
...🍂🍂...
Pagi yang indah, sinar matahari memasuki celah gorden gadis cantik yang ada didalam kamar tidak kunjung bangun. Padahal jam sudah menunjukan pukul 8.
Cklek, , ,
Suara pintu kamar terbuka, citra yang baru keluar kamar mandi dengan pakaian sudah rapi menatap Zee yang masih asik dengan mimpi indahnya tanpa ada niatan bangun.
"Zee bangun nanti kita telat". Seru citra menggoyangkan tubuh Zee.
"Hm, , ".
Gumam Zee terdengar dan menggerakkan tubuhnya. Akan tetapi dia malah mengganti posisi tidur dengan nyaman.
"Ini udah siang cepat-".
Tok tok tok
Ucapan citra terpotong saat mendengar suara pintu diketuk. Perlahan citra bangkit untuk membuka pintu dan ternyata itu Yeon yang sudah rapih.
"Zee belum bangun??".
"Belum". Citra sedikit menggeser tubuhnya kesamping agar Yeon bisa masuk.
Yeon melihat Zee yang masih tertidur pulas hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum.
"Sayang bangun". Ucap Yeon lembut mengelus pipi Zee.
Sentuhan itu membuat tidur Zee terusik dan perlahan membuka mata. Pertama yang dilihat adalah wajah tampan sang kekasih dengan tersenyum manis menatap dirinya.
"Yeon,,". Gumam Zee dengan suara serak bangun tidur.
Yeon tersenyum manis mengelus pipi Zee, " bangun nanti kita ketinggalan pesawat". Kata Yeon.
Perlahan Zee mendudukkan tubuhnya sambil mengikat rambut asal kembali menutup matanya yang masih menahan kantuk.
Cup
Kecupan dipipi membuat Zee membulatkan matanya kaget. Tau siapa pelakunya pukulan pun langsung mendarat di pundak Yeon dengan si pelaku hanya nyengir tanpa dosa.
Dengan wajah kesal Zee pergi ke kamar mandi sambil menghentakkan kakinya gemas. Citra yang melihat kelakuan Zee hanya menggelengkan kepala.
15 menit lamanya Zee keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono handuk. Ia lupa membawa pakaian ganti ke kamar mandi.
Didalam kamar sudah tidak ada Yeon. Hanya ada citra yang sedang mengepak barang ke koper. "Yeon kemana??". Tanya Zee.
"Dia langsung keluar saat kamu masuk ke kamar mandi". Jawab citra.
Setelah siap semua, mereka pergi ke bandara dengan diantar oleh Yim langsung. Dengan beberapa bodyguard suruhan Yim mereka akhirnya sampai di ruang tunggu menunggu waktu masuk ke dalam pesawat.
"Gege gak ada schedule??". Tanya Zee yang ada disampingnya.
"Nanti habis dari sini Gege ke agensi".
"Kenapa gak sekarang aja,". Bukan Zee yang berbicara melainkan Yeon yang kesal karena sedari tadi tangan sang kekasih terus Yim genggam.
"Kenapa-".
"Pak apa semuanya sudah siap??". Potong Zee kepada staf yang baru masuk. Hal itu membuat pertengkaran yang ingin dimulai terhenti begitu saja.
__ADS_1
"Ia nona,, kalian bisa masuk ke perawat dengan segera sebentar lagi pesawat akan lepas landas". Kata staf penerbangan.
Mereka semua berpamitan kepada Yim dengan memeluknya erat. Ya yang sebenernya sih cuma Zee karena citra hanya memeluknya sebentar sedangkan Yeon hanya acuh masih diam terduduk di sopa. Dia akan bangun jika Zee selesai meladeni drama Yim yang tidak mau ditinggalkan.
..
Setelah perjalanan 7 jam lebih didalam pesawat akhirnya mereka sampai juga di bandara yang ada di Thailand. Yeon ikut ke Thailand hanya beberapa hari sebelum kembali lagi ke Korea.
Tadinya dia ingin menunggu perkejaan Zee selesai dan akan langsung membawa Zee kembali ke Korea akan tetapi semuanya gagal karena dia ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal.
Angga menyambutnya langsung di bandara bersama jenie. Lalu mereka langsung pulang kerumah tanpa mampir kemana lagi.
"Jenie yang duduk disamping kemudi hanya sibuk dengan iPad yang sengaja dibawa untuk mengerjakan beberapa pekerjaan.
"Jenie jika kamu sibuk kenapa menyempatkan jemput ke bandara??". Tanya Zee yang duduk di kursi belakang.
"Karena aku pengen Zee lagian bentar lagi kita bakal jarang ketemu". Seru jenie tanpa mengalihkan perhatiannya dari iPad.
"Aku masih sama di naungan manajemen bang Angga,, kita akan sering ketemu". Lanjut Zee yang memang belum tau kedepannya gimana.
"Yakin??". Sambung Angga dengan banyak artian didalamnya.
"Hm,,".
Yeon yang ada disampingnya hanya bisa menyimak, tanpa mereka sadari Angga melihatnya di kaca sambil tersenyum.
("Abang harap kamu bisa mewujudkan semua keinginan kamu tanpa sibuk dengan pekerjaan,, itulah kebahagiaan kamu sesungguhnya Zee". Batin Angga .)
Angga yang sedari awal menemani karir Zee sangat tau apa yang diinginkan gadis kecil ini. Dia tau semua yang Zee rasakan dan inginkan, karena sedari dulu dia tempat curhat Zee saat masih bekerja di restoran milik sahabatnya.
Gadis cantik ini sudah dianggap sebagai adik kandungnya sendiri. Zee yang selalu tersenyum atau tertawa sebenarnya banyak menutupi kesedihannya tanpa orang sekitar tahu.
.
Walaupun raga berkumpul tapi pikiran mereka semua pergi kemana mana dengan ponsel/iPad yang mereka pegang masing masing.
Berbeda dengan Yeon-jin yang merebahkan kepalanya di pangkuan Zee sambil menyembunyikan wajahnya diperut Zee dengan sedikit menciumnya di balik baju.
Hal itu sudah menjadi kebiasaan Yeon saat berdekatan dengan kekasihnya bahkan sering mengelus perut Zee seakan perut itu ada baby nya. Awalnya Zee sangat risih tapi lama lama dia hanya bisa pasrah.
"Bee ada yang nendang". Celetuk Yeon yang membuat semua orang menatap kearah mereka berdua.
Pltak
Pukulan pun mendapat di kepala Yeon dari Zee yang sudah kesal.
"Aw,, sakit sayang". Pekik Yeon mengelus kepalanya tanpa bangun.
"Kalian-".
"Jangan berpikiran yang aneh aneh". Potong Zee kesal menatap Angga dengan tahapan tajam.
"Ok ok,, sorry". Ucap Angga kembali ke pekerjaan yang sedang ia kerjakan.
Zee kembali menatap ke arah Yeon yang masih ada dipangkuan Zee dengan tatapan tajam, sedangkan yang ditatap hanya nyengir tanpa dosa dengan wajah menggemaskan.
..
Dilain tempat.
__ADS_1
Ada seorang gadis yang sedang memandang ponsel pemberian anak buahnya dengan kesal.
"Brengsek, , , ".
Prang
Prang
Pecahan kaca dan beberapa barang berhamburan dilantai saat gadis itu terus menghancurkan semua barang ada disekitarnya.
"Gue bakal dapatin lo gimanapun caranya". Gumam gadis itu dengan wajah marah. Lalu mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi seseorang.
"Siapkan semuanya,, saya akan kembali ke Korea sekarang juga".
Tuttt.
***
Satu Minggu ini Zee disibukan dengan semua urusan kontrak kerja yang menjadikannya BA. Setelah sekian lamanya akhirnya Zee tidak lagi memiliki banyak schedule yang padat. Hanya beberapa kerjaan yang bahkan dia bisa kerjakan dari jarak jauh.
Walaupun dirinya tidak berkerja, Zee masih akan mendapatkan uang dari sosial media dan kantor Angga yang memang memiliki saham didalamnya.
Hasil kerja kerasnya sebagai artis pun masih banyak dalam segi apapun.
Walaupun pemasukannya tidak sebanyak kemarin tapi Zee senang karena banyak waktu untuk menyenangkan dirinya sendiri.
.
Malam ini Zee sedang berdiri di balkon kamar sendirian menerawang ke depan tanpa memikirkan apapun.
Sampai akhirnya lamunan itu dibuyarkan dengan teriakan seseorang dari bawah.
"Woi,, jangan banyak ngelamun nanti kesurupan". Teriak seseorang memakai bahasa Inggris yang sudah bisa ditebak oleh Zee.
Zee hanya menatap orang itu tanpa membalas apapun.
"Turun sini ada beberapa pekerjaan yang harus dibicarakan". Lanjut orang itu.
Tanpa menjawab Zee pergi ke bawah untuk menemui Angga. Ya yang sedari tadi teriak adalah Angga yang membawa beberapa pekerjaan kerumah Zee untuk didiskusikan.
Mereka berdua duduk di ruang tamu. Rumah itu hanya berisi 4 orang yang, jenie sudah pindah ke apartemen yang lebih dekat ke kantor.
"Ada apa abang datang malam malam kesini??". Tanya Zee meletakan cangkir berisi kopi dihadapan Angga.
"Makasih,, Abang cuma mau kasih buat kamu banyak yang datang ke kantor hari ini". Ucap Angga memberikan banyak dokumen ke hadapan Zee.
Satu persatu Zee membuka dokumen itu yang berisi permintaan kerja sama dan tawaran beberapa film yang cocok untuk dijadikan bintang utama.
Tanpa melihat semua dokumen Zee meletakan kembali ke atas meja tanpa berbicara apapun. Kejadian itu tak lepas dari pandangan Angga.
"Abang tau jawabannya,, Abang udah berbagai cara untuk menjelaskan sampai pusing sendiri". Angga menyandarkan tubuhnya disandaran sopa dengan memegang kepalanya yang terasa pening.
"Aku lelah Abang". Seru Zee pelan.
"Abang pun lelah,, Lelah menjalankan kesemua orang masalah tawaran itu". Sahut Angga memandang wajah Zee.
"Sepertinya udah ada yang mau dihalalin nih".
...---------...
__ADS_1