Suamiku Artis Terkenal

Suamiku Artis Terkenal
Sibuk


__ADS_3

....Happy Reading,...


5 PM Waktu Korea.


Mata Zee terbuka perlahan dari istirahat nya saat sampai ke Korea.


Sebenernya dua ponakan sang kekasih ingin bermain bersama nya tapi ditolak langsung oleh nyokapnya karena belum istirahat.


Aktivitas pertama bukanlah mandi setelah bangun tidur. melainkan mengambil handphone yang ada di atas nakas untuk mengecek sesuatu.


✉️Kak Angga


Ada beberapa berkas yang harus didiskusikan. kakak tahu kamu sangat sibuk Indonesia Korea tapi kamu kapan ke Thailand?.


"Kenapa gak kelar kelar sih, apa karena gue gak ada rencana dari awal". gumam Zee saat melihat kembali jadwalnya yang dikirim oleh citra.


Walaupun citra berada di Thailand sekarang, mereka berdua gak akan terpisahkan dan akan selalu bersama.


Zee mencari nomer citra untuk dihubungi. "Hello". Sapa zee saat panggilan tersebut terhubung.


"gue baru juga mau telpon tapi takutnya Lo masih jet leg". Suara citra dari sebrang telpon.


"Lo lagi apa?".


"Di rumah baru balik dari kantor, kenapa?".


"kagak, kenapa jadwal gue padat benget?".


"karena sebentar lagi Lo married makanya gue urus semua. gue jamin hari H seterusnya Lo aman". jelas citra.


"Aman sih aman tapi gue harus urus persiapan ******".


"Kita urus sama sama. gue tahu yeonjin juga sibuk. jadi lo tentuin orang yang Lo percaya buat urusin di tempat. ada?".


"kagak tahu".


"Asem Lo emang, gue udah rencanain semua ini sama Angga. lo urusin dari jarak jauh juga bakal aman. jadi nikah Lo nanti, gak bakal gagal".


"Bukan masalah gagal, tapi gak ada orang yang gue percaya".


"masa kagak ada. Evan, calon mertua Lo atau siapalah gitu".


"Belum juga nikah udah durhaka gue sama calon mertua".


"Evan".


"Bocah 3 tahun Lo suruh urusin beginian, kagak".


"Terserah lo lah ah gue puyeng".


"yaudah gue diskusikan dulu sama yeonjin. bye"


"WOY TUNGGU". Teriak citra dari sebrang telpon membuat Zee sedikit menjauhkan handphone nya.


"Jangan teriak, gue gak budeg". ujar Zee sedikit kesal.

__ADS_1


"Sorry!!".


"Apaan lagi?".


"lo telpon cuma mau gitu doang?".


"iye, dah bye".


"gue--, , ,".


Tuttt!!


Tanpa dosa Zee mematikan panggilan tersebut saat citra masih ingin berbicara.


Bisa dia pastikan pasti sahabatnya plus asistennya itu sedang menggerutu kesal.


***


Beberapa jam kemudian.


Zee yang sudah rapi dan bersih keluar dari kamar untuk menemui yeonjin sekalian menyiapkan makan malam.


Akan tetapi pandangan Zee menatap ke seluruh ruangan yang sangat sepi.


"Pada kemana? sepi banget".


ceklek


Pandangan Zee teralih ke arah suara. "by, mami sama ponakan kamu pada kemana? sepi banget". Tanya Zee menatap ke arah yeonjin yang berjalan ke arahnya membawa laptop.


"Tadi sore mereka pulang".


"Walaupun jarang pulang ke Korea tapi mami punya rumah disini". Ujar yeonjin sambil mengelus kepala Zee dengan sayang.


Zee mengangguk paham.


"Mau makan apa? pasti lapar kan?". Tanya Yeonjin tak lupa sambil tersenyum.


"Aku malas masak kita delivery aja ya".


"Iya, mau makan apa?". Tanya Yeonjin lagi.


Bukannya menjawab, Zee mengambil ponsel kekasihnya yang tengah dipegang.


Gadis itu memesan makanan yang ingin dia makan sedangkan Yeonjin hanya diam tanpa mencegah apa yang wanitanya lakukan.


Setelah makanan datang, mereka berdua makan di meja makan dengan khidmat. hanya ada dentingan sendok dan garpu yang terdengar.


"Honey!?". Zee berjalan mendekati Yeonjin yang telah duduk di sofa sambil memangku laptop.


"ya". Yeonjin menengok ke arah Zee.


"Aku mau izin pergi ke Thailand, apa boleh?".


"Mau apa? bukannya pekerjaan kamu bisa di handle dari sini?".

__ADS_1


"Ada yang bisa ada yang nggak, citra sudah membuat schedule semuanya. Aku janji cuma sebentar".


"Tapi pernikahan kita tinggal beberapa minggu lagi, by".


Zee terdiam, dia gak tahu harus berbuat apa. Sedangkan Yeonjin terus menatap ke arah Zee yang terlihat memikirkan sesuatu.


"Baiklah, aku izinin. tapi dengan satu syarat". ujar Yeonjin.


"Apa?".


"Evan akan ikut, gimana?".


"Really, kamu yakin?".


Yeonjin mengangguk." aku sedang sibuk. jadi kamu ditemani Evan dan tidak lewat satu minggu kamu sudah harus kembali".


"Baiklah". Zee memeluk Yeonjin. " Terimakasih honey".


"Apapun untuk kamu".


****


*


*


Hari ini Zee dan Evan akan berangkat ke Thailand. Mereka diantar langsung oleh Yeonjin ke bandara.


Bandara yang gak pernah sepi akan reporter membuat keberangkatan mereka tidak bisa dirahasiakan.


"Hyung mau ikut kaluar?". Tanya evan saat melihat kakaknya sedang bersiap membuat Zee menatap ke samping.


"Sebaiknya sampai sini saja sayang, ya".


"Kenapa?".


"Kalau mau heboh Hyung ikut keluar, itu terserah Hyung". sahut Evan. "palingan gak bakal pulang seminggu nanti". lanjutnya pelan.


Yeonjin terdiam memikirkan sesuatu.


"Yaudah, hati hati disana jaga kesehatan jangan lupa istirahat". pesan Yeonjin dengan memegang kedua pipi sang kekasih.


"Iya honey aku pasti ingat".


***CUP


CUP***


Yeonjin mencium kedua pipi Zee sedangkan Evan hanya memutar bola mata malas di kursi belakang.


"Masih ada orang disini". sindir Evan.


"Iri, bilang bocah". celetuk Yeonjin dengan wajah menjengkelkan.


Sedangkan Zee tersenyum lebar lalu perlahan pindah ke belakang untuk keluar dari mobil agar Yeonjin tidak ketahuan media.

__ADS_1


Zee berjalan berdampingan dengan Evan sambil membawa koper kecil memasuki bandara. Tak lupa dengan bodyguard yang selalu menjaga Zee dari media dan fans.


to be continued, , ,


__ADS_2