
Malam hari di depan rumah Zee sangat ramai. Beberapa orang yang sibuk menurunkan semua hadiah dari mobil yang kian datang mengantar hadiah itu.
Semua orang yang ada dirumah pun ikut membantu. Bahkan kedua keponakan Zee ikut senang dan tercengang melihat uang yang dirangkai dengan bentuk apapun yang diturunkan dari mobil.
Saat ini Zee sedang berada di kamar habis membersihkan badan. Ia mengecek beberapa chat yang masuk di dalam ponselnya dan belum berniat untuk turun kembali ke lantai dasar.
Tok...tok ...tok ..
Pintu diketuk dengan keras membuat Zee mengalihkan perhatiannya. Lalu berjalan untuk membuka pintu.
"Ada apa cit??". Tanya Zee melihat citra didepan pintu.
"Semua hadiah ada dibawah,, semua barang akan diletakan dimana??".
"Biarin dibawah dulu, nanti saya turun". Balas Zee.
Sepeninggalan citra Zee kembali ke kamar menyelesaikan pekerjaannya dan langsung pergi ke lantai bawah.
Saat menuruni anak tangga Zee dikagetkan dengan semua ruangan yang dipenuhi dengan hadiah.
"Jenie kenapa hadiahnya sampai kesini segala". Tanya Zee heran.
"Kamu liat aja didepan,, aku pusing lihatnya juga". Balas jenie membereskan semua barang.
Zee mengerutkan kening dan pergi ke luar. Sampai akhirnya dia tambah kaget dengan uang yang dibentuk berbagai rupa yang memenuhi garasi mobil dan halaman rumah.
"Astaghfirullah,, perasaan saat di ruang acara gak segitu banyaknya". Seru Zee bengong.
"Ya iyalah itu kan ruangan disana besar". Celetuk citra melewati Zee yang tangannya penuh dengan kotak dan paper bag yang dibawa memasuki rumah.
"Selamat bekerja zeefanya". Ucap Angga mendekati Zee.
"Abang". Rengek Zee kepada Angga yang tau akan pekerjaan yang akan dia lakukan.
Zee sudah bisa bayangkan betapa lamanya menyelesaikan semua pekerjaan ini. Jika dibiarkan pun tidak mungkin.
Akhirnya dia mulai mengerjakan pekerjaan itu dengan dibantu oleh semua orang dan tentunya Zee memesan banyak makanan untuk mendampingi pekerjaannya.
Bunga yang dikirim para penggemar dan sahabatnya Zee masukan kedalam toples kaca agar tetap segar.
.
Keesokan harinya Zee dan keluarganya siap siap untuk pergi liburan ke Pattaya. Walaupun rumah masih berantakan tapi ia ingin bisa liburan bersama keluarga yang tidak ada waktu lagi karena mereka tinggal berjauhan dan Zee sangat sibuk bekerja.
Semua barang sudah dimasukan ke dalam mobil, mereka akan berangkat naik kendaraan darat yang akan memakan waktu 2-3 jam.
Sesampainya di hotel Zee meminta mereka untuk istirahat sebelum makan siang bersama nanti di dekat pantai. Dia akan melakukan apapun dengan keluarganya dan memilih tempat private untuk kenyamanannya dan keluarga nya.
__ADS_1
Liburan akan dilakukan 2 hari di pantai Pattaya yang indah.
Tok,,,, tok,,,, tok.
Ceklek.. pintu terbuka dan berdirilah Yeon didepan kamar Zee.
"Yeon ada apa??".
"Aku mau ambil ponsel".
Zee mengerutkan kening saat mendengar ucapan nya tetapi Yeon malah tersenyum menatap wajah Zee.
"Cek dulu lah sayang". Ucap Yeon yang membuat Zee malu dengan kata sayang yang diucapkan Yeon.
"Sebentar aku cek dulu". Zee meninggalkan Yeon untuk mengecek tasnya dan ternyata benar ponsel sama dompet ada didalamnya yang dia titipkan saat berangkat tadi.
Melihat citra dan jenie datang ke kamar Zee membuat Yeon ikutan masuk. "Kenapa masuk??". Tanya Zee heran.
"Mau istirahat". Balas Yeon yang berbaring di tempat tidur Zee sedangkan 2 gadis yang baru masuk juga hanya bisa menatap bingung.
"Jadi Lo suruh gue kesini buat jadi obat nyamuk". Ucap citra menatap Yeon dengan tajam.
"Ada apa sih??". Tanya Zee heran duduk di samping tempat tidur.
"Tanya nih cowok Lo yang rese".
Akhirnya mereka berempat berbincang bincang sampai beberapa saat banyak orang juga yang masuk ke kamar Zee termasuk Yim. Jika sudah berkumpul semua kepastian mereka tidak akan ada kata istirahat.
.
Jam makan siang Zee mengajak keluarganya makan di pesisir pantai yang indah. Makanan itu dijamin halal yang telah dipilih Angga langsung. Untuk makanan Zee tidak akan memilih sembarang orang untuk mencarinya karena takut terjadi kesalahan.
Para keponakan Zee sangat bahagia dan ingin cepat bermain pasir tapi dengan cepat Zee melarangnya untuk makan terlebih dahulu.
"Dek pakai sun block dulu". Teriak Zee saat melihat keponakannya lagi setelah makan siang.
"Udahlah Zee gak papa". Ucap sang kakak.
"Nanti mereka hitam kak". Zee berjalan mendekati ponakannya untuk memakaikan sun block dengan telaten.
Tetapi saat ingin berbalik Zee dikagetkan dengan sesuatu yang menempel di kakinya.
"Aaaakhhhhh". Teriak Zee sambil mengangkat angkat kakinya karena takut.
Dan tiba tiba terdengar suara ketawa seseorang dari belakang tubuhnya yang ternyata menjahilinya dengan alat untuk bermain pasir.
"Yeon,,,,!!!". Pekik Zee memukul Yeon dengan kesal.
__ADS_1
"Hahaha ampun Zee aku cuma main main aja". Yeon terus menghindari pukulan itu sambil melarikan diri tetapi zee terus mengejarnya tanpa lelah.
Mereka semua mengambil photo untuk kenang kenangan dengan kamera pribadi milik Zee dan ponsel masing masing.
Tak lupa juga dia membuat intastory di media sosialnya yang masih ramai dengan berita zee berpacaran dengan Yeon.
Semua orang bersenang senang bersama sampai lupa waktu di pantai itu. Dari siang sampai matahari terbenam Zee dan yang lain masih berada di pesisir pantai enggan untuk pulang.
Saat ini Zee duduk berdua bersama Yeon memandang matahari terbenam dan suasana langit orange di langit pantai.
"Zee makasih ya kamu udah beri aku kesempatan,, aku janji aku gak akan kecewain kamu lagi". Ucap Yeon tulus.
"Aku gak butuh janji aku cuma mau bukti". Jawab Zee tersenyum menatap kearah Yeon.
"Aku gak tau pekerjaan ini akan sampai kapan.. ini memang pekerjaan aku tapi ini bukan tempat aku". Lanjut Zee membuat Yeon bingung.
"Maksudnya apa??".
"Aku mengambil pekerjaan ini karena aku ingin membahagiakan orang tua aku,, selama ini aku sangat susah untuk beradaptasi yang membuat aku done, aku belum bisa menyesuaikan nya sampai sekarang... Mungkin aku gak selamanya akan tinggal disini". Kata Zee. Selama ini Zee belum percaya pada siapapun untuk mengeluarkan isi hatinya tapi sekarang Zee akan berusaha terbuka untuk Yeon-jin dan tidak akan mengulangi kesalahannya untuk yang kedua kali.
"Tidak apa kamu masih punya aku.. aku harap kamu selalu terbuka sama aku jangan dipendam sendiri". Yeon menggenggam tangan Zee untuk menenangkannya yang membuat zee tersenyum.
"Jika kamu ingin tau lebih jauh tentang aku, kamu langsung tanya ke aku jangan ke orang lain karena aku gak akan menjawab kalau kamu gak nanya".
Yeon tersenyum dan menuntun Zee untuk menyandarkan kepalanya ke bahu dia sambil mengelusnya dengan lembut.
Langit mulai gelap keluarganya satu persatu sudah mulai pergi ke kamar hotel masing masing untuk membersihkan badan. Yeon mengajak Zee untuk masuk karena angin kencang yang membuat udara mulai dingin dan saat ini Zee hanya menggunakan pakaian sedikit tipis.
Saat berjalan menuju hotel tangan Zee sangat dingin, ia memang tidak akan kuat dengan udara dingin.
"Kamu kedinginan??". Tanya Yeon saat melihat Zee terus menggosok gosok tangannya agar hangat.
Sedangkan Zee hanya menjawab dengan senyuman yang membuatnya mengerti. Lalu Yeon menggenggam tangan Zee sampai ke depan kamar hotel.
"Kamu bersih bersih dulu nanti aku datang lagi waktu mau dinner". Ucap Yeon mengelus kepala Zee dengan lembut.
Malam ini Yeon meminta untuk dinner berdua sedangkan keluarganya memilih untuk dinner di kamar masing masing karena Kecapekan.
...------------------...
Hai reader. . .
Tetap dukung author dengan cara like, beri komentar dan tambahkan ke favorit. . .
Dan terus saksikan kelanjutan selanjutnya. . .
Happy reading guys 😊. . . .
__ADS_1