
"sialan,, kenapa Lo pukul gue". Keluh Jimmy mengusap punggungnya yang sakit.
"Lo bego,, mau apa gimana bayar pakai kartu Thailand". Sontak yang mendengar itu hanya bisa menahan tawa yang tidak bisa mereka keluarkan.
Jimmy yang langsung peka menengadahkan tangan nya ke depan Zee, yang tentunya membuat Zee diam sambil menatap ke arah Jimmy yang sedang tersenyum manis.
Melihat Zee yang tidak kunjung memberikan uang atau kartu untuk membayar belanjaan yang sudah ada di kasie membuat Jimmy mengutak-atik ponselnya sebentar.
Dan. . .
"Makasih honey jubjub". Zee mencium Jimmy di udara dan memberikan kartu kredit dengan senang hati.
Semua orang hanya kebingungan dengan tingkah Zee yang tiba tiba, "nong Zee Lo kenapa??". Heran neo memegang kening Zee.
Zee hanya menjulurkan lidahnya dan masih menggandeng tangan Jimmy yang ada di depan kasir tanpa mau merespon ketidak tauan pada sahabatnya.
Saat Jimmy memperlihatkan bukti transfer ke arah Zee, mereka semua tidak melihatnya karena memang hanya diperlihatkan pada Zee saja.
"Phi dia kenapa??". Tanya white kepada Mbak kasir dengan memakai bahasa Thai.
Plak.... "Dia gak bakal ngerti bego". Balas Zee dengan pukulan di kepala white dengan keras.
Si mba kasir hanya tersenyum melihat ke random an pengunjungnya hari ini. "Maaf ya mba??". Ucap Zee yang tidak enak membuat ramai di sana yang untungnya tidak terdapat banyak pengunjung.
Sampai akhirnya selesai berbelanja pegawai disana meminta photo dan tentunya kami berenam memberikannya dengan senang.
Di dalam mobil melanjutkan perjalanan menuju kampung zee yang akan melewati gunung dihabiskan dengan memakan cemilan yang mereka beli.
Sampai akhirnya mereka sampai di jalan pegunungan yang sangat terjang membuat semua sahabat Zee ketakutan dan Zee menenangkan mereka walaupun dirinya juga sedikit takut.
"Zee ini jalan apaan sih gini amat??". Tanya love yang wajahnya sedikit pucat melihat jalanan yang naik turun sedari tadi.
"Nanti kita pulang lewat sini lagi??". Cengo Jimmy membuat Zee tertawa.
"Rumah gue dikelilingi pegunungan jadi kalau mau balik ke kota ya lewati jalan kaya gini". Balas Zee santai.
"Pak masih tau kan rumah saya yang mana??". Tanya Zee dengan sopan.
"Tau non".
Saat melihat ke tempat duduk semua sahabatnya mereka sudah tertidur karena merasakan pusing setelah melewati jalanan yang tadi.
Zee membiarkan mereka untuk istirahat sebentar sebelum sampai rumah nanti.
__ADS_1
Pukul 5 sore mobil Zee sampai di pekarangan rumahnya yang memang tidak luas karena masuk ke dalam gang.
Diluar sudah banyak keluarganya yang menyambut. Tanpa menunggu Zee keluar terlebih dahulu dan memberi pelukan satu persatu.
Sampai Zee menyadari bahwa kelima sahabatnya belum juga keluar dari mobil dan hanya melihat pak supir sedang mengobrol juga.
"Sebentar Bu,, Zee bangunin mereka dulu". Pamit Zee mendekati mobil lagi.
Zee membuka pintu mobil dan ternyata benar mereka masih tertidur karena syok dengan kondisi jalan menuju rumah Zee yang ada di gunung.
"Woy bangun,, ayo turun juga udah sampai". Seru Zee membangunkan semua orang. "Phi Neo, phi Jimmy".
Satu persatu membuka mata dan bersiap siap turun dari mobil. Love dan Neo yang tidak hati hati sampai terpentok mobil sedikit linglung.
"Pusing ya lewatin jalan ke sini". Ucap orang tua Zee dengan dibalas hanya senyuman.
Mereka pun paham bahwa sahabatnya Zee tidak bisa bahasa Indonesia dan sebelumnya Zee juga sudah memberitahukan keluarganya tentang Mis komunikasi.
Zee mengajak semuanya masuk setelah bersalaman dan berpelukan sama yang lain di luar rumah.
Rumah Zee tidak sekecil yang dulu, awal tahun ini rumahnya selesai direnovasi total yang membuat sangat berbeda saat Zee meninggalkannya dulu.
Melihat pada sahabatnya kepanasan membuatnya sedikit kasihan karena rumahnya yang ada di pegunungan tidak dipasang AC oleh orang tuanya.
Dengan kebanyakan orang juga membuat suasananya tambah panas membuat 2 kipas angin kakaknya Zee keluarkan.
Mereka semua mengobrol dengan Zee menjadi translator nya.
Melihat love yang tertidur di sandaran phi white membuat Zee memintanya untuk di bawa ke kamar Zee dilantai 2.
Sampai akhirnya Zee meminta mereka untuk istirahat sebentar sebelum pergi ke tempat penginapan yang akan mereka tinggali.
"Bu gimana penginapannya ada??". Tanya Zee saat berkumpul di ruang tamu.
"Ada,, 1 rumah yang memang cocok untuk mereka, disana juga ada AC nya". Balas sang ibu.
Setelah makan malam nanti mereka akan diantarkan ke rumah penginapan yang Zee sewa karena di daerah sana tidak ada hotel.
Mereka makan digelar tikar dilantai untuk mempermudah semuanya dan banyak hal yang tidak diketahui para sahabatnya itu dari tradisi yang ada di Indonesia atau daerah rumah Zee.
"Love, , ". Pekik Zee berlari memintanya untuk kembali naik ke kamar.
Love yang ditarik kembali ke atas hanya bisa mengikuti Zee dengan kebingungan. "Ada apa??".
__ADS_1
"Maaf,, kamu gak bisa memakai kaya gini disini apalagi keluar rumah". Ucap Zee pelan melihat ke arah pakaian love yang hanya memakai tank top dan celana pendek.
Zee berusaha menasehati love dengan hati hati membuat love merasa bersalah dan masuk kembali ke kamar untuk mengganti pakaian yang ia pakai.
Akhirnya mereka berdua turun untuk gabung makan malam di bawah. "Semuanya maaf ya kalau love tidak sopan". Ucap love dengan bahasa Thai.
Zee :" love minta maaf kalau dia tidak sopan katanya,, karena dia gak tau". Kata Zee kepada seluruh keluarganya.
Zee sendiri tidak enak dan hanya tersenyum salah tingkah. Untung semuanya mengerti dan mereka makan malam dengan ramai.
Yang tentunya mendapat banyak ocehan dari para cowok yang penasaran dengan apa yang mereka makan. Zee hanya bisa menjelaskan dengan tenang tanpa keluhan sedikitpun.
Bahkan mereka berlima langsung dekat dengan kedua ponakan Zee yang usianya masih 7 dan 4 tahun. Walaupun dengan bahasa yang campuran 😂.
Selesai makan semuanya kumpul lagi di ruang keluarga hanya sekedar berbincang bincang. Bahkan tetangganya juga banyak yang datang ke rumah Zee malam ini.
"Ah Zee ada hadiah buat kalian tapi kopernya ada di bagian bawah, apa kalian mau ikut ke penginapan bagaimana??". Ajak Zee kepada kedua ponakannya dan langsung membuat mereka senang.
Akhirnya mereka pergi ke penginapan dengan diantar beberapa keluarga Zee yang memakai motor karena mobilnya tidak muat.
Phi Jimmy dan phi Neo meminta untuk naik motor saja menuju penginapan biar keluarga Zee yang naik mobil.
Untuk bicara kepada kakak iparnya Zee, phi Jimmy memakai Google translate karena Zee tidak setiap waktu harus menterjemahkan ucapan mereka saat berbicara.
Di penginapan Zee membongkar semua belanjaan yang ia belikan semuanya kepada keluarganya dan membagikannya.
Ternyata semua sahabatnya memberikan hadiah juga buat keluarga Zee yang gak tau mereka beli dimana. Yang membuat mereka kebingungan dan tertawa adalah saat keponakan Zee yang kecil dikasih uang langsung ditolak. Dia kira hanya uang mainan tetapi padahal uang itu uang Thailand.
Walaupun Zee menjelaskannya dengan panjang lebar tetapi tetap saja ditolak dan akhirnya diberikan kepada orang tuanya.
Zee akan menemani mereka tinggal di penginapan dan sesekali tinggal di rumahnya untuk ia tempati.
Jika tidak Zee takut terjadi apa apa dengan mereka yang baru pertama ke Indonesia apalagi itu sedang berada di pegunungan.
...------------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
Happy reading guys 😊. . . .
__ADS_1