
...Tertawa diatas penderitaan orang lain....
...___...
Evan yang marah dengan lempar bantal itu membuatnya menatap ke sekeliling ruangan. Tapi saat melihat Yeonjin yang menatapnya membuat Evan nyengir memperlihatkan gigi putih yang rapih. Jika Evan datang ke apartemen nya kepastian semua makanan akan langsung habis.
"Hyung,,!!". Kata Evan pelan dengan memakan cemilan itu kembali.
Yeon hanya berjalan duduk di sopa yang tidak jauh dari Evan masih berbicara dengan lembut sama sang kekasih yang ada ditelpon.
Bahkan Evan yang ada disana hanya bisa diam karena terus dicuekin sama kakaknya yang asik dengan dunia dia sendiri. Hal itu membuat Evan kembali menatap layar televisi yang menayangkan film kesukaannya sambil memakan banyak cemilan ditangan. Tidak hanya ditangan, diatas meja pun banyak sekali makanan yang berjejer.
Jika Zee dan Evan disatukan, Yeon bisa menebak bahwa cemilan bulannya akan habis dengan beberapa hari saja. Cemilan itu Yeon sediakan di apartemen nya karena Evan sering datang ke apartemen Yeon untuk membahas pekerjaan.
Beberapa saat kemudian Yeon meletakan ponselnya pertanda panggilan itu udah berakhir.
"Udah selesai". Ledek Evan masih menatap ke layar televisi.
"Mana pekerjaan yang harus dibahas dengan Hyung!!". Ucap Yeon mengalihkan pembicaraan.
"Tck,, mengalihkan pembicaraan". Seru Evan melegakan semua makanan yang dipegang di atas meja.
Evan mengambil iPad yang selalu ia bawa didalam tas. Lalu suasana langsung berubah dengan serius membahas semua pekerjaan.
Sampai malam pun mereka masih membahas pekerjaan di ruang keluarga dengan Evan yang akan menginap disana. Apartemen Yeon memiliki 2 kamar didalamnya membuat apapun bisa tinggal disana tanpa tidur dikamar pribadi dia sendiri.
...🍂🍂...
Pagi yang cerah, Yeonjin terbangun dan langsung pergi ke dapur setelah mencuci muka dan menunaikan ibadah. Setelah menjadi mualaf Yeonjin rajin bangun lebih pagi untuk menunaikan ibadah kewajibannya. Walaupun hari libur ataupun tidak.
Yeon berencana membuat sarapan untuk Evan yang kepastian dia akan bangun telat akibat semalam dia tidak langsung tidur setelah membahas pekerjaaan. Evan kembali menonton film kesukaannya ntah sampai kapan karena Yeon kembali ke kamar untuk berbicara lagi dengan Zee.
Setelah membuat sarapan barulah Yeon kembali ke kamar untuk bersiap pergi syuting.
Pukul 08.30 waktu Korea, Yeon keluar dari kamar untuk sarapan sebelum berangkat. Sang asisten akan memberi kabar jika sudah sampai lobi apartemen.
Melihat sarapan yang belum tersentuh membuat Yeon mau tidak mau masuk ke dalam kamar Evan yang ternyata benar dia masih asik dengan mimpi indah di dalam selimut tebal.
"Ni anak masih sama aja kelakuannya". Gumam Yeon menggelengkan kepala.
"Van bangun,, ini udah siang kamu gak ke kantor". Ucap Yeon membangunkan Evan dengan memukul tubuhnya pelan.
Evan yang tidur nya terganggu sedikit menggeliat. Tapi bukannya bangun Evan malah menaikan selimut menutupi dirinya. Tapi Yeon terus menggoyangkan tubuh Evan sampai orangnya kesal.
"Hyung,!!,". Keluh Evan dengan wajah kantuk.
"Bangun,, kamu gak kekantor??".
Mendengar ucapan kakaknya, Evan mengambil ponsel yang ada di atas nakas dengan malas. Saat melihat jam Evan dengan cepat berteriak dan berlari ke dalam kamar mandi. Membuat Yeon hanya bisa menatap kepergian Evan tanpa mengeluh berjalan keluar kamar.
Gak lama kemudian Evan datang dengan pakaian kerja tapi jas masih ada ditangan. Dia berjalan dengan terburu buru mendekati Yeon yang sedang duduk di meja makan.
__ADS_1
"Hyung aku pergi dulu ada meeting pagi ini". Pamit Evan dengan cepat meminum susu yang sudah Yeon siapkan.
"Makan sandwich nya juga".
Evan mengambil sandwich untuk dimakan sambil berjalan meninggalkan apartemen sang kakak tanpa lupa melambaikan tangan mengambil tas yang ada di sopa ruang keluarga habis semalam digunakan.
****
Sret, , ,
"Aw~".
Darah mengalir ditangan Zee yang teriris pisau. Membuat citra yang baru menuruni anak tangga kaget dengan teriakan Zee yang kesakitan menutupi telunjuknya.
"Zee apa kamu baik baik saja??".
Mendengar kan suara seseorang membuat Zee mendongakkan kepalanya langsung melihat wajah citra yang khawatir.
"Hanya teriris pisau, aku baik baik aja".
Ucapan Zee di barengi dengan senyum manis untuk meyakinkan citra agar tidak khawatir lagi.
Citra menyapu pandangan ke seluruh dapur dan melihat banyak buah yang ada dihadapan Zee. Ia bisa menebak bawa Zee bangun pagi untuk membuat salad buah kesukaannya sendiri.
"Kenapa tidak meminta bantuan a aom".
Seru citra berjalan mendekati Zee membawa kotak obat yang ia ambil di laci penyimpanan yang ada di ruang keluarga.
"Selesai,, sekarang kamu siap siap biar aku yang lanjutkan". Seru citra.
"Tidak apa biar aku aja lagian hari ini aku gak ada schedule apapun". Tolak Zee.
Citra yang mendengar penolakan citra menghela nafas berat. Dia tahu Zee sangat keras kepala.
"Baiklah terserah kamu". Ujar citra pasrah meninggalkan dapur menuju kamarnya untuk mengerjakan pekerjaan nya kembali.
Bahkan citra lupa akan tujuannya pergi ke bawah untuk apa.
Sampai gak lama citra kembali ke dapur membawa botol kosong saat menyadari akan tujuannya tadi.
"Aku lupa tadi mau ke bawah mau ambil air minum". Ucap citra saat melihat wajah Zee yang kebingungan.
Zee melanjutkan membuat salad buah kesukaannya untuk penyediaan sebelum berangkat ke London.
Tidak itu saja hari ini Zee juga membuat brownies saat melihat bahan bahan yang tersedia di dapur untuk cemilan.
Setengah hari bergelut di dapur, barulah ia pergi ke kamar untuk membersihkan badan yang sudah gerah. Awalnya Zee berencana untuk berenang tapi ia urungkan saat melihat supirnya berada di area rumah. Jadi Zee memutuskan untuk berendam di bathtub kamar mandi.
Sore hari Zee dikagetkan dengan kedatangan pada sahabatnya ke rumah. Ntah kenapa hari ini mereka tidak ada jadwal pekerjaan bersama membuat mereka memutuskan untuk pergi ke rumah zee.
Kedatangan mereka pun membuat ramai media sosial karena mereka tiba tiba datang langsung menyerbu kamar Zee yang sedang live streaming di media sosial.
__ADS_1
Setelah mengetahui apa yang sedang dilakukan Zee membuat semua orang tertawa terbahak bahak. Bahkan ton dan ingin duduk di tempat tidur malah kejangkalak karena tidak melihat situasi.
"Gue bingung kenapa kita tidak pernah beruntung".
Ucapan Jimmy disetujui semua orang. Karena saat mereka sedang berkumpul pasti semua fans nya akan tau walaupun mereka mengetahui nya tidak sengaja ataupun terciduk di suatu tempat.
"Mungkin ini doa para fans yang selalu ingin kita kumpul bersama". Sahut love yang sedang melihat lihat koleksi album di kamar Zee. "Ini buat gue ya??". Pinta love menunjukan photo card salah satu mamber.
"1 juta bath gue lepas". Celetuk Zee tanpa dosa membuat semua orang menatap ke arahnya cengo.
"Gila Lo mending gue beli langsung". Kata love meletakan photo itu kembali ke tempat semula.
"Sold out".
Mereka tahu apa yang selalu Zee koleksi. Bahkan para fans nya sering menghadiahkan dia dengan beberapa barang tema idol kesukaannya.
Kamar Zee memiliki lemari kaca sedang yang dipenuhi dengan barang barang pavorit nya bernuansa BTS.
Bukan hanya Zee yang menjadi fangirl Korea mereka juga sama tapi tidak seperti Zee yang selalu mengoleksi barang yang mereka keluarkan.
Karena para fans heboh di komentar live streaming Zee membuat mereka memutuskan untuk live bersama di Instagram menggunakan akun Zee.
Mereka tidak akan sembarangan live di media sosial karena tuntutan agensi memuat zee tidak terlalu menunjukan wajah mereka semua. Hanya bisa tahu dari suara.
Saat asik bercanda bersama tiba tiba phi sea yang datang membawa banyak cemilan dan brownies yang ia buat tadi, lalu mendudukkan dirinya di atas tempat tidur.
Tanpa rasa bersalah zee menendang phi sea yang duduk di ujung tempat tidur sampai jatuh ke lantai dengan memegang piring agar tidak jatuh ke lantai.
"Aw~ sakit".
Keluh sea yang langsung membuat Jimmy berlari membantu sang kekasih untuk berdiri. Sedangkan yang lain malah mentertawakan sea yang merengek kesakitan padahal saat ini keberadaan Jimmy dengan sea yang paling jauh. Begitulah teman sejati. Saat teman yang lain kena musibah didepannya hal pertama adalah mentertawakan sebelum membantu.
Padahal mereka semua tau bahwa Zee sangat tidak suka ada orang yang makan di atas tempat tidur. Tapi peringatan itu selalu dilupakan oleh sea yang hobi makan setiap menit.
Zee memang suka membawa makanan ke kamar tapi ia selalu makan di meja depan komputer atau di balkon kamar yang terdapat bantal empuk besar dilantai.
RRRRRRRRRRRRRR
Panggilan masuk membuat semua orang mengalihkan pandangan ke arah ponsel Zee yang tergeletak di meja.
Melihat itu Zee yang tau pemikiran para sahabatnya yang selalu bertingkah bergegas untuk mengambil nya dengan cepat.
Tapi tanpa dia sadari ternyata kakinya terbelit dengan selimut yang menutupi separuh badannya membuat Zee jatuh dengan keras.
Bugh, , , ,
"Hahahahahahaha".
...------------...
...Happy Reading., ...
__ADS_1