Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Chapter 70


__ADS_3

Alarm pagi berdering di ponsel Zee sengaja ia pasang karena ada pertemuan yang harus dihadiri hari ini tentang salah satu perusahaan yang menjadikannya BA.


Hanya istirahat beberapa 1 jam setelah lama berbincang dengan Yeonjin di telpon. Jika Zee tidak ketiduran mungkin mereka akan terus berbincang sampai sekarang.


Tok tok tok.


Saat ingin masuk ke kamar mandi tiba tiba pintu diketuk dan terdapat suara citra disana. Zee dengan cepat membuka pintu.


"Kata staf mereka kita langsung ke tempat yang akan dia share Lok bukan datang ke perusahaan mereka". Ucap citra memberikan informasi pada Zee.


"Ok,, aku mandi dulu!! Jam berapa jadwal pertemuannya??".


"Pukul 09.00".


"Aw~". Kaget Zee, lalu melihat ke arah jam dinding yang ada di dalam kamar masih menunjukan pukul 06.30 pagi. "Masih pagi, kita sarapan di rumah aja gak usah siapkan di bekal makan". Pekik Zee.


Setelah berbicara Zee masuk kembali ke kamar dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.


Hari ini hanya ada pertemuan saja tidak ada schedule lain. Membuat Zee hanya memakai pakaian kasual yang longgar.


Dalam pakaian sehari hari Zee tidak suka memakai pakaian yang ketat ataupun terbuka. Tapi kalau urusan pekerjaan Zee orangnya sangat sangat profesional.


Belum menunjukan pukul 8, Zee sudah turun kebawah untuk sarapan bersama. Akan tetapi Zee tidak menemukan citra sama sekali di meja makan hanya ada a aom yang sedang menyiapkan sarapan.


"Pagi a aom,, citra belum turun??". Sapa Zee duduk dimeja makan.


"Pagi n'zee,, belum setalah meminta dibuatkan sarapan n'citra kembali ke kamarnya". Jawab a aom.


Zee hanya menganggukkan kepala pertanda mengerti sambil memasukan sandwich ke mulutnya untuk digigit. Tak lupa a aom juga menyiapkan susu coklat hangat yang selalu ada menemani sarapan pagi Zee.


Gak lama kemudian citra datang dengan pakaian rapih sambil bersenandung ria. "Pagi semua". Sapa citra dengan ceria tersenyum kepada semua orang. Ya walaupun cuma ada Zee dan a aom di lantai bawah.


"Tck,, sangat ceria!!ada apa dengan lagi ini". Ejek Zee menatap ke arah citra.


Bukannya menjawab citra hanya memanyunkan bibirnya mencium Zee tanpa mengenai orangnya. Sedangkan Zee hanya bisa mengerutkan kening nya heran dengan kelakuan citra.


"Bukan akhir bulan". Gumam Zee menekan ponsel untuk melihat tanggal yang tertera di layar ponsel.


Tidak ada suara apapun lagi, 2 gadis itu hanya sibuk dengan sarapannya di atas meja.


"Em Angga kasih tau aku katanya jadwal kamu sudah terperinci dan siang nanti akan di kirim". Kata citra disela sarapan langsung mendapat anggukan kepala dari Zee.


Sampai selesai makan mereka berdua berangkat ke restoran yang sudah dijanjikan lebih awal dengan diantar supir. Hari ini Zee sangat malas untuk mengemudi sendiri apalagi setelah tidak ada jenie yang selalu bergantian sama dia.


Keheningan menyelimuti mobil dengan ponsel masing masing sampai tidak terasa sudah sampai di tempat tujuan.


"N'zee apa ini tempatnya??". Tanya supir memastikan.


"Bener kayanya". Bukan Zee yang menjawab melainkan citra yang sebelumnya sudah mengecek tempat pertemuan dari internet.


Zee masuk bersama citra ke dalam restoran dan memberikan scene yang dikirimkan kepada citra untuk mengetahui ruangan privat yang dipesan.

__ADS_1


Pelayan itu menunjukan arah ke salah satu ruangan. Mereka berdua menunggu dengan tenang sambil memesan minuman.


Karena datang lebih awal dari jadwal pertemuan membuat Zee harus sabar menunggu.


Sampai gak lama kemudian pintu terbuka, lalu masuklah beberapa staf yang zee ketahui dari beberapa pertemuan sebelumnya.


Mereka semua langsung mendiskusikan tentang kerjasama mereka dalam brand ini. Beberapa hari yang lalu Zee meminta Angga untuk memberikan beberapa info tentangnya pada pihak mereka dan sekarang memberikan jawabannya.


Dengan banyaknya fans dan tingkat reputasi Zee dalam brand mereka, akhirnya apa yang diinginkan Zee dipenuhi dengan beberapa syarat. Dan mereka akan melakukan jadwal yang sesuai dengan yang akan dilakukan Zee selanjutnya.


Tentunya setelah Angga tidak aktif pada Zee, citra lah yang akan membackup semua pekerjaan.


****


Sama halnya dengan Yeonjin yang ada di Korea. Banyaknya jadwal yang harus ia hadiri membuatnya bertambah sibuk apalagi dengan brand baru yang sedang ia kerjakan.


Untuk model fashion ini, Yeon ingin memakai zee sebagai model utamanya tapi dilain sisi ia juga masih mempertimbangkan. Apalagi dengan jadwal pekerjaan Zee yang sangat padat.


RRRRRRRRRRRRRR


Panggilan masuk membuat sang asisten mendekati Yeon yang sedang diarahkan sutradara saat syuting. Tapi sebelumnya dia meminta maaf karena ada panggilan mendesak.


Yeon yang tau dari wajah sang asisten pergi menjauh dari keramaian untuk mengangkat panggilan itu.


"Hello Van ada apa??". Seru Yeon to the point setelah menggeser tombol hijau di layar pansel.


Yang menelpon adalah Evan, asisten pribadi Yeon-jin yang mengurus semua perusahaan Yeon saat dia sedang sibuk di dunia entertainment. Evan masih berumur 24 tahun, 1 tahun lebih muda dari Zee. Mereka bertemu di London saat Yeon sedang kuliah disana.


"Tuan saya cuma mau bilang,, apa tuan ada waktu untuk mendiskusikan tentang produk baru yang sedang perusahaan jalankan". Kata Evan dari sebrang telpon.


Hufh,,, helaan nafas terdengar di sebrang telpon." Hyung,,!!!". Keluh Evan dengan suara merajuk yang membuat Yeon mau tidak mau tertawa ngakak.


"Ok ok,, nanti sore kamu datang ke apartemen buat bahas pekerjaan itu". Pekik Yeon masih dengan tawanya ." Jangan cemberut kaya gitu dong".


"Dah ah Hyung memang bikin kesal". Celah Evan masih dengan suara yang merajuk.


"Hyung gak bisa lama bicara sama kamu soalnya Hyung masih banyak pekerjaan hari ini.. dan jangan banyak ngambek nanti jodohnya jauh,, bye Evan".


Panggilan dimatikan dengan diakhiri dengan tawa yang menggelegar kembali membuat orang disembarang sana menggerutu tambah kesal.


Yeon kembali ke lokasi syuting setelah memberikan ponsel kembali ke asistennya yang ada disamping lokasi.


.


Seperti yang dikatakan Yeonjin tadi, sore hari dia pulang ke apartemen bersama asistennya setelah pekerjaan selesai.


Di pertengahan jalan menuju apartemen, Yeon mengambil ponselnya untuk menghibur seseorang yang selalu ia rindukan.


Panggilan pertama langsung diangkat membuat sudut bibir Yeon terangkat dengan manis. "Hello sayang". Sapa Yeon ceria.


["Iya,, Yeon nanti aku telpon balik ya,sekarang aku masih ada pertemuan dan sebentar lagi selesai". Jawab Zee dengan lembut dari sebrang telpon. ]

__ADS_1


Seketika senyuman itu pun hilang tergantikan dengan kesedihan diwajahnya tapi Yeon paham ia tidak bisa marah pada apapun yang terjadi.


"Iya sayang aku tunggu". Ucap Yeon sedih.


["Kamu marah sama aku". Kata zee pelan tapi masih terdengar jelas oleh Yeon. ]


"Nggak sayang,".


["Bener".]


"Iya,, udah kamu selesaikan dulu pekerjaan kamu, aku tunggu kamu telpon balik bye sayang muach". Seru Yeon dengan lembut.


Panggilan terputus membuat Yeon menatap pemandangan jalan tanpa melihat ponselnya kembali.


Sesampai nya di apartemen, Yeon hanya masuk sendiri tanpa asistennya karena tidak ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan.


Di dalam apartemen yang luas dan megah, hanya ada keheningan karena dia hanya tinggal sendiri disana.


Tapi saat ingin berjalan memasuki kamar tiba tiba ada seseorang yang sedang mengambil makanan di dalam lemari es.


"Evan".


"Oh hyung udah pulang??". Tanya Evan dengan tangan yang penuh memegang cemilan.


"Kamu udah lama??". Bukannya menjawab Yeon malah bertanya balik melihat penampilan Evan yang sudah memakai pakaian kasual.


Evan berjalan menuju sopa dengan menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Yeon yang sudah dianggap kakaknya sendiri dengan mulut yang penuh makanan.


Tanpa mengucapkan apapun, Yeon pergi menuju kamar nya untuk membersihkan badan sebelum membahas semua pekerjaan.


Tapi saat kembali ke sopa tempat Evan menunggu, ponsel yang ia letakan di atas nakas berdering dengan nama beešŸ¤ tertera di layar ponsel.


Tentu saja melihat panggilan itu dengan cepat Yeon langsung menjawab panggilan sang kekasih nya dengan gembira.


"Hello sayang". Sapa Yeon gembira dengan suara keras.


["Hehehe~". Hanya tawa yang terdengar dari sebrang telpon. ]


"Kok kamu ketawa bee??". Tanya Yeon cemberut.


["Kamu buat telinga aku sakit dengan teriakan itu". Seru Zee tapi disisi lain ia bahagia mendengar suara kekasihnya lagi. ]


Yeon berjalan kembali ke ruang keluarga menemui Evan sambil berbicara dengan Zee ditelpon.


Tapi saat sampai di ruangan itu membuat Yeon menggelengkan kepala melihat Evan yang sedang sedikit berbaring menonton tv sambil makan banyak cemilan di tangannya.


Perlahan Yeon mengambil bantal dan, , , ,


Bug, , ,


"Brengsek, , , !!!! Bajingan, , !!".

__ADS_1


...-------...


...Happy Reading,....


__ADS_2