Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Berkumpul


__ADS_3

Perjalanan dari provinsi Rayong ke Bangkok membutuhkan waktu 2 -3 jam mengemudi mobil.


Angga yang ada di Indonesia memberi kabar bahwa mereka mengambil penerbangan pagi dan diperkirakan akan sampai pukul 10 lewat.


Keluarga Zee yang ikut ke Thailand ada 8 orang termasuk 2 keponakannya. Mereka akan tinggal di rumah Zee yang memang cukup untuk semua orang disana.


Melihat ke jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya, masih ada waktu jika harus pergi ke rumahnya dulu. Zee berniat untuk mengambil mobil sebelum ke bandara bersama jenie.


3 mobil akan menjemput langsung keluarganya di bandara. Belum ada chat dari Angga dan mereka memutuskan menunggu di caffe bandara. Keberadaannya di bandara diketahui beberapa fans yang ada disana dan makin lama bertambah ramai. Mungkin beberapa orang memposting di internet yang membuat beberapa orang datang ke bandara.


"Zee suasana bandara tambah ramai". Bisik citra yang ada disamping.


"Mungkin datang buat seseorang". Balas Zee acuh menatap ponsel.


"Tapi beberapa orang menatap ke arah kita". Sambung jenie yang mengalami hal aneh juga.


RRRRRRRRRRRRRR


Jawaban Zee terputus akibat panggilan yang masuk ke ponselnya yang sedari tadi ia tunggu.


Zee :" hello gimana sudah sampai,,???. Ucapnya dengan cepat.


"Kami di bagasi lagi ambil koper". Balas seseorang di sebarang telpon.


Zee :" Baiklah aku kesana.


Panggilan dimatikan, lalu pergi dengan diikuti yang lain menuju pintu tunggu orang orang keluar.


Beberapa orang mengambil gambar Zee yang sedang menunggu seseorang. Dan beberapa saat kemudian rombongan yang ia tunggu terlihat, lalu melambaikan tangan ke arah mereka.


Dengan cepat Zee memeluk kedua orang tuanya secara bergantian.


Angga ;" nanti aja kangen kangennya kita pergi dulu ke mobil banyak orang disini". Katanya sambil menatap semua orang yang menatap ke arah mereka semua.


Mengerti apa yang diucapkan Angga, Zee membawa mereka ke palkiran dimana mobil mereka dipalkiran.


Na wisit memasukan semua barang ke dalam mobil masing masing dibantu yang lainnya.


Angga ;" kamu bawa mobil??". Tanyanya melihat ke arah mobil milik Zee.


Zee ;" iya,, takut tidak muat jika 2 mobil". Balasnya dengan tersenyum.


Angga ;" baiklah sekarang Abang yang yang bawa". Dengan sekejap kunci mobil sudah berpindah tangan dan Zee meminta semua orang masuk ke mobil masing masing.

__ADS_1


Diperjalanan menuju rumah dipenuhi dengan obrolan 4 orang yang memimpin jalan. Citra yang sebelumnya disana sudah pindah ke mobil lain.


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di kompleks perumahan Zee di Thailand.


"Ramai sekali,,!!". Ujar seseorang membuat Zee menatap ke depan.


Sama kagetnya dengan Angga, Zee melihat beberapa mobil terpalkir di depan rumahnya dengan kebingungan.


Setelah mobil berhenti, ia keluar dari mobil dengan wajah kaget saat melihat beberapa mobil yang ia kenali.


"Apa mereka-".


Ucapan Zee terpotong saat beberapa orang menuruni anak tangga dari tempat mereka biasanya nongkrong. Ia hanya bisa tersenyum menggelengkan kepalanya dengan keberadaan para sahabatnya yang ada disana.


"Tidak bohong kan". Seru phi sea memeluk Zee yang hanya terdiam kaku.


"Kalian ini,,,". Zee membalas pelukan mereka satu persatu.


Rumah yang biasanya ramai dihari hari tertentu sekarang padat dengan orang yang datang ke rumahnya. Tidak hanya keluarganya, para sahabatnya pun datang berkunjung ditengah sibuknya bekerja mereka menyempatkan datang hanya untuk menyapa keluarga nya.


"Kenapa kalian datang membawa hadiah segala ". Ucap Zee melihat pada sahabatnya mewakili keluarganya.


"Tidak apa,, kami mau bawa makanan tapi takut terjadi kesalahan makanya bawa barang". Balas phi Jimmy.


"Kalian juga menyambut kami di sana kemarin jadi kami membalas". Sahut phi sea dengan senyuman.


Setelah Zee menjelaskan kepada keluarganya apa yang phi Jimmy dan phi sea katakan, ibu Zee langsung berterima kasih dengan tulus menggunakan bahasa Thai yang Zee ajarkan.


"Apakah aku terlambat,,!!!". Teriak seseorang di Pintu masuk.


Menatap ke arah pintu dan terdapat Alton yang baru bergabung dengan mereka membawa beberapa paper bag ditangan. "Mami,,,,!!". Teriak Zee berlari memeluk phi ton. Lalu dibalas memeluk Zee dengan mengelus kepala secara halus.


"Ck,, sapa yang nyapa siapa yang dipeluk". Gumam phi all pelan tapi masih bisa didengar oleh mereka samua.


"Tidak berubah,, selalu merajuk". Balas Zee setelah melepas pelukannya dan mengeluh pada phi ton.


Dengan kelakuan Zee yang menggemaskan membuat phi ton mencubit pelan pipi Zee dengan tersenyum.


Berjalan menghiraukan anaknya menuju sang ibu yang sedang duduk di sopa, "Mae,, aku all dan itu ton,, ini hadiah buat mae dari kami berdua". Ucap phi all sopan memegang tangan ibu.


"Oii,,!! Mana mereka mengerti". Celetuk phi Jimmy yang dibarengi dengan pukulan keras di kepala phi all.


"Aw,, sakit". Balas phi all memukul kembali si pelaku.

__ADS_1


"Aish,, kebiasaan,,!!Bu ini phi ton dan itu phi all". Kata Zee. "Itu hadiah dari mereka berdua buat kalian".


"Terimakasih,,". Ucap ibu Zee dengan tersenyum.


Zee memperkenalkan semua keluarga dan para sahabatnya masing masing. Sebagian dari keluargaku memang mengetahui tapi untuk yang lain belum.


Phi ton yang sangat suka anak anak membuatnya sangat dekat dengan keponakan Zee yang sangat pemalu saat bertemu orang asing. Beberapa dengan phi all yang membujuk mereka dengan uang yang membuat Zee kesal dan terus mengomel.


Banyak makanan yang Zee pesan secara online dan menyiapkannya secara terpisah. Jenie dan citra mengurusnya agar tidak tercampur karena jika zee hanya menyiapkan makanan halal saja banyak orang yang datang juga kesana membuatnya memutuskan untuk pilih keduanya.


Sampai akhirnya Zee menjelaskan untuk jangan sembarangan memakan makanan jika berada diluar rumah dan menyarankan untuk memasak di rumah saja.


Semua makanan atau bahan makanan yang ada di rumah dijamin halal karena citra sendiri yang mengurusnya dibantu Zee jika ada waktu.


.........


Keramaian di rumah Zee hanya beberapa jam saja, semuanya berangsur pergi untuk mengerjakan pekerjaan mereka masing masing dan rumah mulai sepi.


"Kalian bisa istirahat maaf Zee tidak tau kalau mereka datang". Ucap Zee menatap semua keluarganya.


Zee menunjukan sendiri kamar yang akan digunakan keluarganya saat dirumah itu dan mereka sendiri yang memutuskannya.


"Rumah ini mungkin terasa aneh tapi zee membangunnya dengan bertahap dan tanpa design apapun". Kata Zee sambil senyum saat mereka semua menatap keadaan siang Zee.


"Tidak apa,, mungkin disini tidak ada pantangan apapun". Ujar paman Zee dengan sedikit candaan.


Zee hanya tertawa untuk menanggapinya. Memang benar Zee membangun rumah itu hanya untuknya dan pada sahabatnya nyaman saat mengunjungi rumahnya tidak ada niatan lain bahkan dia tidak berniat untuk tinggal disana selamanya.


...........


Waktu makan malam tiba, semua makanan sudah tersaji di meja makan dengan rapi. Hari ini Zee tidak ada schedule apapun kecuali besok.. besok dia harus datang ke fan meeting series nya yang dilakukan di mall yang ada di Bangkok.


Beberapa orang makan ditempat yang mereka inginkan karena meja makan hanya terdapat 8 kursi.


Lim yang sudah Zee anggap adik sendiri menelpon meminta maaf tidak bisa datang karena dia ada di Chang Mai yang menjalankan syuting series. Saat memasuki manajemen Angga, dia tambah banyak pekerjaan yang menawarinya. Yang memang awalnya sudah dikenal sebagai pendatang baru.


Setelah makan malam Zee menjelaskan kepada keluarganya tentang apa yang dirinya ketahui selama mereka tinggal di Thailand. Bahkan mereka pun banyak menanyakan tentang apa yang sedari siang mereka lihat sendiri yang sedikit tidak nyaman untuk mereka. Tetapi setelah menjelaskan mereka semua bisa mengerti dengan keadaannya dan Zee bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik.


...----------------...


Hai reader. . .


Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .

__ADS_1


Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .


Happy reading guys 😊. . . .


__ADS_2