Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Chapter 65


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Twitter dihebohkan dengan postingan salah satu mamber txt di akun Twitter mereka yang meng-upload photo mereka bertiga saat berada di agensi.


Hal itu membuat Zee sangat bahagia dan dia juga bisa meng-upload nya diakun pribadi miliknya. Beberapa sahabatnya pun sangat heboh dengan adanya photo itu, mereka banyak menyebutkan bahwa itu langkah pertama sebelum menemui kakak senior mereka.


"Ambil hati adiknya dulu sebelum mendekati kakaknya". Itulah kata kata yang sering zee dengar dan baca setiap komentar photo itu.


....


Hari ini syuting berakhir, semua kru dan pemain kembali ke Thailand untuk melakukan aktivitas mereka masing masing. Akan tetapi ada juga beberapa orang yang pergi untuk liburan secara pribadi ke beberapa tempat.


Angga dan jenie juga kembali ke Thailand terlebih dahulu karena Zee memutuskan untuk pergi ke Shanghai terlebih dahulu sebelum ke Thailand.


Zee akan ditemani Yeon-jin sambil berlibur dengan sang kekasih untuk menemui Yim yang tidak memberi kabar sedikitpun setelah kejadian itu.


"Emang gak enak ya jadi obat nyamuk". Celetuk citra duduk di kursi belakang yang sedang berangkat ke bandara menuju Shanghai.


Pasangan itu hanya acuh tanpa menanggapi ucapan citra sedikitpun.


Seperti biasa, diluar bandara dipenuhi dengan banyaknya media yang meliput para selebriti yang keluar masuk untuk melakukan pekerjaannya. Bisa dibilang setiap hari mereka ditugaskan untuk meliput disana.


Yeon tidak segan segan memegang tangan Zee memasuki bandara, karena mereka sudah go publik jadi tidak ada yang disembunyikan lagi dari semua orang.


Momen keromantisan selalu tercipta, bahkan Yeon terkenal dengan kebucinan nya terhadap pasangannya yaitu Zee. Tidak ada yang mengetahui sejak kapan mereka menjalani hubungan ini tapi mereka selalu mengira dari projects series itu mereka kian dekat.


Didalam pesawat Zee yang selalu masih takut terus ditenangkan oleh Yeon-jin. Walaupun ia sering berpergian keluar negeri tapi tetap saja dia selaku ketakutan dan gemetaran.


Beberapa jam perjalanan udara akhirnya mereka sampai di bandara Shanghai, China. Mereka bertiga pergi ke hotel untuk menginap beberapa hari disana.


"Yeon apa kamu tau tempat tinggal Gege??". Tanya Zee saat berada didalam mobil.


"Aku gak tau".


"Tunggu,, kita datang kesini dengan tujuan ketemu Yim tapi tidak tau dimana dia tinggal??". Sahut citra kaget mendengar percakapan pasangan yang duduk di bangku depan.


"Iya aku gak tau". Zee menjawab dengan menatap ke belakang.


Citra menepuk jidatnya dengan bersandar di sandaran kursi pasaran dengan apa yang akan dilakukan mereka di Shanghai.


Beberapa kali Zee menelpon Yim dan manajernya tidak ada jawaban sama sekali. Hal itu membuat Zee sangat bingung harus mencari Yim kemana disaat ke salah pahaman berlangsung.


Perlahan Yeon memegang tangan Zee dengan tersenyum manis yang langsung dibalas dengan senyuman kembali. Sampai di hotel mereka istirahat terlebih dahulu sambil mencari informasi dari sosial media.


Sampai akhirnya Zee dibangunkan dengan suara ponsel yang berdering dari sang manajer Yim yang memanggil.


[" Nong Zee maaf baru bisa balas soalnya jadwal Yim sangat padat dari kemarin". Seru seseorang dari sebrang telpon.]

__ADS_1


"Iya phi,, Gege sekarang ada dimana?? Zee gak bisa hubungin Gege??".


[" Yim lagi ada di lokasi syuting iklan dan ponselnya ada di saya dari pagi". ]


"Phi tolong kirim lokasi syuting Gege,, Zeze akan datang kesana sekarang juga".


[" Nong Zee di Shanghai??". Suara kaget terdengar disembarang telpon.]


"Iya".


["Ya udah jika ingin ketemu Yim bisa sekarang karena nanti malam dia ada pertemuan tetapi produser film yang mungkin akan lama". Kata manajer Yim membuat Zee mengerti". ]


"Baik phi.. jangan kasih tahu Gege kalau Zee bakal kesana". Pinta Zee.


["Baiklah jika sudah ada dibawah gedung kabarin saya biar bisa jemput ke lobi". ]


Panggilan terputus membuat Zee sesegera mungkin bersiap siap pergi ke lokasi syuting Yim. Jam menunjukan pukul 4 sore dan pertemuan Yim akan diadakan waktu makan malam.


Citra yang rapih terlebih dahulu membantu Zee dengan merapihkan rambut agar lebih cepat. Yeon yang awalnya sudah diberitahukan sedang duduk menunggu di sopa kamar hotel Zee saat ini. Beberapa menit yang lalu dia masuk setelah diberitahu tentang Yim oleh Zee sang kekasih.


"Apa harus secantik itu Be??". Kata Yeon sedikit kesal melihat penampilan Zee saat ini.


"Apa yang salah,, ini memang penampilan sehari-hari aku". Seru Zee bingung.


"Cit apa ada yang salah??". Lanjut Zee bertanya pada citra saat melihat wajah Yeon kesal.


"Gak ada,, kamu memang biasanya seperti ini". Citra menjawab apa adanya dengan wajah heran menatap antara Zee dan Yeon bergantian. "Apa dia cemburu??". Bisik citra disamping telinga Zee membuat Zee mengangkat kedua pundaknya tidak tahu.


Rapih dengan pakaian yang ia kenakan, Zee langsung mengajak Yeon untuk berangkat ke lokasi syutingnya Yim. Tapi sepanjang jalan Yeon hanya memasang wajah datar tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


("Dia kenapa?? apa yang salah sama penampilan gue". Batin Zee menatap pakaian yang ia kenakan.)


Zee yang bingung kembali saling pandang pada citra yang tidak tahu apa apa dengan wajah kebingungan. Bahkan Zee dan citra hanya memberi kode dengan mulut saja.


Sampai di alamat yang manager Yim kirim, Zee langsung menghubunginya agar bisa cepat masuk dengan mudah tanpa ada hambatan karena lokasi itu sedang dibooking untuk syuting.


Setelah bertemu di lobi, mereka diajak naik ke lantai atas untuk langsung ketemu Yim disana.


Keluar dari lift dan menuju ruangan, Zee langsung melihat Yim yang sedang syuting iklan. Tapi gak lama kemudian mereka melihat Yim masuk ke ruang tunggu untuk berganti pakaian yang lain.


Hal itu dimanfaatkan untuk menghampirinya disana tetapi sebelumnya Zee meminta izin kepada sutradara untuk memberikan waktu 10 menit untuk berbicara.


Cklek, , , pintu terbuka perlahan memperlihatkan Yim sedang dipakaikan jas oleh stylish nya dengan posisi membelakangi pintu.


Perlahan Zee berjalan untuk mendekat, lalu memberi isyarat kepada stylish itu untuk meninggalkan mereka.

__ADS_1


Tibalah mereka hanya berempat di ruangan itu, sedangkan Yeon dan citra menunggu sedikit jauh dari mereka berdua.


"Apa ada aksesoris yang harus aku pakai??". Tanya Yim datar.


Zee yang mendengar itu langsung melingkarkan tangannya di perut Yim dengan erat membuat orangnya tersentak kaget dengan apa yang dia tahu dibelakangnya adalah stylish nya tadi.


"Apa yang kamu lakukan?? Lepas". Ucap Yim tegas berusaha melepaskan tangan wanita yang melingkar diperutnya.


Sedangkan Zee hanya tersenyum sambil menahan tawa dengan kuat.


"Ekhm, , ,.". Deheman keras seorang pemuda membuat Yim menengok ke belakang.


"Yeon!! Ngapain lo disini??". Ucap Yim kaget dengan keberadaan Yeon disana dengan wajah marah.


Tapi itu tidak bertahan lama saat melihat citra disampingnya dengan melambaikan tangan yang membuatnya bertambah syok. Seketika Yim menundukkan kepala untuk melihat seseorang yang memeluk dirinya dengan erat.


Zee yang memeluk hanya memasang wajah gemas dengan tersenyum manis memperlihatkan gigi putih yang berjejer rapi.


"Zeze..!!!". Pekik Yim pelan.


Setalah melihat adik kesayangannya, Yim langsung membalikan tubuhnya memeluk zee dengan erat bahkan Zee yang enteng diputarkan cepat membuat orang nya tertawa bahagia.


"Gege pusing berhenti". Keluh Zee dengan keras memegang Yim dengan erat agar tidak terjatuh.


Yim menghentikan putaran itu tapi masih memeluk Zee dengan erat. Yeon yang melihatnya mau tidak mau menghampiri mereka yang saling berpelukan dengan wajah yang sangat tidak bersahabat.


"Apa kurang cukup!!".


Ucapan Yeon membuat Zee menatap sang kekasih yang sedang cemburu dan memberi kode pada Yim untuk melepaskan pelukannya. Akan tetapi yim malah menjauhkan Zee dari Yeon dengan wajah meledek.


"Aish, , Gege jangan buat suasana tambah kacau". Kata Zee memperingatkan Yim yang akan membuatnya kesusahan membujuk Yeon setelah ini. "Gege,,!!!". Lanjutnya dengan wajah memohon menatap wajah Yim.


Setelah pelukan itu dilepaskan dengan cepat Zee menghampiri Yoen yang sedang marah, tapi saat Zee mendekat Yeon malah pergi menjauh duduk sopa ruang tunggu.


"Yim kamu harus kembali ke lokasi sekarang juga".


...---------...


Hai reader. . .


Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .


Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .


Happy reading guys 😊. . . .

__ADS_1


__ADS_2