
Beberapa hari kemudian persiapan keluarga Zee sudah siap, siapa aja yang akan ikut ke sana.
Terkendala dengan jarak dan keadaan membuat Zee kesusahan untuk melakukan apapun tentang persiapan pertunangannya.
Untuk tempat dan gaun sudah Angga siapkan dari Jakarta berdua dengan citra. Zee hanya memantau dari ponsel karena Zee tidak mungkin berangkat ke Jakarta terlebih dahulu.
Zee akan berangkat bersama rombongan naik bus menuju Bali. Dia juga menyewa bus berukuran besar agar membuat mereka semua nyaman disana. Mereka akan ada disana selama satu Minggu dengan tempat yang sudah Yeonjin booking agar tempat nya tidak saling berjauhan.
Hotel yang sudah Yeonjin siapkan berada di dekat pantai dimana tempat itu mereka bagi 2 agar memudahkan mereka saat berlibur di Bali. Zee juga menyiapkan jasa tour untuk membimbing mereka menuju tempat wisata yang ada disana.
........
Tap tap tap
Suara sandal rumahan yang terdengar di rumah minimalis yang sedang menuruni anak tangga. Tengah malam Zee terbangun karena haus dan air yang ada dikamar habis. Membuat Zee mau tidak mau harus turun ke dapur untuk mengambil air.
Terlihat di ruang tamu ada Yeonjin yang sedang menonton televisi sendiri an.
"By, kamu belum tidur??". Tanya Zee menatap ke arah Yeonjin.
"Belum, aku belum tidur. Kamu sendiri kenapa turun by??".
"Aku mau ambil air". Zee langsung berjalan ke dapur untuk mengisi botol air minum yang Zee pakai lalu duduk di samping Yeonjin sebentar. "Gak bisa tidur apa gimana??". Tanya Zee.
"Iya aku gak bisa tidur. Mau dikamar Evan udah tidur duluan makanya aku turun aja kesini".
Zee menganggukkan kepala paham lalu bersandar di sandaran sopa dengan menatap ke arah layar televisi.
"Sahabat kamu bisa datang saat acara pertunangan kita??". Tanya Zee menatap ke arah Yeonjin dan ikut duduk di sopa depan tv.
"Belum tahu Jonghyun dan Kim belum bilang apa apa. Tapi untuk keluarga aku mereka akan datang 2 hari sebelum acara".
"Hm,, susah ya kalau acaranya dilakukan di tempat yang jauh. Padahal Bali tempat efisien daripada di Jakarta. Sahabat aku di Thailand juga gak tahu bisa apa nggak. Padahal aku harap mereka akan datang walaupun cuma acara tunangan". Ucap Zee lesu.
"Sabar ya moga aja mereka bisa datang". Ucap Yeonjin mengelus kepala Zee dengan lembut. "Udah sanah tidur lagi".
"Ya, kamu juga tidur".
Yeonjin mengangguk lalu mematikan telivisi nya memutuskan untuk pergi ke kamar mereka masing masing.
.
.
.
Keesokan harinya hari dimana mereka akan berangkat ke Bali dengan rombongan yang lain. Dari desa Zee harus pergi menggunakan mobil terbuka karena bus tidak bisa masuk ke kampung halaman Zee.
1 jam lebih perjalanan akhirnya mereka sampai di depan lapangan tempat bus menunggu. Semua orang masuk satu per satu ke dalam bus dengan membawa barang bawaan masing masing.
Untuk Yeonjin dan Zee masuk terakhir karena dia memegang catatan untuk mengabsen semua orang agar tidak ada yang tertinggal. Zee melakukan itu untuk berjaga jaga.
Setelah semuanya selesai Zee duduk di kursi bagian depan bersama Yeonjin saat mobil itu siap untuk berangkat.
__ADS_1
Di perjalanan Zee dihabiskan dengan fokus menatap layar laptop di pangkuannya yang sedang bertukar pesan dengan citra yang sudah ada di Bali. Dari Jakarta Angga, jenie dan citra sudah berangkat duluan ke Bali untuk mengurus semuanya. Untuk Zee dan Yeonjin hanya bisa mengirim uang saja mempercayakan semuanya kepada mereka bertiga.
"By jangan main laptop terus nanti kamu pusing, mending istirahat aja".
"Iya ini sebentar lagi kok tanggung". Ucap Zee tanpa mengalihkan pandangan.
"Five minits kalau tidak aku matiin laptopnya langsung".
"Em".
Seperti yang Yeonjin bilang 5 menit setelah ucapan itu selesai, Zee menutup laptopnya dan meletakan kembali di tas yang ada dihadapannya.
Dia memasang earphone untuk mendengarkan musik sambil menutup matanya untuk istirahat. Banyak anak yang ikut membuat suasana bus menjadi ramai.
Evan yang duduk sendiri di bangku samping Yeonjin juga sudah terlelap. Dia awalnya ingin ikut bergabung sama yang lain untuk saling berkenalan tapi apalah daya dia yang tidak mengerti bahasa Indonesia memperhambat nya untuk berkomunikasi. Evan juga tidak mungkin selalu mengandalkan kakak iparnya setiap dia ingin bicara.
Walaupun ada google translate tapi Evan tidak bisa sering mengobrol dengan mereka semua.
Berjam jam perjalanan akhirnya mereka sampai di Bali dengan pemandangan sore yang sangat indah.
Bus berhenti pas di hotel tempat mereka menginap.
Di depan hotel terlihat Angga dan citra yang sudah menunggu.
Zee yang sudah merindukan mereka turun dan langsung berhamburan ke pelukan mereka tanpa pikir panjang. Sedangkan yang lain sedang bersiap siap turun membawa barang bawaan masing-masing.
"Kalian mau langsung ke villa??". Tanya Angga.
"Aku udah siapin mobil, kalian bisa langsung ke villa. Untuk masalah mereka biar abang sama citra yang urus".
"Baiklah, maaf ya repotin kalian". Ucap Zee tak enak.
"Gak masalah asal bonus tahun ini bertambah, apalagi ada onoh noh". Ucap citra sambil tertawa menunjuk Yeonjin dengan dagu.
"Dih, tiap tahun juga kaya gitu".
Zee pergi meninggalkan mereka untuk memasukkan beberapa koper ke dalam mobil. Keluarga Zee tidak akan tinggal di hotel. Mereka sudah menyewa villa untuk satu minggu full di tepi pantai.
Angga sudah menyiapkan 2 mobil untuk mereka menuju villa. Kedua kakek neneknya Zee ikut kesana untuk menyaksikan cucu mereka untuk bertunangan. Mereka memaksa ikut karena Zee akan mengadakan penikahannya di negara lain yang kemungkinan mereka tidak akan bisa datang karena sudah lanjut usia.
Sesampainya di villa Zee pergi ke kamarnya membiarkan mereka untuk beristirahat di kamar masing-masing.
Tok tok tok
"Masuk". Teriak Zee dari dalam.
"Eonni kok belum siap siap, kita kan mau cek lokasi sama cek urusan yang lain".
"Sekarang??".
"Iya".
Zee bangkit dari tidurnya dan berganti baju di kamar mandi.
__ADS_1
Acara pertunangan Zee dan Yeonjin akan dilakukan besok pagi. Hanya ada hari ini untuk Zee ikut menyiapkan acara pertunangan nya besok.
Dari mulai cek lokasi, makanan, pakaian dan semuanya Zee lakukan hari ini juga tanpa ada istirahat.
Malam harinya Yeonjin memesan spa untuk Zee merilekskan tubuhnya agar besok tidak terlalu kaku.
Evan yang tahu eonni nya akan spa ikut nimbrung di kamar Zee. Mereka melakukannya di kamar secara bergantian karena orang spa hanya datang untuk mengurus satu orang.
Setelah spa Zee berendam di kamar mandi dengan air mawar yang sangat segar. Bahkan Zee menghabiskan waktu lama di kamar mandi sambil memejamkan mata.
°°°°°
Keesokan harinya.
Hari bahagia untuk semua orang yang akan menghadiri acara pertunangan Zee dan Yeonjin.
Keluarga dan para sahabatnya sudah datang, mereka tinggal di villa yang tidak jauh dari villa tempat keluarga Zee menginap.
Para sahabatnya yang ada di Thailand menyempatkan datang di jadwal nya yang padat. Mereka ternyata memberikan kejutan untuk Zee yang membuat gadis itu menangis haru.
Acara berlangsung dengan lancar dari awal sampai akhir.
Mereka semua mengabadikan momen terindah ini dan mengunggahnya di sosial media membuat semua orang heboh. Terutama di Twitter.
Mau tidak mau Yeonjin harus menyiapkan bodyguard agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan untuk mereka dimana mereka bukanlah orang sembarangan.
Walaupun tidak ada media yang meliput tapi banyak paparazi yang datang ke lokasi.
Tapi untungnya tempat itu terjamin keamanannya 100 persen.
"Akhirnya bisa refreshing di tengah jadwal syuting yang padat". Ucap all membuat semua orang heboh.
"Tumben artis terkenal bisa datang". Ledek love.
"Lo satu series sama gue". Celetuk ton.
Love nyengir tanpa dosa menatap semua orang. Sepetinya gadis itu sedang merendah untuk meroket.
"Acara pernikahan kalian gimana??". Tanya sea dengan mulut yang tidak berhenti makan.
"Rahasia dong, yang penting kalian harus datang. Titik!!". Ucap Zee.
"Gue gak yakin sih". Ucap all.
"Awas kalau papi mami gak datang, gue datangin ke lokasi kalian buat ngerusuh. Viral viral lah bodo amat".
"Wah ternyata anak lo sadis banget allton". Ujar Jimmy diangguki oleh semua orang.
"Zee kita bakal pulang kayanya. Kasihan kakek nenek kecepean. Apalagi cuacanya sangat panas". Ucap sang ibu datang menghampiri.
Zee mengiyakan dan berpamitan kepada teman-temannya untuk mengantar keluarganya ke depan diikuti Yeonjin.
To be continued, , , ,
__ADS_1