
Sandal Zee di jahilin jimmy dan white yang saling lempar, padahal kaki Zee sangat kepanasan tidak memakai sandal. Saat ini mereka sedang main di area persawahan yang luas.
Pemandangan disana sangat indah bagi orang yang baru melihatnya. Tetapi sayang cuaca siang ini sangat sangat panas.
Mereka hanya jalan jalan diantar oleh paman Zee yang dimana dia adalah adiknya ibu Zee. Paman Zee seumuran dengan phi all jika dia ikut Zee pasti akan meledek pamannya terus membandingkan wajah mereka yang pastinya sangat berbeda.
Zee sangat kesal dengan mereka berdua yang terus saja melempar sandal Zee yang akhirnya jatuh ke sawah.
"Jimmy, , ,". Keluh Zee menatap ke arah sendal yang tidak terlihat oleh padi yang masih hijau.
Mereka yang merasa bersalah terus meminta maaf kepada Zee sedangkan yang lain memprovokasi agar Zee tetap marah yang membuat mereka berdua bingung sendiri harus membujuk Zee dengan gimana lagi.
Sedangkan paman dan kedua keponakan Zee sedikit jauh dari keberadaan mereka berenam.
"Phi Neo". Keluh Zee dengan wajah sedih sambil kakinya terangkat satu.
Kaki Zee benar benar panas dan memang ia hanya memakai sandal untuk jalan jalan. Zee meninggalkan sepatunya di rumah saat berangkat tadi.
"Ya udah sini phi gendong pulang nya". Ujar phi Neo mendekati Zee.
"Sama phi aja, nong". Sahut Jimmy mencari alasan agar Zee tidak marah.
Zee tau siasat Jimmy dan ia hanya menjulurkan lidahnya kepada Jimmy sambil menghindar. Ia berjalan ke warung yang ada disana tempat ponakannya itu jajan.
Paman Zee melirik ke bawah dengan heran. "Sendal kamu mana??".
"Jatuh ke sawah dilempar phi Jimmy". Balas Zee dengan cemberut.
"Nih pakai punya Abang aja". Paman Zee memberikan sendal yang dia pakai agar keponakannya tidak kepanasan saat jalan pulang.
"Tapi Abang gimana??".
"Abang gak apa apa.. pakai aja".
Akhirnya Zee setuju dan mereka pulang ke rumah karena cuaca sangat panas.
........
Di penginapan mereka berenam berkumpul di ruang keluarga sambil sibuk dengan gadget masing masing. Zee meminta kembali lebih cepat dari rumahnya karena ibu dan kakaknya sedang sibuk bikin makanan untuk dijual besok saat ada acara 17 Agustus di desanya.
"Nong lapar nih beli makan yuk??". Ajak love dengan sedikit melas.
Dari siang kami semua memang belum makan nasi sama sekali hanya makan cemilan saja. Sedangkan pak supir Zee izinkan untuk pulang ke rumah bertemu keluarga nya mumpung kampungnya sama.
"Ayok,, mau apa??".
"Emang kamu tau jalan disini nanti kita nyasar gimana". Takut phi white menatap ke arah Zee tidak percaya.
"Gue tau.. ini tempat lahir gue masa ia gue lupa. Kalau gue geger otak baru gue gak ingat". Seru Zee berjalan ke kamar untuk mengambil tas.
__ADS_1
"Asik teraktiran lagi nih". Teriak phi Jimmy.
"Lagian Lo pada pergi ke Indonesia gak tuker uang sama sekali.. emang sialan Lo pada". Keluh Zee berjalan keluar duluan.
Mereka mengikuti Zee naik mobil dan meminta phi Neo untuk mengendari mobil dengan arahan Zee.
Saat melihat minimarket love meminta berhenti untuk membeli cemilan tapi langsung di celah oleh Zee yang membuat love diam pasrah.
Di caffe yang ada di desa Zee mereka sampai dan jaraknya tidak terlalu jauh dari penginapan. Caffe itu berada di kawasan persawahan yang membuat udara sejuk.
Zee meminta mereka untuk duduk menunggu di meja yang sudah disiapkan. Mereka menyerahkan pesanan semuanya kepada Zee karena mereka percaya Zee mengetahui selera para sahabatnya.
Caffe yang kebetulan sedang ramai membuat mereka yang memiliki wajah asing dimintai photo oleh para pengunjung dan karyawan disana..
Saat makan pun mereka tidak fokus sebab orang yang meminta photo tidak pernah berhenti. Hal itu menjadi phi white dan phi sea agak kesal.
************
Tengah malam tiba Zee tidak tau kalau mau diberi kejutan oleh para sahabatnya karena ia mengira mereka akan membeli kue dari mana.
Ternyata Zee di bangunkan dengan nyanyian ulang tahun,,,
"Happy birthday to you,, happy birthday to you,,, happy birthday happy birthday happy birthday to you".
Masih linglung Zee terbangun dan menatap semua orang satu persatu. Ia tersenyum dan malu mendapat kejutan itu.
"Kami minta paman Zee yang membelikannya". Balas phi sea.
Zee mematikan lilin menggunakan tangannya tanpa berdoa dulu. Mereka semua tau dengan apa yang Zee lakukan karena itu dilarang di agamanya.
"Makasih". Ujar Zee memeluk semua sahabatnya.
Mereka hanya menggunakan kue saja tanpa menggunakan properti yang lain. Zee paham mereka tidak ada waktu untuk membersihkan kekacauan yang akan mereka lakukan nanti.
Kue itu langsung dimakan di kamar Zee yang memang ia tidur sendiri. Ranjang itu penuh dengan 6 orang dengan bertumpuk tumpuk.
Ntah pukul berapa saat mereka berenam tertidur di kamar Zee, mereka bangun kesiangan karena tidak ada yang memasang alarm.
Padahal hari ini ada acara di dekat rumahnya Zee dan mereka berencana untuk melihatnya. Tetapi pukul 10 siang mereka baru bangun.
"Hoammmm". Seru Zee terbangun terlebih dahulu dengan tangan kekar seseorang di pinggangnya.
Dengan perlahan Zee menyingkirkan tangan itu yang ingin ke kamar mandi. Ternyata di kakinya ada juga seseorang yang tertidur membuatnya harus bangkit dengan hati hati.
Semalaman Zee tidur tanpa bisa bergerak kerena ia berada di tengah dan dikelilingi para sahabatnya.
Love yang baru keluar dari kamar mandi menahan tawa saat melihat Zee yang sedang berusaha menyingkirkan tangan para cowok yang memeluknya dengan erat.
Mereka yang tertidur hanya menggeliat tanpa mau bangun dan membuat Zee kesal tapi ia tidak mau membangunkan mereka.
__ADS_1
"Bantuin". Ucap Zee tanpa bersuara.
Love hanya menjawab dengan acuh mengangkat kedua bahunya malah pergi ke kamar untuk berganti pakaian.
"Sialan..". Gumam Zee.
Dan akhirnya Zee membangunkan mereka semua setelah mendapatkan telpon dari ibunya yang menanyakan mereka belum datang ke sana.
2 jam kemudian semua orang sudah siap berangkat ke acara itu.
Zee meminta mereka untuk memakai pakaian sedikit tertutup terutama love yang suka memakai pakaian terbuka.
Cuaca yang memang panas dan phi sea yang memiliki alergi jika terlalu lama berada di bawah sinar matahari.
"Phi sea udah pakai sun block??". Tanya Zee menghampiri nya.
"Udah beres nong". Balas phi sea.
Mereka berangkat 1 mobil dengan phi Neo yang mengemudi. Tetapi sampai di lokasi mereka tidak ada tempat untuk palkir karena terlalu banyak motor.
Zee meminta mereka turun duluan tetapi menolak karena ingin terus bersama Zee. Sedikit jauh dari tempat acara phi Neo memalkirkan mobil dengan arahan Zee disana.
Berjalan dengan beriringan menuju tempat acara. Mereka memakai topi dan kacamata hitam yang membuat semua orang tertuju pada mereka berenam.
Disana hanya Zee dan love yang memakai sandal, sebabkan pada cowok memakai sepatu karena mereka tidak membawa sandal saat berangkat.
"Kalian udah pada makan belum??". Tanya ibu Zee.
"Belum Bu kami bangun kesiangan dan langsung berangkat ke sini". Balas zee mewakili semuanya.
Sebagian dari temannya malah memilih milih makanan yang dijual disana membuat Zee mendekati mereka.
Sebelum pergi ke arena acara untuk melihat lihat mereka membeli cemilan terlebih dahulu. Bahkan sang MC sudah memanggil mereka untuk ikut bergabung.
Ucapan itu yang hanya dimengerti Zee membuatnya meminta para sahabatnya untuk cepat bergabung bersama mereka di panggung.
Disana Zee juga diajak ngobrol sama warga yang menyapanya dan sedikit mengacuhkan para sahabatnya yang juga sedang mengobrol dengan melalui ponsel.
Walaupun berbicara menggunakan bahasa Inggris mereka tidak terlalu paham juga dan meminta untuk menterjemahkan ya melalui google.
...-------------------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
Happy reading guys 😊. . . .
__ADS_1