SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Ekstra Bab (Bercocok Tanam)


__ADS_3

"HUAAA!!! KITA ADA DIMANA?!"


Marcell, Dante dan Henry sangat-sangat terkejut setelah penutup matanya di buka dan mendapati diri mereka berada di sebuah desa yang terpencil dan jauh dari keramaian kota. Desa itu dikelilingi oleh perbukitan.


Di depan mereka. Berdiri kokoh sebuah bangunan sederhana namun terlihat nyaman. Henry, Dante dan Marcell menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah, tapi tak melihat keberadaan seorang pun di sana.


"Cell, Hyung, sebenarnya kita ada dimana? Kenapa Paman Kim meninggalkan kita bertiga di sini?" Tanya Henry kebingungan.


Marcell dan Dante menggeleng. "Aku sendiri tidak tau, sebaiknya segera hubungi bibi Ellena, dia harus memberi kita penjelasan!!!" Sahut Marcell.


"Betul juga, bukankah dia yang mengirim kita kemari." Imbuh Dante menimpali.


Baru saja Henry hendak menghubungi Ellena. Tapi dia sudah mendapatkan pesan masuk dari Bibinya yang cantik itu. Penasaran apa isi pesan tersebut, Henry pun memutuskan untuk langsung membukanya.


"Bibi, harap kalian bersenang-senang selama di sana."


Henry mengacak kasar rambutnya. Ellena mengiriminya pesan yang membuatnya frustasi.


Bibinya itu benar-benar telah merencanakan semua ini, ini adalah desa terpencil yang pastinya jauh dari keramaian kota. Tidak ada jaringan internet dan sebagainya, mereka harus hidup kembali ke jalan purba.


"Uncle, apa yang kalian bertiga lakukan di sini?" Seru seorang gadis kecil dari arah rumah tersebut.


Sontak ketiganya menoleh. Mata mereka lantas membelalak melihat siapa gadis kecil tersebut. "Vivian?!" Pekik ketiganya. "Jadi selama ini kau, Jordan dan Hans ada di sini?" Vivian mengangguk.


"Ayo ikut aku, kalian pasti lapar. Nenek Ma sudah menyiapkan makanan untuk kita semua." Ucap Vivian lalu mengajak ketiganya masuk ke dala.


Vivian sungguh tidak menduga bila mereka akan datang ketempat ini juga. Dan gadis kecil itu berani bersumpah jika kedatangan mereka adalah rencana ibunya.


Selama ini ketiga paman tampannya ini tidak tau rasanya cari uang, dan kerjaan mereka hanya menghabiskan uang saja. Dan itulah kenapa Ellena mengirim mereka kemari.


-


Ellena meletakkan ponselnya setelah dia mengirim pesan singkat pada Henry. Dan dia berani bersumpah bila ketiganya pasti kebingungan setengah mati. Bukan tempat wisata seperti yang dia sebutkan, melainkan desa terpencil.

__ADS_1


Keanu yang baru saja selesai mandi menghampiri Ellena. Pria itu memicingkan matanya melihat wajah Ellena yang tampak berseri-seri. Keanu tidak tau apa yang terjadi pada istrinya itu. Dan apa yang membuatnya sangat senang.


"Ada apa, El? Kau terlihat sangat gembira. Apa sesuatu yang baik baru saja terjadi?" Tanya Keanu penasaran.


Ellena terkekeh. "Aku hanya merasa geli saja membayangkan bagaimana ekspresi mereka bertiga setibanya di sana. Dan aku berani bersumpah, Marcell dan Henry pasti melempari ku dengan berbagai sumpah serapahnya." Tutur Ellena.


"Jadi itu yang membuatmu sangat gembira?" Ellena mengangguk.


Dengan gemas Keanu menjitak kepala Ellena."Dasar kau ini, kenapa suka sekali menindas mereka. Tidak anak sendiri, tidak keponakan, semua kau tindas tanpa perasaan."


"Itu bukan penindasan, Oppa. Tapi pembelajaran. Mereka semakin dewasa, jika tidak diajarkan mandiri sejak dini lalu kapan lagi? Khususnya mereka bertiga, Dante, Henry dan Marcell sudah dewasa tapi sikap mereka malah seperti bocah. Mereka harus memiliki tanggung wajah pada hidup mereka sendiri."


Keanu tersenyum lebar dan menatap Ellena penuh kekaguman. "Kau memang hebat, Ell. Sebagai suamimu aku merasa bangga. Kemari lah, akan ku berikan penghargaan untukmu." Keanu menarik pinggang Ellena kemudian mencium singkat bibirnya.


"Apa hanya ini penghargaan yang aku dapatkan?" Tanya Ellena sambil memeluk leher suaminya.


"Memangnya kau menginginkan penghargaan seperti apa?" Keanu membalas dengan memeluk pinggang Ellena. Membunuh jarak diantara mereka berdua.


"Yang lebih dari hanya sekedar berciuman." Jawabnya lalu balik mengecup bibir suaminya.


"Nah itu yang aku maksud." Ellena tersenyum lebar.


"Dengan semang hati akan ku kabulkan, Sayang." Kemudian Keanu mengangkat tubuh Ellena bridal style lalu membaringkan wanita itu di atas tempat tidur mereka.


Ellena tau jika Keanu adalah pemain yang hebat. Dan pria itu selalu tau bagaimana cara memuaskan dirinya. Keanu memang tidak pernah mengecewakannya ketika di atas ranjang. Itulah yang membuat Ellena selalu bersemangat untuk bercocok tanam dengannya.


.


"Aaahhh... Aaahhh... Aaahhh...!"


Des*han dan lengkungan berkali-kali keluar dari sela-sela bibir ranumnya ketika Keanu menghujamkan sosis berurat nya ke dalam liang kenikmatannya semakin keras. Bibir mereka yang membengkak terus bergulat panas dan saling melahap.


Bunyi derit ranjang yang menggema memenuhi seisi ruangan membuat sepasang anak manusia yang sedang dimabuk cinta itu tidak lagi memperdulikan sekitar. Baik kondisi r*njang yang tidak lagi karuan, pendingin ruangan yang tidak lagi berfungsi dengan baik, atau bahkan dering ponsel yang sejak tadi berbunyi pun tidak mereka hiraukan.

__ADS_1


Tubuh wanita itu 'Ellena' tersentak sentak mana kala suaminya menusuknya semakin dalam, hingga menyentuh b*bir rah*mnya. Malam yang terasa dingin bagi orang lain, justru terasa sangat panas bagi mereka berdua.


Jessica mengangkat sedikit kepalanya dan ia berusaha mencari pegangan lain untuk dirinya bertahan, selain leher dan rambut sang suami yang saat ini tengah mencumbunya.


Remasan pada sprei semakin menguat seiring tus*kan Keanu yang semakin dalam , peluh terlihat membahasi sekujur tub*h p*los mereka berdua.


"Aaahhh... Aaahh..!"


Des*han er*tis yang keluar dari sela-sela bibir ranum Ellena terdengar bagaikan sebuah melodi indah ditelinga Keanu. Ia begitu menikmati setiap des*han yang keluar dari bibir Istrinya,


Keanu terus mengh*jamkan jun*ornya ke dalam diri Ellena tanpa melepaskan tautan bibirnya. Des*han kembali terdengar disela-sela ciuman mereka, dan mereka tidak akan berhenti sebelum mencapai puncaknya, karena yang terpenting dari semua hal yang mereka lakukan malam ini adalah pelepasan dan... Klim*ks.


"Aaahhh."


Kedua mata Jessica yang semula tertutup kembali terbuka ketika mulut Keanu beralih meng*lum put*ngnya dengan posesif.


Lidahnya bermain-main di atas salah satu put*ngnya yang mengeras dengan gerakkan memutar. Tak ingin di anggurkan, tangan Keanu yang satu meremas pay*dar* kiri Ellena sambil memainkan put*ngnya.


Tidak hanya dimanjakan, tapi malam ini Keanu benar-benar mem*askannya, tidak hanya Ellena yang terp*askan tapi pria itu juga. Malam ini mereka berdua sama-sama saling mem*askan.


Setelah hampir dua jam sejak pertama mereka memulainya, akhirnya percint*an panas mereka mencapai puncaknya. Tubuh Keanu ambruk seketika setelah pel*pasan, bibirnya kembali pada bibir Ellena yang membengkak dan mel*matnya dengan posesif namun penuh kelembutan.


Dan setelah perc*ntaan panas dan panjang mereka. Dengan kondisi tubuh masih menyatu, Keanu meremas lembut jari jemari Ellena yang masih belum sepenuhnya sadar dengan kondisinya.


Sampai dia merasakan sentuhan lembut pada pipinya, Ellena benar-benar tersadar terlebih lagi dengan segala kelembutan yang suaminya miliki.


Kedua matanya yang terlihat sayu terbuka sepenuhnya, iris hazel nya terkunci pada sepasang mutiara indah milik Keanu yang menatapnya dengan penuh kelembutan, dan sekali lagi bibir kiss able tersebut menciumnya dan ciuman kali ini lebih singkat dari ciuman-ciuman mereka sebelumnya.


"Tidurlah, kau pasti lelah." Pinta Keanu yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena.


"Baiklah."


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2