
"Yeon bangun udah sampai??". Ucap sang asisten.
Perlahan Yeon membuka mata dan melihat ke sekeliling bahwa dirinya sudah ada di losmen apartemen miliknya.
Yeon pergi ke lift agar bisa langsung istirahat di kamarnya. Sampai di kamar Yeon mengecek ponselnya yang terdapat pesan dari kekasihnya.
Melihat isi pesan Zee membuat Yeon keheranan kenapa masalah ini bersamaan dengan masalah pemotretan yang diulang dan pemotretan Zee yang dimajukan.
"Kenapa bisa barengan kaya gini??". Gumam Yeon-jin masih menatap pesan Zee.
Yeon hanya membalas pesan saja. Ingin rasanya ia langsung menelpon untuk menanyakan tentang berita itu tapi takut Zee sudah istirahat karena ini sudah dini hari.
Walaupun di Korea lebih cepat 2 jam dari Thailand tetapi itu juga sama takut mengganggu Zee.
...........
Tengah malam kiranya pukul 11 lebih, zeefanya dan citra masih diperjalanan pulang habis dari pertemuan. Mereka pulang menaiki taksi karena harus berpisah di tengah perjalanan pulang.
Mood Zee benar benar hancur. Berjam jam pertemuan di restoran tidak ada yang membuat para artisnya diberikan sedikitpun waktu untuk berbicara.
Hari ini pun Angga sama halnya dengan zeefanya, ia tidak bisa berbuat apa apa. Bahkan pihak agensi juga tidak bisa karena memang itu sudah terkait kontrak walaupun dipercepat waktunya.
Beberapa jam yang lalu
Zeefanya dan angga masuk ke dalam privat room hanya berdua, sedangkan citra dan jenie menunggu di luar restoran karena dari pihak artis hanya memberikan 1 orang mendampingi.
"Malam phi. . ". Sapa mereka berdua dengan sopan.
Di dalam ruangan hanya ada beberapa orang yang datang karena waktu pertemuan masih 30 menit lagi. Zee memang berniat berangkat lebih awal agar tau lebih lanjut dengan staf mereka.
Tidak lama kemudian salah satu artis datang ke dalam ruangan. Membuat Zee memicingkan matanya karena bingung.
"Loh kok beda. . Bukanya sebelumnya patner nya bukan ini". Batin Zee bertanya tanya.
Saling pandang dengan Angga sang manajer dan melihat diapun bingung dengan ini semua.
"Baiklah karena sudah berkumpul kita mulai pembahasan mengenai pemotretan besok". Ucap salah satu dari mereka.
Zee dan artis itu hanya diam membaca lembaran kertas yang diberikan oleh staf. Tulisan itu menggunakan bahasa Inggris karena dari awal apapun zeefanya dan pihak agensi menetapkan kontrak apapun memakai bahasa Inggris. Hal itu untuk mempermudah zeefanya karena dia bukan asli orang Thailand.
Zeefanya memberikan lembaran itu kepada Angga yang sedikit ragu dalam mengerjakan Job itu.
Proyek ini memang bekerja sama dengan agensi lain membuat Zee belum mengenali patner kerjanya kali ini.
"Maaf phi apa kenapa patner sebelumnya mengundurkan diri??". Tanya Zee.
"Dia ada jadwal bentrok maka dari itu dia mengeluarkan diri dan digantikan oleh dia". Jawab sang produser.
"Hm apa-??".
__ADS_1
Saat zeefanya ingin bertanya lagi salah satu staf memotong pertanyaan Zee yang membuat produser itu mengalihkan pandangannya. Hal itu membuat Zee geram tetapi hanya bisa tersenyum saja.
Setalah itu beberapa kali Zee ingin bicara pasti ada aja yang memotong ucapannya. Zeefanya menatap ke arah Lim patner kerjanya di samping dirinya.
Lim menatap ke arah depan dan hanya memperhatikan penjelasan dari produser tanpa mau bertanya. Dia hanya datang berdua dengan asistennya tanpa didampingi manajer.
"Apa dia artis baru??". Bisik Zee kepada Angga yang ada di sampingnya
Angga menganggukkan kepalanya. Lalu Zee mengambil ponsel dan mengetikan sesuatu kepada citra.
3 jam di dalam restoran tidak sama sekali diberikan makanan hanya minuman saja. Cemilan pun tidak.
Penjelasan selesai tanpa Zee dan Lim pahami sebenarnya. "Baiklah kita akhiri pertemuan ini dan sampai jumpa besok jam 09.00 di lokasi pemotretan". Ujar sang produser.
"Maaf phi saya ingin bertanya??". Zee mengangkat tangan terlebih dahulu sebelum berbicara.
"Maaf nong Zee pertanyaan bisa dibicarakan besok. . Saya permisi dulu". Balas sang produser yang membuat Zee tambah tambah geram.
Zee melirik ke arah Angga dan dibales dengan elusan di tangan.
Sebelum keluar mereka berjabat tangan. Setelah itu didalam ruangan hanya ada 4 orang yang tersisa.
"Malam phi". Sapa Lim dengan sopan.
"Malam. . . Boleh saya minta photo dengan anda". Balas Zee dengan ramah.
Mengetik sesuatu di ponselnya dan memperlihatkannya kepada Lim.
(Bisa ikut saya sebentar ada yang saya ingin bicarakan tetapi tidak disini karena ada kamera yang ngawasin kita).
Seperti sebelumnya Zee lebih mendekat dan berphoto berdua. Saat berdekatan Zee berbisik sesuatu ke telinga Lim. " Suruh asisten kamu untuk pergi ke toilet".
"Baiklah saya permisi dulu. . Hati hati dijalan". Pamit Zee.
Lalu Zee dan Angga keluar dari ruangan menuju meja citra di restoran itu.
"Gimana??". Tanya zeefanya memastikan.
"Beres". Balas citra memberikan acungan jari nya.
"Jenie mana??". Tanya Zee yang hanya melihat citra sendirian di meja itu.
"Dia ke toilet sebentar". Balas citra.
Zeefanya melirik ke sekeliling restoran ia melihat hanya ada Lim yang duduk menunggu. Tetapi Zee juga melihat salah satu staf yang tadi ada didalam yang sedang memperhatikan gerak gerik mereka.
"Sial. .". Gumam Zee yang masih didengar oleh orang terdekatnya.
Citra dan Angga yang mendengar itu langsung menatap ke arah zeefanya. "Ada apa??". Tanya Angga.
__ADS_1
"Ada yang ngawasin kita". Seru Zee yang membuat Angga ingin menatap ke sekeliling restoran tetapi langsung dicegah oleh zeefanya.
"Abang aku pengen ini dong". Lanjut Zee mengalihkan pembicaraan.
Angga yang mengerti pun mengiyakan dan pergi untuk memesan. Sedangkan Zee langsung menghubungi jenie dengan cepat dengan video call.
"Hello Zee ada apa video call aku lagi ada di toilet". Ucap jenie yang menghadapkan kameranya ke atas.
"Gue mau ngomong tapi jangan di lospeker". Ujar zeefanya.
"Gue pakai earphone tenang aja".
Zeefanya memberikan ciri ciri orang untuk agar bicara dengan dirinya dan untung saja dia ada di dekat jenie. Setelah berbicara pada asisten Lim, zeefanya pergi untuk pergi ke tempat pertemuannya.
Ia juga meminta nomer telpon nya untuk menshare lokasi nanti.
Zeefanya melihat Lim dan sang asisten pergi keluar dari restoran. Tetapi orang yang mengawasi mereka hanya diam tidak bergerak sama sekali.
"Sepertinya dia ngawasin kita aja". Tebak citra.
Zeefanya berdiri dan ingin pergi duluan, langsung dicegah oleh angga. "Mau kemana??".
"Pulang". Celetuk Zee yang kesal.
Zeefanya pergi ke dalam mobil terlebih dahulu diikuti citra, padahal jenie belum kembali dari toilet. Sedangkan Angga pergi untuk membayar makanan mereka tadi.
Didalam mobil mereka menunggu jenie yang tidak muncul muncul.
"Ni anak kemana sih. . Apa dia tidur di toilet". Keluh citra.
Zee meminta Angga melajukan mobilnya karena melihat orang itu tetap memandang ke arah mobil mereka. Bener saja orang itu terus mengikuti mobil Angga dari belakang.
Memberi pesan pada jenie untuk bertemu di supermarket yang ia sharelok.
"Bang nanti Abang sama jenie pulang aja nanti biar aku sama citra yang kesana. . Kalau aku sama Abang nanti bisa curiga". Ujar zeefanya.
"Yakin gak papa".
"Ia Abang tenang aja". Zeefanya meyakinkan Angga agar percaya padanya.
...--------------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
Happy reading guys 😊. . . .
__ADS_1