Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Kecelakaan


__ADS_3

Asik menatap drama di layar ponsel menemani makan malam di mobil dalam berjalanan menuju Paris.


Tiba tiba , , , ,


Uhuk, , uhuk , , uhuk.


Zee tersedak makanan saat melihat notifikasi yang masuk dengan nama dirinya di layar ponsel.


Dia menatap ke arah Yeonjin yang mengemudi dengan wajah khawatir satu tangan mengelus punggung zee.


"Are you oke??".


"I am oke". Balas Zee mengambil napas perlahan menenangkan dirinya mengelus dada.


"...".


"Mobil yang aku kendarai tadi kecelakaan dan beritanya sudah ada dimana mana. Aku harus gimana??". Ucap Zee dengan wajah panik memperlihatkan semua berita yang ada di media sosial.


"Kamu tenang tidak akan terjadi apa apa oke, percaya sama aku".


"Tapi berita ini pasti akan menyebar di seluruh negara dan aku gak mau keluargaku khawatir".


"Kamu telpon ibu sekarang nomernya ada di kontak aku". Ujar Yeonjin menenangkan.


Zee mencari nomer telpon ibunya di ponsel Yeonjin dengan tangan yang gemetaran. Pikiran buruk menimpa dirinya sekaligus banyak bukti yang tersebar apalagi dengan sepatu yang mereka temukan di lokasi kejadian.


Sepatu itu dipakai Zee terakhir kali saat keluar dari apartemen. Ntah dari mana seseorang memphoto aku saat keluar dari apartemen yang akan pergi ke acara itu.


Panggilan yang Zee lakukan tidak kunjung diangkat membuat Zee tambah khawatir.


"Kamu tenang,, disana pasti sedang tengah malam mereka mungkin sedang tidur. Jangan banyak berpikir yang tidak tidak".


RRRRRRRRRRRRRR


Panggilan nama Evan di layar ponsel mengalihkan mereka berdua.


"Angkat". Perintah Yeonjin.


["Yeonjin apa Zee baik baik saja,, berita sudah menyebar dimana mana??". ]


Bukan suara cowok yang terdengar melainkan suara citra yang begitu khawatir.


"Hello cit aku baik baik saja kamu gak usah khawatir". Ucap Zee.


["Syukurlah aku sedikit tenang.. aku lihat berita kamu dimana mana makanya aku langsung telpon Yeonjin". Seru citra. ]


"Hm~ aku hanya khawatir sama keluarga aku yang pasti tahu berita ini tapi aku telpon gak diangkat sama mereka".


[" Mungkin mereka masih tidur disana sekarang tengah malam,,, kamu dimana sekarang??". ]


"Aku di jalan sama Yeonjin katanya mau ke Paris".


[" Hello eonni tolong lospeker panggilan ini, Evan mau bicara ke Yeonjin hyung". Pinta Evan di sebrang telpon].


"Ada apa??". Pekik Yeonjin setelah panggilan di lospeker.


[" Kita ketemu persimpangan xxxx,, aku tunggu citra disini menangis terus aku pusing dengarnya". Adu Evan kepada hyungnya. ]

__ADS_1


Suara pertengahan tentunya terdengar di Sabrang telpon dengan suara yang kurang jelas.


"Oke,, sebentar lagi sampai".


Setelah panggilan tertutup membuat Zee hanya diam memikirkan keluarganya dan beberapa orang yang ramai di media sosial.


Para sahabatnya terus menanyakan keadaannya di sosial media terus nge tag akun dia sampai trading dimana mana.


Zee hanya bisa menangani lewat akun Twitter Yeonjin tanpa ada niatan membuat akun dia sendiri yang pasti akan mendapat jejak.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di depan persimpangan yang Evan bilang. Ada caffe yang buka 24 jam disana membuat mereka masuk untuk mengecek.


Zee menutup kepalanya menggunakan penutup Hoodie sebagai penyamaran. Saat ini Zee yang mengenakan celana pendek membuat Yeonjin cemberut. Ini pertama kali Zee memakai celana seperti itu dihadapan Yeonjin.


"Apa tidak ada celana yang lebih pendek lagi??". Ledek Yeonjin berjalan berdampingan memasuki caffe.


Zee menatap ke arah bawah melihat ke arah kaki yang putih terpampang jelas. Ini pertama kalinya Zee memakai celana pendek di luar ruangan dengan sedikit tertutup Hoodie yang kebesaran.


Tidak menjawab sama sekali, Zee masuk ke dalam caffe terlebih dahulu meninggalkan Yeonjin sendirian.


Didalam caffe banyak pasang mata menatap ke arah Zee yang baru masuk. Melihat itu membuat Zee langsung menundukkan kepala menutup wajahnya agar tidak terlihat oleh orang lain.


"Hai,,!!!". Teriak seseorang memanggil ke arah Zee dengan mengangkat tangan.


("Itu Evan". Batin Zee melihat Evan menatap ke arah dirinya dengan seorang wanita yang tertutup jaket.)


Berjalan menuju meja tempat mereka duduk di pojok caffe. Dengan diikuti Yeonjin dari belakang juga.


"Apa gak ada tempat yang tertutup". Ucap Yeonjin duduk disamping Zee.


Lalu meninggalkan mereka yang baru duduk.


"Kalau gini gak usah keluar dari mobil,, Evan sialan!!".


Yeonjin kesal dengan kelakuan adiknya yang sesuka hati. Dia tidak tahu motif apa yang sedang dilakukan meminta dia dan zee turun hanya beberapa detik baru duduk sudah ditinggalkan.


"Tempat ini gak aman untuk kabar Zee yang beredar jadi kita ngobrol di mobil". Sahut citra kepada Zee.


"Tapi gak gini juga,, gak lihat tuh pakaian Zee seperti apa". Keluh Yeonjin.


Zee dan citra bergandengan sama sama dengan wajah tertutup menuju mobil yang dikendarai Yeonjin. Mereka akan pergi ke Paris dalam satu mobil, sedangkan mobil yang evan gunakan akan dibawa sama anak buahnya yang menjaga mereka.


Kedua gadis itu duduk di kursi penumpang dengan Zee tampak sedih.


"Kamu istirahat saja daripada banyak pikiran yang membuat kamu stres". Ujar citra.


Zee merebahkan tubuhnya dengan baik. Lalu menutup mata untuk segera tidur dengan citra yang terus mengelus tangan Zee untuk menenangkan perasaan yang buruk.


*******


Pagi hari di Thailand, Angga yang baru memegang ponsel saat bangun tidur dikagetkan dengan kabar yang beredar di media sosial.


Pikiran buruk langsung menerpa nya dan kepanikan yang menerjang.


Beberapa panggilan dari orang terdekat mereka tertera di layar ponsel apalagi dari pihak perusahaan yang bekerja sama dengan Zee. Untuk menanyakan kabar yang akurat.


Jenie dan Angga sudah ketar ketir menghubungi siapapun tapi tidak kunjung diangkat bahkan perusahaan yang ada di London yang bekerja sama memberitahukan bahwa mereka terakhir bertemu 2 hari yang lalu.

__ADS_1


Ting tong Ting Tong.


"Phi gimana keadaan Zee dan citra?? Mereka susah dihubungi". Pekik citra saat pintu apartemen dibuka.


Setelah mengetahui kabar buruk itu pagi tadi, dia langsung pergi ke apartemen Angga yang satu gedung tapi berbeda lantai.


Angga saat ini kacau tidak tahu harus berbuat apa. Mereka berdua hanya fokus pada ponsel masing masing.


Cling, , !!!


Yeonjin : Abang ini Zee,, Zee disini baik baik saja. Nanti kalau udah beres Zee bakal ceritain semuanya dari awal sampai akhir. Tapi Zee sama citra tidak bisa kembali secepatnya ke Thailand karena ada beberapa urusan yang harus Zee lakukan. . Jika orang tua Zee telpon atau nanyain Zee bilangin untuk tidak khawatir karena Zee baik baik saja.


Membaca pesan yang dikirim Yeonjin membuat Angga sedikit lebih baik. Tapi dia juga belum sepenuhnya percaya sebelum mendengar suara Zee secara langsung.


"Zee chat menggunakan ponsel Yeonjin,, berarti mereka sedang bersama". Tebak jenie.


"Mungkin".


**********


Perjalanan menuju Paris akhirnya sampai di salah satu apartemen yang sebelumnya Evan sewa.


Mereka tidak pergi ke apartemen milik Yeonjin karena takut Angelistia selidiki lebih lanjut tentang Yeonjin untuk memastikan keberadaan Zee.


Di dalam kamar, Zee hanya memandang kota Paris melalui kaca besar dengan banyak pikiran. Untuk sekarang dia tidak tahu harus berbuat apa lagi.


Ting tong Ting tong.


Citra yang berada di dekat pintu masuk segera membuka pintu saat bel berbunyi.


"Makanan semuanya sudah siap di kamar sebelah". Suara Evan terdengar di belakang dia.


Dengan segera Zee membalikan badan dan langsung bertemu dengan pandangan Evan yang terus menatap dirinya. Hanya senyuman yang zee berikan. Dia tahu, Evan sangat khawatir kepadanya karena sudah di anggap sebagai kakak sendiri.


"Eonni aku tunggu di kamar". Pekik Evan dibalas dengan anggukan kepala.


Sebelum pergi ke kamar yang ditempati Yeonjin dan Evan, Zee pergi untuk membersihkan badan terlebih dahulu.


Untuk pakaian ganti sudah berjejer di lemari. Itu semua sudah ternyata sudah di rencanakan secara matang.


"Zee kamu baik baik saja kan??". Tanya citra khawatir melihat wajah Zee yang murung.


"Aku baik, kamu tenang saja".


Mereka berdua pergi ke kamar yang ditempati Yeonjin tanpa lupa menggunakan masker dan kacamata.


Disana mereka makan siang bersama dengan diselimuti keheningan tanpa ada yang membuka suara.


Saat sampai di apartemen, sebelum tidur Zee menelpon keluarganya agar tidak khawatir. Tentu saja hal itu membuat mereka lega karena sudah tahu berita yang tersebar di seluruh media manapun.


Zee yang sedang makan berasa ada yang lihatin tapi dia tetap makan tanpa menatap siapapun. Dia tahu siapa yang menatapnya sedari tadi.


Selesai makan Zee tetap berada di kamar itu dengan iPad milik Yeonjin untuk mengetahui kabar terbaru dari sosial media.


...-----------...


...Happy Reading.,...

__ADS_1


__ADS_2