
Mendengar namanya dipanggil Zee langsung menatap ke arah suara.
Pintu yang hanya terbuka sedikit membuat Zee tidak tau kenapa citra memanggil nya dengan nada yang berbeda.
"Apa??". Teriak Zee yang masih didalam kamar. Lalu berjalan menuju citra yang ada di pintu. "Ada apa??". Dengan membuka pintu agar melebar membuat Zee melebarkan matanya karena kaget melihat seseorang didepannya.
Walaupun memakai topi dan kacamata hitam Zee masih bisa mengenali orang itu yang membuat jantungnya berdetak kencang.
"Bisa bicara sebentar??". Ucap orang itu dengan lembut.
Sebelum menjawab Zee melihat ke arah jam tangan dan menganggukkan kepala.
"Sebaiknya kita bicara di dalam". Usul orang yang ada dibelakang dengan pelan.
Zee melebarkan pintu dan pindah ke samping agar orang itu bisa masuk dan ia mengikutinya duduk di sopa yang ada dikamar.
Dengan cepat citra menutup kembali pintu kamar agar tidak ada yang melihat dari luar.
"Yeon-jin,,,,".
Ya dia adalah Yeon-jin yang sudah bisa ditebak dengan oleh Zee kenapa menemuinya disana. Tapi Zee tidak tau dia datang ke Singapura untuk bekerja atau hanya untuk mengunjunginya.
Membuka kacamata dan topi yang dia kenakan membuat Zee menatapnya tanpa berkedip.
("Kenapa kamu datang disaat aku belum siap". Batin Zee yang ingin menangis tapi ia tahan dengan keras.)
"Kamu kesini untuk bekerja??". Tanya Zee pelan.
"Tidak aku ambil cuti 2 hari untuk menemui kamu,, awalnya aku ingin datang ke Bangkok tapi melihat story' kamu di sini aku langsung kesini". Balas Yeon mengandung kesedihan.
"Jenie bisa carikan tiket pesawat ke Bangkok hari ini". Kata Zee menatap ke arah jenie yang berdiri sedikit jauh.
"Kenapa??". Tanya Yeon-jin kaget.
"Jika kita bicara disini tidak akan selesai dan aku akan ketinggalan pesawat,, sebaiknya kita bicara dirumah saja". Balas Zee membuat Yeon dan asistennya menatap koper yang ada disamping jenie.
"Baiklah,, jenie tidak udah biar asisten aku yang urus semuanya".
Jenie menatap ke arah Yeon-jin sambil menunjukan ponsel yang dipegang. " Sudah pesan dan satu pesawat dengan kita".
__ADS_1
Citra yang ada disampingnya pun kaget. " Hah itu bakal ramai saat dibandara nanti". Ujar citra dengan cepat.
Mendengar itu zee menatap ke arah Yeon-jin meminta jawabannya. Zee sendiri tidak mau hal itu terjadi karena akan membuat semua orang heboh. Yeon juga tidak hadir di acara tiba tiba mereka sampai di Bangkok bersama sama. Itu akan menjadi berita yang hot dimana mana.
"Tidak masalah". Ucap Yeon-jin dengan santai.
Sang asisten terus menanggapi tetapi Yeon juga kekeh dengan tindakan yang akan ia lakukan. Melihat itu pun Zee hanya bisa pasrah mengikuti apa kemauan Yeon-jin.
Berangkat dengan mobil terpisah menuju bandara tetapi masuk dengan bersamaan karena Yeon tidak mau jauh dari Zee saat ini.
Saat ini Yeon-jin memakai pakaian yang sangat amat tertutup untuk menghindarinya wartawan. Walaupun akhirnya akan ketahuan tetapi itu permintaan dari Zee yang pastinya akan dituruti oleh Yeon tanpa menolaknya sedikitpun.
Sebelum mengalihkan ke mode pesawat Zee menelpon Angga untuk menjemputnya dan menceritakan semuanya yang membuat Angga mengerti.
................
Pesawat landing pukul 8 lebih di bandara Bangkok. Beres dengan semuanya Zee membuat untuk Yeon pergi terlebih dahulu tetapi dengan kekeh dia menolak dan akan keluar bersama sama.
Apa yang dibayangkan pun terjadi semua orang yang menyambut kepulangan zee dibandara sangat heboh karena melihat Yeon ada disampingnya.
Dengan cepat Zee masuk ke mobil agensi yang menjemputnya di bandara tanpa ingin berlama lama di bandara. Ia tau kemana arah para pans yang akan bertanya, membuat Zee menghindar dan langsung masuk ke mobil.
Sebagian orang masuk ke mobil lain karena Angga meminta staf kantor menjemput Zee dengan 2 mobil ke bandara.
Sesampainya di rumah Zee langsung meminta semua orang masuk, saat dibandara Zee menebak bahwa Angga akan ada di rumahnya tetapi saat Sampai rumahnya sepi.
Zee yang lupa akan ponselnya langsung menonaktifkan dari mode pesawat. Lalu satu pesan masuk ke ponsel miliknya.
Cling,,,,,,
✉️Bang Angga
Abang gak bisa datang ke rumah kamu karena ada acara yang harus dihadiri.. tak apa dirumah ada citra dan jenie.
Isi pesan dari Angga membuat Zee menghela nafas dan masuk ke dalam rumah.
"Kamu duduk dulu aku mau bersih bersih dulu". Ujar Zee yang langsung diangguki Yeon-jin.
Yeon yang tau akan kebiasaan Zee tidak melarangnya daripada dia sendiri kena marah dengan hal sepele ini yang akan membuat masalahnya kian bertambah.
__ADS_1
Sambil menunggu Zee turun kebawah, Yeon juga pergi ke kamar tamu untuk menyegarkan tubuhnya.
Beberapa saat kemudian semua orang sudah segar dan berkumpul di ruang keluarga. Zee tidak membiarkan Yeon hanya berbicara berdua saja dengannya bahkan gorden rumah nya ia tutup agar tidak terlihat dari luar.
Menetap ke arah Yeon yang ada disampingnya dengan penuh pertanyaan di pikirannya yang selalu ada. "Bicaralah,,,!!!!", Seru Zee membuat Yeon tersadar dengan lamunan.
"Aku tidak tahu apa yang membuat kamu pergi tapi tentang berita itu hanya gosip belaka saat aku ada projects film dengannya". Kata Yeon dengan memegang tangan Zee.
"Aku bisa memikirkan semuanya dan mengarah kesana,, tetapi kenapa kamu hanya bisa read pesan aku tanpa mau menjawab,, aku tau kamu ada waktu hanya untuk membalas 1 atau 2 kata saja". Seru Zee.
Yeon hanya diambil tanpa menjawab membuat Zee tersenyum kecut.
"Mungkin sebaiknya kita kembali ke hubungan awal saja hanya rekan kerja tanpa lebih". Lanjut Zee menatap ke arah Yeon yang terlihat sedikit kaget. Bukan hanya Yeon yang kaget 3 orang yang menyimak obrolan mereka pun ikut terkejut mendengar ucapan yang dikatakan Zee.
Yeon menatap Zee dengan tatapan kesedihan. Air matanya mulai mengenang di pelupuk mata yang sebentar lagi akan jatuh. Itu adalah hal yang membuat hati Zee tambah sakit dan berusaha menekan perasaannya lebih dalam.
"No,, aku tidak bisa". Yeon menggelengkan kepalanya berkali kali menatap wajah Zee dengan memegang kedua tangannya erat menatap kedua mata Zee dengan intens.
Air mata yang tidak bisa Zee bendung sedari tadi kian melintasi pipi dan jatuh begitu saja dengan diikuti Yeon yang ikutan menangis sambil terus berbicara menatap wajah Zee.
Tidak kuat menahan apa yang ada dihatinya membuat Zee melepaskan tangan dan menutup wajahnya lalu menundukkan kepalanya sambil menangis tersedu sedu.
Mulut Zee pun tidak bisa berkata apapun hanya bisa menangis melepaskan beban dihatinya.
Cita yang ingin mendekatinya dicegah oleh jenie dan membiarkan kedua pasangan ini menyelesaikan masalahnya berdua.
Sampai beberapa saat kemudian Zee menghela nafas untuk menetralkan tubuhnya dan menatap ke arah Yeon dengan menghapus air matanya perlahan.
"Jangan nangis,, ". Zee tersenyum menatap Yeon yang sama sama sembab akibat menangis. "Aku hanya tidak ingin mengganggu pekerjaanku dan pekerjaanmu.. jika kita berjodoh mungkin kita akan bersama kembali.. bahkan jika ia ada tembok yang tinggi menghalanginya". Lanjut Zee dengan dimengerti Yeon yang membuatnya tambah menangis.
"Aku hanya ingin menata hidupku dan perasaanku". Senyum terukir di wajah Zee Dangan cerah walaupun air matanya terus menetes. Bahkan Yeon tidak bisa berbicara sedikitpun hanya bisa menatap ke arah Zee yang sedikitpun tidak mau beralih ke yang lain.
"Zee, , , ". Suara pilu memanggulnya yang membuat Zee menundukkan kepalanya kembali.
...------------------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
__ADS_1
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
Happy reading guys 😊. . . .