
2 hari sebelum hari ulang tahun Zee. Ia sudah akan pulang ke kampung halaman tercinta yang sudah 2 tahun Zee tinggalkan.
Pagi tadi mereka memutuskan siapa aja yang akan ikut ke sana dan siapa yang akan liburan di Jakarta.
Di kampung halaman Zee hanya akan menghabiskan waktu 5 hari dan akan kembali ke Jakarta lalu esoknya pulang ke Thailand.
Tentunya mereka tidak bisa liburan lama karena pekerjaan yang ada di Thailand menunggu.
Tetapi sebelum pulang Zee harus mengerjakan pekerjaan terakhirnya terlebih dahulu. Pemotretan untuk albumnya Zee ambil di kompleks perumahan yang Zee tinggali.
Hanya beberapa jam saja akhirnya selesai dan mereka berenam langsung siap siap naik ke mobil untuk pergi ke kampung halaman Zee.
"Abang yakin gak mau ikut??". Tanya Zee yang sedari tadi ragu hanya pulang dengan para sahabatnya saja.
"Iya Abang yakin,, gak apa apa kalau mereka nyusahin tinggal aja di gunung jangan dibawa ke Thailand lagi". Canda Angga dengan memeluk Zee yang memberikan wajah cemberut.
"Ayo berangkat". Teriak Neo dengan gembira.
"Berangkat pala Lo peang". Keluh Zee dengan bahasa Indonesia yang pastinya tidak akan dimengerti oleh mereka.
"Hati hati ya Zee". Ucap citra sambil tersenyum." Selamat menjaga bayi bayi Thailand". Ledek citra yang masing mendapat pukulan dari Zee.
Citra tidak ikut karena ia izin untuk pulang kampung juga. Ia akan pergi sendiri tanpa ada yang menemani.
Zee masuk ke dalam mobil dengan wajah yang cemberut. "Pak bantu saya untuk jaga bayi bayi ini ya". Ucap Zee kepada pak supir.
"Saya tidak bisa bahasa mereka non". Balas pak supir membuat Zee menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi. Sungguh sangat frustasi.
Zee menatap ke arah Neo yang ada di sampingnya sedang asik bermain ponsel. Sedangkan sea, white dan love sedang bercanda di kursi belakang.
Gak lama kemudian Zee lupa untuk mengabari keluarganya bahwa dia akan pulang bersama para sahabatnya. Dengan cepat Zee mengambil ponsel dan menghubungi nomer sang ibu.
Zee :"Hello Bu". Sapa Zee setelah mendengar suara diseberang telpon.
Ibu Zee :"Hello nak,, apa kamu udah dijalan pulang??".
Zee :"Udah Bu,, Zee cuma mau ngabarin bahwa Zee pulang gak sendiri sahabat Zee juga ikut".
Ibu Zee :" gak apa apa,, ibu malah senang dan emangnya berapa orang??".
Zee :" 7 sama supir Bu". Ucap Zee membuat sang ibu kaget.
Ibu Zee :" baiklah gak apa apa,, kamu istirahat aja dulu jangan main ponsel terus".
Zee :" ia Bu,, Zee minta tolong cariin tempat tinggal buat mereka ya Bu,, kan gak mungkin kalau semuanya tinggal di rumah". Pinta Zee.
Ibu Zee :" nanti ibu cariin.. ya udah ibu lagi bantuin kakak kamu masak,, udah dulu ya Zee".
Zee :"Ia Bu".
Setalah panggilan terputus Zee berniat untuk istirahat dulu karena ia sangat Kecepek an semalam tidur sangat larut dan bangun cepat.
Zee tidak harus memberikan arahan tentang jalan ke kampungnya kerena sang supir memang 1 kecamatan sama Zee yang memudahkannya setiap ingin pulang.
Pukul 2 siang mereka akhirnya keluar tol dan memutuskan untuk makan siang dulu di rumah makan yang ada.
"Pak kita berhenti untuk makan siang dulu". Ucap Zee pada sang supir. "Guys bangun.. makan dulu".
Zee membangunkan semua sahabatnya yang sedang tertidur pulas di dalam mobil. Hal itu tentunya membuat Zee sebal karena ia sudah sangat lapar tetapi pada sahabatnya susah banget untuk bangun.
"Kita dimana Zee??". Tanya Jimmy yang bangun duluan.
"Kita baru keluar tol,, sebelum lanjutin perjalanan kita makan dulu". Ujar Zee keluar mobil terlebih dahulu.
Cuaca siang ini sangat panas, Zee turun dengan memakai kacamata hitam yang tentunya langsung disambut dengan tatapan dari warga yang ada disana.
__ADS_1
Hari ini Zee hanya memakai atasan kerah Sabrina dan celana jins yang memang jarang untuk memakai pakaian yang terbuka.
Dengan diikuti Jimmy dan Neo yang turun dengan wajah baru bangun tidur. Tentunya orang ganteng akan tetap ganteng mau digimanain juga.
"Akhhh... Panas banget". Keluh neo masuk kembali ke dalam mobil.
Zee yang sudah ada di luar hanya bisa pasrah menunggu mereka yang lama keluar mobil dan melihat Jimmy berjalan santai mendekati Zee di depan rumah makan.
"Ngapain kesini??". Tanya Zee sinis.
"Gue lapar mau makan". Balas Jimmy yang ingin masuk terlebih dahulu.
Baru beberapa langkah, tangan Jimmy ditarik dengan erat oleh Zee membuat orangnya menatap sang pelaku dengan heran.
"Bangunin istri Lo dulu bego". Celetuk Zee yang membuat Jimmy menatap ke arah mobil yang masih terbuka.
"ayo Pak kita makan berdua saja". Lanjut Zee mengajak pak supir masuk ke rumah makan.
"Tapi mereka gimana non??". Ucap sang supir kebingungan menatap ke arah majikan dan sahabat majikannya yang masih ada di dalam mobil.
"Biarin aja,, nanti kalau lapar juga turun". Ucap Zee santai.
Setelah Zee masuk datanglah Neo dengan memakai topi dan kacamata hitam duduk di samping Zee yang sedang makan terlebih dahulu.
Zee menatap ke arah phi Neo yang tidak kunjung makan, ia asik memainkan ponselnya dan minuman milik Zee malah ia habiskan.
"Phi Neo ..". Keluh Zee.
"Kalau mau makan pilih makanannya disana". Tunjuk Zee ke jajaran makanan yang tersedia di rumah makan itu.
Phi Neo langsung berjalan mendekati tempat yang Zee tunjuk. Sampai akhirnya Zee menyerah dan mendatangi phi Neo yang sedang berbicara membuat ibu pemilik rumah makan kebingungan.
"Emang bego gue,, orang Thailand suruh milih sendiri". Gumam Zee pada dirinya sendiri.
Zee mendekati phi Neo yang sedang melihat lihat menu makan yang terhalang kaca. Tidak sampai disitu saja, datanglah Jimmy, sea dan white memasuki rumah makan itu.
Setelah kedatangan mereka akhirnya Zee meminta mereka untuk memilih menu makanan yang akan mereka makan dengan arahan Zee.
"Maaf Bu mereka tidak bisa bahasa Indonesia". Ucap Zee dengan sopan pada pemilik rumah makan.
"Tidak apa apa neng,, emangnya orang mana??". Tanya sang ibu penasaran.
" Saya orang Indonesia Bu kalau mereka orang Thailand". Balas Zee dengan senyuman.
"Lagi liburan disini neng??". Tanya bapak yang ada disana.
"Ia pak sekalian pulang kampung".
"Loh emangnya neng asli orang mana??". Lanjut si bapak.
"Saya orang Brebes pak,, tapi kerja di Thailand". Ucap Zee.
"Zee gue mau makan". Zee kaget memegang dadanya dengan suara love yang tiba tiba muncul dari belakang.
"Sialan Lo". Celetuk Zee memukul love, sedangkan yang dipukul hanya tersenyum memamerkan gigi nya yang memakai behel. "Udah makan tinggal pilih aja".
"Zee ini daging apa??". Tanya Jimmy dengan suara keras memakai bahasa Thai menunjuk makanan yang ada di piring.
"Bu itu sih daging apa??". Tanya Zee kepada ibu itu.
"Itu daging sapi neng".
Jawaban sang ibu membuat Zee kaget dan langsung menatap ke arah mereka yang sedang makan.
"Phi itu daging sapi". Ucap Zee kaget.
__ADS_1
Phi Sea yang sedang makan langsung mengambil tisu untuk memuntahkan makanan yang ditanyakan phi Jimmy. Hal itu membuat semua orang yang ada disana heran.
"Neng kenapa dengan makannya??". Tanya si bapak cemas.
"tidak apa apa pak.. saya lupa dari mereka tidak ada yang makan daging sapi,, maaf ya pak bikin kalian kaget". Kata Zee dengan sopan.
"Hufh,, Kiran masakannya kenapa neng,, ibu sangat takut". Balas sang ibu.
"Maaf ya Bu".
Love yang ada di samping Zee hanya menatap ke arah mereka dengan cengo dan langsung menanyakan kebingungannya kepada Zee. "Ada apa??". Bisik love.
"Gak apa apa,, yuk makan". Ajak Zee bergabung dengan yang lain.
Walaupun banyak yang lihatin mereka saat makan tidak membuat risih karena itu tidak mengganggu juga. Beberapa dari pengunjung juga ada yang meminta photo bersama mereka dan ada juga yang mengenali mereka disana.
Selesai bayar makanan mereka masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah Zee. Mereka juga berpamitan dengan sopan kepada semua orang yang ada disana.
"Berapa lama lagi kita sampai??". Tanya Jimmy yang penasaran karena sedari tadi ia yang duduk di depan tidak melihat GPS yang dipasang sang supir.
"1 jam lebih kayanya". Celetuk Zee yang sedang bermain ponsel membuat semua orang yang ada di mobil berteriak.
"What,,,,".
Zee menutup kupingnya yang penging akibat teriakan semua kadang sampai sang supir pun ikut kaget. Sampai akhirnya Zee tersenyum melihat ekspresi wajah mereka semua.
"Pak kita mampir di minimarket sebentar ya mau beli makanan". Teriak love dari kursi belakang.
"Pak kita berhenti di Alfamart depan". Ucap Zee kepada sang supir.
Padahal mereka baru makan tetapi sekarang sudah minta berhenti untuk cari makan lagi. Yang awalnya love diolok olok oleh yang lain dan saat mobil berhenti semua ikut turun juga.
"Sialan Lo". Gumam love masuk duluan.
Tanpa mendengar ucapan kotor dari love akhirnya mereka berlima masuk ke dalam untuk berbelanja cemilan.
Tentunya Zee akan ikut kemanapun mereka pergi.
2 keranjang penuh dengan cemilan yang mereka pilih, itupun sampai tumpah tumpah yang membuat love kembali mengambil keranjang lagi.
Hal itu tentunya jadi pusat perhatian orang orang yang ada disana. "udah belanjanya pilih yang kalian mau beli aja". Ucap Zee.
Mereka tidak ingin melihat Zee yang tambah marah akhirnya para cowok berjalan menuju kasir untuk membayar semua belanjaan yang mereka pilih. Daripada membuat Zee ngambek mereka langsung ikutin apa yang diucapkan oleh Zee.
Jimmy yang berdiri paling depan mengambil dompet yang ada di dalam tas. Zee yang melihat itu hanya diam sambil tersenyum.
"Zee Lo kenapa senyum senyum??". Tanya phi Neo yang ada di sampingnya.
"Tuh lihat". Tunjuk Zee.
Tanpa aba aba phi Neo memukul phi Jimmy dari belakang dengan keras.
Plak. . .
.
.
...-----------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
__ADS_1
Happy reading guys 😊. . . .