
.......
.......
.......
...***********...
3 bulan setelah liburan di Swiss dan setelah lamaran Yeonjin. Hari ini Yeonjin kembali ke Thailand setelah sebulan berada di Korea untuk mengurus perusahaan yang tidak mungkin terus dia tinggalkan.
Setelah dari Swiss, Yeonjin sudah lepas dari pekerjaan nya di dunia entertainment. Dia berusaha keluar dengan cara baik berpamitan kepada para fans.
Tapi Yeonjin janji dia tidak akan lepas begitu saja dari sosial media dan akan sering menyapa para fans sama hanya dengan Zee.
Bahkan mereka mengumumkannya bersama di live Instagram. Banyak fans yang menerima keputusan mereka berdua dan akan terus mendukung apapun yang mereka ambil.
Akan tetapi Zee dan Yeonjin tidak menjelaskan tentang kelanjutan hubungan mereka yang akan lebih lanjut. Mereka hanya menjelaskan alasannya keluar dari dunia entertainment untuk fokus pada bisnis masing masing.
Itu keputusan mereka berdua berbicara seperti itu dan mereka akan memberikan kejutan kepada para fans suatu hari nanti.
Di rumah Zee
"Gimana setelah seminggu berada dirumah tanpa pekerjaan yang padat hm". Seru Angga sedikit meledek.
Di rumah Zee tepatnya di ruang keluarga Angga, citra dan Yeonjin sedang berkumpul bersama.
Mereka sedang membicarakan tentang kelanjutan mereka dan tentang Zee yang akan pulang ke Indonesia.
Citra yang selalu ikut kemana Zee pergi belum memutuskan keputusan akhir nya. Dia masih bingung. Sementara Zee tidak berani untuk memberikan masukan. Karena dia ingin citra mengambilnya sendiri tanpa paksaan orang lain.
"Ya begitu lah,, sedikit bekerja tapi uang terus masuk ke kantong". Ucap Zee dengan diakhiri tawa ngakak.
Untuk akun Instagram dan media sosial yang lain sudah Zee pegang sendiri tanpa manajer/ citra yang memback up.
Mungkin itu satu satunya pekerjaan yang akan Zee lakukan dan untuk A'entertainment, Zee tidak mengambil apapun. Hanya menanam saham saja dengan pekerjaannya yang lain. Zee tinggal menerima uang bagian dia dari mereka.
Untuk properti beberapa apartemen, Zee menyewakannya kepada orang lain tanpa menjualnya. Itu pun diurus sama manajer gedung yang mereka kelola, Zee hanya menerima informasi setiap bulan dari mereka.
"Citra kalau Lo gimana?? Apa keputusan akhir yang Lo ambil??". Tanya Angga kepada citra.
"....". Citra hanya diam menatap setiap orang yang ada diruangan itu satu persatu.
"Zee sudah mengambil keputusan, jenie fokus mengurus A'entertainment dan kamu apa??". Lanjut Angga.
"Cit apapun keputusannya gue pasti dukung. Yang penting ini buat Lo senang dan bahagia". Sahut Zee memegang tangan citra.
"Gue bahagia saat bersama Lo Zee. Untuk sekarang gue gak tahu. Kalau gue boleh egois gue ingin terus sama-sama Lo Zee". Ucap citra apa adanya.
"Dari awal Lo yang gue percaya. . Lo yang selalu ada buat gue disaat gue gak punya siapa siapa di dunia ini. Lo gak pernah ninggalin gue saat gue susah". Lanjutnya.
Semua orang diam mendengar isi hati citra. Inilah yang membuat citra tidak cepat mengambil keputusan. Dia tidak ingin jauh dari Zee tapi Zee punya kehidupan nya sendiri.
"...". Zee diam, dia tidak bisa memutuskan apapun untuk citra.
"By biarkan citra menjadi asisten kamu, walaupun kamu gak terlalu sibuk seperti sebelumnya. Tapi saat ada citra kamu juga ada teman untuk menemani kamu bekerja atau melakukan aktivitas apapun". Usul Yeonjin.
"Apa lo yakin, gak ingin cari pengalaman yang lain??". Tanya Zee.
"Aku yakin.. gue hanya ingin selalu dekat sama lo". Ucap citra semangat.
"Kalau Zee dan Yeonjin udah nikah gimana??". Sambung Angga.
"Kalau itu gak masalah". Senyum Zee lalu citra dengan cepat memeluk Zee dengan erat.
"Makasih,, makasih udah izinin gue terus sama Lo". Ucap citra tulus.
"Iya,, tapi kalau Lo ada apapun yang mau dibicarakan sama gue, Lo harus terbuka. Dan jika lo bosan ingin melakukan pengalaman yang lain Lo harus bilang sama gue, oke janji sama gue". Ucap Zee mengangkat kelingking.
"Oke gue janji".
__ADS_1
Kedua gadis itu berpelukan dengan erat. Mereka memang tidak bisa dipisahkan satu sama lain menurut Angga.
Angga satu satunya saksi mereka bersama dari mulai mereka berdua hanya sebagai pelayan restoran. Sampai akhirnya Zee banyak di kenal di dunia entertainment melalui tarif suara dari video yang sering dia up di YouTube.
Kepercayaan Zee bangkit saat Angga memintanya bernyanyi di caffe milik temannya.
Angga melihat Zee dan citra berpelukan erat itu bahagia. Dia sangat menyayangi mereka berdua yang sudah dianggap sebagai saudara nya sendiri.
"Jadi semuanya sudah mengambil keputusan dan hanya aku yang tinggal di Thailand". Ucap Angga tiba tiba.
Zee menatap Angga lalu tersenyum. Angga memang pernah tinggal lama di Thailand dan sekarang dia harus tunggal lagi disana.
"Em lagian ini negara yang Abang pilih kan sedari awal". Goda Zee.
"Hehe iya sih". Cengir Angga membuat mereka semua tertawa ngakak. "Ah baiklah. Jadi kapan kalian akan pulang ke Indonesia??".
"Lusa Zee akan pulang tapi apa Lo ingin ikut juga??". Tanya Zee kepada citra.
"Untuk ini gue bakal tetap di sini pekerjaan gue masih belum beres sama jenie".
"Oke gue juga bakal balik lagi ke sini tapi gak tahu kapan ya jadi jangan kangen sama gue". Ucap Zee menggoda citra.
"Ah oke oke tapi awas kalau Lo gak kabarin gue".
"Oke sister". Ucap Zee yang langsung mendapat cubitan kecil karena citra gak ingin dipanggil seperti itu oleh Zee. Walaupun umurnya lebih tua 2 tahun dari zeefanya.
Siang hari pas jam makan siang mereka memutuskan untuk pergi lunch di luar.
Tapi saat mereka masuk ke dalam mobil, mereka dikagetkan dengan seseorang yang berteriak. .
"Eonni, , , ".
Zee mantap ke arah suara bersama yang lain. Dilihat Evan turun dari mobil langsung berlari memeluk Zee dengan erat.
Mendapat pelukan yang tiba tiba membuat Zee ingin jauh kebelakang apalagi tenaga Evan yang lebih kuat dari Zee. Untung saja Yeonjin yang ada disampingnya siap siaga menahan Zee dari belakang.
"Kok kamu ada disini??". Tanya Zee heran karena semalam mereka baru saja selesai berbicara via telpon yang terus saja mengganggu Zee jika tidak diangkat.
"Ia dong apa sih yang nggak buat eonni".
"Ck pantesan kamu sibuk di perusahaan hari hari ini ternyata ada udang dibalik batu". Sahut Yeonjin kepada sang adik.
"Btw kalian mau kemana??". Tanya Evan melihat semua orang.
"Mau makan siang, kamu juga ikut yuk".
"Ayo Evan juga lapar".
Setelah meletakan koper Evan kedalam rumah barulah mereka pergi untuk makan siang diluar bersama sama.
Mereka berangkat dengan 2 mobil. Awalnya Yeonjin akan membawa mobil Lamborghini tapi karena Evan merengek ingin satu mobil dengan Zee jadi mereka memutuskan menggunakan Ferarri milik Zee.
Sampai di restoran, pelayan langsung mengarahkan mereka menuju tempat yang sudah disediakan. Saat di Thailand mereka jarang akan makan di ruang privat berbeda saat ada di Korea. Mereka pasti akan dikawal dan privasinya sangatlah dijaga dengan baik dari semua orang.
Setelah pesanan sampai mereka makan sambil bercanda. Evan yang juga sering bertemu citra jadi tidak canggung hanya saja dia belum terbiasa dengan Angga yang hanya baru kenal beberapa kali.
Evan memang jarang berbicara dengan orang yang baru kenal tapi hari ini dia mulai membiasakan diri karena Evan tahu siapa Angga bagi Zee.
"Van kamu datang kesini ada kerjaan atau apa??". Tanya Zee kepada Evan.
"Nggak Evan ingin ikut ke Jakarta".
Uhuk, , uhuk, , uhuk
Yeonjin tersedak saat minum mendengar ucapan Evan. Sebelumnya Evan tidak bilang apapun sama dia saat ditelpon. "Kamu serius, kenapa gak bilang kalau mau ikut??".
"Buat kejutan, lagian kalau Evan bilang Yeonjin Hyung gak bakal izinin".
"Tapi kerjaan kamu gimana??". Lanjut Zee bertanya.
__ADS_1
"Semua sudah beres Evan bisa melakukannya disana sekertaris Evan akan kirim via email". Jawab Evan.
Seketika Yeonjin dan Zee berdiam. Evan gak tahu isi pikiran mereka berdua jadi dia menebak sendiri bahwa keputusannya salah.
"Apa Evan gak boleh ikut??" Ucap Evan sedih.
Melihat Evan yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri sedih memenuhi Zee gelagapan. Bukannya menolak, Zee tidak ingin Evan merasa kurang nyaman di tempat tinggalnya nanti.
"Ah bukan begitu, eonni hanya gak ingin Evan kesusahan nanti disana". Seru Zee menenangkan Evan.
"Evan gak bakal nyusahin eonni. Evan bakal melakukannya sendiri".
"Tapi disana berbeda dengan Thailand atau Korea tempatnya. Apalagi rumah eonni di desa".
"Evan mandiri kok orangnya". Kekeh Evan yang berusaha meyakinkan Zee.
"Kalau Hyung kamu izinkan, kamu boleh ikut". Putus Zee.
"Hyung gimana?? Ya ya ya Evan boleh ikut plisss". Ucap Evan memohon.
Yeonjin menatap Zee dengan intens, di dalam dirinya ia gak ingin evan menyusahkan sang kekasih saat disana. Cukup dirinyalah yang akan menyusahkan Zee karena hanya sedikit tahu tentang bahasa Indonesia.
Apalagi keluarga Zee tidak pandai bahasa Inggris yang tentu saja akan membuat Zee menjadi translator mereka nanti.
"Hyung ya plissss". Evan terus memohon kepada hyung nya agar diizinkan.
"Ya udah kamu boleh ikut, tapi janji jangan merepotkan siapapun disana".
"Oke Evan janji". Evan mengangkat kelingkingnya ke atas dengan senyum ceria.
Zee yang melihat itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala dengan kelakuan Evan yang seperti itu.
Setelah makanan habis mereka memutuskan untuk jalan jalan ke mall membeli oleh oleh untuk keluarga Zee nanti.
Sebelumnya Zee sudah meminta supir nya yang dulu untuk menjemput mereka di Jakarta. Mobil yang Zee beli memang masih ada bertempat di rumah Angga yang ada di Jakarta. Hanya sopir Zee yang masih ada disana yang ditugaskan untuk mengurus rumah Angga.
Rumah Angga sudah Zee anggap rumahnya sendiri karena 2 ruangan penuh dengan barang milik Zee yang tidak dia bawa ke rumah orang tuanya di kampung.
"Van jangan terlalu banyak membeli barang untuk keluarga eonni, mereka pasti akan menolaknya. Kamu juga Yeon sama aja". Keluh Zee melihat kakak beradik itu yang sedang memilih barang barang untuk dijadikan oleh oleh mereka.
Saat ini mereka ada di salah satu toko pakaian dengan brand terkenal. Mereka berdua sudah membelikan banyak barang dan sekarang masih memilih yang lain.
"Gak apa eonni kapan lagi Evan bisa ketemu sama mereka".
"Tapi -".
"Udah biarkan aja Zee. Lagian Evan benar ini mereka jarang ketemu sama kelurga kamu". Potong Angga yang juga ikut.
Zee diam menatap mereka semua. Bukan Zee menolak, tapi barang barang ini sangat mahal dan mereka membelinya lebih dari satu jenis barang.
Dari mulai pakaian, tas, sepatu dan mainan untuk keponakan Zee.
Setelah puas berbelanja. Mereka pulang menuju rumah Zee. Akan tetapi Angga pamit duluan karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal.
Jadi saat ini mereka hanya berempat dengan banyak kantong belanjaan di setiap tangan mereka berjalan menuju palkiran mobil.
Bisa dibayangkan didalam koper hanya ada oleh oleh yang akan mereka bawa nanti untuk keluarga Zee.
Samapi dirumah Zee langsung packing barang yang akan dia bawa. Untuk pakaiannya sendiri dia tidak membawanya hanya beberapa barang yang tidak biasa dia tinggalkan. Seperti alat elektronik dan make up.
Untuk pakaian yang akan Zee kenakan di rumahnya pun sama dan jika tidak ada dirumah Angga yang ada di Jakarta pun banyak. Apalagi bentuk badan Zee yang tidak berubah dari dulu tidak mempersulitnya dalam berpakaian.
Kamar Zee penuh dengan barang yang akan mereka bawa. Karena kedua orang itu malah ikut masuk saat Zee dan citra sedang packing.
Bukan Yeonjin namanya jika tidak bisa jauh dari Zee dimanapun dia berada.
Setalah Zee menerima lamarannya di Swiss, Yeonjin tidak lagi menghilang, dia selalu memberi kabar lewat chat maupun telpon saat mereka berjauhan.
To be continued, , , ,
__ADS_1