
Tengah malam Zee harus merasakan dinginnya air untuk membersihkan alkohol di gaunnya. Dia gak mungkin pulang dengan bau alkohol yang akan menyebar di apartemen nanti.
Citra disana membantu Zee dengan mulut mengomel seperti biasa. Citra hanya bisa menyimpan serapah wanita itu yang selalu membuat Zee dalam masalah.
Mereka tidak mungkin beradu mulut di depan umum karena akan merusak karir Zee.
"Gue pengen jedotin kepalanya ke tembok tau gak lagian Yeonjin kenapa deket sama cewek kaya gitu. Dih gue mah mending buang aja di sungai han atau nggak ke Antartika sekalian". Pekik citra kesal.
"Udah jangan ngomel terus ini gimana kita pulangnya". Celah Zee terus membersihkan gaun yang dipakai.
"Namanya juga alkohol gak bakal bisa hilang gitu aja".
"Tch,, Dahlan yuk pulang". Tapi bukannya pergi ke luar, citra malah masuk ke dalam toilet.
Saat mengayunkan tangan, Zee tidak sengaja menyenggol tas yang diletakan di atas wastafel.
Prak..
Semua isi tas berhamburan dilantai membuat Zee kesal sendiri.
"Zee ada apa?". Tanya seseorang yang baru masuk ke kamar mandi padahal itu kamar mandi wanita. Saat melihat orang itu ternyata itu Alex.
"Lex ini toilet cowok kenapa kamu masuk ". Ucap Zee kaget.
"Semua orang udah pergi ke rooftop,, sebentar lagi jam 12 malam".
Alex membantu membereskan semua barang Zee kedalam tas. Tas Zee isinya hanya kebutuhan wanita tidak ada barang aneh yang membuat Zee malu.
"Gaun kamu basah??". Tanya Alex saat mereka sudah berdiri.
"Iya tadi ditabrak orang dan minumannya tumpah".
"Ya udah kamu ganti baju di kamar aku aja nanti aku suruh orang untuk bawain gaun buat kamu". Kata Alex dengan nada tidak ingin ditolak.
"Tapi-".
"Daripada kamu pulang dengan keadaan kaya gini.. diluar juga banyak wartawan pastinya". Potong Alex. "Sahabat kamu mana??".
Ceklek, , ,
Belum menjawab citra sudah keluar dari kamar mandi yang ntah kenapa dia lama sekali.
Melihat Zee sedang bersama Alex membuat citra mesem mesem menggoda zee. Tapi Zee hanya memberi isyarat lewat mata yang dimengerti oleh citra sendiri.
"Oi,, setengah jam lagi nih masa ia nggak lihat kembang api". Seru citra heboh saat melihat jam tangan.
"Kita pulang aja".
"Kamu harus ganti baju nanti masuk angin pulang seperti ini.. walaupun pakai blazer.
"Ya udah deh boleh".
Zee menerima tawaran Alex. Lalu mereka pergi ke kamar hotel yang disewa Alex. Dia juga meminta seseorang untuk membawa kan pakaian ganti untuk Zee.
Di dalam kamar bersama citra, Zee hanya memakai Hoodie kebesaran dan celana pendek. Ia menunggu pakaiannya sampai dan berdiri di balkon kamar.
Mereka berdua akan melihat kembang api dari sana. Tapi tiba tiba Alex masuk ke kamar dengan membawa nampan.
"Akhhh". Teriak Zee langsung bersembunyi di belakang citra dengan sana sama kaget.
Untung saja yang melihat pertama kali Zee yang yang membuatnya langsung mencari perlindungan.
"Ada apa??". Tanya Alex heran dengan menutup mata.
"Its Alex aku cuma pakai celana pendek kenapa kamu masuk". Teriak Zee membuat citra menutup telinga.
"Sorry aku hanya ingin bawa coklat panas".
Alex meletakan nampan di atas nakas samping tempat tidur dan mengambil selimut untuk diberikan kepada Zee.
Setelah Zee menutup bagian bawah dengan selimut ia berjalan duduk di sopa yang ada di balkon. Alex meletakan 3 cangkir coklat panas di atas meja. Lalu duduk di sopa yang kosong.
Mereka bertiga menikmati coklat panas dengan pemandangan kota seoul yang dipenuhi kembang api dimana mana.
__ADS_1
Zee membuat video dan photo untuk di upload di sosial media tapi hanya bagian atas. Ia sedikit kecewa karena tahun baru ini tidak berjalan dengan lancar.
Banyak kejadian yang menimpa hubungannya membuat rencana awal Zee berantakan. Zee datang ke Korea bukan hanya memberi kejutan untuk Yeonjin tapi untuk menghabiskan waktu berdua.
Asik menikmati pemandangan tiba tiba ponsel Zee berdering dan tertera nama Gege di layar ponsel.
"Yim". Celetuk Alex melihat photo di ponsel Zee.
"Kamu kenal Gege". Ucap Zee kaget.
"Gege?? Dia Hyung kamu??". Alex juga tidak kalah kaget dengan Zee.
"Aku adik angkat Yim,, jadi aku panggil Yim dengan sebutan Gege". Jelas Zee.
"Sejak kapan??".
"Beberapa tahun ini,, kami kenal saat kerja bareng di salah satu series di Thailand".
Alex mengecek sesuatu di ponsel dan menatap Zee kembali. "Oh ini kamu,, pantesan Yim selalu meng-upload foto bersama kamu".
"Dia seorang up tanpa imbalan". Canda Zee membuat Alex tertawa.
"Wait,, kamu kenal Gege dimana??".
"Aku dan Yim sahabatan tapi setelah aku pindah ke Korea kami jarang bertemu.. dia orang terkenal yang tentunya sulit ditemui dan dihubungi". Kata Alex apa adanya.
Karena asik berbincang, Zee sampai lupa mengangkat panggilan dari Yim yang sudah berdering berkali kali.
Zee memberi isyarat kepada Alex untuk diam. Ia tidak mungkin menunjukan dirinya bersama cowok lain.
["Zeze kenapa lama??". Teriak Yim dengan wajah marah. ]
"Its,, Zee lagi istirahat tidak menerima telpon dari siapapun". Keluh Zee.
["Tch,, bilang aja ngambek gara gara tahun baru gak sama dia". Seru Yim. ]
"Siapa??".
["Yeonjin si brengsek itu,, dia ada di Jeju kan makanya Gege telpon buat hibur kamu". ]
Citra juga langsung menatap ke arah Zee saat mendengar nama yang Yim sebutkan.
["Kamu kenapa kok keliatan kaget??". Selidik Yim. ]
Suara Yim membuat Zee kaget dan tidak sengaja menjatuhkan ponsel. Lalu tidak sengaja mengarahkan ke Alex sekilas.
Dengan cepat Zee mengambil ponsel dan mengarahkan ke wajahnya.
["Kamu dimana??". Tanya Yim curiga.]
"Dihotel".
["Sama siapa??.]
"Citra".
["Dan??".]
".....".
["Zeze". Pekik Yim dengan penekanan kata.]
Mau tidak mau Zee memberikan ponsel kepada Alex yang membuat Yim terdiam.
Tidak mendengar suara gegenya membuat Zee mendekat ke arah Alex dan melihat wajah Yim yang kaget menatap ke arah Alex tanpa berkedip.
"Cie ada yang jatuh cinta dipandang pertama". Goda Zee.
["Zeze diam". Pekik Yim membuat Zee cemberut. "Ngapain Lo ada disana?? Dihotel bareng adik gue". Teriak Yim dari sebrang telpon. ]
"Dan kenapa Lo gak datang di party gue". Alex gak kalah sinis berbicara dengan Yim. "Lo gak kangen sama gue??".
"Cie cie". Goda Zee lagi. Citra yang ada disana hanya bisa geleng-geleng kepala.
__ADS_1
["Zeze diam,, Gege masih normal". Seru Yim tapi Zee masih senyum senyum sendiri. ]
"Ok gue jelasin.. ini kamar hotel gue, Zee ada disini karena gaunnya terkena alkohol jadi ganti pakaian dulu sebelum pulang". Jelas alex.
"Jelasin Abang takut ayang nya ngambek". Celetuk Zee menggunakan bahasa Indonesia.
["Zeze jangan pakai bahasa Indonesia". Ucap Yim dengan tatapan tajam. ]
"Duibuqi xiongdi ". Ucap Zee dengan wajah selucu mungkin.
Mereka semua diam dengan kelakuan Zee bahkan Alex terus menatap Zee tanpa berkedip sama sekali.
["Sejak kapan kamu bisa bahasa China??". Tanya Yim. ]
Semua pembahasan teralihkan kepada Zee. Yim tidak mengingat alasan Alex ada disana.
"Ze ze congming de nanhai ". Jawab Zee.
Yim tersenyum dengan adik kecilnya yang sangat imut. Dia sangat merindukan Zee yang sudah lama tidak bertemu.
"Ni Hao wo de mingzi shi Zeefanya, zui meili zui ke'ai de nuren ". Lanjut Zee.
["Stop kamu gak lihat cowok disamping kamu". ]
Zee mantap ke arah Alex yang diam memandang Zee dengan tatapan sulit diartikan.
"Woy". Pekik Zee memukul kening Alex pelan.
"Ah sorry". Alex kalang kabut saat ketahuan sedang menatap Zee.
["Zee awas dia nanti suka sama kamu.. ingat Yeonjin". Peringatan Yim membuat alex menatap Yim. ]
"Buyao shuo nage mingzi ". Seru Zee sudah berubah ekspresi.
["Weisheme??". Heran Yim. ]
Zee tidak menjawab, dia masuk ke dalam saat mendengar suara bel berbunyi. Yang ternyata orang suruhan Alex membawa pakaian ganti buat Zee.
Sebelum kembali ke balkon, ia pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
Saat kembali Alex dan Yim masih asik mengobrol. Lalu Zee kembali duduk disamping Alex.
"Gege tanggal 10 Zee bakal pergi ke Shanghai". Ucap Zee dengan senyum cantik.
["Really,,". ]
Zee menganggukkan kepala pertanda iya.
["Gege tunggu.. Gege bakal kosongin jadwal buat kamu". Ucap Yim senang.]
"Gue juga tanggal 7 berangkat ke sama dan kemungkinan sekitar 2/3 minggu baru balik ke Korea lagi". Sahut Alex.
["Lah terus kenapa kasih tahu gue". Celetuk Yim. ]
"Gue kasih tau zee."
"Dah lah Zeze mau pulang dulu udah malam.. nanti sambung lagi, bye Gege". Pamit Zee.
["Bye qin ai de ". Ucap Yim sambil melambaikan tangan. ]
"Buat Zeze apa alex".
["Zeze". ]
Zee tertawa ngakak senang menggoda yim. Ia mematikan panggilannya sambil melambaikan tangan.
Setelah puas tertawa barulah Zee mengajak citra untuk pulang. Alex juga memberikan kunci mobil Zee yang dikasih oleh anak buahnya karena tidak menemukan si pemilik mobil.
Saat ini party Alex sudah selesai dan jam sudah menunjukan pukul lewat 1 dini hari.
Setelah perdebatan akhirnya alex mengantarkan Zee pulang menuju apartemen dengan diikuti 1 mobil yang akan membawa Alex kembali pulang.
...--------------...
__ADS_1
...Happy Reading.,...