
Yim menatap kearah adiknya yang tidak bersemangat. Dia juga heran kenapa Zee sudah mengenakan kacamata didalam rumah.
Dengan pemasaran Yim mengambil kacamata yang dipakai Zee dan melihat matanya yang sembab. "Kamu manis semalaman??". Tanya Yim dengan tegas.
Zee hanya diam sambil menundukkan kepala. Ia belum mau bercerita yang pasti membuat hati nya sakit.
RRRRRRRRRRRRRR
Ponsel citra berdering yang membuat citra mengerutkan kening padahal ini masih pagi dan masih lama dengan jadwal pemotretan.
"Selamat pagi Khun". Sapa citra.
["Pagi,, maaf sebelumnya kami pihak produksi ingin memberitahukan bahwa pemotretan hari ini ditunda karena ada masalah teknis yang berat.. apa bisa diberitahukan schedule kosong nong Zee saat di Shanghai?? Sebelumnya kami minta maaf". Ucap kru dari sebrang telpon. ]
"Apa semuanya sudah disampaikan kepada atasan??". Citra mengambil iPad melihat schedule yang kosong Minggu ini.
[" Presdir membiarkan pihak n'zee mengambil keputusan dan dari pihak kami akan memberikan pinalti atas semua ini karena ini kesalahan dari kami". ].
"Hm~ besok hanya ada jadwal iklan tidak ada lagi, bisa di satukan tapi saya harus konfirmasi dulu kepada Zee terlebih dahulu". Jawab citra.
["Besok?? Baiklah nona itu bisa diatur asal n'zee tidak mempermasalahkan nya". ]
"Tunggu sebentar Khun". Pinta citra menekan sesuatu.
"Zee gimana?? Jadwal hari ini akan disatukan dengan jadwal besok apa tidak masalah". Ucap citra kepada Zee yang menundukkan kepala.
"Tidak masalah". Jawab Zee dengan suara serak.
Mendapat persetujuan dari Zee membuat citra melanjutkan berbicara dengan kru produksi. "Khun,n'zee setuju jadi pemotretan hari ini diganti menjadi siang hari/setelah syuting iklan selesai". Pekik citra menjelaskan.
["Terimakasih nona citra.. sekali lagi sampaikan kepada n'zee kami benar benar minta maaf atas ketidak nyamanan nya dalam projects kali ini". Ucap kru merasa bersalah dan terus meminta maaf. ]
"Tidak masalah Khun kami paham".
[" Baiklah nona selamat pagi". ]
"Selamat pagi".
Selesai citra menerima telpon membuat Zee bangun dari tempat duduk. Lalu pergi meninggalkan ruang makan menuju ke kamar.
Dikamar ia mengunci pintu dan kembali menangis. Saat dibawah Zee sudah sekuat tenaga menahan tangisan itu dihadapan Yim.
Iya tidak mau Yim ikut sedih dan khawatir. Dia tahu seberapa sayangnya Yim kepada dirinya.
Tok,,, tok ,,, tok,
"Zee kamu kenapa cerita sama Gege jangan seperti ini". Teriak Yim terus mengetuk pintu kamar Zee.
Tapi dari dalam tidak ada suara. Yim dan citra tidak mendengar apapun karena kamar Zee kedap suara.
"Citra sekarang Lo ceritain semuanya ke gue jangan ada yang ditutup tutupin". Ucap Yim kepada citra.
Sekarang ini citra sungguh bingung disatu sisi ia ingin cerita tapi di sisi lain dia juga ingin Zee yang cerita sendiri.
Gak lama kemudian Zee memutuskan untuk membuka pintu setelah menghapus air mata nya asal.
Yim yang melihat pintu dibuka membuatnya segera masuk dan memeluk Zee adik kesayangannya. Dia terus menenangkan Zee di pelukannya sambil mengelus punggung zee dengan lembut.
Hal itu membuat Zee kembali menangis dengan pilu. Yim tidak bersuara karena ia merasakan kesakitan dari tangisan yang Zee keluarkan.
__ADS_1
Citra yang ada disana hanya bisa diam memandang kakak beradik itu dengan terharu. Tanpa permisi air matanya juga ikut menangis dan ikut merasakan kesakitan apa yang Zee alami.
("Yeonjin kenapa Lo ngelakuin ini semua.. jika ada alasannya gue harap Lo bisa jelasin. Gue tahu Zee bakal menerima apapun yang Lo jelasin daripada menghilang tanpa jejak seperti ini". Batin citra pilu. )
Zee yang memeluk Yim tidak kuat menahan dirinya dan kakinya juga mulai lemas. Seketika ia merosot di dalam pelukan. Tapi Yim dengan segera menggendong Zee ke tempat tidur untuk direbahkan.
"Zee kamu kenapa??". Teriak citra panik.
Saat ini Zee pingsan dan saat Yim memegang keningnya ternyata dia demam. Tanpa basa basi Yim memanggil dokter pribadinya untuk segera kerumah. Sedangkan citra mengambil air untuk mengelap tubuh Zee yang berkeringat.
"Zee kenapa kamu seperti ini,, cit sepertinya Zee banyak pikiran dan jadwal yang padat membuat dia drop". Seru Yim terus memegang tangan Zee.
"Setelah kejadian itu Zee memutuskan untuk kembali bekerja. Padahal 3 bulan sebelumnya dia berusaha untuk mengurangi dan berniat untuk Hiatus". Kata citra sedikit menjelaskan.
"Hiatus??".
"Iya, dia ingin bekerja membantu Angga saja tanpa berkarir jadi artis lagi".
Yim diam dengan sedikit penjelasan dari citra. Dia tidak tahu apa rencana Zee untuk kedepannya karena tidak ada cerita sedikitpun kepadanya. Yim hanya tahu Zee yang ceria dan selalu menghibur semua orang.
Kepala Yim diletakan di tempat tidur dengan memegang erat tangan Zee.
Tok tok tok.
Pintu diketuk membuat citra membukanya dan terlihat dokter berdiri disana.
Dengan segera citra membiarkan dokter itu masuk segera memeriksa keadaan Zee. Yim yang ada disana bergeser memberikan tempat untuk dokter memeriksa.
Semua orang yang ada di dalam kamar melihat zee dipasangkan infus yang membuat Yim kaget.
"Gimana keadaan adik saya dok??".
Dokter itu menulis resep dan memberikan kepada Yim untuk di tebus. Dokter itu segera pamit pergi dan siang nanti akan kembali untuk mengecek kembali keadaan Zee.
Yim mengantarkan dokter sambil dia akan pergi ke apotek menembus resep buat Zee. Citra yang ada di kamar terus menemani Zee takutnya dia sadar tidak ada siapa siapa disana.
Gak lama kemudian ada seseorang yang bergerak di rumah Yim yang keras membuat citra kaget. Saat ini kedap suara yang ada di kamar Zee di non aktifkan. Suara itu berasal dari lantai 2.
Takut mengganggu Zee yang sedang sakit dengan cepat citra melihat siapa yang membuat gaduh itu. Saat dilihat ternyata Alex yang berteriak berjalan mondar mandir di lantai 2.
"Lex ada apa jangan teriak kaya gitu emang ini hutan". Pekik citra marah dengan kelakuan Alex saat ini.
"Gue tau.. lagian rumah kenapa sepi banget sih". Seru Alex duduk di sopa yang ada disana.
"....". Citra mengapa Alex dengan jengah.
"Oh ya gue gak ke lokasi ternyata Zee gak ada job hari ini makanya gue kesini dan mau ngajak dia jalan jalan". Lanjut Alex.
"Tch,, zee-".
"Ngapain Lo di sini". Yim memotong ucapan citra saat melihat keberadaan Alex.
"Mau ajak Zee jalan". Kata Alex enteng.
Yim pergi meninggalkan Alex dengan diikuti citra menuju kamar Zee. Alex yang di tinggalkan sendiri tentu saja mengikuti mereka daripada diam tanpa ada jawaban.
Saat mereka masuk ke satu ringan yang sama membuatnya bingung. Lalu pas masuk Alex dikagetkan dengan Zee yang terbaring di tempat tidur dengan terpasang infus.
"Zee kenapa??". Teriak Alex.
__ADS_1
Plak, ,.,
"Shitttt,,!!! Berisik". Pekik Yim dengan suara pelan kepada Alex dan memukul kepalanya dengan keras.
Alex mengangkat kedua tangan meminta maaf dengan apa yang dia lakukan barusan. "Zee kenapa??". Bisik Alex kepada citra. Dia tidak berani mendekati Yim yang sedang mode on.
"Kelelahan dan banyak pikiran makanya dia drop". Jelas citra.
Mereka bertiga melihat ke arah Zee yang sedang berbaring di tempat tidur dengan wajah pucat.
Pagi tadi tidak terlihat pucat saat di meja makan karena Zee memang sengaja menutupi nya menggunakan make up. Tapi saat citra membersihkan muka Zee langsung terlihat jelas.
Alex duduk di samping tempat tidur terus melihat ke arah Zee dan citra duduk di kursi yang ada di kamar sedangkan Yim berdiri tak jauh dari tempat tidur .
Perlahan tangan zee bergerak dengan disusul bagian mata yang ingin dibuka. "Zee ada yang sakit??". Tanya Alex pelan.
Zee menggelengkan kepala. Lalu menatap ke arah Yim yang ada disana dengan lanjut menatap ke infus yang tergantung di samping tempat tidur.
Mata Zee kembali ditutup membuat semua orang khawatir. Dengan cepat Zee memberikan jawaban bahwa dirinya baik baik saja.
Yim mengecek kondisi Zee dan ternyata demamnya mulai turun. Ia juga pergi ke dapur untuk membuat bubur.
Gak lama kemudian Yim kembali membawa bubur untuk Zee makan sebelum minum obat. Saat kembali Zee sudah bersandar di tempat tidur.
"Makan dulu lalu minum obat biar Zeze cepat sembuh". Kata Yim duduk di samping tempat tidur menghadap ke arah Zee.
"Makasih Gege". Ucap Zee pelan.
Yim menyuapi bubur perlahan. Hanya 3 suap Zee menolak makan, lalu Yim memberikan obat yang harus diminum.
"Zeze istirahat lagi". Pinta Yim membantu Zee berbaring kembali.
Tidak mau mengganggu adiknya istirahat, Yim menyeret Alex untuk keluar dan membiarkan citra untuk menjaganya dikamar.
......
"Kenapa Lo tarik tarik gue??". Pekik Alex kesal.
"Mendingan lo pulang jangan ganggu Zee untuk sekarang". Kata Yim menatap Alex tajam.
"Gue mau disini mau nemenin Zee". Kekeh Alex dengan wajah songong.
"Lo pulang dengan baik baik apa dengan cara paksaan". Ancam Yim.
Melihat wajah Yim yang menakutkan membuat Alex memilih untuk pulang dan akan kembali lagi nanti siang.
Sepeninggalan Alex, Yim pergi ke kamarnya untuk mencari informasi tertentu dengan Zee. Ia juga tidak tahu harus berbuat apa karena jujur Yim tidak tau masalah nya saat ini.
Saat Yim menelpon Yeonjin tidak ada balasan apapun, bahkan ponselnya mati.
"Akhhhhh".
Yim sangat sangatlah kesal dengan apa yang terjadi sekarang. Dia sungguh tidak ingin melihat adiknya seperti ini.
("Kalau ada apa apa karena Lo gue pastiin bakal bawa Zee jauh dari hidup Lo". Batin Yim dengan tangan mengepal dengan erat. )
Mata Yim saat ini sudah memerah dan ingin menangis.
...-------------...
__ADS_1
...Happy Reading.,...