Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Jalan jalan pagi


__ADS_3

Pagi pagi buta, matahari belum keluar Zee sudah bangun. Ia melihat jam menunjukan pukul 4.15. masih menundukkan dirinya di atas tempat tidur, ia mendengar suara pintu dibuka.


Zee capat cepat keluar kamar dan benar saja, Zee melihat Yeonjin keluar dengan wajah baru bangun tidur.


"Pagi,, mau ke kamar mandi??". Tanya Zee.


"Hm, , sebentar lagi shalat subuh aku ingin ke masjid kayanya dekat dari rumah kamu by". Ucap Yeonjin dengan suara serak.


Yeonjin mendengar suara orang mengaji jadi dia terbangun. Padahal alarm belum berdering.


"Ya udah kita berangkat sama sama. Aku siap siap dulu". Ucap Zee lalu berjalan masuk kembali ke kamar tapi sebelum itu ia tiba tiba menengok ke belakang lagi. "Pakai kamar mandi aku aja kayanya dibawah ada ibu".


Yeonjin mengangguk lalu masuk ke kamar Zee. Kamarnya senagaja tidak ditutup. Setelah Zee selesai barulah Yeonjin yang masuk ke dalam kamar mandi.


Mereka bersiap siap untuk pergi ke masjid menunaikan ibadah shalat subuh. Saat mereka berdua turun, mereka berpapasan dengan ibu Zee yang juga ingin pergi ke masjid. Jadi mereka berangkat bersama sama.


Ibu Zee tidak menanyakan Evan karena dia tahu Evan bukanlah mualaf seperti Yeonjin. Ibu Zee juga tahu bahwa Evan hanyalah adik angkat Yeonjin saat kuliah dulu. Tapi siapapun yang melihatnya pasti akan mengira Evan itu adik kandung Yeonjin karena sifat nya sama walaupun wajah mereka berbeda.


.


Pulang dari masjid, mereka dikagetkan dengan Evan yang duduk di depan tv dengan wajah yang cemberut. Hal itu membuat Zee dan Yeonjin heran dengan Evan saat ini.


"Evan kenapa??". Bisik Zee pelan menyenggol Yeonjin.


Mereka pulang dari masjid hanya berdua, sedangkan ibu Zee ada beberapa hal yang harus dibicarakan dengan ibu ibu yang lain. Makanya Zee pamit pulang duluan.


Beberapa orang juga menanyakan laki laki yang datang bersama Zee karena saat itu Yeonjin menghampiri Zee dibelakang saat ingin pulang.


Apalagi wajah Yeonjin yang bule membuat mereka penasaran. Setiap Zee datang pasti membawa orang luar dengan orang yang berbeda beda.


"Kenapa dengan wajah kamu??". Tanya Yeonjin.


"Eonni sama Hyung habis dari mana kenapa Evan ditinggal sendiri". Ucap Evan cemberut.


"Ck kirain ada apa". Celetuk Yeonjin naik menuju kamarnya yang ada dilantai 2.


"Eonni". Rengek Evan seperti anak kecil memeluk pinggang Zee.


"Udah sekarang kamu siap siap mau ikut eonni jalan jalan gak". Ajak Zee sambil mengelus kepala Evan dengan lembut.


"Mau Evan udah siap yuk". Dengan ceria Evan bangun. Wajahnya yang kesal seketika hilang dalam sekejap.


"Ganti baju masa iya pakai piyama doang jalan keluar, bisa bisa kamu digondol tante tante". Ucap Zee sembari tersenyum.


"Aish eonni emang disini banyak tante nakal??". Tanya Evan dengan polos membuat Zee menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Udah siap siap aja sana". Zee pergi meninggalkan Evan sendirian.


Dia berlari ke kamar untuk mengganti pakaian membuat Yeonjin yang ada didalam kamar keheranan dengan kelakuan Evan yang jauh dari pemikirannya. Usia boleh 22 tahun tapi sifat dan sikapnya masih kaya bayi yang berumur 2 tahun.


Matahari yang mulai muncul dari sebelah timur membuat embun sedikit menghilang tapi udaranya sedikit dingin.


Zee keluar dari kamar memakai Hoodie satu set dengan celananya tak lupa membawa sandal. Saat ini ia malas untuk memakai sepatu toh ia hanya jalan jalan saja bukan joging.


Sama halnya dengan Yeonjin dan evan yang keluar dengan pakaian hangat. Zee tersenyum melihat Evan yang memakai jaket yang tebal. Ia tidak tahu bahwa anak itu membawa jaket setebal itu ke Jakarta.


"Hufh, , kamu bawa jaket itu buat apa emangnya disini emangnya ada musim salju". Ucap Zee dengan tertawa. Evan yang mendengar itu hanya diam kebingungan kenapa eonninya mentertawakan dia seperti itu.


"Aku juga gak tahu, semua yang dia bawa baju banyak benget". Ucap Yeonjin.


Saat berangkat dari Thailand Zee emang tidak mengecek barang bawa Evan karena udah rapih di dalam koper semua.


"Dan eonni saranin kamu pakai hoodie aja sana ganti". Usul Zee.


"Gak mau Evan pakai ini aja ayok". Ucap Evan dengan keras kepala berlari kecil menuruni anak tangga meninggalkan Yeonjin dan Zee dibelakang.


"Biarin aja yuk". Menggandeng tangan sang kekasih.


Zee akhirnya pasrah dengan kelakuan Evan. Mereka jalan jalan sambil mencari jajanan karena di kampung Zee memang banyak orang yang jualan di pagi hari.


"Ow Zee ada dirumah?? Kapan datang??". Tanya seorang wanita paruh baya yang berpapasan dengan Zee.


"Semalam Bu". Jawab Zee dengan ramah.


"Emmm,, ini siapa? Baru lihat lagi".


"Eonni ini apa Evan pengen coba". Kata Evan mengalihkan perhatian semua orang yang sedang berbelanja. Zee tidak tahu pikiran mereka tentang Evan saat itu. Mereka tak kaget dengan Evan yang berbicara menggunakan bahasa Inggris karena wajah bulenya.


"Iya pilih aja nanti kasih tahu eonni". Ucap Zee dengan bahasa Inggris kepada Evan. "Maaf Bu, mereka tidak bisa bahasa Indonesia". Lanjut Zee kepada beberapa orang yang mengajak Evan berbicara tapi tidak ada yang dijawab.


"Ah iya Zee tak apa, ibu juga gak bisa bahasa Inggris".


"Ini Yeonjin dan itu Evan, temen Zee dari Korea". Ucap Zee memperkenalkan kedua pemuda itu. Tentu saja warga disana tidak mengetahui Yeonjin karena mereka bukanlah orang yang suka menonton Korea. Padahal kekasihnya itu terkenal tapi berasa bukan apa apa saat datang ke kampung halaman Zee.


Memang jarang yang suka Korea di daerah Zee, anak muda juga tidak semua dan hanya jarang yang tahu.


Saat Zee asik berbincang, Zee melihat Evan yang asik memilih milih makanan. Jangan tanya Yeonjin dia terus saja ada disamping Zee tanpa ingin meninggalkan nya sebentar saja.


"Maaf Bu Zee permisi dulu".


"Iya Zee kapan kapan main ke rumah ya,, apa kamu akan lama disini??".

__ADS_1


"Belum tahu Bu, kalau pekerjaan Zee bisa ditinggal lama mungkin iya".


Zee tersenyum lalu berjalan mendekati Evan dengan diikuti Yeonjin. Ia melihat Evan ingin membayar dengan mengeluarkan uang 1000 won.


"Ini bukan Korea, gak bakal bisa bayar pakai itu". Ucap Zee sedikit memukul tangan evan.


"Evan lupa tuker uang". Cengir Evan menatap ke arah Zee.


"Berapa semuanya Bu??". Tanya Zee kepada penjual.


"Semuanya 35 ribu".


Zee mengeluarkan uang 50 ribu dan memberikannya kepada ibu itu lalu ia menatap ke arah Yeonjin yang hanya diam saja. "Yeon mau apa??".


"Apa aja deh by, aku gak tahu". Ucap Yeonjin kebingungan menatap jajanan yang ada di atas meja.


Akhirnya Zee membuka beberapa makanan ringan untuk mereka dirumah nanti. Lalu melanjutkan perjalanan nya menuju ke tempat menjual bubur ayam. Saat ini Zee ingin membeli itu sekalian karena jaraknya sudah dekat.


Di setiap perjalanan Evan hanya asik makan jajanan yang ia beli tadi. Kemungkinan makanan itu akan habis sebelum sampai di rumah. Yeonjin yang ingin membantu membawakan plastiknya pun ditolak dengan alasan takut makanan itu dimakan Yeonjin.


Sampai mereka di penjual bubur, Evan yang berjalan tidak melihat ke arah jalan hanya asik makan pun tidak menghentikan langkah kakinya sampai Yeonjin yang ada dibelakang menarik jaket yang Evan pakai.


"Udah sampe, makanya jangan makan terus". Ucap Yeonjin.


Tidak ada respon apapun dari Evan, dia hanya asik makan, makan dan makan.


"Evan makan jangan sambil berdiri, duduk disana??". Ucap Zee yang langsung dituruti oleh Evan. "Mang bubur nya 3 yang besar sama 5 bubur kacang ijo".


"Iya neng, lengkap??".


"Yang satu jangan pake kedelai". Lanjutnya. Zee lupa kalau Evan alergi dengan kacang kedelai.


Pandangan Zee menatap ke arah Yeonjin dan Evan yang duduk bersebelahan. Kalau Evan sibuk makan, Yeonjin sibuk bermain handphone.


Setelah pesanan jadi, mereka pulang ke rumah dengan banyak kantong plastik berisi makanan yang mereka beli.


Yeonjin yang iseng pun tidak luput menjahili Evan dengan mengambil makannya yang membuat perjalanan pulang mereka sangat ramai.


Gak sedikit orang menatap mereka dengan tatapan berbeda. Ntah apa pemikiran mereka tentang Zee yang selalu pulang membawa teman teman bule.


Yang membuat heboh di kampung halamannya saat teman cewek Thailand nya datang ke sana. Salah satu temannya hanya memakai crop top dan rok mini saat pergi ke rumah Zee dari penginapan.


Hal itu pun tidak menjadi banyak perbincangan di belakang. Tapi saat di depan mereka terlihat baik baik saja terhadap Zee dan teman temannya.


To be continued, , ,

__ADS_1


__ADS_2