
Sesampainya di supermarket. Ia melihat jenie memasuki supermarket terlebih dahulu.
"Ni anak udah di sini aja. . Ngilang apa gimana??". Heran citra. Padahal mereka duluan yang pergi tapi di supermarket jenie duluan yang sampai.
"Nanti kamu tunggu di taksi disana aja aku gak lama". Ucap zeefanya keluar membawa tas berukuran sedang yang didalamnya ada Hoodie.
Di toilet supermarket Zee langsung berganti pakaian bertukar dengan pakaian jenie.
"Emang ada apa sih??". Tanya jenie heran.
"Nanti gue ceritain di rumah".
Selesai mereka keluar terpisah. Agar tidak curiga Zee membeli minuman untuknya.
Keluar dari supermarket dan masuk ke dalam taksi. Zeefanya langsung pergi ke caffe milik sahabatnya.
Sebelumnya Zee meminta citra untuk mengubungi phi ton yang ingin mengunjunginya di caffe malam ini juga.
Di dalam perjalanan menuju caffe phi ton telpon untuk memastikan karena ada seseorang yang ada janji bertemu dengan Zee dicaffe miliknya.
"Ia phi tolong ajak dia masuk aja sekarang aku lagi diperjalanan menuju kesana". Ucap Zee.
"Eh tunggu kok phi all yang telpon. .". Heran Zee sesaat.
Tanpa menunggu jawaban phi all langsung aja zeefanya menyela lagi. "Dih dasar bucin". Pekik zeefanya langsung mematikan telpon.
Sesampainya di caffe zeefanya langsung masuk menuju ruangan tempat mereka menunggu.
"Dasar bucin". Celetuk Zee dengan memukul phi all yang duduk di sebelah phi ton.
Phi all hanya menjulurkan lidahnya saja meledek nong Zee yang selalu cari masalah.
"Dia siapa nong Zee??". Tanya phi ton penasaran.
"Dia patner nong di pemotretan besok". Balas Zee duduk diantara Alton.
"Emang gak ada tempat lain lagi gitu harus disini". Keluh phi Al.
"Bukannya kamu ingin membatalkan pemotretan itu??". Seru phi ton membuat Lim kaget.
"Phi Zee mau membatalkan pemotretan besok". Kaget Lim.
Zeefanya memandang Lim yang kaget dengan keputusannya itu.
"Kalau phi batalin, , pemotretan itu pun akan tetap batal". Ujar sang asisten.
"Dia bisa cari pengganti Zee". Sahut phi ton.
"Tidak akan kalau phi Zee mengundurkan diri semua pemotretan batal". Lanjut sang asisten.
"Lah kok bisa gitu". Heran zeefanya.
"Sebenarnya mereka meminta aku untuk meyakinkan phi Zee untuk memperpanjang kontrak bersama mereka kalau tidak semua job Lim akan di berikan kepada artis lain oleh manajer Lim". Lim menjelaskan apa yang ia tau kepada semuanya.
"Kok gitu". Heran Zee membuat semua orang kaget.
Lim menggelengkan kepalanya dan tertunduk sedih. Sang asisten hanya menenangkan artisnya yang selalu dibedakan oleh sang manajer di agensi tempat nya.
"Lim mohon phi jangan mengundurkan diri dari pemotretan ini". Pinta Lim membuat Zee sedih.
__ADS_1
Phi ton menatap ke arah zee yang tidak bisa berbuat apa apa. Ia tahu bahwa zee tidak ingin melanjutkan kerja sama dengan pihak agensi ini karena banyak membuat masalah dengannya.
Zee tidak bisa berbuat apa apa lagi ia tidak ingin membuat karir Lim yang baru di mulai itu hancur gitu aja. Ingin rasanya ia menyuruh nya pindah agensi tapi kontrak dengan mereka baru saja diperpanjang.
"Sebenernya yang bermasalah ini pihak agensi apa kerjaan besok sih??". Tanya phi all penasaran dengan semua cerita itu.
Semua orang juga tahu bahwa proyek besok tidak berhubungan dengan job selanjutnya dari setiap model. Tetapi untuk masalah lim kenapa sangat rumit.
"Aku juga gak tau phi". Lim malam ini sangat sedih. Dari dulu iya selalu dibandingkan dengan yang lain dan selalu disisihkan.
"Manajer sialan". Celetuk zeefanya yang sudah tersulut emosi.
Pltak. . . Pukulan mendarat di kepala zeefanya dengan keras.
"Jangan gitu". Cegah phi ton.
"Hehe maaf phi". Cengengesan zee mengelus kepalanya yang sakit.
"Udah kamu mending pulang aja masalah besok serahin pada zee semua". Seru phi All.
"Loh kok aku". Tunjuk Zee pada dirinya sendiri.
"Terus sama siapa lagi?? Sama aku. . Oh tidak mau". Phi Al berucap tanpa memikirkan apapun. Memang seharusnya mereka berdua tidak ikut campur dengan urusan ini karena tidak ada urusannya dengan mereka sama sekali.
"Hm baiklah. . Kamu tenang aja biar aku yang urus". Ucap Zee meyakinkan.
"Terima kasih phi. . Kami permisi dulu". Pamit Lim dan sang asisten.
Sepeninggalan mereka berdua Zee memeluk erat phi ton yang membuat phi al cemburu.
"Udah sana kamu juga pulang". Usir phi Al.
"Gak mau". Tolak Zee masih memeluk phi ton dengan erat.
"Ok phi. . Selamat malam". Pamit zeefanya.
Zee hanya berpamitan kepada phi ton tidak untuk phi Al yang selalu jahilin dirinya. Jika bertemu mereka berdua tidak pernah akur dan phi ton yang selalu menengahi mereka berdua.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Pukul 08.30 zeefanya sudah siap untuk berangkat ke lokasi pemotretan di studio yang ada di dekat agensinya.
Sampai disana Lim dan asistennya sudah sampai duluan dan hanya diam kebingungan.
"Lim kok sepi yang lain kemana??". Tanya Zee heran.
"Gak tau phi". Balas lim.
Angga langsung menghubungi pihak produser pemotretan ini untuk menanyakan kabar semuanya.
Dan kembali dengan wajah yang sangat marah. "Semua akan Abang urus kamu tenang aja".
"Terus pemotretan nya gimana??". Tanya Lim.
"Pemotretan nya batal". Ucap Angga membuat Lim sedih.
Melihat kesedihan Lim membuat zeefanya merasa bersalah. Dengan cepat ia segera menghubungi produser agensinya untuk meminta tolong.
Sedikit menjauh dari mereka dan meminta citra untuk menenangkan Lim disana.
__ADS_1
"Hello Mae apa Mae ada di kantor??". Tanya zeefanya to the point.
"Ia nong Zee ada apa??". Balas Mae.
"Studio pemotretan di sana sedang dipakai tidak Mae??".
"Nggak nong. . Akan dipakai nanti siang".
"Kebetulan banget Zee minta izin untuk pakai studio itu sebentar ya phi. . Stafnya juga ada kan??". Zee meminta izin untuk pemotretan disana sedangkan untuk pakaian ia akan meminta batuan pada phi Al dan yang lainnya.
"Ya sudah gak papa pakai aja nanti Mae bilang sama semua staf".
"Makasih phi".
Zee senang dapat izin dari Mae dan pihak agensi. Lalu ia memberitahukan semuanya kepada dan dia setuju lagian hari ini ia juga tidak ada pekerjaan apapun.
Mereka semua langsung pergi menuju agensi untuk pemotretan disana dan menunggu pengiriman pakaian yang akan dikirim langsung ke agensi.
"Zee bukannya kamu masih libur 3 Minggu lagi. . Kamu mau kemana??". Tanya Angga.
"Nggak tau Zee udah tidak mood buat liburan kemanapun mungkin disini aja". Balas zeefanya memainkan ponselnya.
"Apa pekerjaaan boleh Abang tambah". Ledek Angga.
Bug. . . Zeefanya memukul jok mobil dari belakang yang karena kesal dengan ucapan Angga.
"Abang mau bunuh Zee perlahan lahan". Pekik zee dengan menaikan oktaf suara.
"Haha biasa aja dong". Tawa Angga terdengar karena berhasil menjahili adik kesayangannya yang sudah lama tidak ia jahili.
"Oh ya. . Lim aku boleh tanya gak?? Tapi kamu jangan marah". ucap Zee meminta izin.
"Boleh phi". Balas lim.
"kenapa kamu gak keluar agensi aja sih??". Tanya zeefanya perlahan takut membuat Lim tersinggung.
"Sebenernya aku juga keluar agensi itu tapi tidak bisa". Balas lim.
"Kenapa??".
"Saat kontrak berakhir aku masih ada kontrak dengan pekerjaan yang lain. . Mengharuskan aku untuk memperpanjangnya kalau nggak aku dapat pinalti yang besar dari beberapa pekerjaan".
Mendengar ucapan dari Lim membuat zeefanya paham dengan trik dari agensi tersebut.
"Apa kamu ingin keluar dari agensi itu??". Tanya Angga.
"Tapi gak ada agensi yang mengajak lim untuk bergabung di agensi mereka". Ucap Lim sedih.
"Kenapa gak Abang aja yang rekrut dia". Usul zeefanya.
"Jangan asal ngomong kamu". Angga memang tidak pernah merekrut siapapun kecuali Zeefanya. Ia belum berani karena belum cukup mampu untuk mendidik anak lagi.
Padahal dari agensi juga mengizinkan Angga untuk merekrut orang untuk diajaknya menjadi artis.
...----------------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
__ADS_1
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
Happy reading guys 😊. . . .