
"jadi, di Thailand ada beberapa gosip tentang Zee yang sedang tranding di sosial media. Beberapa wartawan ada yang datang ke sini untuk menemui Zee karena mereka tahu Zee akan lama Disini".
Citra dan jenie yang mendengar itu langsung membuka ponselnya untuk melihat apa yang terjadi.
Sedari pagi mereka berdua memang tidak membuka sosial media karena sibuk mengurus acara zeefanya di Indonesia.
"Terus kamu gimana Zee??". Tanya sang ibu kepada Zee.
"Zee baik baik saja, mungkin Zee akan kembali ke sana sebelum melanjutkan perjalanan ke Korea,, yang Zee takutkan mereka akan menemui kalian untuk dimintai keterangan semua itu, Zee gak mau terjadi apa apa sama keluarga Zee, kalian tahu kan wartawan seperti apa??takutnya mereka datang dari berita yang berbeda beda". Jelas zeefanya kepada semua orang.
"Ibu paham, tapi kamu harus jaga diri baik baik ya disana".
"Iya bu, banyak orang yang menjaga Zee dengan baik kok, maafkan Zee gak bisa memenuhi janji zeefanya". Seru Zee dengan mata berkaca kaca memeluk ibunya.
Keluarga mereka paham dengan apa yang anaknya alami saat ini. Mereka akan menuruti apa keinginan zeefanya karena mereka tahu ini yang terbaik. Walaupun disini lain mereka ingin memiliki waktu banyak dengan anak bungsunya tapi apa boleh buat jika seperti ini.
"Sebagai gantinya Zee akan transfer uang buat kalian jalan jalan sebelum pulang ya, Zee gak mau ada penolakan". Seru zeefanya memaksa.
"Ya udah gak papa". Sang ibu menganggukkan kepala menghapus sisa air mata yang ada di pipi Zee.
Zee memeluk semua orang dengan erat bergantian. Dia juga meminta citra memesan tiket ke pulang ke Thailand dalam waktu yang paling cepat.
Sedangkan untuk keluarganya mereka akan pergi jalan jalan mengelilingi wisata Jakarta sebelum kembali ke kampung halaman. Toh mereka juga jarang datang ke Jakarta juga.
********
Pagi hari pukul 5 Zee terbangun dengan citra yang masuk ke kamar. Dia melihat citra sedang mengecek barang barang nya sebelum check out dari hotel.
"Heeeuhhhh". Zee merentangkan kedua tangannya ke atas untuk merilekskan otot tubuhnya yang sedikit kaku. "Apa semuanya sudah beres??". Tanya Zee dengan suara serak bangun tidur.
"Sudah tinggal berangkat ke bandara saja".
Zee menganggukkan kepala berjalan menuju kamar mandi, setelah mandi dan memakai handuk kimono ia keluar. Tapi saat keluar Zee mendapatkan keluarganya sudah disana.
"O, kalian udah bangun??".
"Iya ibu ingin melihat kamu berangkat ke bandara". Jawab sang ibu mewakili.
"Apa kalian sudah sarapan??". Tanya Zee.
"Ini masih pagi, kamu tahu kan mereka gak pernah makan teratur". Ucap ibu Zee dengan candaan.
Zee hanya tersenyum mendengar itu. Dia pahan dengan aktivitas mereka yang tidak memiliki jadwal sehari hari. Sedangkan Zee karena padatnya pekerjaan ia juga harus menjadwal jam makan setiap hari apalagi untuk menjaga tubuhnya agar tetap sehat.
"Zee beberapa koper udah adu pindahin tinggal 1 koper seperti biasa. Aku ke kamar dulu untuk cek yang lain". Ujar citra disela sela perbincangan.
"Ok, makasih cit". Citra membalasnya dengan acungan jempol. Lalu pergi meninggalkan kamar Zee.
Di dalam kamar itu hanya ada sang ibu, kakak perempuannya dan kedua keponakan zeefanya yang lucu.
Selesai bersiap siap, Zee berjalan ke sopa untuk mengambil barang di tas miliknya.
"Ini buat ibu dan buat teteh". Zee menyerahkan 2 ponsel baru kepada mereka.
Ponsel itu dari yang dikirim pihak perusahaan karena Zee yang menjadi GBA mereka. Setiap prodak terbaru mereka akan mendapatkan itu apalagi Zee udah menjadi GBA tetap.
"Beneran nih Zee??". Tanya sang kakak berbinar.
"Iya, itu udah dibuka tapi masih baru kok, Zee hanya pakai untuk photo buat dikirim ke kantor. Dan semuanya sudah disetting tinggal pakai saja".
"Aaahhh makasih". Kakak Zee langsung memeluk dengan erat membuat Zee tersenyum cerah. Lalu disusul dengan sang ibu. "Ini mahal loh Zee,,!!!". Seru kakak Zee membolak-balik ponsel itu.
"Zee dapetinnya gratis". Celetuk zeefanya membuat sang kakak melongo. "hahaha udah jangan dipikirin pakai aja Zee udah ada kok".
Kakak Zee tahu dengan ponsel yang Zee berikan . Ponsel itu merk terkenal dan memiliki harga yang sangat mahal. Tentu saja membuat dia senang mendapatkan hadiah itu.
Sebenernya Zee ingin memberikannya juga kepada kedua keponakannya tapi disisi lain mereka masih kecil, dia gak mau keponakannya malah sibuk main ponsel daripada belajar. Jadi dia hanya memberikan beberapa mainan saja.
Setelah berpamitan kepada semua keluarga di dalam kamar, Zee dan yang lain pergi ke bandara 30 menit sebelum lepas landas.
__ADS_1
Zee tidak membiarkan keluarganya untuk ikut mengantarkan ke bandara. Dia gak mau banyak orang yang mengetahui indentitas keluarganya yang sudah Yeonjin sembunyikan atas permintaan Zee.
Awalnya Zee tidak ada niatan tentang itu tapi setalah dia dekat dengan Yeonjin apalagi banyak pekerjaan di Korea. Yeonjin menjelaskan bahwa pentingnya menjaga privasi keluarga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Jadi dari situ memutuskan itu semua dan akan di awasi oleh anak buah suruhan Yeonjin.
.....
3 jam lebih perjalanan dari Indonesia ke Thailand. Dibandara Zee dikawal banyak anak buah yang sudah menunggu langsung di bawa ke kantor agensi.
Angga memerintahkan itu agar langsung berdiskusi dengan pemberitaan yang beredar di sosal media.
Berita itu sebenarnya bukan zee yang menjadi tokoh utama tapi Zee juga yang disered masuk ke dalam berita.
Banyak Haters menjelekkan zeefanya merambat kemana mana. Semua kehidupan awal zeefanya dibandingkan dengan orang itu.
"Aish kenapa semua bisa terjadi sih?? Apa ada kabar dari Yeonjin??". Keluh Angga dihadapan Zee yang sudah pusing.
Saat ini Zee dan yang lain memang sudah sampai di kantor, tepatnya di dalam ruangan Angga .
"Ya Zee gak tahu, Zee tahu juga dari Abang". Jawab Zee apa adanya.
"Apa kamu kenal wanita itu Zee saat berhubungan dengan Yeonjin??". Tanya citra.
"Nggak, Yeonjin gak pernah cerita apapun tentang dia. Lagian kenapa berita itu muncul saat seperti ini sih, Zee lelah, ada beberapa negara juga yang belum,,, aaakkkhhhh". Zee menyandarkan tubuhnya di sopa. Saat ini dia sangat kelelahan. Fan meeting kali ini memang melelahkan daripada fan meeting sebelumnya.
".....". Mereka hanya diam tidak menjawab.
"Zee Hiatus aja lah, bantuin Abang kerja disini". Celetuk Zee saat pikirannya sudah buntu.
"Hiatus sih Hiatus. Jadwal kamu aja sudah padat sampai awal tahun".
Mendengar itu zee menghela nafas berat lalu menyembunyikan wajahnya di badan citra yang duduk di samping dengan memejamkan mata.
Citra yang paham mengelus kepala nya dengan lembut. Dia tahu saat ini kondisi Zee ada di titik bawah. Masalah yang sama datang dalam kehidupannya.
Kemarin Angelistia sekarang wanita yang bernama Novita. . .
.......
Seharian ini Zee tidak membuat sosal media. Dia gak tahu harus apa. Toh dia juga gak tahu wanita yang bernama Novita yang digosipkan menjadi tunangan Yeonjin.
Disini Zee dijadikan pelakor di antara hubungan mereka. Apalagi saat beredarnya photo Yeonjin yang menyematkan cincin manis di jari wanita itu.
Haters kian menjadi jadi di sosial media saat pihak yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan apapun.
Zee ingin menjelaskan tapi dia gak tahu apa apa. Bahkan yang membuat Zee tercengang melihat akun wanita yang bernama Novita malah membenarkan berita yang beredar dengan photo dirinya berlatar belakang dekorasi yang ada di apartemen Yeonjin.
Bisa dilihat memang benar karena ada 1 barang yang tidak Zee sangkal dalam photo itu. Yaitu pajangan yang berbentuk bintang diatasnya ada mahkota kecil milik Zee yang sengaja ditinggal di apartemen Yeonjin.
Pajangan itu dibuat kastem di salah satu toko yang ada di Korea Selatan.
Drrrttt
Drrrttt
Drrrttt
📞Evan is calling, , ,
"Hello Van ada apa??". Tanya Zee langsung setelah menggeser tombol hijau.
["Eonni dimana?? Kapan datang ke Korea??". ]
"Eonni di Thailand, kemungkinan 3/4 hari lagi eonni terbang ke sana". Jawab Zee.
["Ok, Evan sekarang ada di Amsterdam besok baru balik ke Korea nanti Evan jemput langsung di bandara". ]
"Amsterdam?? Ngapain??".
__ADS_1
Zee bingung dengan Evan. Kenapa dia ada disana?. Bukannya perusahaan Yeonjin yang ada di Korea sangat memerlukan adanya Evan disana tapi kenapa sekarang Evan yang turun tangan datang ke Amsterdam??.
["Ada hal yang harus di urus di sini". ]
"Apa berhubungan dengan gosip yang beredar??". Tebak zeefanya.
["Bisa dibilang seperti itu,, ya udah Evan tutup dulu, eonni jangan banyak pikiran dan saat ini Hyung sedang menghandle semuanya". ]
"Baiklah".
Pip,,!!
Telpon dimatikan. Zee langsung turun kebawah untuk mengambil cemilan yang akan menemaninya mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum selesai.
**********
3 hari sudah Zee berada d Thailand saat acara fan meeting in the world berlangsung. Rencananya dari negara satu ke negara lain akan berlangsung dengan baik tapi ternyata seperti ini.
Zee harus kembali ke Thailand terlebih dahulu dengan tujuan keamanan dia sendiri.
"Apa kamu yakin akan melanjutkan ini semua??". Tanya Angga ragu.
"Iya Abang, Zee gak mungkin membatalkan acara ini, semua tiket sudah terjual sampai negara terakhir" . Jawab zeefanya.
"Tapi kamu janji harus menjaga diri baik baik, Abang gak bisa ikut soalnya banyak hal yang harus diurus".
"Iya Abang tenang aja, mereka bertiga akan menjaga Zee dengan baik seperti biasanya". Ujar Zee meyakinkan.
Angga menganggukkan kepalanya dengan pasrah. Dia masih ragu membiarkan adiknya pergi ke Korea untuk melanjutkan acara itu apalagi negara itu tempat keberadaan Yeonjin yang mengaitkan masalahnya dengan zee.
Dari pihak Zee belum ada konfirmasi apapun dari Yeonjin ataupun Evan. Setelah Evan berbicara dengan Zee melalui telpon. Sampai sekarang belum juga ada kabar apapun.
Sedangkan wanita yang bernama Novita masih terus membuat masalah di sosial media.
Pakaian yang Zee kenakan saat ini sangatlah tertutup. Dia sungguh menghindari wartawan untuk memberikan penjelasan.
3 jam lebih perjalanan ke Korea akhirnya mereka sampai bandara internasional Seoul Korea Selatan. Banyak sekali wartawan yang menunggu, membuat Zee di kawal banyak bodyguard menuju mobil.
Hotel yang menjadi tempat penginapannya juga memiliki keamanan yang sangat ketat. Dari pihak hotel maupun kantor Angga.
"Selamat datang kembali nona". Sapa manajer hotel.
"Terimakasih".
Citra langsung membawa Zee ke kamarnya agar tidak sering berada di area luar. Dia tahu pasti banyak wartawan yang mengintainya dengan berbagai cara.
"Acara akan dilakukan besok dan selanjutnya kita akan mencari tahu apa masalah yang terjadi". Seru citra.
Saat ini di kamar itu hanya ada dirinya, citra dan jenie. Zee meminta mereka untuk mencari tahu titik masalah yang sedang terjadi.
Zee tidak mau kebebasannya terkekang seperti ini.
"Kita hanya punya waktu satu minggu disini, apa rencana kamu??". Sahut jenie.
"Gak tahu, kepalaku gak bisa mikir apapun sedari kemarin".
"Apa kita harus datangi apartemen Yeonjin??". Usul citra.
"Boleh juga lagian dia gak bisa dihubungi kan. Tapi kita harus pastikan photo wanita itu asli apa editan".
Jenie dan citra mengambil ponselnya masing masing melihat akun wanita itu. Mereka berdua terus memastikan tentang semua photo yang di up di Instagram Novita.
"Gue gak ngerti masalah seperti ini, yang membuat gue yakin itu pajangan itu Zee". Seru jenie.
Ya, tentang pajangan itu hanya mereka bertiga yang tahu. Karena saat Zee membelinya mereka pergi bertiga ke toko itu. Dan jenie sendiri yang mengambil pajangan queen start itu setelah pajangan jadi.
"Lo telpon Evan lagi coba".
...--------...
__ADS_1
...TBC ...
...Happy Reading.... Babay!!!!!...