
...Sakit nya tidak seberapa, tapi ...
...Malu nya sangat luar biasa ...
..._____...
"Aaaakhhhhh".
Zee teriak sekencang kencangnya dengan apa yang telah terjadi kepadanya. Saat ini ia hampir terjatuh ke lantai dari tempat tidur yang lumayan tinggi.
Apalagi saat mendengar para sahabatnya tertawa terbahak bahak sampai mengeluarkan air mata dengan kejadian yang Zee alami.
Masih dengan berbaring menyembunyikan wajahnya ke tempat tidur sambil menangis.
Ton yang ada di sampingnya membangun kan Zee yang sudah puas mentertawakan Zee. Tapi Zee tetap menolak. Bahkan ia membiarkan ponselnya terus berdering tanpa mau menjawab.
"Haha~ mending lo angkat telponnya dulu".
Jimmy menyerahkan ponsel Zee yang dia ambil dari meja kepada Zee yang masih menangis karena malu.
"Hm".
Zee meletakan ponselnya ditelinga masih dengan menyembunyikan wajahnya di tempat tidur tanpa mau melihat para sahabatnya yang masih menahan tawa.
["Bee kamu kenapa??". Tanya Yeonjin heran dengan suara kekasihnya apalagi panggilan lama dijawab. Padahal semalam Zee memberitahukan kepada nya bahasa hari ini dia tidak ada schedule apapun. ]
"Aku baik baik aja".
Zee menjawab dengan suara aneh yang membuat Yeonjin tambah khawatir.
Perlahan Zee memberanikan diri mengangkat kepalanya untuk menatap ke arah pada sahabatnya. Akan tetapi sedetik kemudian mereka kembali tertawa karena gemas dengan wajah lucu zee. Apalagi ditambah dengan wajah yang merah.
Membuat Zee kembali merengek menangis memeluk ton yang ada disampingnya. Yeon yang mendengar itu pun tambah kebingungan. Ia juga tidak tahu Zee sekarang ada dimana dan dengan siapa.
"Cup, , cup, , cup. Udah jangan nangis". Bujuk ton mengelus kepala Zee dengan lembut dan meminta yang lain pada diam.
Zee juga menghiraukan ucapan Yeon yang terus memanggilnya di telpon yang perlahan jatuh ke atas tempat tidur.
Suara Yeon yang ada di telpon terdengar oleh Al yang duduk mendekat ke arah ton yang sedang menenangkan Zee. Saat ini Zee masih menangis di pelukan ton.
"Hello".
Al mengambil ponsel Zee dan mengambil alih untuk berbicara kepada Yeonjin agar tidak khawatir mendengar suara Zee yang sedang menangis.
[" Siapa ini??". Tanya Yeon heran. ]
"Gue all,, Zee sedang nangis karena malu diketawain yang lain". Kata all jujur.
["Kenapa?? Zee baik baik aja kan".]
"Phi~". Keluh Zee mengambil ponsel yang ada ditangan all takut ia ngadu yang enggak enggak sama Yeon yang akan membuatnya khawatir.
Zee menghapus sisa air mata yang membasahi pipi dengan perlahan. lalu berjalan ke balkon untuk berbicara dengan Yeonjin.
Sedangkan para sahabatnya meninggalkan Zee menuju bioskop yang ada dirumah Zee untuk sambil makan semua cemilan yang ada di dapur.
__ADS_1
.
.
Setelah selesai berbicara Zee mencari keberadaan pada sahabatnya yang ia sudah tebak sedang berada dimana.
Tanpa menunggu lama Zee masuk ke dalam ruangan bioskop yang ada dirumahnya dan ternyata benar. Mereka semua berada disana sedang menonton film dengan banyak cemilan diatas meja.
"Astaghfirullah,.,.,.". Pekik Zee melihat semua cemilan miliknya yang sudah berpindah tempat.
Zee tahu pasti semua cemilan yang ada di lemari penyimpanan sudah hilang semua. Bahkan salad buah dan brownies ada disana juga.
Semua sahabatnya menatap ke arah Zee tanpa dosa masih asik memakan cemilan di tangan masing masing.
"Cemilan gue abis". Keluh Zee ngambek duduk di samping phi white yang sedang memangku toples kecil berisi salad buah.
Dengan wajah merajuk Zee mengambil sendok yang ada ditangan phi white untuk memakan salad miliknya. Ia juga menghiraukan sikap white yang bingung menatap dirinya yang asik makan salad buah.
Sesekali mereka akan menikmati kehidupan dengan bebas tanpa kamera atau lebar skrip disekitarnya.
Zee juga meminta a aom untuk memesan makan malam buat mereka semua. A aom tidak akan masak karena bahan bahan yang ada di rumah kurang memadai.
Beberapa sahabatnya juga ketiduran saat menonton film yang tentu saja akan menjadi korban kejahilan yang lain. Karena tangan mereka pasti akan gatal jika harus diam saat ada korban di depan mata.
Saat asik mengerjai Jimmy dan white, mereka dikagetkan dengan suara ketukan pintu.
Tok,,,tok,,,tok.
Ceklek,.,. A aom masuk dengan perlahan membuat semua orang mengalihkan perhatian ke arah pintu.
"Nanti kita ke sana". Jawab Zee membuat a aom meninggalkan ruangan.
Mau tidak mau mereka membangunkan sea dan white untuk mengajak makan malam. Setelah bangun mereka semua kumpul di meja makan untuk makan malam bersama sama.
Saat Zee melihat sekeliling, ia baru sadar bahwa disana tidak ada citra yang ikut bergabung.
"Gue ke atas dulu panggil citra kalian makan duluan aja". Ucap Zee meninggalkan mereka menuju kamar citra.
Tok, , tok , ,tok
"Cit,, citra". Panggil zee.
"Masuk Zee". Teriak citra dari dalam kamar membuat Zee masuk.
Saat masuk Zee melihat citra sedang fokus pada iPad ditangannya yang duduk di atas tempat tidur.
"Lagi apa cit sibuk banget sampai gak keluar kamar dari tadi". Ujar Zee duduk di samping tempat tidur.
"Lagi bantuin pekerjaan jenie di kantor makanya aku sibuk hari ini lumayan lah buat beli make up". Balas citra dengan tersenyum ke arah Zee.
"Kurang aja uang dari aku". Celetuk Zee.
"Haha~ buat tambah tambah".
"Terserah kamu aja lah,, sekarang kita makan malam di bawah phi ton dan yang lain sudah nunggu". Ajak Zee yang langsung diangguki oleh citra.
__ADS_1
Mereka berdua langsung turun kebawah untuk makan bersama dengan tenang karena Zee tidak akan menanggapi apapun ucapan mereka saat sedang makan.
Selesai makan mereka baru pulang ke rumah masing masing karena besok mereka harus kembali bekerja.
Tentu saja membuat Zee harus membantu a aom membereskan semua kekacauan di ruang bioskop jika mereka habis kumpul di rumahnya.
***
"Bos saya mau melaporkan bahwa tuan Yeonjin akhir akhir ini akan sibuk dengan pekerjaan nya di dunia entertainment". Lapor salah satu anak buahnya dihadapan bosnya yang duduk di kursi kebesaran di salah satu ruangan kantor dia.
"Kalau tentang wanita itu??".
" Dari laporan anak buah yang ada di Thailand. Wanita itu ada pekerjaan ke London Minggu ini".
Wanita itu mengangguk kepala pertanda mengerti. " Baiklah kamu bisa pergi".
Anak buahnya pergi meninggalkan ruangan dengan menundukkan kepala meminta izin.
Senyum misterius terlukis dibibir wanita itu sambil menggoyangkan gelas yang berisi minuman berwarna merah tanpa mengucapkan sepatah kata.
***
Jika Zee membantu Angga di perusahaan berarti jenie akan selalu meminta bantuan kepada citra untuk mengerjakan pekerjaan mereka masing masing. (Lumayan tambah tambah penghasilan).
Malam yang indah dengan bintang di langit tidak dilewatkan Zee untuk duduk berbaring di bantal yang ada di balkon. Zee suka berdiam diri disana untuk merilekskan pikiran dengan tenang.
Suasana seperti ini yang Zee harapkan daripada kebisingan orang di sekitarnya yang membuat Zee pusing dan tertekan. Bahkan Zee meninggalkan semua alat komunikasi di dalam kamar hanya didampingi dengan buku novel yang ia beli dari online.
Zee selalu membeli novel via online karena ia suka membaca dalam versi bahasa Indonesia daripada versi bahasa Inggris/Thai.
...🍂🍂🍂🍂...
Pagi pagi Zee bangun dengan alarm yang selalu ia steel di ponselnya. Hari ini ia ada event di salah satu mall terkenal di Thailand.
Zee harus berangkat sebelum pukul 9 ke hotel tempat persiapan untuk mereka berganti pakaian ataupun memakai riasan.
Hari ini Zee akan 1 event dengan Lim yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.
Hal ini membuat Zee senang bisa kembali bertemu Lim saat sekian lama tidak bertemu karena sibuk dengan pekerjaan masing masing.
Diperjalanan Zee hanya fokus pada ponsel yang sedang saling tukar chat dengan Yeonjin. Mereka berdua selalu berusaha memberi kabar di sela pekerjaan nya masing masing selesai sekarang.
Zee juga sedang mempersiapkan kejutan untuk Yeonjin di akhir tahun ini pas bertepatan dengan ulang tahun Yeon yang ke 28.
Sampai di lobi hotel Zee langsung diarahkan ke ruang tunggu dengan staf yang sudah menggunakan disana.
Lim yang melihat Zee langsung memeluknya dengan erat untuk melepaskan kerinduan yang lama tidak bertemu.
Bahkan Lim juga menangis di pelukan Zee yang membuat make up nya luntur. Membuat perias pasrah akan riasan nya yang pasti akan hancur.
"Udah kamu jangan nangis gak liat tuh perias kamu gimana mukanya". Canda Zee menghapus air mata Lim sambil tersenyum.
Hal itu membuat semua orang tertawa karena Lim membuat wajah yang sangat gemas ditambah dengan kelakuan Zee yang selalu membuat semua orang tidak bisa menolak ke imutan wajah Zee di setiap waktu.
...--------...
__ADS_1
...Happy Reading.,...