Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Hari terakhir di kampung halaman


__ADS_3

Beres di meja makan Zee pergi ke kamar untuk membangunkan pada sahabatnya.


Ceklek, , , ,


Perlahan zee membuka pintu dan beberapa orang sudah terbangun tetapi belum ada yang bangkit dari tempat tidur.


"Makan yuk??". Ajak Zee.


Saat menatap ke arah phi sea yang ada di pojok tempat tidur sedang makan cemilan membuat Zee membulatkan matanya.


"Aaaaaa,,, phi sea,,". Teriak Zee menghampirinya.


Zee sangat tidak mau jika ada yang makan di atas tempat tidurnya yang akan menjadi kotor.


Phi sea yang sedang memakan cemilan hanya tersenyum tanpa dosa menatap Zee. Sedangkan phi Jimmy yang masih tertidur di pangkuannya pun ikut terbangun akibat teriakan Zee.


Dengan menatap antara Zee dan pacarnya itu dengan mata kantuk membuat jimmy ikut membulatkan matanya menatap tangan sang pacar dengan memegang cemilan.


"Udah udah nanti kita bersihkan,, gue lapar banget mending kita makan". Cegah phi Neo memegang pinggang Zee membawanya keluar kamar.


Yang lain mengikutinya dari belakang, bahkan phi sea yang doyan makan membawa beberapa cemilan ke bawah padahal di bawah juga dia akan makan.


"Ck,,ck,,ck emang raja makan,, mau makan juga bawa cemilan". Ledek love menatap phi sea.


Pltak.....


Simpan dulu cemilannya buat nanti,, kalau habis meja nangis dah Lo nanti". Sambung phi white setelah memukul pelan kepala phi sea.


Tanpa membalas ucapan mereka berdua, phi sea hanya menatap ke arah phi Jimmy dengan wajah sedih meminta bantuan.


"Udah letakkan dulu,, kita makan sama sama dibawah". Seru phi Jimmy mengelus kepala phi sea dengan lembut yang tentunya langsung diangguki oleh phi sea.


"Sama suaminya aja nurut Lo". Cibir love.


Ada untungnya juga para sahabatnya itu berbicara memakai bahasa Thai yang tidak akan dimengerti orang sana. Jika tidak Zee akan pusing sendiri karena pembicaraan mereka mengarah dengan kebiasaan di Thailand yang tentunya tidak dilakukan di Indonesia.


Saat Zee tinggal di Thailand yang notabe na masyarakat non muslim membuatnya bertambah pengalaman dan tentunya harus bisa menjaga diri dari segi apapun. Tetapi walaupun Zee muslim, Zee bisa menerima semua budaya Thailand tanpa mau mendukung atau menolaknya.


Jika berhubungan dengan budaya dan adat di Thailand Zee selalu tutup bicara karena takut salah bicara yang akan mengakibatkan masalah besar. Zee hanya berusaha baik dan mematuhi apa yang bisa ia patuhi.


..........


Makan dengan tenang bersama sama di ruang keluarga dengan lesehan memakai tukar membuat suasana tambah kekeluargaan.

__ADS_1


Tentunya dengan banyak drama didalamnya. Zee yang kesal dengan phi sea tidak bisa mengizinkannya makan kuwetiau kesukaannya yang membuat phi sea bertingkah seperti anak kecil.


Keluarga Zee yang melihat drama di tempat makan hanya ikut tertawa walau tidak mengerti bahasa yang diucapkan tetapi mengerti akan perdebatan mereka semua. Bahkan hanya melihat setiap ekspresi saja sudah bisa ketawa ngakak.


4 pemuda itu yang masih seperti anak kecil pun membuat semua orang bingung dan heran padahal mereka sudah memasuki usia 25th ke atas.


Setelah makan mereka semua duduk berkumpul sambil Zee menceritakan kisah kehidupannya di Thailand. Zee juga mengajak semua keluarganya untuk datang ke Thailand untuk menghadiri acara wisuda nya yang masih 1 tahun lagi.


...........


Siang hari matahari sangat terik yang membuat semua orang hanya bisa berada di ruangan berAC tanpa mau keluar.


Rumah Zee hanya memasang AC di kamar saja, itu juga baru dipasang atas permintaan Zee yang ingin pulang.


Bahkan minuman dingin di kulkas sampai habis dibawa ke kamar Zee semua. Kamar Zee seketika menjadi bioskop yang penuh dengan cemilan sambil nonton film kartun di laptop. Mereka ingin nonton film yang lain tetapi disana ada keponakan Zee yang masih kecil membuatnya memutuskan untuk melihat film kartun.


"Kita berenang yuk??". Ajak Zee bosan dengan keadaan.


"Kemana??".


"Ke sungai,, ". Celetuk Zee dengan pertanyaan yang tidak berpaedah. "Ya ke kolam berenang lah". Lanjut Zee.


"Boleh ayok". Balas love dengan kegirangan ditambah dengan yang lain.


Di desa Zee hanya ada kolam renang umum yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Zee juga mengajak beberapa orang ikut biar tambah ramai dan tentunya Zee yang akan mentraktir masuk.


Karena hanya ada 1 mobil yang tentunya tidak akan muat membuat beberapa orang pergi dengan mengendarai motor masing masing.


Sedangkan yang di dalam mobil hanya ada anak anak dan orang tua saja. Phi Neo yang selalu mengemudi selalu siap diajak kemanapun dengan arahan Zee disampingnya.


Saat berangkat Zee meminta untuk mampir ke penginapan untuk mengambil beberapa barang dan baju ganti. Karena Zee yang memang tidak terlalu mempunya pakaian di rumahnya membuatnya harus mengambil di penginapan.


Di perjalanan, didalam mobil sangat ramai apalagi dengan phi sea dan love yang bermain dengan keponakan Zee.


Sesampainya di kolam renang yang sedikit ramai Zee pergi ke bagian tiket bersama pamannya yang berangkat naik motor.


Dia menghitung dan memberi tahu berapa orang yang akan masuk agar disesuaikan dengan tiket.


Beres dengan tiket masuk dan phi Neo memalkirkan mobil kami semua masuk ke arena kolam renang dengan gembira membawa tas masing masing.


Phi Neo dan Zee masuk paling akhir sambil mengobrol sedikit. "Ini sangat menyenangkan". Kata phi Neo melihat yang lain sudah masuk satu per satu ke dalam kolam.


"Ya beginilah tempat tinggalku,, setiap rumah tidak memiliki kolam renang seperti di kota kota". Balas sang dengan senyuman.

__ADS_1


Phi Neo menatap ke arah Zee, lalu tersenyum." Aku suka suasana kaya gini".


Gak lama kemudian phi sea datang dengan memegang mie kap ikut bergabung di tempat tunggu.


"Ah,, udah makan aja nih bayi gede". Ledek phi Neo melihat ke arah phi sea.


Orang yang diledek hanya menatap dengan acuh tanpa mau menanggapi. Phi Neo langsung membuka pakaian disana tanpa pergi ke ruang ganti. Lalu pergi menuju rombongan yang lain memasuki kolam renang.


"Nong tidak berenang??". Tanya phi sea heran, bahkan mulutnya penuh dengan mie.


Zee hanya bisa tersenyum dengan kelakuan bayi gede ini yang hobi makan. "Aku mau ganti baju dulu". Berdiri memegang baju ganti.


"Aku ikut". Seru phi sea dengan gemes memakai bahasa Indonesia, berdiri di depan Zee.


"No,, ini bukan Thailand ok, kamu tetap disini jangan mengikuti ku". Tunjuk Zee yang awalnya kaget dengan ucapan phi sea.


Phi sea yang menyadari sekelilingnya yang menatap mereka dengan heran hanya bisa tersenyum sambil mengangkat 2 jari. Zee malu dengan tatapan semua orang yang ada disana dan memutuskan untuk pergi meninggalkan phi sea sendiri.


Beres dengan pakaian ganti zee pergi bergabung dengan yang lain yang sedang duduk di tepi kolam. Tentu saja jika sedang berkumpul mereka akan saling bercanda dan menjahili satu sama lain.


Bukan hanya itu saja, mereka semua menjadi pusat perhatian banyak orang yang datang ke kolam renang umum itu.


1 jam 2 jam telah berlalu sampai akhirnya semua orang kedinginan dan memutuskan untuk menyudahi permainan air itu.


Kamar mandi pria dan wanita tanpa pembatas yang besar membuat Zee harus menjaga pasangan yang satu itu. Saat di dalam kolam renang mereka lupa akan suasananya malah bermesraan disana. Untung saja Zee melihat dan langsung memisahkan.


"Phi Jimmy,, ". Tunjuk Zee menatap dengan tajam saat melihat pasangan itu memasuki kamar mandi bersamaan.


Phi white yang mengerti langsung menjauhkan pasangan itu satu sama lain. Sedangkan love hanya bisa tertawa dengan kelakuan Zee yang sedari tadi terus mengawasi mereka berdua.


"Oke oke nong Zee maafkan aku". Seru phi Jimmy di depan Zee yang menatapnya dengan tajam.


Zee hanya bisa menepuk jidatnya dan menghela nafas berat.


Semua orang telah berganti pakaian dan memutuskan untuk langsung pergi ke rumah makan mengisi perut yang sudah minta diisi


...-----------------...


Hai reader. . .


Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .


Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .

__ADS_1


Happy reading guys 😊. . . .


__ADS_2