
Keesokan harinya jam 13.15 siang.
Zee dan Yeonjin berangkat ke bandara dengan diantar anak buahnya yang ada di Thailand.
Tidak ada siapapun yang tahu bahwa hari ini mereka akan pergi liburan berdua. Mereka datang ke bandara juga menyamar memakai topi, masker dan tak lupa kacamata. Semua yang mereka kenakan sangat tertutup.
Kebetulan juga area bandara tidak terlihat ada para fans siapapun yang datang. Mungkin karena tidak ada schedule artis yang pergi ke luar negeri.
Bandara akan ramai pada pagi atau sore hari karena kebanyakan aktor akan berangkat pada jam segitu atau bisa saja pada malam hari.
Yeonjin memesan penerbangan pada jam 2 siang dan Swiss negara yang dia pilih untuk mengisi liburan nya selama seminggu.
14 jam perjalanan dari Thailand menuju Swiss dihabiskan dengan istirahat di dalam pesawat.
Akhirnya mereka sampai di bandar udara internasional Zurich, Swiss. Disana mereka hanya melakukan apapun berdua. Apalagi Zee yang baru pertama ke negara itu hanya bisa mengandalkan Yeonjin.
Saat di sana mereka akan tinggal di mountain hostel gimmelwald. Yeonjin memesan kamar single yang saling bersebelahan.
Sesampainya di penginapan sudah tengah malam. Zee memutuskan untuk langsung istirahat tanpa membereskan barang barang nya terlebih dahulu.
"Kalau ada apa apa telpon/ panggil aku ya jangan pergi sendiri". Ucap Yeonjin saat ingin meninggalkan kamar Zee setelah mengantarkan koper milik kekasihnya itu.
"Iya, udah sana aku ngantuk banget". Usir Zee sambil tersenyum.
"Tidur mulu kerjaannya. Gak puas tadi tidur di pesawat". Ucap Yeonjin sedikit candaan.
Mendengar itu zee mengerucutkan bibirnya kesal. Saat ini Zee ingin menghabiskan waktu untuk istirahat dulu sebelum pergi jalan jalan mengelilingi wisata di Swiss.
"Aku harus ngumpulin tenaga buat jalan jalan besok. Jadi kamu cepat keluar". Zee mendorong tubuh Yeonjin agar cepat keluar.
Setalah itu Zee menutup pintu lalu menguncinya dengan rapat.
Tanpa mengganti pakaian, Zee masuk ke dalam selimut untuk masuk ke alam mimpi.
.
.
.
.
**********
Perlahan mata Zee terbuka, tangannya meraba mencari ponsel yang ia letakan di samping tempat tidur.
Setelah menemukan ponselnya ia melihat jam masih menunjukan pukul 7 pagi. Tapi langit masih gelap.
Tentu saja Zee yang tidak tahu itu langsung kaget dan mendudukkan badannya membuka jendela kamar.
Sebelumnya memang Zee belum mencari tahu tentang negara itu sedikitpun. Biasanya saat Zee akan melakukan perjalanan ke suatu negara dia akan mencari informasi di google.
Beberapa menit Zee fokus ke ponsel mencari tahu tentang negara Swiss. Akhirnya dia paham bahwa matahari terbit di Zurich, Swiss pada pukul 8 kurang beberapa menit dan matahari tenggelam pada pukul setengah 5 lebih.
Setelah tahu, Zee tidak lagi bisa tidur ia hanya bersandar sambil menunggu matahari terbit dengan bermain ponsel melihat sosial media.
Sampai akhirnya matahari mulai terbit. Zee mengabadikan momen itu dengan cepat di ponselnya sambil tersenyum lebar. Ntah kenapa saat Zee melihat matahari terbit/ terbenam, hatinya merasa baik. Bahkan bibirnya selalu tersenyum dengan ikhlas.
Itulah alasan Zee kenapa suka dengan tempat yang terlihat matahari terbit dan tenggelam. Zee biasa menghabiskan waktu hanya menunggu momen itu semua. Apalagi saat moodnya lagi hancur, hanya melihat itu Zee akan segera membaik dan menjalankan aktivitas nya dengan lebih baik.
...Yeonjin 🖤...
|Good morning sayang
|Sayang sudah bangun??
^^^Udah, aku bangun awal mungkin karena | kebanyakan tidur dari kemarin ^^^
|Ya udah kamu siap siap gih kita cari makanan diluar jangan lupa pakai pakaian tebal.
^^^Oke. |^^^
Zee_phitsamai
__ADS_1
2836 suka
Zee_phitsamai momen dimana hati menjadi senang seperti tanpa ada beban. 🌄
Lihat semua komentar :
...---------------...
Zee tidak mandi, dia hanya berganti pakaian luaran dengan jaket yang tebal. Cuaca pagi ini sangat dingin dan Zee yang tidak kuat dingin tengah saja harus bisa berusaha untuk menghangatkan tubuhnya dengan pakaian tebal.
Ceklek
Pintu dibuka dengan perlahan oleh Yeonjin. Untung saja saat itu Zee sudah selesai berbagi pakaian dan hanya sedang memakai krim wajah.
Sebelum itu Zee memang membuka kunci pintu agar Yeonjin tidak usah mengetuk pintu lagi saat masuk.
"Udah siap?.".
"Belum sebentar lagi". Ucap Zee tanpa mengalihkan pandangan. Dia hanya fokus pada cermin tanpa menatap ke arah Yeonjin.
Yeonjin memilih restoran pension gimmelwald untuk sarapan dan akan dilanjut jalan jalan disekitar sana.
Zee tidak pernah menyangka bisa liburan ke tempat itu. Bahkan di pikirannya tidak pernah terpikirkan sama sekali.
Banyak pasangan yang Zee temui. Mungkin Zee sudah tidak asing dengan kehidupan seperti itu jadi mereka menjalaninya dengan enjoy. Walaupun dalam agamanya tidak diperbolehkan Zee hanya menghargai saja tanpa ingin ikut campur urusan mereka.
Bahkan disekitar sahabatnya juga ada. Jadi Zee maupun para sahabatnya paham dengan mereka masing masing dan hanya bisa saling menghargai tanpa ada yang dirugikan.
"Sayang kamu sudah terbiasa dengan kehidupan ini??". Tanya Yeonjin sedikit berbisik.
"Iya. Awalnya aku canggung dan sulit untuk dipikirkan. Tapi lama kelamaan aku bisa paham dan menerima mereka. Aku sudah mau 5 tahun di Thailand jadi mau gimana lagi". Ucap Zee apa adanya. Sedangkan Yeonjin hanya tersenyum mengelus kepala Zee dengan sayang.
"Aku bahagia melihat mereka bahagia. Lagian mereka sendiri yang menjalani kedepannya tanpa ada efeknya sama aku.. aku menghargai mereka karena memang semua sangat toleransi dengan agama aku yang notabennya sedikit di negara itu apalagi aku warga asing yang hanya berkerja disana". Lanjut Zee.
"Jika mau egois aku sebenarnya ingin bawa kamu ke Korea. Setelah aku mualaf banyak pikiran aku menuju ke kamu".
"Tapi Korea juga sama kan??".
"Mungkin, tapi disana privasi mereka tertutup jika itu tidak mereka sendiri yang membukanya.. jadi mungkin aku akan lebih lega jika kamu dekat sama aku terus".
"Iya juga sih". Cengir Yeonjin tanpa dosa.
"Aku mau tanya boleh??".
"Mau tanya apa sayang??". Ucap Yeonjin mengelus kepala Zee kembali.
"Jika aku memilih untuk pulang ke Indonesia gimana?? Kalau Aku gak milih tinggal di Thailand ataupun di Korea setelah pekerjaan aku selesai". Tanya Zee dengan hati hati.
"Apa pekerjaan kamu sudah selesai semua??". Bukannya menjawab Yeonjin malah bertanya balik.
"Beberapa bulan lagi aku selesai. Saat itu aku bingung. Aku ingin pulang tapi semuanya ada di Thailand". Zee menatap wajah Yeonjin menunggu jawaban dia.
"Apa saja yang membuat kamu ragu??".
"Semua nya. . Awalnya aku kerja uangnya ditabung dengan bentuk uang. Tapi lama kelamaan aku membelikan itu ke beberapa properti yang ada di Thailand. Terus aku juga memiliki 10% saham di A'entertainment".
Yeonjin menganggukkan kepala paham dengan apa yang sedang kekasihnya alami. Zee juga tidak mungkin terus bulak balik Indonesia - Thailand hanya untuk mengecek kerjaannya disana yang pasti akan memakan biaya yang tidak murah.
"Udah jangan dipikirin terus, biarkan mengalir seperti air. Nanti juga ada jalannya dengan seiring berjalannya waktu". Ucap Yeonjin.
"Tahu lah aku pusing". Ucap Zee menyerah.
Beberapa jam mereka habiskan di restoran itu. Lalu Yeonjin mengajak Zee untuk jalan jalan ke wisata yang ada disana.
Mereka menghabiskan waktu berdua selama liburan. Mungkin ini momen yang selalu Zee tunggu bersama orang yang Zee sayangi.
3 hari sudah mereka berada di Swiss, mereka berdua pergi ketempat tempat indah yang ada disana.
Banyak juga photo dan video yang Zee up di sosial media yang membuat beberapa fans ikut senang saat Zee selalu bersama Yeonjin. Apalagi bisa melihat Zee tertawa lepas.
Hari ini hari terakhir di Swiss. Besok siang mereka harus kembali ke Thailand untuk kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing masing.
Malam harinya Yeonjin mengajak Zee untuk dinner di salah satu restoran yang sangat romantis.
Yang membuat Zee kaget ternyata Yeonjin menyewa semua restoran untuk beberapa jam agar privasi mereka bisa terjaga.
__ADS_1
"Kapan kamu nyiapin ini semua??". Ucap Zee duduk setelah dipersilahkan oleh Yeonjin.
Zee menatap sekeliling restoran yang di hias dengan sangat indah dan sangat romantis.
"Aku minta orang buat siapin ini, apa kamu suka??".
"HM,, aku suka". Ucap Zee dengan senyum manis.
Mereka makan dengan tenang, lalu setelah selesai Yeonjin mengajak Zee untuk mendekat ke arah piano.
Yeonjin memainkannya dengan menyanyi kan lagu yang membuat Zee terkejut.
Dia menyanyikan lagu Indonesia. Ini pertama kali Zee mendengar Yeonjin bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia dihadapannya. Mungkin Zee hanya pernah mendengar nya lewat video yang beredar di media sosial saat dia mengadakan fan meeting.
Setelah lagu selesai tiba tiba Yeonjin bangkit memegang tangan Zee yang juga sedang duduk di kursi yang sama. Mereka saling berhadapan dengan Yeonjin memegang tangan Zee dengan lembut.
"Kamu adalah alasanku tersenyum. Kamu adalah semangatku mencapai kesuksesan. Segala yang kulakukan adalah tentang Kamu.
Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi.
Bermunajat pada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku?
Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama … itu … Kamu ,,, , , ".
"Will you marry me??". Ucap Yeonjin dengan penuh keyakinan sambil berlutut di depan Zee sambil memegang cincin.
Saat yeonjin berbicara, Zee tanpa sadar menuturkan air mata terharu mendengar kata kata yang pujaan harinya tunggu sekian lama.
Zee tidak percaya bahwa Yeonjin akan mengatakannya di sana. Apa ini tujuan dia membawa Zee berlibur hanya berdua saja, pikirnya.
Yeonjin terus menatap Zee yang masih menangis menundukkan kepala. Zee tahu bahwa Yeonjin saat ini sedang menunggu jawabannya.
"Zee, , ". Panggil Yeonjin dengan lembut.
"Yes, I Will". Jawab Zee dengan suara serak karena menangis.
Yeonjin tersenyum lalu memasangkan cincin kejari manis Zee setelah berdiri.
"Terimakasih". Ucap Yeonjin dengan bahasa Indonesia lalu memeluk Zee dengan erat.
Zee kembali menangis di pelukan Yeonjin sampai tidak bisa diberhentikan. Bahkan saat yeonjin ingin melepaskannya, Zee menolak dengan keras.
"Baiklah". Seru Yeonjin duduk masih dengan memeluk Zee dengan erat. Jadilah mereka saling berpelukan dengan posisi Zee di pangkuan Yeonjin.
Tangis terharu yang Zee alami tidak kian mereda tanpa ada suara yang keluar dari mulut Zee.
Yeonjin dengan sabar mengelus punggung zee untuk menenangkan.
Sampai gak lama Zee melepas pelukan itu dengan mata dan wajah yang memerah.
Yeonjin yang melihat itu tersenyum lalu menghapus sisa air mata di pipi Zee dengan lembut.
"Aku tunggu kamu menghadap kedua orang tua aku". Ucap Zee dengan kedua tangan Yeonjin yang masih ada pipi Zee.
"Baiklah, kapan kamu akan pulang ke Indonesia??".
"Tahun depan setelah pekerjaan aku selesai aku bakal pulang". Balas Zee.
"Hari itu juga aku ikut sama kamu".
"Pekerjaan kamu gimana??". Ucap Zee yang suasananya mulai tenang.
"Aku sudah tidak lagi di dunia entertainment,, saat ini aku hanya fokus pada perusahaan bersama Evan".
"Kamu yakin??". Zee kaget mendengar ucapan Yeonjin. Dia tidak menyangka bahwa Yeonjin akan keluar dari bidang itu, dimana itu adalah impian Yeonjin dari kecil.
"Hmm, , aku yakin, setelah kuliah aku memutuskan untuk fokus ke dunia bisnis dan pasti suatu saat aku akan meninggalkan entertainment. . Hari ini lah waktunya".
Zee tersenyum menatap ke arah Yeonjin, mungkin inilah keputusan mereka berdua bahwa akan keluar dari entertainment dan menjalankan kehidupan baru bersama.
Entertainment adalah tempat mereka bertemu dan lebih dekat sampai seperti sekarang.
...----------------...
...TBC...
__ADS_1
...Happy Reading,,, Babay!!!!!...