Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Dibalik kepulangan zee


__ADS_3

Pukul 9 malam waktu Korea Selatan, Yeon-jin aktor terkenal yang selalu padat akan pekerjaannya, tidak ada jadwal kosong untuknya dan Minggu ini pun dia ada drama yang harus dibintangi.


Perjalanan menuju rumah dari lokasi, Yeon baru membuka ponselnya yang dia sengaja titipkan kepada sang asisten. Sudah 2 hari ia tidak memegang ponsel pribadinya dan pulang kerja pasti akan langsung tidur.


Betapa kagetnya saat melihat berita dating dirinya dengan lawan main di drama yang akan dimulai Minggu depan dan yang tambah kaget Yeon melihat berita kedatangan Zee dari Thailand menuju Korea.


"Apa dari kemarin tidak ada telpon dari Zee??". Tanya Yeon kepada asistennya dengan cepat.


"Tidak ada,, emang apa??". Ucap sang asisten kebingungan.


"Akh sial,,". Teriak Yeon tanpa memikirkan apapun.


Ia sangat kesal pada dirinya sendiri dan ntah kenapa ponselnya ada dalam nada hening. Berpuluh puluh telpon dan chat dari Zee tidak terjawab.


"Carikan tiket paling cepat ke Thailand sekarang??". Perintah Yeon yang sudah mulai kehilangan akal saat berusaha menghubungi Zee tidak kunjung terhubung.


Bahkan orang orang disekitarnya pun susah untuk dihubungi. Itu karena Zee sedari awal meminta memblok nomer Yeon-jin saat di Korea dan yang blokir Zee sendiri dari ponsel mereka.


Sang asisten ketar ketir memesan tiket dengan cepat melihat sang artis sudah sangat berantakan. Baru beberapa menit melihat berita itu Yeon sudah sangat sangat frustasi.


........


Pagi pagi sekali Yeon-jin dan sang asisten sudah sampai di Thailand dengan penerbangan paling cepat.


Tempat yang pertama kali Yeon datangi adalah rumah Zee yang ada disana.


Sampai didepan rumah Yeon melihat mobil Zee terpalkir di depan rumah yang langsung dikira orang nya pasti ada didalam.


Tanpa mau menunggu lama Yeon segera memencet bel berkali kali, tetapi tidak ada satu orang pun yang menjawab. Gorden rumahnya masih tertutup rapat dan melihat ke samping rumahnya sedang ada perbaikan/renovasi rumah.


"Mungkin lagi gak ada dirumah??". Ucap sang asisten dengan hati hati.


Yeon berpikir sejenak dan langsung lari ke dalam mobil yang diikuti asistennya tanpa mau meninggalkan Yeon sendiri.


Dengan kecepatan tinggi Yeon pergi ke suatu tempat yang bisa ia tebak. Ternyata Yeon pergi ke apartemen Angga dan apartemen peninggalan Zee sebelum pindah ke rumah.


"Saya ada janji dengan nong Zee apa bisa dipanggilkan". Ucap Yeon kepada resepsionis.


"Maaf nong Zee tidak lagi tinggal disini". Balas resepsionis apa adanya.


"Kalau dengan phi Angga". Sambung sang asisten Yeon.


Sedangkan Yeon berjalan ke tempat duduk dengan lunglai dan mengusap kepala nya dengan kasar karena tidak menemukan kekasihnya sama sekali.


"Phi Angga lagi tugas ke luar negeri". Ucap resepsionis.

__ADS_1


"Kemana??".


"Kalau itu kami tidak tau,, karena phi Angga sendiri yang bilang kalau ada yang nyari cuma bilang sedang tugas kantor". Kata resepsionis yang membuat asisten Yeon mengerti.


Setalah mengucapakan terima kasih, beliau pergi menghampiri Yeon-jin yang sedang menundukkan kepalanya dengan bersedih.


........


Di pintu masuk jenie masuk sambil berbincang dengan Lim yang baru pulang dari luar kota. Jenie menemani setiap kegiatan Lim selagi Zee tidak ada.


"Nong jenie??". Celetuk asisten Yeon membuat orangnya menatap ke arah pandang sang asisten.


Dengan cepat Yeon berlari ke arah jenie yang tidak terlalu jauh dari mereka.


"Zee dimana??". Tanya Yeon to the point.


Melihat Yeon-jin tanpa tau situasi membuat asistennya itu takut karena mereka sedang di tempat umum.


"Maaf nong jenie apa kami bisa bicara sebentar". Ucap asisten Yeon-jin sembari memberi kode sedikit.


Melihat kode mata yang diberikan oleh sang asisten membuat jenie sedikit bingung."ah,, kita bisa bicara di apartemen Lim". Ucap jenie dengan terbata bata.


Sedangkan Lim hanya bisa mengikuti ucapan jenie sebab ia juga tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


Mereka masuk ke lift menuju lantai apartemen Lim yang tentunya membuat Yeon sendiri bingung karena yang ia gak itu adalah nomer kamar apartemen milik Zee.


"Bukannya ini apartemen punya Zee??". Tanya Yeon heran.


"Kalian masuk dulu dan tanyakan apa yang mau kalian tanyakan". Jenie mempersilahkan mereka masuk dan tidak membiarkan Lim pergi, ia meminta Lim juga berada situ untuk menjadi saksi dalam setiap perkataannya keluar nanti.


"Gue mau ketemu Zee,, dia dimana??". Tanya Yeon.


"Bukannya dia ke Korea kalian gak ketemu??". Bukannya menjawab jenie malah bertanya balik dengan wajah kebingungan.


"Biar saya yang hanya,, kamu tenang dulu". Nasehat sang asisten kepada Yeon yang cukup prihatin.


Lim bangkit untuk mengambilkan minum untuk Yeon-jin dan asistennya, ia juga membawa sedikit cemilan juga.


Jenie melihat tab yang diberikan oleh sang asisten sebelum mereka memulai berbicara lagi.


Melihat 2 kabar yang ada di tab itu membuat jenie mengerti dengan kedatangan Yeon ke Thailand. Bahkan ponsel mereka berdering tanpa henti dari tadi yang membuat sang asisten harus mengurusi urusan itu.


Di sopa hanya ada Yeon, jenie dan Lim. Jenie melihat wajah Yeon yang sangat sedih sedikit frustasi.


"Aku ngerti sekarang,,". Ucap jenie yang ikut sedih melihat Yeon yang ada dihadapannya itu.

__ADS_1


"Bukannya kakak Zee sedang pulang ke Indonesia ya". Celetuk Lim yang sedari tadi diam membuat Yeon mengangkat kepalanya.


"Indonesia??".


"Lim biar phi yang jelasin". Ucap jenie kepada Lim yang langsung dimengerti. "Zee sedang menjalankan pemotretan untuk album terbarunya yang dilakukan di 3 negara. Dari Korea, dia akan ke Indonesia. Phi angga memberi tahu aku bahwa mereka akan memperpanjang waktu seminggu disana untuk merayakan ulang tahun Zee". Kata jenie panjang lebar.


Mendengar itu Yeon hanya bisa diam menundukkan kepalanya sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Hm,, sahabat sahabatnya pun menyusul Zee ke Indonesia untuk memberi surprise". Lanjut jenie dengan hati hati.


"Sahabatnya??". Ucap Yeon kaget.


"Ia,, kamu ingat saat telpon malam malam yang ngangkat orang lain bahkan ramai disana,, mereka sahabatnya Zee". Ucap jenie membuat Yeon tambah diam.


"Sebaiknya kamu mulai mencari tahu kehidupan Zee dari awal, banyak hal yang kamu gak tau,, Bahkan semua orang pun gak ada yang tau tentang Zee yang sebenernya". Nasehat jenie dengan mengelus pundak Yeon yang sedang menangis.


.......


Di perjalanan menuju bandara Yeon-jin hanya bisa diam memikirkan ucapan jenie, dia harus kembali ke Korea karena banyak pekerjaan yang sudah terkait kontrak.


Awalnya ia ingin nekad pergi ke Indonesia menyusul Zee saat jenie menolak untuk menghubungi nomer Zee. Karena jenie tau bahwa masalah itu tidak akan langsung beres. Jika Yeon bicara kepada Zee, malah akan membuat Zee sedih dan para sahabatnya gagal dengan tujuan mereka ke Indonesia.


Akhirnya Yeon mengikuti saran semuanya untuk kembali ke Korea dan datang saat Zee kembali ke Thailand.


Semenjak masalah itu terjadi Yeon-jin sangat dingin kepada semua orang. Yang awalnya susah untuk berkomunikasi sekarang tambah susah lagi. Didalam kamera dan realita sangat sangat berubah 360° yang hanya bisa dimengerti oleh semua orang.


Yeon-jin hanya akan berbicara dengan sang asisten saja itupun bicara seperlunya saja. Ia hanya fokus ke ponselnya yang sedang mencari informasi tentang Zee dari media sosial.


*********


Sedangkan Zee yang berada di kampung halamannya dengan bersenang senang bersama keluarga dan para sahabatnya berkeliling di desa zeefanya.


Di setiap tempat pasti akan menjadi pusat perhatian orang orang karena kecantikan dan kegantengan mereka berenam.


Yang membuat Zee geregetan adalah saat melihat orang orang itu melihat ingin minta photo/kenalan tetapi tidak berani bicara. Bahkan love aja tertawa dengan tingkah laku mereka semua.


"Jimmy,,,,,,". Teriak Zee dengan keras tanpa embel embel phi didepannya.


...----------------...


Hai reader. . .


Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .


Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .

__ADS_1


Happy reading guys 😊. . . .


__ADS_2