
08.00
Sampai di rumah dengan Evan yang mengeluh karena makannya habis dijalan. Jadi sampai rumah dia hanya memakan bubur yang dibeli tadi dan merecoki makanan orang lain.
Mereka makan di gazebo yang ada di balkon rumah. Mereka duduk disana sambil berbincang bincang bersama.
Malam harinya seperti apa tunjuan mereka ikut pulang Zee ke kampung halamannya yaitu untuk meminta restu. Memang hubungan mereka sudah diketahui oleh keluarga Zee dan tidak ada masalah apapun.
Tapi karena hubungan yang berbeda negara membuat mereka harus menyampaikan nya dalam jangka lama.
Saat ini Zee, Yeonjin, Evan dan kedua orang tua Zee sedang duduk di ruang keluarga bersama. Setelah makan malam bersama Zee meminta mereka untuk berkumpul disana untuk mendengarkan ucapan dari Yeonjin.
"Bu, pak, Yeonjin datang kesini sebenarnya untuk meminta restu kalian, Yeonjin ingin hubungan kami lanjut ke pernikahan". Ucap Yeonjin dengan bahasa Indonesia yang tidak begitu lancar.
"Ibu sama bapak serahkan semuanya sama Zee, ibu gak bisa berbuat apa apa jika Zee merasa bahagia sama kamu, kamu pilihan Zee". Ucap ibu Zee dengan lembut.
"..". Senyum lebar terukur di bibir Yeonjin. Ia paham dengan ucapan calon mertuanya. Tapi berbeda dengan Evan yang tidak mengerti sama sekali. Dia hanya diam saja.
"Apapun keputusan kalian ibu dan bapak hanya bisa merestui kalian". Lanjutnya.
Yeonjin langsung memeluk sang ibu kekasihnya dan menatap bokapnya Zee yang duduk di samping.
"Bapak ikut saja apa yang menurut anak bungsu bapak bahagia. Bapak harap kamu bisa menjaga anak bapak dengan baik jangan pernah sakiti dia dengan apapun itu. Jika kamu tidak sanggup kembalikan dia dengan baik baik ke tangan ibu dan bapak". Kata sang ayah dengan tulus lalu Yeonjin memeluknya dengan erat sambil mengucapkan terima kasih.
"Hanya gue yang gak paham". Gerutu Evan yang didengar oleh Zee. Zee hanya tersenyum mendengar ucapan itu kalau mengelus tangan Evan membuat orangnya menatap ke arah Zee sambil nyengir tanpa dosa.
"Makanya belajar". Ucap Zee.
Evan memang selalu minta diajarin bahasa Indonesia tapi dia sendiri yang malas dan selalu berbicara bahasa Inggris/Korea saat bersama Zee dan yang lain.
"Makasih bu, pak". Zee mencium kedua tangan orang tuanya bergantian dan ikut memeluk mereka bersama.
Tak terasa air matanya mengalir terharu. Dia tidak menyangka bahwa hubungannya dengan sang kekasih lama kelamaan menjadi tambah serius.
"Btw kapan tunangan nya akan dilaksanakan??". Tanya Evan disela sela terharu kedua pasangan itu.
"2 Minggu lagi". Celetuk Yeonjin.
"No, Zee ingin orang orang yang ada disekitar Zee ada dihari tunangan Zee jadi kita konfirmasi kan dulu kepada yang lain". Ucap Zee dengan cepat.
"Siapa by?? Jangan bilang sahabat kamu yang ada di Thailand itu??". Tebak Yeonjin membuat Zee menganggukkan kepala.
"Hahaha gak bakal bisa dalam waktu dekat eonni mereka sangat sibuk". Sahut Evan tidak mengerti akan pikiran calon kakak iparnya itu.
"Berarti kita akan adakan acara pertunangan di Phuket Thailand". Lanjut Evan.
__ADS_1
"No, diindonesia". Lagi dan lagi Zee menolak apa yang Yeonjin katakan hal itu membuat bibirnya melengking kebawah.
"Ibu setuju. Ibu mau kerabat dekat keluarga kita ikut dalam acara itu. Untuk pernikahan ibu serahkan kepada kalian mau dimana tempatnya berada nanti". Sahut ibu Zee.
"Zee setuju". Ucap Zee menyetujui ucapan ibunya. Dia juga sebenarnya ingin seperti itu agar para saudaranya bisa berkumpul dan mengenal calon suaminya dengan baik. Apalagi Zee jarang bertemu dengan mereka karena bekerja di beda negara.
"Tapi apa mereka ada waktu buat datang ke sini?? Kalau masalah orang tuaku by itu gampang tapi sahabat kamu gimana??".
"Nanti aku hanya mereka, kalau bisa mereka bakal datang kesini".
"Baiklah. Aku serahkan semuanya sama kamu". Ucap Yeonjin diangguki oleh Zee dan yang lain.
Zee juga dapat kabar dari Angga, orang yang sudah dia anggap sebagai abangnya sendiri bahwa mereka akan datang ke Jakarta besok pagi. Mereka ingin mengurus semuanya agar cepat bisa terlaksana pertunangan antara Zee dan Yeonjin.
Pasangan itu juga ingin acaranya tidak diketahui media manapun agar acara bisa berjalan dengan tertutup untuk menjaga privasi banyak orang. Dari pihak keluarga maupun para sahabatnya yang bukan dari kalangan bisa.
Malam itu juga Yeonjin maupun Zee memberitahu kepada para sahabatnya agar meluangkan waktu untuk menghadiri pertunangannya di Indonesia nanti. Untuk undangan kemungkinan akan menyusul.
Zee hanya memastikan siapa aja yang bisa datang dan tidak untuk menyambut mereka semua.
"Kalian istirahat aja besok kita akan pergi ke rumah kakek nenek kamu untuk membicarakan semuanya. Mereka juga ingin ketemu kamu yang jarang pulang". Ucap ibu Zee membuat mereka semua pergi ke kamar masing masing yang ada dilantai 2.
Tapi saat masuk ke kamar bukannya tidur, Zee malah duduk bersandar di sandaran tempat tidur dengan memangku laptop berbicara dengan para sahabatnya via video. Untuk membahas tentang pertunangannya yang membuat mereka heboh.
Mereka semua tidak menyangka Zee akan bertunangan secepat itu yang terlaksana di negara kelahirannya. Setelah dihebohkan dengan lamaran di Swiss kini mereka dihebohkan dengan pertunangan yang mendadak.
"Sepertinya kita harus mengatur jadwal ulang untuk bulan dekat ini". Ucap ton dengan senyum berseri.
"Itu harus. Kalian pokonya harus datang menjadi tamu spesial".
"Ah ah kan sepertinya bulan depan". Lanjut love meledek lagi.
"Ais sebelum pernikahan, harus mengadakan pertunangan dulu. Ini juga belum terlaksana". Elak Zee membuat semua orang tertawa ngakak.
"Apa jangan jangan ini bukan acara pertunangan?? Melainkan acara pernikahan langsung". Tebak all yang membuat semua orang setuju dengan ucapan pemuda yang paling tua diantara mereka.
"Sebelum Zee. Kapan kalian akan resmi?? Apa akan keduluan Zee". Goda Zee kepada phi all.
"Nah nah gue lebih setuju". Teriak love dengan sangat antusias.
Selesai berbicara dengan mereka, Zee memutuskan untuk pergi tidur karena sudah sangat larut. Dia juga tidak ingin kesiangan besok pagi untuk pergi ke rumah kakek dan neneknya yang tinggal jauh dari rumah itu.
Masih satu desa tapi beda kampung karena daerah pegunungan dan persawahan.
Zee juga sudah berunding dengan orang orang yang akan mengurus acara pernikahannya nanti.
__ADS_1
Angga akan memimpin persiapan dengan magang karena dia sudah mengenal beberapa orang dari bidang WO yang ada di Jakarta.
Untung saja salah satu temannya kerja di bidang itu yang membuat Angga mudah menyiapkan itu semua.
Tugas Zee hanya menjaga kerabat kerabatnya saat berangkat ke Bali nanti.
Semua biaya akan Zee tanggung dari transportasi, penginapan dan makan. Untuk jajan mereka harus mengeluarkan biaya sendiri. Toh mereka hanya 5 hari di Bali tidak kurang atau lebih.
Zee juga menyiapkan jasa tour untuk mereka karena saat pulang keluarga Zee tidak akan bareng dengan rombongan.
Kenapa Zee melakukan itu.
Karena dia acara ini Zee mau berkumpul bersama dengan para kerabatnya. Untuk melangsungkan pernikahan, mereka akan menggelarnya di London tempat orang tua Yeonjin tinggal.
Ibunya Yeonjin sudah pindah ke London beberapa bulan yang lalu karena pekerjaan suami nya dipindahkan ke sana yang bekerja sebagai manajer di salah satu perusahaan terkenal di London.
Ceklek
Pintu kamar Zee terbuka perlahan.
Gadis itu belum tidur dan melihat Yeonjin masuk. "Ada apa by???".
"Mau ke kamar mandi, kok belum tidur".
Yeonjin duduk di samping Zee yang sedang bersandar di tempat tidur sambil memangku laptop.
"Lagi bahas sesuatu".
Yeonjin mengangguk kan kepala, lalu berjalan ke kamar mandi.
Zee
Udah dulu, kapan kapan kita bahas lagi.
Bye.
Zee menutup laptopnya meletakan di nakas tempat tidur.
"Good night baby, sweat dreams".
Cup
Ucapan sebelum tidur yang selalu Yeonjin ucapan dan tak lupa mencium kening Zee.
Setelah sang kekasih pergi, Zee menutup matanya menuju alam mimpi.
__ADS_1
To be continued, , , , ,