru sampai". Ucap sang mami membuat mereka menggandeng Zee untuk duduk di sofa.


Tapi pelukan itu tidak lepas. Mereka memliki Zee di kanan dan kiri membuat semua orang yang ada disana menggelengkan kepala.


"Kalian gak kangen hyunpa??". Ucap Yeonjin pura pura merajuk.


"Nggak, kita cuma kangen sama numa Zee". Celetuk Mira yang diangguki oleh Mirza.


Sementara zee hanya tersenyum melihat Yeonjin yang pura pura ngambek dengan kedua adiknya. Lalu pemuda itu membongkar koper yang tadi dia bawa.


"Seperti nya ini semua hyunpa buang aja lah, orangnya gak mau kayanya". Seru Yeonjin meletakan beberapa mainan di atas meja.


Kedua anak berbeda jenis kelamin menatap ke arah kakak laki lakinya dan sedetik kemudian berlari memeluk Yeonjin membuat semua orang tertawa ngakak.


To be continued, , ,

__ADS_1


__ADS_2