Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Engagement party


__ADS_3

Malam harinya saat Zee sedang duduk memandang pemasangan pantai. Para sahabatnya masuk dan langsung menariknya ke suatu tempat.


"Eh ada apa?? Gue mau dibawa kemana??". Teriak Zee berusaha memberontak.


"Ikut aja".


Saat ini Zee hanya memakai celana diatas lutut dan sweater. Dia ditarik menuju pesisir pantai dengan mata yang tertutup.


"Awas kalau gue diceburin ke pantai, gue balas kalian". Ucap Zee saat mendengar suara air yang kian mendekat.


"Tenang aja, percaya sama kita". Ucap sea.


"Percaya sama kalian?? Gak ada seujung kuku gue percaya sama sahabat laknat seperti kalian".


"Anjir segitu buruknya kita di mata lo". Ujar love mendramatis.


"Bentar lagi sampai, gue buka tapi lo jangan buka mata". Ucap sea.


"Hm,".


Sea membuka penutup itu.


"Hitungan 3 lo bisa buka mata, satu, , dua , , tiiiii, , ga".


Perlahan Zee membuka mata dan , , ,


SUPRISE, , , ENGAGEMENT PARTYYY, , , ,


Teriakan semua orang membuat Zee menatap sekeliling dimana ada meja panjang yang sudah dihias dengan sangat indah.


"Siapa yang siapin??". Tanya Zee.


Yeonjin memakaikan jaket kepada Zee yang nampak kedinginan.


"Kita lah, siapa lagi". Ucap all.


"Siapa yang bayar??". Zee menyipit kan matanya menatap semua orang.


"Ya, , , , lo lah". Ujar sea dengan mulut minta di tabok.


Zee hanya bisa menghela nafas dan membiarkan mereka berpesta. Disana mereka juga menyediakan minuman alkohol untuk berpesta sampai malam.


Hanya Zee, Yeonjin, citra dan angga yang tidak ikut minum karena mereka muslim. Minuman itu diganti dengan Coca cola yang sudah mereka siapkan untuk yang tidak minum.


Banyak makanan tertata di atas meja dan mulai memakannya sambil karaokean di pinggir pantai.


Mereka berpesta tanpa takut mengganggu orang karena kawasan itu cukup privat dan kebetulan 3 villa di sewa mereka yang membuat mereka jauh dengan villa lain.


"Dingin banget". Gumam Zee menaikkan kakinya dan mengeratkan jaket yang dia kenakan.


Yeonjin yang paham memeluk sang kekasih dari samping agar tidak kedinginan.


Zee merasa senang melihat para sahabatnya bisa bersenang-senang di tengah padat bekerja. Pesta seperti ini pasti jarang terjadi karena tidak ada waktu dan tidak bisa berkumpul secara bersamaan.


Mereka bukan artis yang senggang. Melainkan artis yang sudah memiliki schedule untuk 3 bulan ke depan atau bahkan satu tahun lebih.


Zee menatap beberapa sahabatnya sudah tepar akibat alkohol yang mereka minum. Inilah saatnya yang sadar yang akan di susahkan.


"Udah malam, sebaiknya kita bawa mereka balik ke villa". Ucap Zee.

__ADS_1


Zee dan citra membantu para cewek masuk ke villa sedangkan para cowok dibantu Yeonjin dan Angga. Tapi karena banyak dari mereka cowok, Yeonjin meminta bantuan kepada beberapa bodyguard agar mereka cepat istirahat.


Setelah selesai, Zee dan Yeonjin berjalan menuju villa yang jaraknya lumayan jauh.


Pemandangan malam ini sangat indah. Padahal jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari tapi gadis itu tidak merasakan kantuk.


"Kamu istirahat duluan aja by, aku mau disini sebentar". Ucap Zee menatap ke arah Yeonjin.


"Aku temenin".


Mereka berjalan ke tembok dan duduk di sana. Mereka duduk dengan menatap pemandangan pantai di malam hari yang sangat indah. Apalagi malam ini langit dipenuhi banyak bintang.


"Love you". Bisik Yeonjin di telinga Zee membuat gadis itu menengok ke samping.


Kening mengerut heran kenapa Yeonjin tiba tiba mengucapkan kata itu.


"Aku pengen cepat nikah sama kamu".


"Kenapa??".


Walaupun mereka sudah bertunangan. Mereka masih memikirkan tentang pernikahan akan dilaksanakan kapan.


Dengan menikah di luar negeri tentu saja tidak akan mudah untuk zee. Mereka harus menyiapkan kebutuhan dengan matang-matang.


Apalagi Zee harus menyiapkan visa untuk keluarganya nanti. Untuk paspor mungkin sudah tapi visa belum. Masih dalam proses.


"Apa kamu yakin kalau kita sudah menikah mau tinggal di Korea?? Gak mau tinggal di Indonesia..". Tanya Yeonjin memiliki Zee dari samping. "Atau Thailand".


Zee menggeleng. "Korea adalah Negera impianku. Aku akan senang jika tinggal disana". Jawab Zee sambil tersenyum.


"Tinggal disana bukan seperti apa yang kamu bayangkan. Pasti kamu paham setelah kamu jadi artis sekarang".


"Aku paham, kan ada kamu. Kamu pasti akan melindungi aku gimanapun caranya". Ucap Zee sangat percaya dengan Yeonjin.


"Hehe gak segitunya juga kali". Ucap Zee tertawa sambil mencubit lengan Yeonjin yang menurutnya sangat lebay.


°°°°°°


Keesokan harinya, matahari belum muncul tapi Zee sudah bangun dengan meregangkan seluruh otot tubuhnya di depan kamar yang langsung menghadap ke luar.


Gadis itu hanya tidur 2 jam setengah setelah menghabiskan malam berdua bersama Yeonjin menatap bintang.


Pagi ini Zee berencana untuk joging di pinggir pantai sambil berjalan jalan.


Dengan satu set pakaian olah raga Zee berjalan menuruni tangga menuju pesisir pantai yang masih cukup gelap. Lalu berlari lari kecil sesekali berjalan sambil memandang laut lepas.


Zee akan joging ke dekat batu karang yang ada di sebelah kanan. Tempat itu cukup jauh dari villa tempatnya tinggal tapi kayanya pemandangan dari sana sangat indah dengan matahari terbit.


Gak lama kemudian langit sudah berwana oranye pertanda matahari akan segera muncul. Gadis itu sudah duduk di tebing yang lumayan tinggi menatap ke laut.


Suasana disana sangat sepi. Sepertinya jarang orang yang datang kesana apalagi banyak vila yang kosong karena bulan ini bukan bulan yang cocok untuk liburan.


"Indah banget". Zee terus mengabdikan momen itu menggunakan kamera kecil yang dia bawa.


Zee hanya membawa kamera dan meninggalkan handphone nya di villa.


2 jam menikmati kesendirian di tebing itu. Zee berencana untuk kembali ke villa dan berhubung matahari sudah mulai panas.


Walaupun matahari pagi sehat untuk kulit dia tidak mau kulitnya menghitam gara gara lama berjemur.

__ADS_1


Saat berjalan santai di pasir pantai, tiba tiba pandangannya menatap sesuatu yang membuat dirinya cepat cepat meninggalkan tempat itu.


Dia hanya berjalan lurus ke depan tanpa menatap ke sembarang arah.


"Kenapa gak di dalam aja sih, mata suci gue ternodai pagi pagi". Gerutu Zee tanpa henti.


Dorr


"Ayam, , ". Latah Zee sambil refleks melompat.


"Hahaha, , , ".


"Ish kamu ngagetin aja sih". Omel Zee kesal memukul lengan Yeonjin yang datang secara tiba-tiba.


"Sorry, lagian kamu jalan lurus banget gak lihat udah sampe villa". Ucap Yeonjin.


Zee menatap sekeliling dan ternyata benar. Dia sudah sampai ke villa bahkan sedikit lagi bakal terlewat.


"Kenapa sih??".


"Gak papa, kamu habis joging!?". Tanya Zee mengalihkan perhatian.


"Iya, aku mau ajak kamu tapi gak ada dikamar. Aku juga lagi cari kamu disini tapi gak ketemu juga". Ucap Yeonjin dengan cemberut.


Zee yang gemes mencubit pipi Yeonjin dengan keras. "Gemes banget sih, aku abis jalan jalan dari sana". Tunjuk Zee ke arah tempatnya tadi.


"Kenapa gak ajak aku".


"Aku kira kamu masih tidur, jadi pergi sendiri. Maaf yang sayang".


"Hm,, sebagai gantinya gimana kalau kita breakfast berdua??". Usul Yeonjin.


"Boleh, mau breakfast apa??".


Mereka berjalan berdampingan menuju restoran untuk pesan breakfast. Jaraknya lumayan jauh dari villa mereka dan itu juga dekat hotel tepat penginapan yang ada disana.


"Apa aja, asal berdua sama kamu". Colek Yeonjin pada dagu Zee.


"Aish,, pagi pagi dah gombal. Gak mempan sama aku".


"Iya emang kamu ratu gombal yang gak bakal bisa ada yang ngalahin". Yeonjin memeluk pinggang Zee dengan posesif.


Tapi langsung ditepis sama Zee dengan cepat. "Aku gerah jangan terlalu nempel. Gak lihat tuh keringet dimana mana". Ucap Zee sambil berjalan mundur.


Karena gak lihat jalan, kaki Zee tersandung pasir dan hampir jatuh jika tidak ditangkap dengan cepat oleh Yeonjin.


"Makanya jangan jalan mundur".


"Iya maaf". Ucap Zee mengerucutkan bibirnya.


Sampai di sana mereka langsung memesan makan dan memilih sarapan di dekat pantai. Zee yang memilih menu pagi ini sedangkan Yeonjin menunggu di kursi kosong.


Zee memesan omelet, sandwich, waffele dan beberapa macam buah potong. Tak lupa juga teh hijau dan kopi.


"Enjoy your meal Baby". Ucap Zee dengan senyum manis.


"Have a nice meal to Baby". Yeonjin mengelus pipi Zee dengan lembut.


Mereka makan ditemani dengan pemandangan pantai dan angin semilir di tepi pantai.

__ADS_1


Suasananya yang sepi dan tidak terlalu banyak orang membuat zee nyaman berada disana. Karena meja satu dengan meja lain cukup jauh jaraknya jadi mereka bisa menjamin privasi satu sama lain.


To be continued, , , ,


__ADS_2