
Pukul 11 siang mereka semua sudah siap dan akan diantar oleh Angga ke bandara. Sebelumnya Angga pergi ke kamar Lim yang satu gedung apartemen tetapi beda lantai untuk menjemput Zee dirumahnya.
Angga yang sampai di rumah Zee langsung saja masuk karena waktu menunjukan 15 menit lagi menuju jam penerbangan tetapi ketiga wanita itu belum keluar dari rumah.
"Zee. . Zeefanya. . ". Teriak Angga dari lantai satu.
"Apa??". Balas Zee dengan teriakan lebih kencang.
"Cepetan nanti telat". Angga menaiki anak tangga melihat apa yang sedang dilakukan Zee.
Pintu kamar Zee terbuka dan melihat kan sang anak lagi menata rambut dengan serius di meja rias. Bersamaan dengan citra keluar dari kamar bersama jenie.
Melihat koper para gadis itu bisa menebak bawa mereka membawa barang yang sangat banyak membuat Angga terbengong sendiri.
"Kalian mau liburan apa pindahan". Seru Angga yang mengandung ledekan di setiap kata.
"Berisik". Celetuk Zee.
Zee menuruni tangga dengan membawa koper yang sedikit berat sendirian tanpa mau minta tolong.
Angga hanya berjalan menuruni tangga tanpa mau membantu setiap gadis itu, ia sangat heran dengan para gadis yang akan liburan beberapa hari tapi membawa barang seakan mau pindahan.
"Lim kok gak masuk". Ucap Zee saat melihat Lim dengan asistennya duduk di depan rumah.
"Gak papa kak". Balas lim dengan sopan.
"Ya sudah ayok berangkat". Ajak Zee menggandeng tangan Lim yang memang sedikit agak tinggi darinya padahal dia masih berumur 19 Thn.
Semua koper sudah masuk di bagasi barulah Angga mengemudi mobil menuju bandara yang waktunya sangat mepet.
Perjalanan dari Bangkok ke Phuket hanya membutuhkan waktu 1 j 20 menit di udara sedangkan jika menggunakan jalur darat bisa sampai 12 - 13 jam. Itu akan memperlambat liburannya berjam jam jika mereka mengendarai mobil.
Sesampai di Phuket mereka berlima langsung masuk ke resort penginapan yang ada di sana. Mereka pesan yang sedikit besar dan ada 3 kamar di dalamnya.
Zee sendiri, citra sama jenie dan Lim bersama asistennya yang kebetulan cowok. Setiap perjalanan Zee membuat vlog yang akan ditayangkan di Chanell YouTube milik pribadi.
Tak lupa juga ia membuat story' di Ig nya dan beberapa photo pantai yang sangat indah.
Tanpa mau istirahat terlebih dahulu, Zee mengajak semua orang pergi untuk makan siang di restoran dekat pantai.
"Zee pakai sun block dulu". Teriak citra dari dalam kamar.
Saat ini Zee sedikit memakai pakaian terbuka dan tak lupa kaca mata hitam. "Bawa kesini". Teriak Zee.
Sampai di dekat Zee, citra melemparkan sun block dan langsung diambil olehnya, lalu mengoleskan keseluruhan tubuh agar terlindungi dari paparan sinar matahari langsung.
Di restoran itu mereka bersenang-senang sambil membuat video dengan melakukan permainan yang membuat semua orang tertawa ngakak.
Zee melihat Lim sangat menikmati liburan itu dan ia berharap bisa melupakan kejadian kemarin. Lim sudah sangat dekat dengan Zee, ia tidak segan segan selalu cerita apapun kepada Zee lewat telpon. Lim anak tunggal yang membuat dirinya merasakan kasih sayang seorang kakak.
Telpon pun Zee hiraukan karena asik bersenang senang disana. Sampai beberapa kali berdering barulah Zee mengetahui nya.
__ADS_1
📞GeYim is calling. . . .
"Hello GeYim ada apa??". Tanya Zee to the point.
"Lim kamu jangan curang". Teriak Zee saat melihat Yim yang curang karena mengganti kartu miliknya.
"Kamu sedang apa Zeze??". Tanya Yim yang penasaran.
"Zeze lagi main". Ucap Zee dengan tertawa karena tidak fokus dengan panggilan masuk dari Yim. "Curang kalian mah". Keluh Zee dengan kesal.
"Gege Zee lagi bikin konten nanti lagi telpon nya ya. . Bye GeYim". Pamit Zee langsung mematikan panggilan Yim tanpa mendengar jawaban dari seberang telpon.
.........
Yim yang ada di Shanghai, China merasa sebal karena Zee langsung mematikan telpon sepihak.
"Lagi apa sih ni bocah". Gumam Yim menatap ke arah ponsel.
Dengan cepat ia menelpon Angga selaku Manajer nya untuk mengetahui keberadaan Zee.
"Hello ga Zeze lagi apa sih telpon gue langsung dimatikan??". Tanya Yim dengan cepat.
"Dih sabar kali kalau ngomong". Seru Angga yang kaget dengan pertanyaan Yim tiba tiba tanpa menyapa dulu.
"Udah jangan banyak bacot. . Jawab aja". Ucap Yim yang memang sudah kesal.
"Zee lagi liburan mungkin ia gak mau diganggu". Ucap Angga.
"Dimana?? Gue rencananya nanti malam mau ke sana kebetulan gak ada kerjaan". Ujar Yim.
"Mau ketemu Zeze lah mau apa lagi". Jawab Yim dengan songong.
"Zee gak ada di Bangkok dia lagi liburan. . Mending Lo susul aja ke Phuket sana. . Dah dulu bye". Ucap Angga langsung mematikan telpon Yim yang membuat Yim tambah bete.
"Gak Zeze gak manajer nya sama aja". Gumam Yim kesal.
Mendengar Zee yang ada di Phuket membuat Yim menelpon asistennya untuk mengalihkan penerbangan nya dari Bangkok ke Phuket. Dia akan pergi sendiri tanpa kru dan asisten.
Pukul 7 malam Yim pergi ke bandara dan akan menempuh perjalanan 9 j menuju Phuket dari Shanghai.
Tanpa menghubungi Zee terlebih dahulu Karana ia pun lupa, sebab ingin cepat sampai di sana.
Pukul 03.00 dini hari waktu Thailand Yim sampai di bandara Phuket dan langsung mencari hotel penginapan dekat bandara.
Yim ingin langsung pergi ke penginapan Zee tapi ia tidak mengetahui tempatnya dimana. Hal itu membuat dirinya kesal sendiri.
Pagi harinya Yim menelpon Zee untuk menanyakan keberadaanya.
....
Zee yang baru bangun kaget melihat Yim pagi pagi menelpon saat dirinya sedang duduk di balkon kamar untuk melihat matahari terbit sendiri.
__ADS_1
"Hello GeYim". Sapa Zee.
"Kirim lokasi kamu sekarang juga". Perintah Yim membuat Zee kaget dan langsung duduk.
"Gege di Thailand??". Tanya Zee langsung.
"Lebih tepatnya di Phuket. . Cepetan sharelok sekarang". Ucap Yim kedua kalinya dan langsung mematikan telpon nya dengan cepat.
Zee langsung sharelok tepat penginapannya yang masih bingung kenapa Yim ada di sana.
30 menit kemudian Zee ditelpon pihak resepsionis saat ada tamu yang ingin menemui nya. Dengan cepat Zee pergi untuk menjemput Yim disana.
Sebelum pergi Zee mengambil jaket yang lebih tebal karena udara diluar sangat dingin. Sampai di tempat resepsionis Zee melihat Yim sedang duduk menunggu dirinya.
"Gege kok tau Zee disini??". Tanya Zee yang sudah ada didepan Yim.
Dengan sedikit merekam video untuk usulan Yim di Instagram. "Ada yang nyamperin saat liburan nih". Ucap Zee sambil tertawa mengarahkan kamera ke arah Yim.
Tanpa menjawab Yim memeluk Zee dengan erat tak lupa mencium puncuk kepala zee dengan lembut.
Yang tau akan ciuman itu Zee langsung mematikan videonya karena pasti akan jadi gosip yang nggak enggak diluaran sama.
"Ayok pergi disini dingin banget". Ajak Zee mengeratkan jaket yang ia pakai.
Udara di pagi ini sangat dingin dan angin pun sangat kencang. Zee tidak kuat lama lama di luar ruangan tanpa penghangat.
Sampai di resort keadaan masih sepi pertanda orang orang disana masih asik berada dibawah selimut.
"Gege tidur di kamar Zeze aja biar Zee tidur sama citra dan jenie". Ucap Zee sambil pergi ke dapur.
"Kenapa gak tidur bareng Gege aja satu kamar". Goda Yim dengan senyum jahil disebelah Zee yang sedang bikin susu coklat hangat.
Plak. . . Pukulan mendarat di bahu Yim dengan keras membuat orangnya kesakitan. "Kalau ngomong asal jeplak aja". Pekik Zee.
Zee mengoleskan Selai coklat ke roti untuk sarapan pagi ini. Yim yang melihat itu langsung menengadahkan tangan nya untuk meminta bagiannya.
Melihat tangan Yim membuat Zee mengerutkan keningnya dan sedetik kemudian memberikan roti selai coklat kepada Yim sambil cemberut.
"Makasih cantik". Ucap Yim dalam bahasa China.
"Hm". Jawab Zee dengan deheman sambil mengoles roti untuk dirinya.
Memakan roti sambil meninggalkan Yim sendiri di dapur menuju sopa ruang tamu yang ada disana. Matahari memang sudah muncul tetapi sedikit terhalang kabut membuat sedikit kurang indah. Zee memutuskan untuk menonton film saja di telivisi dan ditemani oleh Yim.
Hanya ditemani raganya saja karena Yim langsung tertidur di sandaran Zee.
...-------------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
__ADS_1
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
Happy reading guys 😊. . . .