
Diperjalanan menuju apartemen tidak ada pembicaraan apapun, suasana sangat hening.
Sampai di apartemen Zee langsung masuk setelah Alex berpamitan untuk pulang.
Dia langsung membersihkan make up untuk segera istirahat. Tapi sebelum tidur, Zee melihat jadwal schedule yang ada di iPad.
Besok tidak ada jadwal apapun membuat Zee ingin banyak istirahat dan ingin seharian berada di apartemen.
********
Seperti apa yang diinginkan Zee. Keesokan harinya Zee hanya menghabiskan waktu untuk rebahan menonton film.
Citra juga menghabiskan waktu dikamar ntah apa yang dilakukan.
Tapi siang harinya saat Zee asik menonton televisi tiba tiba Evan telpon dan meminta zee untuk datang ke perusahaan.
Zee ingin menolak tapi tidak enak jika Evan terus memohon. Kalau Evan tidak sibuk mungkin dia akan datang ke apartemen untuk menemui Zee.
Setelah bersiap siap Zee pergi menemui citra di kamarnya. "Cit mau ikut gak aku mau ketemu Evan". Ucap Zee memasuki kamar.
"Nggak aku dirumah aja lagi banyak kerjaan yang dikirim jenie".
"Baiklah kalau mau titip sesuatu telpon aja".
"Ok".
Zee pergi sendiri ke perusahaan Evan hanya menggunakan Hoodie dan celana jins. Perusahaan itu sebenarnya bukan milik Evan tapi milik Yeonjin tapi untuk saat ini Yeonjin mempercayakan semuanya kepada Evan untuk diurus sebelum ia bener benar keluar dari dunia entertainment dan fokus pada bisnis.
Dia pergi mengemudi sendiri dengan baik. Sesampainya di perusahaan Evan, dia langsung masuk karena bisa dibilang Zee selalu datang ke sana dengan alasan pekerjaan. Dan para karyawannya juga sudah mendapatkan perintah sendiri dari Evan agar bisa masuk ke ruangannya langsung.
Tok,, tok,, tok.
"Masuk".
Zee masuk ke ruangan Evan setelah mendapatkan perintah. Ia langsung melihat Evan sedang sibuk dengan banyak dokumen di atas meja. Lalu Zee duduk di kursi yang berhadapan dengan Evan.
"Ada apa??".
Setelah mengetikan sesuatu, Evan menunjukan sesuatu di dalam laptopnya ke hadapan Zee.
Ada video rekaman cctv di ruang ganti yang memperlihatkan Zee sedang ada masalah dengan seseorang.
"Bisa eonni jelaskan sama Evan ada masalah apa??". Tanya Evan menatap ke arah Zee.
Melihat itu Zee sedikit kaget. Ia lupa akan cctv yang ada di ruang ganti, sebelum memasuki ruang ganti itu salah satu kru memperingatkan Zee tantang adanya cctv karena takut Zee berganti pakaian di sana.
"Oh iya lupa kalau ada cctv disana". Gumam Zee pelan.
"Eonni".
"Eonni juga tidak tahu dia siapa.. wanita itu datang langsung menyiram eonni dengan minuman". Jawab Zee tapi tidak membuat Evan puas.
"Kenapa eonni gak melawan".
"Eonni gak mau ada masalah.. mungkin ini hanya salah paham".
Zee berusaha menutupi apa yang terjadi. Ia tidak mau Evan tau apa yang diucapkan wanita itu kepada Zee yang berkaitan dengan Hyung nya.
"Terus eonni kenapa jarang bertemu dengan Yeonjin Hyung??". Tanya Evan mengganti topik pembicaraan.
"Karena kita sama sama sibuk jadi eonni gak bisa sering sering ketemu dia*.
"Tapi kenapa??".
"Ntahlah.. jika gak ada lagi pembahasan Zee ingin langsung pulang". Ujar Zee.
__ADS_1
"Satu lagi.. evan mau minta eonni buat jadi model utama di Y-ZEE, toh itu juga Hyung buat khusus untuk eonni" pinta Evan.
"Kemarin eonni hanya menggantikan model yang sakit tapi untuk penawaran yang ini eonni gak bisa terima karena pekerjaan eonni sangat padat van". Kata Zee apa adanya.
Walaupun Zee tidak mengambil job series tapi iklan dan menjadi model sudah menyibukkan dirinya. Apalagi sekarang banyak job iklan yang memadati setiap hari. Belum lagi event dan acara fashion show yang harus Zee hadiri di berbagai negara.
Minggu depan Zee akan pergi ke Shanghai untuk pemotretan dan syuting iklan. Zee juga akan mengadakan fanmeeting di waktu ulang tahun nya nanti di 8-10 negara.
Ini dilakukan Zee atas permintaan Angga mungkin sebelum Zee memutuskan hengkang dari dunia entertainment.
Zee ada pemikiran seperti itu karena dia tidak mau selamanya bekerja di dunia hiburan dan akan fokus pada pekerjaan di agensi membantu Angga.
Saham Zee di agensi Angga memiliki 15%. Peringkat kedua dari Angga yang memiliki 35% saham di Z'A entertainment.
Nama itu dipilih oleh Angga sendiri dengan persetujuan para pemegang saham saat mendirikan kantor. Z'A entertainment juga sudah bekerja sama dengan agensi ***tv yang mengangkat nama Zee jauh lebih tinggi dari sebelumnya.
"Sampai kapan??". Tanya Evan lesu.
Zee hanya mengangkat bahunya tidak tahu. Sebenernya Zee tidak enak hati menolak permintaan Evan tapi ia juga tidak bisa berbuat apa apa. Apalagi dengan masalah dirinya dengan Yeonjin tidak mau membuat pekerjaan nya terhambat suatu hari nanti.
"Setelah ini eonni mau pergi kemana?? Mau langsung pulang ke apartemen??". Tanya Evan.
"Mungkin langsung pulang.. hari ini eonni gak ada schedule apapun". Balas Zee.
"Ya udah kita makan siang diluar aja yuk bareng Evan.. kapan lagi eonni jalan sama Evan keluar siapa tahu jadi tranding topik". Ucap Evan sambil tersenyum.
Zee membalas senyuman itu sambil geleng-geleng kepala. Ia heran dengan Evan yang ingin selalu tranding jika bersama Zee. Saat menghadiri event kemarin dia sangat senang bisa berdampingan dengan Zee walaupun bukan dijadikan pasangan.
"Kenapa sekarang kamu mau tersorot kamera biasanya nggak mau dan milih menjauh". Selidik Zee menatap sipit ke arah Evan yang memikirkan sesuatu.
"Karena itu eonni bukan orang lain". Cengir Evan membuat Zee pasrah.
"Ah ok sekarang kita berangkat. Eonni lapar".
"Kenapa kamu tinggi banget sih". Seru Zee memukul tangan Evan.
"Bukan Evan yang tinggi gak eonni yang pendek". Jawab Evan dengan tawa kecil.
"Hanya tempatnya yang salah". Gumam Zee menerima keadaan sambil cemberut.
Mereka pergi menggunakan mobil Evan sedangkan untuk mobil Zee akan langsung diantar ke apartemen oleh anak buah Evan.
"Mau makan apa??". Tanya Evan dengan tatapan fokus ke depan.
"Terserah, eonni ikut aja".
Evan membawa Zee ke restoran Korea halal yang baru ia kunjungi beberapa hari yang lalu saat meeting. Dia tahu Zee sangat menyukai kuliner tapi terhambat dengan kehalalannya.
Evan memilih meja yang paling pojok. Meja itu tidak terlihat dari luar dan sekitaran restoran.
"Saya pesan bibimbap dan Jajangmyeon".
"Doenjang jigae dan bulgogi ". Sambung Evan.
"Untuk minumnya??". Tanya pelayan.
"2 Coca cola". Jawab Zee.
"Terima kasih, mohon ditunggu sebentar". Pelayan itu pergi.
Evan dan Zee berbincang bincang sambil sedikit tertawa. Ada beberapa pengunjung yang menghampiri untuk meminta photo.
Karena Zee tidak ada larangan apapun tangan photo dan memberikan tanda tangan jadi Zee menyambutnya dengan ramah.
Lama kelamaan menjadi banyak dan membuat Zee sedikit risih dengan menjadi pusat perhatian yang pastinya akan menambah orang yang datang.
__ADS_1
Melihat ketidak nyamanan Zee, membuat Evan meminta pelayan memesankan ruang privat yang ada di restoran itu. Jadi Evan membawa Zee pindah ke ruangan yang tertutup.
Manajer restoran juga meminta maaf akan ketidak nyamanan Zee saat disana. Setelah makanan siap mereka makan dengan tenang dan tentunya dengan Evan yang banyak jahil pada Zee.
RRRRRRRRRRRRRR
"Siapa??". Tanya Evan mendengar ponsel Zee berdering.
Zee memperlihatkan layar ponsel tertera nama citra karena ia harus minum sebelum berbicara.
"Apa cit??".
["Kamu dimana kok lama??".tanya citra dari sebrang telpon. ]
"Aku lagi makan siang sama Evan,, sebentar lagi pulang apa ada masalah??".
["Angga kirimin schedule minggu ini dan sangat padat apa kamu yakin. . Jadi aku telpon untuk meminta kamu cepat pulang.. Angga juga meminta secepatnya dikonfirmasi jika ada perubahan". Kata citra panjang lebar.]
"Baiklah aku pulang secepatnya".
["Hm~ bulgogi dan Jajangmyeon". Celetuk citra menyebutkan menu makanan. ]
"Apaan".
["Tch,, gue belum makan dari pagi". Keluh citra. ]
"Itu sih masalah Lo".
Zee langsung mematikan telpon citra tanpa memikirkan omelan yang akan citra keluarkan.
Walaupun berkata seperti itu, tapi Zee tetap membelikan makanan yang citra sebutkan tadi.
Evan mengantar Zee pulang ke apartemen setelah pesanan datang. Awalnya Evan ingin langsung pulang tapi dia memutuskan untuk masuk terlebih dahulu sekedar bermain.
Dia juga meminta sekertaris nya menghandle semua pekerjaan agar iya bisa terus bersama eonni nya.
"Citra makanan datang". Teriak Zee memasuki ruangan.
Cklek, ,
Pintu terbuka dengan cepat memperlihatkan citra yang berlari ke arah dirinya. Bahkan dia menghiraukan keberadaan Evan yang ada disamping Zee.
Citra hanya mengambil makanan yang ada ditangan Zee dengan cepat. Lalu duduk di sopa untuk segera makan.
"Van duduk aja,, hiraukan aja". Seru Zee kepada Evan.
Zee pergi ke kamar mengambil iPad untuk mengecek schedule yang dikatakan citra tadi ditelpon. Lalu kembali duduk di sopa yang ada disamping Evan.
Evan juga melihat ke arah iPad yang membuatnya tercengang melihat dapat schedule Zee untuk minggu minggu selanjutnya.
"Eonni bener itu schedule eonni semua??". Tanya Evan kaget.
"Iya ini schedule buat Minggu depan". Jawab Zee fokus menatap layar.
"Di Korea beberapa job, lalu Shanghai, Thailand dan lanjut ke Singapura". Ucap Evan membaca tulisan yang tertera di sana.
Zee menatap ke arah Evan yang terus melihat ke arah iPad.
"Eonni gak ada istirahat nya,, kenapa eonni bekerja sesibuk ini sih". Lanjut Evan khawatir dengan kesehatan Zee yang sangat padat ini. Sebelumnya ia tidak tahu akan schedule Zee waktu di Thailand tapi sekarang dia bisa menebaknya sendiri.
Beberapa kali saat di apartemen hyungnya Evan sering melihat Zee meminum vitamin dengan rutin. Itulah alasannya Zee selalu menjaga tubuhnya agar tetap pit. Zee juga selalu suntik vitamin saat ada di Thailand dalam sebulan 2 kali.
...------------...
...Happy Reading., ...
__ADS_1