Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Perasaan Yeon-jin


__ADS_3

Pagi ini zee berencana untuk pergi pulau Jeju untuk memulai perjalanannya. awalnya ia ingin pergi ke kota Busan tetapi citra menyarankan nya pergi kesana terlebih dahulu.


Zee hanya membawa koper kecil karena mereka disana cuma 3 hari saja.


"Zee ayo lah nanti kita telat". Citra sedari tadi ngomel pada Zee yang sangat lama. Penerbangan mereka sebentar lagi tapi mereka masih ada di apartemen.


"Sabar dong sebentar lagi". ucap Zee sedang memakai sepatunya.


Dengan cepat mereka pergi ke bandara, dari Seoul ke pulau Jeju menempuh perjalanan 1 jam pemakai pesawat.


Citra sendiri yang mengurusnya karena Zee melimpahkannya kepada dia yang mengajak ke pulau Jeju secara mendadak.


"Gimana hotelnya udah ada belum??". tanya Zee yang keluar dari pesawat sudah berada di pulau Jeju.


"Siap semuanya udah beres". ucap citra percaya diri.


2 wanita itu pergi menuju hotel sebelum jalan jalan. Citra langsung mengajak Zee untuk pergi ke wisata yang ada di pulau Jeju tanpa istirahat terlebih dahulu.


Zee sangat senang walaupun mereka liburan cuma berdua saja. banyak momen yang mereka abadikan dengan kamera miliknya yang selalu Zee bawa kemana mana.


Sampai lupa waktu jam 9 malam mereka baru pergi untuk mencari makan. setelah makan mereka pulang ke hotel untuk istirahat, kaki Zee sudah sangat capek setelah berjalan jalan dari siang.


"kamu duluan aja ke kamar". ucap citra saat mau memasuki hotel tempat penginapannya.


"kamu mau kemana??". tanya Zee heran.


"Aku mau beli sesuatu dulu". ucap citra.


"Ya udah aku duluan ke kamar. capek banget kaki aku juga pegal". ucap zee.


Zee meninggalkan citra dan masuk duluan ke kamar hotel. sampai di depan pintu Zee langsung membukanya dengan kunci yang diberikan citra sebelumnya.


Cklek. . . Pintu terbuka dan ruangan itu sangatlah gelap.


"Gelap banget. . perasaan tadi siang gordennya gak ditutup". gumam Zee.


Saat Zee menutup pintu dan berbalik tiba tiba lampu kamar menyala membuat Zee sangat kaget.


Ia melihat kamar itu dihiasi balon, bunga mawar dan lilin menyala dilantai. Zee berjalan ke arah tempat tidur dengan perlahan dan melihat tulisan I love u disana membuat Zee tambah heran.


Zee melihat ke sekeliling kamar dengan nuansa sangat romantis. tiba tiba dibelakang Zee dipanggil seseorang yang ia kenali. dengan cepat Zee menengok ke belakang dan benar saja disana ada Yeon-jin yang mendekat membawa seikat bunga mawar merah.


"Yeon-jin. . ".

__ADS_1


"Zee. .HM. . Zeefanya Larasati Will you be my girl friend??". Ucap Yeon-jin tiba tiba setelah berada didepan Zee.


Mendengar ucapan Yeon-jin yang tiba tiba membuat Zee kaget dan hanya menatap Yeon-jin yang berada di depannya. Melihat Zee hanya terdiam Yeon tersenyum kearah Zee.


"Mungkin ini membuat kamu kaget tapi perasaan ini muncul saat pertama kali kita bertemu. . sudah dari lama aku ingin mengungkapkannya tapi aku tidak berani. . Aku mengerti semuanya,tapi aku akan berusaha menerima keputusan apapun dari kamu. . aku sangat ingin memperjuangkan kamu daripada aku meninggalkan kamu tanpa mengungkapkannya". ucap Yeon-jin tulus.


Mendengar ucapan Yeon-jin membuat air mata Zee mengalir ke kedua pipinya. Zee juga memiliki perasaan kepada Yeon yang dia sembunyikan dari lama. membuat ia tidak tahan lagi menyembunyikan semuanya.


Zee terus menatap Yeon-jin sambil menangis tanpa berbicara apapun. melihat Zee yang terus menangis Yeon mendekat kearah Zee yang masih berdiri didepannya.


"Kamu jangan nangis". Yeon-jin sangat khawatir terhadap Zee yang terus menangis tanpa berbicara apapun. di satu sisi ia juga bingung kenapa Zee menangis tanpa berbicara sepatah katapun.


"Aku mau". ucap Zee tiba tiba dan langsung memeluk Yeon-jin dengan erat.


"Will you be my girl friend??". tanya Yeon-jin lagi yang sedikit kaget saat mendengar ucapan Zee tadi.


Karena Zee masih terus menangis,ia menjawabnya dengan anggukan kepala saja membuat Yeon-jin membalas pelukannya dengan sangat erat.


mereka berpelukan dengan cukup lama. perlahan Yeon mengangkat wajah Zee sambil mengusap air mata Zee.


"seriously".


"Aku juga sebenarnya sayang banget sama kamu tapi aku gak bisa apa apa karena banyak perbedaan diantara kita. . aku berusaha untuk ngilangin tapi aku gak bisa". ucap Zee kembali menangis.


"ah so sweet". ucap citra yang tiba tiba ada dibelakang mereka sambil memegang ponselnya.


mendengar suara Zee langsung melepaskan pelukannya dari Yeon dan menghapus air matanya.


"Citra kamu kerja sama sama Yeon ya". tebak Zee membuat citra hanya tersenyum kearahnya.


"Aku yang minta semuanya". ucap Yeon-jin.


"Pantesan citra bisa mengurus semuanya biasanya bang Angga yang ngurus". ucap Zee sedikit mengerucutkan bibirnya.


"ia dong kan Abang yang terbaik".


"Bang Angga. . ". Zee merebut ponsel citra dan disana terdapat Angga bersama yim yang menyaksikan semuanya.


Zee pura pura Ngambek sama kedua kakaknya itu yang sudah ikut ikutan berbohong kepadanya. ya walaupun sebenarnya ia senang.


Yeon menyuruh Zee untuk duduk dan ia mengeluarkan kotak kecil dari sakunya.


"ini apa??". tanya Zee.

__ADS_1


"Buka aja".


Zee membuka kotak kecil pemberian Yeon-jin yang berisi kalung yang sangat cantik. Ia menatap kearah Yeon dengan penasaran.


"Ini buat kamu. . sini aku pakaikan??".


Yeon memakaikan kalung itu ke leher Zee. kalung itu sangat cantik dan Zee sangat menyukainya.


kalung dengan liontin bulat didalamnya berbentuk bulan membuat Zee menatapnya sambil tersenyum manis.


"Makasih".


Zee kembali memeluk Yeon dengan bahagia dan seketika Yeon mencium kepala Zee dengan sayang.


"kenapa gue disini sendiri sih. . kan jadi obat nyamuk". celetuk citra membuat YeonZee tertawa.


"Oh ya terus kita tidur dimana kalau keadaan kamarnya kaya begini". ucap Zee menatap seluruh kamar yang dihiasi balon dan taburan bunga mawar.


"Sebenernya ini bukan tempat tidur kita". seru citra membuat Zee bingung.


"Terus dimana??". tanya Zee.


"Ayo ikut aku". ajak Yeon-jin memegang tangan Zee dengan erat.


Yeon membawa Zee keluar dari kamar itu diikuti citra. Sebelumya Yeon sudah membawa koper mereka ke villa miliknya.


Memasuki mobil dan gak lama kemudian mereka sampai di villa dekat pantai membuat pemandangan yang sangat indah.


Zee agak menjauh dari Yeon takut ada yang melihat mereka. Mereka sepakat untuk menyembunyikan hubungan mereka di media karena takut mempengaruhi karir masing masing.


"tenang aja daerah ini sangat privat tidak akan ada siapapun disini". ucap Yeon yang mengetahui ketakutan Zee saat ini.


Zee melihat ke sekeliling dan memang jarak vila ke vila lain memang agak jauh membuat privasi disana sedikit teratasi.


Mereka masuk ke dalam villa dan Yeon-jin menunjukan kamar yang akan mereka tempati. Zee dan citra akan tidur dikamar yang sama karena Zee terbiasa tidur berdua juga berpergian kemanapun.


...----------------...


...----------------...


Hai reader. . .


Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .

__ADS_1


Happy reading guys 😊. . . .


__ADS_2