Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Chapter 90


__ADS_3

Sepulang dari lokasi syuting, Zee mampir terlebih dahulu memberi beberapa cemilan dari caffe yang selalu dia datangi.


Makanan itu sangat disukai Zee saat melewati perjalanan pulang. Banyak photo Zee yang dipasang disana membuatnya merasa senang.


Tapi saat palkir di depan caffe, banyak pengunjung memenuhi caffe yang tidak mungkin Zee masuki. Kalau Zee masuk itu akan membuat kehebohan.


"Gimana ini gue ingin makan itu lagi". Gumam Zee melihat sekeliling caffe.


Saat Zee melihat dua anak kecil penjual bunga yang melintasi mobil itu dengan segera ia memanggil.


"Nong,, nong". Panggil Zee setelah menurunkan kaca mobil.


Kedua anak itu mendekat ke arah Zee yang memanggil.


"Phi ingin membeli bunga??".


"Iya phi ingin beli bunga.. tapi phi juga ingin meminta tolong boleh". Ucap Zee dengan ramah.


Kedua anak itu saling pandang, mungkin mempertimbangkan ucapan Zee.


"Sebagai gantinya phi akan beli semua bunga nong,, gimana??". Lanjut Zee meyakinkan.


"Iya phi apa yang harus dilakukan!!". Tanya salah satu anak itu.


Zee mengambil kertas yang ada di mobil untuk menuliskan sesuatu.. lalu Zee memberikannya kepada mereka. "tolong kasih kertas itu ke karyawan caffe yang ada disana, hanya itu". Seru Zee.


Kedua anak itu pergi masuk ke caffe dengan ceria.


Gak lama kemudian kembali dengan karyawan yang mengikuti. Isi kertas itu meminta karyawan untuk mendatangi mobilnya dengan cepat karena dia tidak bisa masuk untuk membeli makanan.


"Nong Zee kenapa tidak masuk??'. Tanya karyawan caffe.


Semua karyawan tahu bahwa Zee adalah pelanggan tetap disana. Saat tahu Zee menyukai makanan yang ada di caffe itu membuat caffe tambah ramai.


"Sebentar,,". Pinta Zee. "berapa tangkai bunga mawar kalian??". Tanya Zee kepada dua anak yang masih disana.


"Semuanya 20 tangkai dan pertangkai 20 bath". Seru anak itu. .


Zee memberikan uang 500 bath untuk membeli semua bunga itu lalu membiarkan kedua anak itu pergi.


Zee juga menyebutkan pesanannya kepada karyawan caffe dengan banyak menu. Bisa saja Zee menulis catatan di kertas itu tapi dia tahun makanan itu tercampur bahan non halal karena tidak diketahui pembeli itu. Jadi Zee memutuskan untuk meminta karyawan datang ke mobil yang ada di palkiran caffe.


"Baik nong tunggu sebentar kami akan siapkan'". Seru karyawan.


Kurang dari setengah jam karyawan itu datang membawa banyak pesanan Zee. Setelah bayar karyawan itu ingin pergi tapi dicegah oleh zee.


"Phi tunggu sebentar ".


Karyawan itu kembali menoleh ke arah Zee.


"Tolong kasih bunga ini ke para pelanggan sebagai ucapan terima kasih aku". Seru Zee memberikan bunga yang tadi ia beli dan 1 photo yang ia ambil beberapa saat yang lalu.


Photo itu berisi dirinya yang memegang bunga sebagai bukti bahwa bunga itu benar benar dari dia.


"Baik nong terimakasih,, hati hati dijalan".


Zee tersenyum. Lalu meninggalkan caffe menuju rumah yang sudah ditunggu citra karena dia lama pergi keluar rumah.

__ADS_1


Saat berangkat tadi Zee bilangnya akan makan siang bersama citra di mall tapi Zee urungkan karena ingin makan bersama para phi nya di lokasi syuting.


Sesampainya di rumah Zee meletakan semua makanan di meja makan lalu pergi ke kamar citra.


Tok, , , tok , ,, tok.


"Masuk". Seru citra dari dalam.


"Belum selesai??". Tanya Zee melihat citra masih mengerjakan semua pekerjaan kantor yang dikirim jenie.


"Dokumen terakhir untuk saat ini". Seru citra fokus pada layar laptop.


"Hm~ aku mau bilang, dibawah banyak makanan aku beli saat pulang tadi".


"Nanti aku kebawah".


Zee meninggalkan kamar citra lalu masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Dia juga berencana untuk bermain game untuk menjernihkan pikiran.


Setelah diracuni para sahabatnya dengan game dan saat mencoba pertama kali membuat Zee kebablasan.


Setiap ada waktu luang Zee selalu bermain game disela bermain di sosial media. Zee tidak mungkin sering live di sosial media setiap hari karena Zee memiliki jadwal untuk itu yang menempel pada tembok samping komputer.


Jika tidak dijadwal Zee tidak akan teratur dan hak itu membuat Zee nyaman setiap hari.


Pekerjaan dia selalu terjadwal dengan baik tidak membuat dirinya pusing saat melakukan sesuatu.


Tak lupa sebelum membuka game Zee membawa beberapa makanan untuk menemani dia saat bermain game nanti.


Akun game Zee tidak menggunakan nama asli melainkan nama inisial dan tidak pernah menampilkan wajah. Itu semua mencegah netizen yang masuk mencari keburukan Zee.


Bahkan teman Zee dalam permainan itu hanyalah para sahabatnya yang hobi akan game contohnya phi Jimmy, dia selalu mengajak Zee main game untuk menghilangkan suntuk.


Suara ketukan tangan di meja tidak membuat Zee mengalihkan pandangan. Ia tahu ulah siapa yang berani masuk ke kamar Zee di tengah malam.


"Kamu belum kirim file yang Angga minta??'. Seru citra dengan tegas.


"File apa!?'.


"Ugh gue bisa tebak". Gumam citra melepaskan earphone yang menempel di telinga Zee lalu menekan pause.


"Aaaahhhhh citra gue lagi nyerang". Keluh Zee.


"Maaf sudah ganggu tapi tunggu 2 menit". Citra mengambil alih earphone untuk berbicara pada teman main Zee di dalam game.


["Ada apa citra??". Tanya seseorang. ]


"Ow Lo tahu gue". Citra kaget saat namanya disebut.


"Phi Jimmy,,". Seru Zee kembali duduk di kursi yang tadi dia tempati. Lalu mengambil kembali earphone yang ada di telinga citra tanpa izin.


" Udah kan, tidak ada lagi??"tanya Zee sebelum melanjutkan permainan agar tidak diganggu citra lagi.


"Udah gue mau tidur dulu,, jangan main sampai pagi, Lo harus istirahat". Tunjuk citra dengan wajah galak memperingati Zee yang akan lupa waktu jika sudah duduk di kursi itu.


"Iya".


Sepeninggalan citra, Zee kembali bermain game untuk beberapa ronde sampai akhirnya dia pamit untuk tidur saat matanya sudah ngantuk. Jam menunjukan pukul 3 pagi Zee baru bangkit dari kursi dan selesai bermain game bersama phi Jimny.

__ADS_1


Makin malam bukannya menyudahi permainan malah yim datang ikut bergabung mau tidak mau yang janjinya sampai pukul 1 malah selesai pukul 3 pagi.


Baru masuk ke dalam selimut yang hangat, Zee sudah tertidur sangat lelap akibat kantuk nya yang tidak bisa ditahan.


Keesokan hari nya tidak ada schedule apapun yang membuatnya berencana untuk bangun siang.


********


Di apartemen mewah di negara lain. Seorang pemuda fokus menatap layar komputer dengan intens.


Pemuda yang sudah lama mengabaikan sang kekasih dengan alasan tertentu yang tidak diketahui siapapun. Alasan itu hanya dia yang tahu sendiri.


Semua laporan yang dikirim anak buahnya membuat Yeonjin mengepalkan tangan geram akan kelakuan wanita itu.


Ya, Yeonjin mengabaikan Zee karena ada masalah pribadi yang mengincar dirinya. Bukan hal sepele tapi wanita itu mengancam untuk menyakiti Zee jika keinginannya tidak dituruti.


Angelistia, wanita yang satu fakultas dengan Yeonjin saat berada di London. Dia selalu membuat masalah kepada siapapun yang mendekati Yeonjin tidak memandang siapapun lawan dia.


Yang membuat Yeonjin mengambil keputusan ini karena dulu angel pernah membuat orang yang diam diam menyukai Yeonjin hampir manunggal.


Wanita itu memutuskan rem mobil tanpa pikir panjang. Untung saja Yeonjin berada disekitar kejadian dan menolong korban untuk dibawa ke rumah sakit.


Yeonjin tidak pernah menyangka akan mendengar penjelasan anak buahnya yang ia minta untuk mencari tahu alasan kecelakaan itu. Saat yeonjin berada di lokasi kejadian, polisi memberitahukan bahwa mobil itu ada yang menyabotase membuat rem blong.


Yeonjin yang tidak memandang siapapun Langung menolong untuk mencari tahu penyebabnya.


Prang,,!!!!!


Gelas yang ada di tas meja pecah berserakan di tas lantai dengan banyak dokumen yang ikut jatuh.


Yeonjin melihat video Angelistia menuangkan air di kepala Zee saat berada di lokasi syuting dan video saat ada di acara yang Zee hadiri.


"Ternyata wanita ini tidak bisa dianggap remeh,, mau bermain main sama gue tunggu aja kehancuran Lo yang sebentar lagi akan datang". Gumam Yeon-jin mengepalkan tangannya menatap layar komputer dengan tajam.


Walaupun Yeonjin tidak menemui Zee tapi dia memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengawasinya dari kejauhan.


Banyak schedule yang Yeonjin batalkan dan memberikan pinalti karena masalah itu. Mungkin setelah ini Yeonjin akan mengambil alih perusahaan yang sementara dipegang Evan.


Beberapa bulan terakhir Evan mengeluh untuk mengambil kembali posisi Presdir di perusahaan karena dia ingin liburan.


Setelah mengenal Zee, Evan selalu meminta untuk mengambil banyak cuti untuk menghabiskan waktu jalan jalan dengan Zee calon kakak ipar nya. Yeonjin tidak mempermasalahkan Evan dekat dengan kekasihnya, dia tahu Evan selalu meminta kasih sayang lebih kepada siapapun yang tulus padanya.


RRRRRRRRRRRRRR


Panggilan berdering di ponsel Yeonjin yang ada di atas meja. Nama Evan tertera disana membuatnya dengan cepat mengangkat panggilan tersebut.


[" Hyung dimana?? Kenapa hilang tidak ada kabar begitu saja". Teriak Evan dari sebarang telpon dengan suara kesal. ]


"Hyung ada urusan, ada apa kamu telpon??".


[" Tch, eonni sedang ada masalah tapi Evan gak tahu apa yang sedang eonni hadapi,, saat Evan tanya dia seperti menutupi semuanya Evan khawatir apalagi setelah anak buah Evan memberikan video cctv yang ada di lokasi pemotretan,, Hyung pergi saat eonni menginginkan pertolongan, Hyung jahat". ]


Tut,,!.


Panggilan dimatikan oleh Evan tanpa mendengar jawaban dari Yeonjin. Hal itu membuat Yeonjin tambah marah.


...--------...

__ADS_1


...Happy Reading.,...


__ADS_2