Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Watersports


__ADS_3

Waktu menjelang siang, Zee dan Yeonjin kembali ke villa yang sudah banyak orang yang sedang berkumpul di taman villa.


"Kalian dari mana??". Tanya ibu Zee.


"Abis olahraga bu".


"Mami tumben disini??". Tanya Yeonjin kepada nyokapnya.


"Iya, breakfast bareng besan". Ucap mami Yeonjin dengan senyum mengembang.


Sampai tiba tiba, , ,


"Mommy, , mommy come here". Teriak seorang anak perempuan berumur 5 tahun.


Mami Yeonjin berlari ke villa dimana tempat mereka menginap diikuti Yeonjin dan Zee yang penasaran.


"What is it, honey". Mami Yeonjin memeluk anak perempuan nya yang menangis.


"Mirza is naughty, he broke the necklace that Yeonjin gave to him".


Yeonjin memeluk sang adik dengan mengelus kepalanya. "its okay, i'll buy it again four you later".


"Promise??". Mengacungkan jari kelingking ke depan Yeonjin.


"Ya". Menautkan jari kelingkingnya ke jari mungil sang adik.


"With my sister". Mira memeluk Zee dengan erat lalu mencium pipi kakak perempuan nya yang sangat dia sayangi.


Walaupun mereka jarang ketemu tapi kedua adiknya sangat dekat dengan Zee. Mereka juga sering mengubungi Zee saat senggang. Jika tidak mereka akan terus mengirim chat tanpa henti.


Zee pamit pergi ke villa tempatnya menginap untuk membersihkan badan lebih dahulu.


Saat asik berbincang dengan kedua adik Yeonjin tiba tiba love datang dengan mengajak untuk bermain watersports.


Yang pergi hanya Zee, Yeonjin, Angga, citra, love, Jimmy, ton, Neo, Jonghyun dan kimhan. Sedangkan yang lain memilih berdiam diri di villa.


Mereka pergi ke Tanjung Benoa yang terdapat wahana air yang sangat menyenangkan. Angga akan menjadi pemandu tour kali ini.


Mereka memakai 2 mobil untuk sampai ke sana. Saat berangkat tadi si kembar nangis ingin ikut. Tapi karena Yeonjin tidak mau kerepotan dia terus merayu agar mereka tidak ikut dan akhirnya berhasil.


Sampai di pantai Tanjung Benoa, mereka langsung mengganti pakaian terlebih dahulu dan akan memulai wahana satu per satu tanpa ada yang terlewatkan.


"By naik jet sky ayok". Ajak Yeonjin.


"Nanti dulu, kita main yang lain aja. Gimana??".


"Baiklah".


Sepuluh orang itu berpisah dengan bermain wahana yang ada disana seperti banana boat, flyboard, flying fish, rolling donut, parasailing, wakeboarding, dan jet sky.


Beberapa jam kemudian Zee merasa lelah hanya dengan menaiki beberapa wahana. Dia duduk di pinggir pantai dengan menatap para sahabatnya yang asik bermain.


"Nih, , ".


Satu cap eskrim ada di hadapan Zee yang membuat gadis itu mengambilnya dengan cepat. "Thanks you". Ucap Zee tersenyum manis kepada orang itu.


Orang itu lain tak bukan adalah Yeonjin, siapa lagi kalau bukan dia.


Yeonjin mengelap Air yang ada di wajah dan leher Zee menggunakan handuk kecil. Mereka duduk di bawah payung besar yang ada di pinggir pantai berdua.


"Zee naik rolling donut ayok". Teriak citra mengajak Zee yang sedang makan eskrim.


"Duluan aja". Balas Zee.


Citra hanya melambaikan tangan dan pergi dengan yang lain.


Gak lama kemudian Jonghyun datang bersama Kim menghampiri pasnagan yang sedang berduaan.

__ADS_1


"Berduaan mulu, mentang-mentang udah diikat". Ledek Kim duduk di samping Zee.


Yeonjin menggeser Zee dengan menarik pinggangnya lebih mendekat, dia gak mau sahabatnya dekat dekat dengan tunangannya.


"Wih, mulai posesif bro".


"Bucin teruss". Sambung Jonghyun.


"Kapan kalian balik??". Tanya Yeonjin.


"Widiwww,, , sabar bapak CEO gak usah ngusir kali". Ucap Kim diangguki oleh Jonghyun.


"Gak sibuk kalian, udah mah datang tanpa manajer".


"Kalian datang gak sama manajer?". Tanya Zee memastikan.


"Semuanya juga gak ada yang bawa manager sama asisten pribadi by". Jawab Yeonjin.


"Really??". Zee kaget dengan ucapan Yeonjin. Dia baru tahu para sahabatnya datang bersama sama tanpa manager dan asisten. "Berasa bulan madu dong". Celetuk Zee menatap ke arah Jimmy dan ton.


Zee yang tahu hanya mereka berdua yang datang dengan kekasih masing masing.


"Ya bisa dibilang begitu". Ucap Jonghyun.


"Kalian juga dong". Tunjuk Zee dengan senyum misterius.


Jonghyun dan kimhan saling pandang lalu bergidik ngeri.


"Kita masih doyan girl, pikiran lo kesana mulu liat boy and boy dekat". Sangkal kimhan.


"Ya kali aja". Celetuk Zee.


"Gak ya, gue sama dia, , , ". Tunjuk Jonghyun. "Ogah".


"Jangan gitu, nanti malah jodoh". Ucap Zee diakhiri dengan tawa ngakak.


Walaupun mereka bertiga jarang dekat dekat dengan wanita tapi mereka sudah paham satu sama lain dari dulu.


"Oke oke bisa dipertimbangkan". Zee acuh dengan memakan es krim yang tinggal beberapa suap lagi.


Lalu memberikannya kepada kimhan saat cap itu habis.


"By, baik jet sky hayuk!". Ajak Zee meninggalkan kedua pemuda Korea yang sedang menatapnya cengo.


"Sialan, dah habis dikasih ke gue". Pekik kimhan yang masih didengar oleh Zee yang berjalan menjauh.


Yeonjin mengemudikan jet sky dengan kecepatan tinggi sedangkan Zee memeluknya dari belakang sambil berteriak.


Gadis itu juga sesekali berdiri dengan merasakan angin kencang yang menerpa wajahnya.


"Sayang mau nyoba gak!?". Ucap Yeonjin.


"Boleh".


Mereka berganti posisi secara perlahan dan Yeonjin mengajarkan Zee untuk mengemudikan jet sky dengan perlahan lahan.


Sampai di pantai agak tengah, Yeonjin meminta untuk berhenti.


Mereka terapung di atas air dengan memandang laut biru terhampar luas.


Zee memundurkan tubuhnya agar bisa bersandar di dada bidang sang kekasih membuat Yeonjin melingkarkan tangannya di perut gadis yang sangat dia sayangi setelah sang mami.


"Love you, aku bahagia bisa miliki kamu".


"Aku pun, love you to".


...(っ˘з(˘⌣˘ )...

__ADS_1


Seharian bermain watersports membuat mereka kelelahan dan memutuskan untuk pulang ke vila.


Tapi sebelum itu mereka akan makan dulu di salah satu caffe terkenal di Bali.


Mereka mengambil duduk yang melingkar dengan 10 orang saling berhadapan.


Seperti biasa mereka hanya diam menunggu makanan datang yang dipesankan oleh Zee dan Angga.


Drrrttt drrrttt drrrttt


Saat asik malam, posnel Zee yang ada di dalam tas berdering. Dan saat dilihat banyak sekali panggilan masuk dari Evan.


"Aku lupa gak ajak Evan by". Ucap Zee kepada Yeonjin saat melihat layar handphone.


"Gak papa, kalau dia ikut juga bakalan ribet nanti".


"Ribet gimana, tinggal kasih makanan aja dia diem". Ucap Zee menggeser tombol hijau.


"Hello Van".


"Eonni dimana?? Kenapa sampai sore gini belum pulang". Ucap Evan merajuk.


"Dia kaya bukan adik lo Yeon. Kaya anak kalian". Seru kimhan yang mendengar suara Evan.


"Alah alah dari Mirza Mira emang tu anak".


Zee yang merasa terganggu dengan suara mereka memilih sedikit menjauh untuk ngobrol sama Evan.


Kalau Evan di biarkan seperti itu bisa gawat nanti saat dia pulang. Gimana bisa Zee menghadapi kelakuan Evan yang seperti bocah 3 tahun.


Sampai di villa sudah Zee tebak sebelumya.


Saat Zee masuk ke dalam kamar, didalam sana sudah ada Evan yang sedang berbaring di tempat tidur sambil bermain game.


"Ngapain disini??". Tanya Zee berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci baju bekas tadi bermain.


"Nungguin eonni, bawa apa buat Evan??".


"Di depan, liat sendiri. Kalau telat nanti abis". Ujar Zee tanpa mengalihkan pandangan.


Suara grasak-grusuk terdengar ke kamar mandi. Evan berlari keluar setelah Zee mengatakan seperti itu.


"Ada ada tuh bocah". Gumam Zee dengan menggelengkan kepala.


.....


Di ruang keluarga


Saat ini Evan sedang makan makanan yang Zee bawa untuknya. Disana juga ada Yeonjin dan ibu Zee yang sedang asik mengobrol berdua.


"Evan makannya perlahan pelan, bilangin sama dia". Pinta ibu Zee kepada Yeonjin.


"Udah bisa bu, susah dibilangin dia mah. Biarin aja, paling kalau keselek berhenti sendiri". Ucap Yeonjin dengan lembut.


Ibu Zee hanya bisa tersenyum melihat Evan yang sedang makan. Walaupun jarak memisahkan orang tua Zee dengan kekasih dan sahabat-sahabatnya tapi mereka sangat dekat.


Mereka sering bertukar kabar lewat telpon jika ada waktu senggang. Bisa dibilang Yeonjin lebih sering menghubungi ibunya Zee daripada anaknya sendiri.


"Bu, nih anak laki ibu pengen ngobrol sama ibu". Zee datang langsung menyerahkan handphone kepada sang ibu.


"Siapa??". Tanya Yeonjin.


"Gege".


"Ck, telpon mulu dari kemarin. Datang kagak". Gerutu Yeonjin tak sampai Yim dengar karena dia sedang ngobrol dengan ibu Zee.


To be continued, , , ,

__ADS_1


__ADS_2